NovelToon NovelToon
Pengasuh Tuan Muda

Pengasuh Tuan Muda

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintamanis / Contest / Nikahkontrak / Tamat
Popularitas:19.6M
Nilai: 4.9
Nama Author: Liska Oktaviani

"Pengasuh Tuan Muda"

Kimmy, gadis usia 22 tahun yang tak sengaja menabrak seorang pria di sebuah kantor saat hendak interview, gelas kopi yang dibawanya tumpah mengenai pakaian pria tampan, seorang pemimpin kantor di tempatnya melamar.

Pria dingin, sombong, dan arogan itu meminta Kimmy untuk bertanggung jawab atas perbuatannya dengan mengganti harga baju miliknya seharga 10 Miliyar.

Kimmy merasa tak mampu membayarnya, sedangkan untuk bertahan hidup saja sudah amat susah bagi Kimmy, apalagi mengganti uang sebanyak itu. Pikirnya.

Pria bernama Lucas itu memberikan Kimmy tawaran, sebagai gantinya, Kimmy harus menjadi pengasuh di rumah utama, apabila Kimmy menolak, Kimmy harus bersedia bertanggung jawab, dimasukan ke dalam penjara.

Dengan berat hati, Kimmy menerimanya.

Bagaimana kisah Kimmy selanjutnya? Yuk, cari tahu di novel ini!

________________________________
Instagram Author : @Oktavianii_Offc
©opyright Liska Oktaviani
Visual ada di part 18

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Liska Oktaviani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pengasuh Tuan Muda : Ch-28

Malam Harinya.

Di sebuah halaman belakang rumah mewah nan luas itu semua pelayan tampak sibuk menghidangkan makan malam untuk para tamu yang hadir malam ini, semua anak buah Adam dan Lucas tengah berkumpul rapi di halaman belakang, lebih tepatnya di taman yang didesain indah oleh tukang kebun.

Mereka semua ikut berduka atas kepergian tuan besar, rasanya begitu hampa tiada pria itu. Namun, tak bisa berbuat apa-apa, semua sudah menjadi bagian dari takdir.

“Tuan Muda, ada pesan yang dikirimkan oleh nyonya Siren untuk Anda.” Albert memberikan ponselnya kepada Lucas, membiarkan pria muda itu membaca isi pesan WA itu sendiri yang langsung dikirim oleh Siren untuknya melalui nomor WA milik Albert.

Lucas menerima ponsel itu dan segera membacanya.

“Aku ingin bertemu denganmu, aku akan segera berangkat ke sana, aku harap kau tak menolak undanganku, Lucas Argiantara.” Lucas membaca isi pesan tersebut. Lalu segera mengembalikkan ponsel itu kepada pemiliknya.

“Tolong katakan pada wanita gila itu, aku tidak ingin bertemu dengannya. Mendengar namanya saja sudah membuatku ingin muntah. Dan, ya. Block semua bandara hingga tidak ada satupun yang buka selama aku belum bisa memberikan izin untuk membuka bandara!” titahnya pada Albert penuh penegasan.

“Tapi, Tuan Muda ... Bagaimana jika—”

“Aku akan membayar semua bandara 3x lipat jika mereka mau mendengarkanku,” potongnya tersenyum sinis.

“Baik, akan saya lakukan permintaan Anda, Tuan Muda.” Albert membungkukkan badan memberi hormat, lalu segera melenggang pergi dari hadapan pria itu.

Kimmy memandangi wajah Lucas dengan dalam, netra mata pria itu terlihat banyak luka, Kim bisa melihatnya dengan jelas.

“Apakah sesakit itu, Tuan Muda?” ujar Kimmy memecahkan keheningan di antara mereka, suasana begitu canggung. Kim tidak ingin Tuan Muda berlarut dalam kesedihannya.

“Itulah kehidupan, cepat atau lambat, semua akan dipisahkan oleh kematian. Kematian itu pasti adanya, hanya saja, kita harus mempersiapkan diri kapan itu tiba,” cakap Kimmy serius dengan ucapannya.

“Mengapa kau bisa berkata seperti itu, Nona Kim?” tanya Lucas sedikit mengerutkan dahinya heran.

“Saya sudah merasakan semua arti rasa sakit, Tuan Muda. Saya ditinggal pergi oleh orang tua saya sejak menginjak usia tepat di usia 15 tahun, hidup sendiri bukanlah hal mudah bagi saya, apalagi saya adalah seorang wanita,” ucapnya lirih, tatapannya kosong ke depan.

“Lalu?”

“Saya tidak bisa berbuat lebih jika takdir telah berkata lain. Karena saya tahu, yang bernyawa pasti akan mati,” lanjutnya dengan raut wajah serius menatap Lucas.

“Tuan Muda dan Nona Kim, sebaiknya kita makan malam terlebih dahulu,” sela Antoni berbicara mendekat ke arah dua orang yang tengah duduk di kursi taman halaman belakang.

“Baik.”

Semua orang memperhatikan Kim begitu mirip dengan Nyonya Alice. Banyak yang bertanya, namun mereka tidak berani untuk bertanya langsung siapa wanita yang bersama dengan tuan muda?

Wajahnya yang cantik, putih, mudah tersenyum. Seperti Alice kedua.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Makan malam telah usai, semua orang tampak bubar kembali ke rumah gubuk yang disediakan oleh Lucas di halaman belakang untuk mereka beristirahat sebelum kembali ke Negara asal—Australia.

“Nona Kim, kembalilah lebih dulu ke kamarmu dan istirahatlah dengan tenang malam ini,” ujarnya pada Kim.

“Baik, Tuan Muda.” Kimmy segera melenggang pergi meninggalkan pria itu dengan sang asisten pribadinya-Antoni.

Kedua pria itu meninggalkan Kimmy di depan pintu kamar wanita itu, mereka pergi berjalan menuju ruang pribadi Lucas hendak berbicara hal penting dengan Albert—sang asisten pribadi ayahnya.

Apa yang ingin dibicarakan oleh Albert? Entahlah, yang jelas adalah hal penting.

Tapi apa?

Lucas merapikan pakaiannya, ia terus berjalan menelusuri lorong-lorong rumahnya menuju ruang pribadinya.

Sesampainya di ruang pribadi, ia mendudukan diri di atas sofa, begitupula dengan Antoni, ia duduk di samping pria itu.

“Tuan Muda, apakah kepergian Tuan Adam tidak diberitahu kepada kakek dan nenek Anda?” tanya Antoni.

“Aku sudah memberitahu mereka, aku tidak ingin melihat mereka ke sini, kedatangan mereka akan kutentang dengan apa yang kupunya. Manusia serakah tidak boleh menginjakkan kakinya ke makam orang tuaku, Antoni.” sinisnya tersenyum miring.

Kini pria itu sudah tak lagi menunjukkan kesedihan, hanya ada kebencian mendalam di lubuk hatinya untuk orang-orang yang telah membuat hidupnya dan ayahnya menderita. Kebencian itu menggunung, ia akan menunggu kapan kebencian itu akan meledak dan amarah yang ia tahan selama ini.

Seorang pria berpakaian hitam berbadan kekar masuk ke dalam sebuah ruangan dengan membawa banyak berkas dokumen di tangannya, ia mendekat ke arah Lucas dan segera duduk di hadapan pria itu. Lucas menyilangkan kedua kakinya di hadapan Albert.

“Selamat malam, Tuan Muda,” sapa Albert sopan.

“Malam kembali, langsung saja, Albert,” katanya dengan serius.

“Selama saya mengabdi berada di sisi Tuan Besar, saya mendapatkan banyak tugas untuk menjaga amanat dari Beliau, ini adalah sebuah surat wasiat untuk Anda, atas nama Anda, dan di sini tertanda tangan oleh Tuan Adam langsung,” jelas Albert seraya memberikan sebuah amplop cokelat kepada pria itu.

Lucas menerimanya, kemudian segera membuka isi amplop bewarna cokelat itu. “Wasiat?” cakapnya heran.

Isi dalam surat itu tentang segala harta kekayaan yang dimiliki oleh Adam, di mana kekayaan itu mungkin tiada habis meski beberapa keturunan sekalipun. “Apakah semua aset atas namaku, Albert?” tanyanya.

“Anda benar sekali, Tuan Muda,” jawab Albert mengangguk pelan.

“Apakah ayahku memiliki anak dari wanita itu?” tanyanya, perubahan wajahnya sedikit terlihat masam.

“Tuan Adam dan nyonya Siren memiliki seorang putra berusia 20 tahun, usianya tidak jauh dari Anda, Tuan Muda,” jelas Albert sopan.

“Apakah dia tidak mendapatkan sedikitpun aset yang dimiliki oleh ayahku?” tanya Lucas heran mengapa semua aset hanya atas nama miliknya.

“Tidak, Tuan Muda. Tuan Adam tidak memberikan apapun padanya, semua aset kekayaan itu jatuh pada Anda,” ujar Albert.

“Mengapa bisa?” Lucas merasa heran. Apa sebenarnya pria itu bukan anak kandung ayahnya? “Albert, tolong selidiki lebih dalam tentang pria itu, aku ingin tahu alasan apa yang membuat ayahku tidak memberikan aset itu padanya!” titah Lucas pada Albert.

“Siap laksanakan, Tuan Muda! Apakah Anda akan kembali ke Australia dan mengambil seluruh aset itu atas naungan Anda, Tuan Muda?” tanya Albert, apakah laki-laki ini siap untuk merubah hidupnya menjadi pemimpin hebat seperti ayahnya.

“Aku akan pergi ke sana dalam beberapa waktu ini setelah aku tahu siapa pria itu dan latar belakangnya, aku tidak ingin ada keributan tentang aset kekayaan di sana, jika sekali aku membuka bibirku berkata, maka akan menyakiti semua orang. Kau tentu tahu kebencianku terhadap mereka yang sudah kutahan.” Lucas memandangi dokumen putih di tangannya yang berisi semua aset kekayaan.

1
Nur Syamsi
biarpun Shiren adalah ibu kandungnya ttp hukum tetap diberlakukan untuk menebus perbuatannya , walau sbntar baru dicarikan solusix tergantung dr Aslan bgamna kebijkannya
Nur Syamsi
😭😭😭😭😭 andai Adam cpat menjelaskan pada Lucas yg sbnarnya Tdk ada penyesalan PD diri Lucas
Nur Syamsi
ya dijelaskan cepat Adam alasanmu mnitipkan Lucas di Panti, spya Tdk ada kesalah fahaman
Nur Syamsi
ap kematian sang bunda ada sangkut pautnya dg keberadaannya Lucas di panti
Nur Syamsi
sabar dan kuat Lukas
Nur Syamsi
terus terang saja Lucas PD Kimmy bahwa dianya mirif mommynya yg masih kecil jg ditinggal mommynya
Nur Syamsi
terus terang saja Lucas PD Kimmy bahwa dianya mirif mommynya yg masih kecil jg ditinggal mommynya
Siti Maskanah
hadehh thor mnghalunya terlalu deh masak harga 10 m .hehe ..q suka karakter kimmy ...
Misaza Sumiati
waduuh ada yah baju 10M😂
Ipunkjr4
Luar biasa
gempi
tuan tua gak ada
Likah kim
kimmmy mirip ibunya..jangan2 adiknya thor
ros
Luar biasa
Mamake Zahra
opo Lo Iki
Yenni Sa'u
😭😭😭😭😭
Susi Khayla
ga cocok thor klo lee ming ho yg jdi visualnya
Winsulistyowati
Sabar Bos..Ngalah sama Darren Dong..🥰🤭
Winsulistyowati
Mau..Mau...Mkasih🖐️👍
Winsulistyowati
Kim..Jodohmu Tuan Bos..💪😍
Winsulistyowati
Lucu y Critanya..kog Isa di Gendong..he he.. enak dong..!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!