NovelToon NovelToon
Dea I Love You

Dea I Love You

Status: tamat
Genre:Cintamanis / Perjodohan / Tamat
Popularitas:5.2M
Nilai: 5
Nama Author: Sept

"Aku ingetin, jangan sampek kamu jatuh cinta! Aku nikahin kamu karena terpaksa!"

"Sorry, pria seperti kamu bukan tipeku!" cetus Dea pada pria yang berdiri di depannya dengan sombong dan angkuh.

"Kamu yang bukan tipeku!" Daniel tidak mau kalah. Sebab Dea benar-benar gadis di bawah standard. Untuk nilai, bagai pria sesukses dirinya, Dea memiliki nilai F.

Yuk kenalan sama penulis, Instagram :
Sept_September2020

Baca juga karya Sept yang sudah Tamat
Rahim Bayaran
Istri Gelap Presdir

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sept, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ketahuan

Dea I Love You

Bagian 29

Oleh Sept

Rate 18 +

Jangan terlalu benci, nanti kalau sudah terlanjur cinta jadi binggung sendiri.

-Daniel-

"Mengapa harus datang bulan di saat yang tidak tepat?" batin Daniel sembari merutuk Dea yang sedang M. Matanya memindai punggung Dea yang terbuka. Dan ia hanya bisa menelan ludah.

Dea yang tidak menyadari hasrat sang suami, kembali merapikan rambutnya. Dengan kasar ia menghempaskan tangan Daniel yang menyentuh pundaknya, geli.

"Jangan gitu! Geli!"

Daniel hanya bisa mengendus kesal, ia meraup wajah dengan kasar kemudian memutuskan ke kamar mandi saja.

***

"Aku laper!" Dea menatap suaminya yang sudah berpakaian rapi.

"Ayo turun, kita makan di bawah," ucap Daniel dingin. Barangkali ia kecewa, lantaran harus bermain solo di kamar mandi seorang diri.

Dea yang tidak tahu apa-apa, bersikap biasa saja. Ia mengekor pada Daniel yang berjalan lebih dulu.

"Lamban sekali?" cetus Daniel. Pria itu menoleh, dilihatnya Dea agak jauh di belakang.

"Ish ... lihat wajahnya. Kenapa jadi dingin kembali? Ditekuk kayak cucian kering. Tapi baguslah! Ini lebih baik!" pikir Dea sambil mempercepat langkah.

Coba saja Dea tahu, alasan Daniel jadi uring-uringan. Ia pasti akan bergidik ngeri sendiri.

"Jangan cepat-cepat, aku nggak terbiasa pakai hak tinggi!"

Daniel menatap penampilan Dea, lalu menghela napas dalam-dalam. Tangannya kemudian melepas jas yang ia kenakan.

"Itu pasti tidak nyaman, dan pakai ini!"

Kebetulan, Dea juga merasa tidak nyaman dengan baju yang ia kenakan. Kalau terlalu lama di luar dan kena angin. Dea malah takut masuk angin gara-gara lubang di punggungnya. Meskipun terlihat kebesaran, tapi ini lebih baik. Dea merasa lebih nyaman.

Setelah sampai di restaurant lantai bawah, mereka langsung duduk di kursi yang sudah Daniel reservasi sebelumnya. Keduanya makan tanpa bicara, karena Dea sedang khusuk menikmati spaghetti dengan lumeran keju mozzarella di atasnya.

Sedangkan Daniel, pria itu sambil menikmati makan malamnya. Sesekali melirik ke arah Dea. Istrinya itu seperti seminggu tidak makan. Ya ampun, apa ia tidak pernah memberikan makan untuk sang istri? Ish. Laper apa doyan?

Beberapa saat kemudian, semua yang ada di atas meja sudah habis dilibas oleh Dea. Daniel sampai heran. Tubuh kecil dan pendek itu mengapa semua makanan bisa masuk?

"Aku ke belakang sebentar!"

Dea mengangguk, menikmati hidangan pencuci mulut. Ia menyendok custard dan memasukkan ke dalam mulut, terasa lembut dan lezat. Baru beberapa sendok, ponsel suaminya yang ada di atas meja tiba-tiba menyala. Bergetar karena dimode silent.

Kepo, dan ingin tahu. Dea lantas melirik sebentar. Dilihatnya pesan singkat dari nomor yang bernama sayang.

"Sayang?"

Dea menoleh ke belakang, diraihnya ponsel Daniel saat pria itu masih ada di kamar kecil. Rasa ingin tahu Dea membuat ia nekat membuka ponsel Daniel tanpa ijin.

Tanpa sandi tanpa pola, dengan mudah Dea membuka pesan yang ada di dalam smartphone yang berisi banyak fakta yang akan membuat Dea gelisah nantinya.

Dengan cepat matanya terus membaca begitu banyak percakapan Daniel dan pemilik nomor bernama sayang tersebut. Terlalu banyak kata mesra dan cinta yang mengisyaratkan kerinduan. Membuat hidung Dea kembang-kempis. Semakin penasaran, Dea mencoba membuka galeri ponsel.

Melihat deretan foto Daniel dan Dara yang kebanyakan di luar negeri dan berpose mesra layaknya orang yang sedang kasmaran. Dea langsung menyandarkan pungungnya ke sandaran kursi dengan lemas. "Wanita yang sama, pasti itu kekasihnya!" batin Dea sembari meremas benda pipih di tangannya. Tidak ingin Daniel tahu dia membuka ponsel pria itu. Dea langsung meletakkan benda itu di tempat semula.

Tap tap tap

Terdengar derap langkah Daniel yang semakin dekat, Dea tahu itu suaminya dari aroma parfum yang sudah tercium oleh hidungnya.

"Kenapa tidak dihabiskan?" Daniel melirik ke arah custard yang baru dimakan sebagian.

"Tidak lapar!"

Daniel tersenyum, tidak lapar apanya. Semua sudah dihabiskan oleh wanita muda di depannya.

"Ya sudah, ayo kita kembali."

Sepanjang menuju kamar hotel, dua orang itu berjalan tanpa berbicara satu sama lain. Dua orang itu tengelam dalam pikiran masing-masing.

Dea yang memikirkan hati Daniel yang ternyata masih untuk kekasihnya. Daniel yang memikirkan menunggu beberapa hari lagi bisa berkelana kembali. Dua orang memiliki pemikiran yang sangat berseberangan.

Di dalam kamar hotel, Dea langsung merebahkan tubuhnya. Tubuhnya lelah, bahkan hatinya juga. Dea tidak mengira, mereka berdua, Daniel dan Dara ternyata masih sayang-sayangan setelah Daniel mengambil malam pertamanya.

Dea ingin marah, ia merasa hanya dimanfaatkan oleh Daniel. Hanya dipakai bila ingin. Arggh ... ia ingin teriak.

"Habis makan, jangan tidur. Nanti bikin gendut!" celetuk Daniel tanpa tahu bahwa Dea sudah memendam booom molotov yang siap ia lempar ke arah pria tersebut.

"Hey ... kenapa melotot seperti itu? Aku hanya mengingatkan." Daniel merasa heran, mengapa mood Dea gampang berubah-ubah. "Ah pasti karena datang bukan!" pikirnya lagi. Daniel pun menganggap wajar, karena Dea terlihat galak malam ini. Daniel pun memutuskan meniaga jarak.

Daniel memilih pergi ke balkon, menikmati pemandangan malam yang sepi.

Beberapa waktu kemudian.

Drett drettt drettt

Ponselnya bergetar, Daniel langsung melihat siapa yang menelpon.

"Iya!" bisiknya pelan.

"Lagi di mana? Kemarilah!" suara Dara terdengar serak. Sepertinya wanita itu habis menangis.

Daniel tidak tahu, ada seseorang yang sedang memasang telinganya dengan tajam. Dea lagi nguping pembicaraan mereka berdua.

"Maaf, malam ini tidak bisa." Setelah berbicara begitu, Daniel berbalik. Ia menoleh, takut Dea nguping.

Dea yang pinter akting, ia malah pura-pura tidur dan mengeluarkan dengkuran halus.

"Cepet sekali tidurnya?" gumam Daniel. Setelah itu kembali fokus pada ponselnya.

"Tapi besok bisa kan ke sini?" tanya Dara penuh harap.

Suasana hening sejenak.

"Hem ... Baiklah, besok aku akan ke sana."

"Aku tunggu!"

"Tidurlah." Daniel langsung mematikan ponselnya. Takut kalau ketahuan, ia jadi merasa tidak nyaman begini. Mengapa seperti orang yang ketakutan ketahuan selingkuh? Daniel sampai tidak habis pikir, kehadiran Dea membuat banyak perubahan. Semuanya jadi kacau, hatinya, hidupnya, perasaannya.

Karena malam semakin larut, pria itu pun memutuskan tidur di sisi Dea. Ketika Daniel sudah merebahkan diri, Dea memilih membelakangi pria tersebut. Dea nyatanya belum tidur. Sorot matanya tajam, ada kemarahan yang terkandung di dalamnya.

Setelah merengut keperawanannya, kini Daniel malah masih berhubungan dengan wanita lain. Tunggu saja, wanita muda itu akan membuat Daniel menyesal karena main-main.

Pagi hari, matahari nampak malu-malu di balik awan. Sepertinya hari ini hujan akan turun. Terlihat dari mendung gelap yang sudah mengantung, segelap hati Dea. Wanita muda itu duduk di dalam sebuah taksi. Dan Wajahnya nampak muram.

Di dalam kamar hotel. Daniel baru saja terbangun, matanya masih terpejam. Tangannya meraba-raba, mencari ponsel dan Dea. Hanya ada ponsel, Dea malah tida ada.

"Dea ... Dea!" teriaknya.

"Apa lagi di kamar mandi?" gumam Daniel kemudian.

Sepuluh menit kemudian, ia bangkit. Ingin ke kamar mandi karena panggilan alam. Saat mengetuk pintu, malah tidak terkunci. Daniel langsung mencari keberadaan Dea, dilihatnya tas Dea juga tidak ada di atas nakas.

Daniel pun menghubungi ponsel Dea, tapi malah tidak aktif. Setelah berpikir sebentar, Daniel langsung menghubungi sekretarisnya.

"Kim! Cari Dea, sekarang!" Bersambung.

1
juwita
gila si kuda istri sendiri di kasih obat laknat🤣🤣
juwita
kudaniel cicing wae di tium" coba klo istri nya yg ky gitu dgn laki" lain apa g tantrum dia
juwita
jgn mau di ajak tidur dl dea. seblm kudaniel lepas dr pacanya
juwita
klo kita mah dr pabaliut sm buat perut. ada buat perawatan g ada buat mkn. ya mending perut dl yg utama🤣🤣
juwita
jatuh cinta sm istri ato suami sendiri gpp thor asal jgn jatuh cinta sm suami org apa lg sm suami temen sendiri🤭🤭
juwita
giliran dea sm cwok km panas. trs km sm dara patok" gmn sadar g klo km udh pny istri
juwita
bagus lawan dea laki" arogan angkuh sombong ujung"nya bucin akut🤣🤣
Aluh Alvrida
Akhirnya.tamat dengan hepy end😍😍
Aluh Alvrida
Hihihi..mau ngakak teruss..Zensetx Danile manyala nyala teruuss/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Aluh Alvrida
hahahahahaaaa
Aluh Alvrida
Maleezz bilang kudnil/Facepalm//Facepalm/
Aluh Alvrida
Tower douwer../Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Aluh Alvrida
Bagus ceritax bikin ngakak melulu😂😂
Aluh Alvrida
Kim ..Kim..lagiii/Joyful//Joyful//Joyful/
Aluh Alvrida
Simili miliiiniyi pidimi diiieeeaa/Facepalm//Facepalm/
Aluh Alvrida
Aku tertawa..Kusuka..Kusuka ceritax...🤣🤣🤣🤣🤣
Maryam Renhoran
Alhamdulillah,,,
happy ending, senang bacanya 😍😍
Ida Saidah
Lumayan
Ida Saidah
Biasa
Putu Noviia
Luar biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!