NovelToon NovelToon
Cinta Di 2 Hati

Cinta Di 2 Hati

Status: tamat
Genre:Patahhati / Balas Dendam / Poligami / Konflik Rumah Tangga-Konflik Etika / Tamat
Popularitas:350.3k
Nilai: 4.9
Nama Author: Devi21

Sebulan pernikahan sirinya, Jingga harus berhadapan dengan kenyataan baru yang menyakitkan. Aris, suami yang dicintainya menikah resmi dengan perempuan lain.

Menjadi yang pertama tapi serasa yang kedua. Pada akhirnya Jingga menyerah. Perceraian dengan Aris pun tak terelakkan.

Di saat bersamaan Rangga yang merupakan sahabat Aris juga bercerai dengan istrinya. Kesamaan kisah membuat mereka Rangga dan Jingga semakin dekat.

Aris kembali datang dengan kepastian dan perjuangan yang lebih nyata. Membuat Jingga goyah. Kembali pada cinta lama atau memulai cinta yang baru ?

Persahabatan Aris dan Rangga pun di pertanyakan.

Di hati manakah cinta Jingga akan berlabuh ?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Devi21, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bermain peran

H- 2 resepsi pernikahannya dengan Irma, Aris masih setia dengan koma pura - puranya. Ketika kelambu ruangannya tertutup dan pintu dikunci rapat dari dalam, Aris bekerja dengan giatnya. Tidak lupa selalu menelpon Dina untuk menanyakan kabar Jingga yang benar - benar putus kontak dengannya. Pesan yang dikirimkan Aris hanya dibaca tanpa dibalas.

Dari Dina, Aris mendapatkan informasi Rangga setiap hari selalu mengunjungi Jingga. Sedikitpun Aris tidak menaruh curiga, karena memang Aris sendiri yang menyuruh Rangga menjaga Jingga selama dia tidak bisa.

Jingga sudah keluar dari rumah sakit sejak kemarin, kondosi janin sudah lumayan membaik, tidak selemah sebelumnya. Jingga masih disarankan untuk membatasi aktivitas fisiknya dan sebisa mungkin untuk menghindari stres.

Mencoba melepas dan membebaskan diri dari bayangan Aris ternyata tidak mudah bagi Jingga. Saat bersama Rangga, sedikit bayangan Aris memudar. Karena pembahasan pembicaraan selalu hal - hal seru. Rangga dan Jingga ternyata mempunyai beberapa kesamaan. Tanggal bulan lahir sama, warna kesukaan sama dan hobby menonton film berbau detektif pun sama.

Banyak hal yang menjembatani keakraban Jingga dan Aris selama di rumah sakit. Mereka seperti sahabat lama yang baru dipertemukan kembali.

Sebuah mobil sedan camry putih berhenti tepat di depan mobil yang Dina, membuat Dina menginjak remnya secara mendadak.

Dina turun dari mobil. Belum sampai dia mengetuk kaca pintu mobil driver, bu Laura muncul dengan raut cemas menghampiri Jingga.

Jingga pun ikut turun dari mobilnya, drama pun dimulai. Bu Laura dengan air mata buaya dan akting layaknya pelakon drama profesional berlutut mengiba di bawah kaki Jingga.

" Ngga, tolong mami Ngga. Aris sedang koma, Mami yakin Aris akan cepat pulih jika kamu sering mengajaknya bicara. Abaikan kebencian dan kelakuan mami selama ini. Mami hanya ingin kesembuhan Aris. Tolong mami kali ini. Mami akan merestui hubungan kalian saat aris tersadar " bu Laura terus mengiba.

Jingga terkejut dan langsung panik mendengar Aris koma, seketika Jingga tidak bisa berfikir jernih. Jingga yang memang tidak tahu menahu akan rencana Aris, percaya begitu saja pada bu Laura. Apalagi dengan kebencian maminya Aris selama ini, memohon dengan cara seperti itu tentu tidak mudah. Jika tidak benar terjadi, tidak mungkin bu Laura merendahkan dirinya di depan Jingga.

" Di rumah sakit mana bu ? " tanya Jingga, lirih.

" Kamu ikut mobil mami saja. Biarkan drivermu mengikuti kita " ajak bu Laura.

Tanpa banyak bicara dan juga tanya. Jingga menurut saja pada bu Laura. Keduanya sama - sama percaya Aris koma. Tapi tujuan keduanya jelas berbeda saat menginginkan kesembuhan Aris.

Dina yang tidak mengenal bu Laura sama sekali, tidak tahu harus berbuat apa. Mau tidak mau Dina mengikuti mobil yang ditumpangi Jingga dengan tanda tanya yang bertebaran di sekeliling kepalanya.

Sampai di lobby, reflek Jingga turun dengan gesit dan tergesa - gesa. Seolah lupa dengan pesan dokter untuk berjalan dengan hati - hati dan tidak terlalu aktif serta agresif dalam bergerak.

Langkah bu Laura sama lebarnya dengan langkah Jingga. Setelah memakai baju medis Jingga masuk ke dalam ruangan Aris.

Dengan jantung yang berdegup kencang dan tubuh sedikit gemetar, Jingga mendekati Aris. Masih dengan bu Laura di sampingnya. Jingga memperhatikan wajah Aris yang segar, warna kulitnya putih kemerahan seperti biasa. Aris tidak seperti orang sakit di mata Jingga, hanya seperti sedang tidur.

Jingga merasa ada yang aneh, teringat kejadian di mana dia memutuskan menjalani kehidupan masing - masing tepat setelah kecelakaan terjadi. Aris menemuinya dalam keadaan sehat - sehat, tidak ada luka berarti, bahkan luka itupun kini sudah mengering.

" Ris, mami datang membawa Jingga ke sini. Kamu sangat mencintai Jingga kan Ris, Bangunlah, di sini ada Jingga. Mami akan pertimbangkan hubungan kalian " ucap bu Laura.

Jingga melihat perubahan ekspresi Aris saat namanya disebut. Bu Laura mungkin tidak menyadarinya, tapi Jingga dapat melihat hentakan halus dari kepala Aris.

Melihat Jingga tidak berbicara dan bereaksi apapun, bu Laura keluar ruangan. Memberikan ruang pada Jingga untuk berdua saja bersama Aris. Jingga memastikan bu Laura sudah pergi menjauh dari ruangan.

Tangan Jingga meraih tangan Aris, menggenggamnya lembut dan Aris pun membalas genggaman tangannya. Jingga tersenyum sinis kembali.

" Mamimu sudah keluar, jangan berpura - pura lagi " ucap Jingga dengan sinis. Jingga menutup kaca tembus pandang dua sisi, lalu mengunci pintu rapat - rapat. Aris membuka matanya lebar.

" Aku merasa semakin tidak mengenalimu mas. Aku merasa asing dengan mas sekarang, kenapa setiap apa yang kamu lakukan, akulah yang tau belakangan. Lagi - lagi tidak bisakah mas memberitahuku ? apa mas tidak berfikir sejauh ini. Jika aku shock dan percaya begitu saja seperti orangtuamu, apa yang akan terjadi ? Apa mas sedang ingin menguji bagaimana aku jika kehilangan mas ? Jika mas hanya ingin menghindari resepsi pernikahan, alangkah memalukannya mas. Mas hanya menunda, bukan membatalkan. Mas sedang memperpanjang dan menambah masalah " Jingga menarik tangannya dari genggaman Aris.

" Aku sedang menunggu hasil tes DNA, aku hanya ingin asal usulku jelas. Jika benar mami bukan ibu kandungku, aku akan membuatnya menyesal telah memperlakukanmu sangat tidak adil. aku akan berusaha menyelesaikan ini secepat mungkin " jelas Aris.

" Jika mas jujur padaku dari awal, aku dengan senang hati memasang badan dan menggunakan seluruh kemampuanku untuk membantumu dan berjuang bersama. Sekarang, saat semua sudah setengah jalan mas baru berbicara padaku. Itupun karena kebetulan aku datang, kalau tidak semua ini akan tetap tertutup rapat " ucap Jingga, ketus dan sinias.

" Sayang, tidak seperti itu. Ayolah pahami mas kali ini. Biarkan mas membuktikan sendiri. Terlalu berbahaya untuk melibatkanmu " ucap Aris.

Jingga membuang pandangan matanya ke arah luar. Jingga lelah mendengar alasan, janji dan juga cinta Aris tidak lebih dari sekedar ucapan tanpa bukti.

" Sampai saat ini, aku masih mantap untuk berpisah denganmu. Aku lelah selalu tau semua hal tentangmu belakangan " ujar Jingga.

" Ngga please. Jangan terus berbicara seperti itu " ucap Aris

" Sudah mas. Aku mau pulang. Mas pasti tau aku juga baru keluar dari rumah sakit. Aku bersyukur kamu terlihat sehat. Tapi aku lagi - lagi kecewa, kamu selalu berjalan sendirian. Sedikitpun kamu tidak mau berbagi pikiranmu denganku. Mungkin bagi mas, aku memang tidak ada artinya " ucap Jingga sinis.

Aris melepas semua alat yang menempel ditubuhnya. Alat yang sebenarnya cara pemasangannya ala kadarnya. Sayangnya bu Laura dan pak Gunawan tidak terlalu teliti. Setelah semua terlepas, Aris turun dari brankar lalu berjalan mendekati Jingga. Aris langsung menarik tubuh Jingga masuk ke dalam pelukannya.

" Kamu jahat mas, kamu tega. Aku membutuhkanmu, tapi kamu malah melanjutkan dramamu. Jika tidak menginginkan resepsi pernikahan, harusnya kamu menggagalkan bukan menunda seperti sekarang " tangannya memukul pelan dada Aris.

Aris mempererat pelukannya, mencium kening Jingga dan pucuk rambutnya bertubi - tubi. Isakan itu semakin samar terdengar, mata Jingga terpejam, tubuhnya semakin terasa berat di dada Aris. Tubuh Jingga semakin dingin.

" Sayang... Sayang " Aris menepuk pipi Jingga.

Menyadari ada yang tidak beres, Aris menggendong tubuh Jingga keluar ruangan, menanggalkan perannya yang belum usai dilakoni.

1
Ref Nita Pilii
Luar biasa
Shifa Burhan
ini lah lucunya wanita mereka lebih menjaga perasaan pria lain dari pada perasaan suaminya
mereka merasa bersalah pada pria lain tapi sama sekali tidak merasa bersalah pasa suaminya
dan lucu sikap kayak gini dibenarkan oleh novel ini

coba author bayangkan suaki author merasa bersalah pada wanita lain tapi tidak peduli dengan perasaan author yang tidak suka dan cemburu???

saran sebelum mengatang cerita banyak pada diri author dulu itu baik atau tidak
lihat juga dari sudut pandang lain, sudut pandang pemeran utama pria jangan hanya karena author wanita author hanya lihat dari sudut pandang pemeran utama wanita

coba author menila sesuatu pake penilaian dari diri author baik tidak yang dilakukan jingga hanya karena rasa bersalah dan menjaga perasaan pria lain dia mengabaikan perasaan cemas, sakit hati karena cemburu suaminya sendiri
𝕾𝖆𝖒𝖟𝖆𝖍𝖎𝖗
tadinya pen baca dan no coment alias silent disini... tp kok rasanya pen nimpuk pala aris pe benjol yah..!!!!
𝕾𝖆𝖒𝖟𝖆𝖍𝖎𝖗
Sambil nungguin UPnya sebelah mak mampir dimari. Bagus ceritanya.. mau baca dan silent ya..
𝕾𝖆𝖒𝖟𝖆𝖍𝖎𝖗
Ilove novel² D😘😘😘😘
Langitⁿʲᵘˢ⋆⃝🌈N⃟ʲᵃᵃ࿐
kalau evan naksir jingga, jangan cemburu ya ris.. km yg kasih dia kesempatan 🙈
Langitⁿʲᵘˢ⋆⃝🌈N⃟ʲᵃᵃ࿐: 😍😍😍😍😍😍
total 2 replies
Langitⁿʲᵘˢ⋆⃝🌈N⃟ʲᵃᵃ࿐
awal yg menarik💗
Nadisya
selamat author yg selalu bisa mengacaukan perasaan setiap membaca cerita nya... keren 👍👍👍
✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻ɢ⃟꙰ⓂSARTINI️⏳⃟⃝㉉
kuberi rating
N⃟ʲᵃᵃ࿐𝕴𝖘𝖒𝖎ⁱˢˢ༄༅⃟𝐐
@D᭕𝖛𝖎𖥡²¹࿐N⃟ʲᵃᵃ࿐ novel ini yang mau dibikin dubbing?
D᭕𝖛𝖎𖥡²¹࿐N⃟ʲᵃᵃ࿐: Iya, kak Ismi. semoga kakak berkenan mengisi suaranya. 😍
total 1 replies
Diii
suka alurnya...meski sad ending tapi banyak pesan mendalam
D᭕𝖛𝖎𖥡²¹࿐N⃟ʲᵃᵃ࿐: Terimakasih, kaka. ini novel kedua. masih banyak typo dan acak adul penulisan. Belum sempat diperbaiki. terimakasih sudah membaca
total 1 replies
Diii
love you deh mas Rangga...the best
Diii
aku nangis bukan karena warungku sepi....tapi aku mewek baca novel mu Thor😭😭
D᭕𝖛𝖎𖥡²¹࿐N⃟ʲᵃᵃ࿐: Dan aku nangis karena kak Dii baca karya satu ke karya yang lain.. makasih, kak. aku terharu
total 1 replies
Diii
yang kuat ya mas Rangga.....masih akuuu
Diii
aduh jingga kasih waktu istirahat dong ...tower kalo bekerja tanpa henti kasihan
Diii
wkwkwk....wah towernya berulah lagi
Diii
😂😂😂jingga ...aduh jadi bikin ga konsen
Diii
waktunya mewek oiii
Diii
dilema ya....mana ada mantan serasa teman...atau teman serasa pacar..atau temannya mantan tapi rasa pacar
ainatul hasanah
akta lahir anakmu bagaimana jingga ?!!!
Gak ada surat nikah juga... kasihan anakmu nanti.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!