Hi ☺️
BELUM DI REVISI DAN MASIH BANYAK TYPO
Seorang gadis yatim piatu yang mencintai kakak angkatnya yang bernama Ismail Marzuki.
Cinta mereka di uji ketika Pak Pandu mengancam Ismail Marzuki untuk menikahi anaknya yang bernama Zilla untuk menutupi aib anaknya yang hamil di luar nikah. Di sebabkan Pak Pandu tidak merestui Zilla menikah dengan Asril. Laki-laki yang kanan kiri otak perempuan dan jauh dari agama.
Ikuti kisah kelanjutannya Bagaimana cinta mereka apakah Ismail akan bersama dengan Uswa ataukah Ismail akan bersama dengan Zilla?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Isna Imut, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 28
Kematian Bu Sukma masih meninggalkan kesedihan untuk Ismail, Uswa, dan bahkan orang-orang yang dekat dengan Bu Sukma selama hidupnya. Bu Bu Sukma orangnya baik kepada semua tetangga bahkan orang lain yang baru di kenalnya.
"Bu Sukma mengidap penyakit gagal jantung yang selama ini di sembunyikan dari Ismail dan juga Uswa alasannya tidak memberitahu mereka karena Bu Sukma tidak mau membebani anak-anaknya dengan penyakit yang di deritanya. Untuk biaya sehari-hari saja masih kurang, apalagi di tambah dengan biaya penyakitku" Ucap Bu Sukma menyimpan rapat-rapat penyakitnya
Banyak pelayat yang berdatangan untuk melihat jenazah Bu Sukma untuk di semayangkan. Mereka semua tidak ada yang percaya kalau Bu Sukma pergi mendadak secepat ini. Proses pemakaman Bu Sukma berjalan dengan lancar. Selepas pembacaan doa selesai para pelayat satu per satu meninggalkan makam Bu Sukma. Di sana masih terlihat jelas dua orang yang masih menangis dan memeluk makam Bu Sukma.
"Ismail. Ayo kita pulang ke rumah!" Ajak Hadi dengan mengusap punggung Ismail
"Hadi kamu pulanglah duluan. Aku masih ingin tetap berada di sini" Jawab Ismail
"Ibumu sudah tiada. Kamu jangan seperti ini kasihan dengan Ibumu yang sudah tenang berada di sana. Ibumu akan menderita kalau kamu seperti ini" Ucap Hadi
"Biarkan aku sendiri di sini" Jawab Ismail
"Uswa. Ayo kita pulang, Nak!" Ajak Bu Zaroh kepada Uswa
"Bu. Aku masih ingin menemani Bu Sukma di sini" Jawab Uswa kembali menangis
"Sebaiknya kalian berdua istirahatlah, ayo pulang, Nak" Ajak Bu Zaroh kepada Ismail dan Uswa
"Iya Uswa. Kamu pulanglah bersama Bu Zaroh dan Hadi. Aku masih ingin disini" Perintah Ismail kepada Uswa
"Tapikan Bang..." Jawab Uswa
"Abang akan baik-baik saja di sini, tenanglah kamu. Pulang iya" Ucap Ismail
"Iya Bang. Aku akan ikut pulang bersama Bu Zaroh dan juga Hadi
"Iya" Ucap Ismail
Mereka bertiga meniggalkan makam Bu Sukma. Ismail sudah tidak lagi melihat bayangan mereka. Akhirnya Ismail menangis kembali dengan sangat histeris di depan makam Ibunya. Lagi-lagi Ismail di rundung perasaan salah atas kematian Bu Sukma.
"Andai saja aku tidak berbicara sekasar seperti tadi malam pasti tidak akan terjadi sesuatu dengan Ibuku. Apa yang sudah terjadi dengan ku ya Allah" Ucap Ismail
"Ibu maafkan aku" Teriak Ismail mengobrak-abrikan tanah makam Bu Sukma
"Kenapa ini terjadi kepadaku? Tanya Ismail frustasi dan tidak mampu mengendalikan dirinya
.
.
.
Sesampainya di rumah Uswa masuk ke dalam rumah di lihatnya masih ada Bu Tia yang masih membereskan rumahnya. Uswa berlari menuju ke arah Bu Tia dan langsung memeluk Bu Tia. Sedangkan Bu Zaroh dan juga Hadi menyusul Uswa masuk ke dalam rumah.
"Kamu yang sabar iya, Nak. Kamu harus kuat! Masih ada aku di sini yang menemanimu" Ucap Bu Tia dengan membalas pelukan Uswa
"Iya Bu. Terimakasih" Ucap Uswa menanggis sesenggukan
Bu Zaroh dan Hadi mendekat ke arah Uswa, Bu Zaroh mengusap-usap punggung Uswa
"Uswa Ibu dan Hadi pamit pulang dulu iya, Nak" Ucap Bu Zaroh
"Iya Bu. Terimakasih" Ucap Uswa
"Bu Tia tolong temani Uswa iya. Nanti malam aku dan Hadi akan ke sini lagi membantu kalian untuk yasinan" Ucap Bu Zaroh
"Iya Bu aku akan menemani Uswa" Jawab Bu Tia
"Uswa aku pulang dulu iya. Jangan menangis lagi" Ucap Hadi berpamitan kepada Uswa
"Iya Kak Hadi" Jawab Uswa tersenyum
"Nah gitu dong" Ucap Hadi melihat senyum Uswa
.
.
.
Ismail yang lelah menanggisi kematian Ibunya. Akhirnya memutuskan untuk pulang ke rumah, Ismail meninggalkan makam Ibunya dengan langkah sempoyongan. Baju putih Ismail nampak lusuh terkena tanah makam Ibunya yang masih basah sedangkan rambutnya acak-acakan tak karuan. Ismail bahkan tak mempedulikan penampilannya saat ini. Orang yang melihat Ismail saat berpapasan di jalan merasa kasihan dengan Ismail. Hatinya ikut merasakan kesedian yang sangat mendalam.
Sampai di rumah, Uswa di kejutkan dengan keadaan Ismail.
"Astagfirullah Bang. Apa yang terjadi dengan Abang? Apa Abang melakukan hal gila di luar kendali Abang? Istighfar Bang Istighfar" Ucap Uswa
"Abang ingin ke kamar. Jangan ganggu Abang, Abang ingin sendiri" Jawab Ismail tidak mempedulikan ucapan Uswa
"Abang" Ucap Uswa tidak menghentikan langkah kaki Ismail menuju ke kamarnya
"Uswa biyarkan saja Abangmu menenangkan dirinya sendiri" Sambung Bu Tia dari arah belakang
"Iya Bu" Ucap Uswa
"Berikan ruang untuk Ismail menyendiri. Kita semua juga merasa kehilangan Bu Sukma. Tapi janganlah berlarut-larut dalam kesedian" Ucap Bu Tia
"Terimakasih Bu" Jawab Uswa
Orang-orang yang berada di bawah sibuk mempersiapkan yasinan untuk Bu Sukma. Namun tidak terlihat Ismail, Ismail mengurung dirinya di kamar seharian makan pun tidak. Hadi yang kembali ke rumah Ismail terkejut mendengar itu semua. Hadi menghampiri Ismail yang berada di kamarnya.
Tok...
Tok...
Tok...
"Aku tidak ingin berbicara dengan siapa-siapa" Ucap Ismail dari dalam kamarnya
"Ini aku Hadi. Boleh aku masuk ke dalam kamarmu" Ucap Hadi
"Boleh dilaksanakan masuk tidak di kunci" Jawab Ismail
Hadi yang mendengarkan ucapan Ismail, Hadi segera masuk ke dalam kamar Ismail. Dilihatnya Ismail sedang duduk di pinggir tempat tidurnya dengan memegang foto Bu Sukma.
"Apa kamu sudah siap untuk acara yasinan? Tanya Hadi
"Iya aku sudah siap" Jawab Ismail
"Ayo, turunlah bersamaku. Mereka di bawah sedang menunggumu" Ucap Hadi
"Iya. Ayo, turun sekarang juga" Jawab Ismail pergi keluar kamarnya dan menuju lantai bawah di ikuti oleh Hadi
Ismail dan Hadi duduk bersebelahan, sedangkan untuk Uswa duduk bersama dengan perempuan yang lainya.
"Mari, Pak Ustadz bisa kita mulai sekarang! Perintah Bu Zaroh
" Baik Bu" Jawab Pak Ustadz
Acara yasinan berjalan dengan lancar, setelah selesai yasinan Bu Zaroh dan Bu Tia sedang berbicara serius di belakang mengenai soal Uswa. Sedangkan Ismail pergi ke kamar Ibunya, Hadi yang melihat Ismail pergi ke kamar Ibunya hanya berdiam diri saja dan menghela nafasnya.
"Uswa kemarilah, Nak" Panggil Bu Zaroh
"Uswa Ibu ingin menyampaikan sesuatu kepada mu. Kamu jangan tersinggung iya, Nak" Ucap Bu Zaroh
"Tidak Bu. Apa yang ingin Ibu katakan? Tanya Uswa
"Saat ini Bu Sukma sudah tiada, sebaiknya kamu sekarang tinggallah di rumah mu sendiri. Kalau kamu tetap berada di rumah ini tidak baik untukmu dan juga Ismail. Apa kata orang nanti yang melihatmu tinggal satu rumah? Seorang pasti akan berpikir buruk secara langsung kamu itu bukan muhrim. Tidak pantas seorang laki-laki dan perempuan dewasa tinggal satu rumah" Jawab Bu Zaroh menjelaskan kepada Uswa
"Uswa mengerti Bu. Kita juga Kakak beradik Bu" Ucap Uswa
"Uswa malam ini kamu tidur di rumah Ibu iya, Nak. Dan besok Ibu akan membantu untuk pindah ke rumahmu sendiri" Sambung Bu Tia
"Terimakasih Bu. Bagaimana dengan Abang Ismail? Tanya Uswa
"Sudahlah pasti Ismail juga akan mengerti kok" Jawab Bu Zaroh
"Sebaiknya sekarang kamu berpamitan dulu ke Ismail. Bicara ke Ismail kalau kamu malam ini akan tidur di rumah Ibu" Sambung Bu Tia
"Iya Bu. Aku akan berpamitan kepada Abang" Jawab Uswa meninggalkan Bu Zaroh dan Bu Tia
.
.
.
"Kamu mencari siapa Uswa? Tanya Hadi melihat Uswa bolak-balik menuruni anak tangga
"Aku sedang mencari Abang Ismail. Di mana dia? Apa Kak Hadi tahu? Tanya Uswa
"Ismail berada di kamar Bu Sukma" Jawab Hadi
"Terimakasih Kak. Aku akan pergi ke kamar Bu Sukma sebentar" Ucap Uswa meninggalkan Hadi begitu saja
"Ada apa dengannya? Tanya batin Hadi
Uswa berada di depan kamar milik Bu Sukma terlihat tertutup. Uswa membuka kamarnya depan pelan.
"Krekkk" Suara pintu terbuka
Saat masuk ke dalam Uswa melihat Ismail duduk di tempat tidur milik Bu Sukma.
"Aku mencari Abang ke seluruh sudut rumah ini. Tau-taunya Abang berada di sini" Ucap Uswa
"Ada apa? Tanya Ismail
"Aku ingin berpamitan kepada Abang untuk menginap tidur di rumah Bu Tia malam ini. Kalau besok mungkin a ku" Jawab Uswa terbata-bata
"Kamu kenapa? Tanya Ismail
"Aku akan tinggal di rumahku sendiri" Jawab Uswa
"Apa yang sudah kamu ucapkan Uswa. Apa kamu sedang bercanda? Tanya Ismail
"Tidak Bang" Jawab Uswa
"Apa kamu akan meninggalkanku, sama seperti Ibuku meninggalku sendiri? Tanya Ismail
"Bukan begitu Bang" Jawab Uswa
"Kalau bukan begitu terus apa. Jawab Uswa? Apa kamu tidak mau hidup bersama dengan seorang penjahat sepertiku" Ucap Ismail
"Kita bukan muhrim Bang, Kita tidak boleh tinggal satu rumah" Jawab Uswa
"Kita sebentar lagi akan menikah dan aku juga sudah melammarmu. Apa itu kurang cukup? Tanya Ismail
"Bukan soal itu Bang. Ini soal penilaian orang yang melihat kita tetap berada di satu rumah. Aku janji akan selalu mengunjungi Abang. Tenanglah Bang" Ucap Uswa
"Baiklah kalau kemauanmu seperti itu. Abang akan mengikuti upacaramu jika itu terbaik untuk kita" Jawab Ismail
"Uswa pergi pamit dulu Bang. Abang jaga diri baik-baik iya. Aku sudah menyiapkan makanan di atas meja makan. Makanlah seharian ini Abangkan belum makan" Ucap Uswa meninggalkan Ismail yang masih berada di dalam kamar Bu Sukma
Ismail tidak bisa mencegah kepergian Uswa, Ismail hanya bisa melihat kepergian Uswa yang di lihatnya dari jendela kamar milik Bu Sukma. Tak terasa air mata Ismail kembali mengalir dengan begitu saja. Lagi-lagi Ismail harus berpisah dengan orang yang dia sayangi.
"Apa ini juga rencana darimu ya Allah" Ucap batin Ismail
Aku tidak bisa mempercayainya keadaanku saat ini. Begitu banyak cobaan yang begitu berat kau berikan kepadaku.
"Ibu tenanglah di sana. Aku akan menjaga Uswa seumur hidupku" Ucap batin Ismail melihat foto yang di pegangnya
Bersambung... ✍️
My Little prince dan VCPD 🤩
"vampir yg sangat lembut" ditunggu kakak
7in1
🌷🌷🌷🌷💕💕💕💕💜💜💜💜
7in1
💗💗💗💗💗💗💗
7kn1
🌷🌷🌷🌷💕💕💕💕💕♥️♥️♥️
7kn1
🌷🌷🌷🌷💕💕💕💕💕
7kn1
🌷🌷🌷🌷💕💕💕💕💕
7in1
Salam Sayang Paling disayang 😱😱
💜💜💜💜💜💜💜💜
7in1
Salam Sayang Paling disayang 😱😱
💜💜💜💜💜💜💜💜💜
7in2
Rate ⭐⭐⭐⭐
kembali
💜💜💜💜💜
kembali
🖤🖤🖤🖤🖤