NovelToon NovelToon
My Amazing Husband

My Amazing Husband

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Cintamanis / Balas Dendam / Lari Saat Hamil / Single Mom / Anak Kembar / CEO Amnesia / Tamat
Popularitas:3.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: Itta Haruka07

karya pertama othor.. pasti banyak kesalahan dan mungkin keanehan. So, maafkan ya. but, baca dulu, semoga suka sama alurnya 💋
Marisa, gadis sederhana yang menolak untuk berpacaran. Pertemuannya dengan Elvan yang secara kebetulan membuat mereka saling menyukai. Hingga akhirnya, mereka memutuskan untuk menikah.

Dalam perjalanan mereka menuju hari pernikahan, fakta baru mulai terungkap tentang jati diri Elvan yang sebenarnya. Lalu akankah Marisa mau menerima masa lalu Elvan?
Dan bagaimana Elvan akan melindungi Marisa dari rencana jahat keluarganya?

Season 2 novel ini bisa dibaca di novel aku yang berjudul "Istri Big Boss" Bisa klik profilku ya 😊

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Itta Haruka07, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Beri Aku Semangat

Waktu terus berjalan, di aula utama gedung perusahaan, beberapa karyawan dan juga office boy kantor tengah melakukan persiapan untuk acara halal bihalal esok hari.

Memang sudah menjadi tradisi di perusahaan itu untuk mengadakan halal bihalal secara resmi di hari kedua setelah masuk kantor. Halal bihalal akan dihadiri langsung oleh Komisaris sekaligus pemilik perusahaan yaitu Kakek Darma, Kakek dari Elvan dan Alvero.

Kakek Darma memang sangat jarang datang ke kantor, karena ia hanya mengawasi kinerja Alvero dari orang-orang kepercayaannya. Sementara Pak Erwin lebih sering ke kantor untuk mengecek langsung kinerja perusahaan.

Sore telah menjelang. Alvero yang baru sampai di bandara langsung menghubungi Marisa untuk menyiapkan berkas.

"Sore Pak."

"Ya, sore. Marisa, nanti kamu turun ke bawah bawa dokumen ya, saya sama Kevin lagi on the way ke kantor."

"Ya pak akan saya siapkan."

"Kamu antar langsung ke saya ya, jangan lewat resepsionis."

"Oh, baiklah Pak."

"Setelah selesai kamu boleh langsung pulang. Dan tunggu kabar dari saya tentang hasil meeting ini. Kalau revisi ulang, kamu bisa kan kembali ke kantor?"

"Emmmm,, akan saya usahakan pak, tapi saya yakin Insya Allah berkasnya sudah sesuai keinginan klien pak."

"Ya, baiklah. Kamu bisa siap siap dan tunggu di bawah setelah itu kamu bisa pulang."

"Baik pak."

Marisapun mengirim pesan untuk suaminya agar ia menjemputnya. Dan ternyata suaminya bilang sudah dekat dengan kantor.

Marisa bersiap turun kebawah menuju lobi, dan saat di dalam lift. Lagi-lagi ponselnya bergetar.

"Haduh, siapa lagi sih." Gumamnya lalu mengambil ponsel dalam tasnya.

Ternyata Kevin lah pelakunya.

"Iya pak." Sapa Marisa setelah menekan tombol hijau di ponselnya.

"Marisa, kita udah deket kantor, kamu udah dibawah?" Tanya Kevin.

"Baru turun dari lift pak, sebentar lagi saya keluar, ini saya jalan." Kata Risa sambil berjalan menuju pintu keluar.

"Duh sory nih Marisa ngrepotin, bisa tolong ambilin jas saya di ruang saya nggak, dompet saya disana soalnya." Kata Kevin penuh harap.

"Jadi saya keatas lagi pak?" Marisa memastikan, Ia saat ini tengah berada di depan meja resepsionis dan harus kembali ke lantai lima belas untuk mengambil jas Kevin itu.

"Iya, tolong ya, nanti kamu titipin Alvero, ini bentar lagi sampek nih." Kata Kevin

"Iya deh pak."

Marisa pun kembali ke atas mengambil jas yang diminta Asisten bosnya itu.

Sementara Elvan sudah sampai dan masuk ke dalam halaman kantor melewati petugas pemeriksaan di gerbang utama perusahaan.

"El." Panggil Alvero yang baru turun dari mobilnya.

Elvan yang melaju pelan pun dapat mendengar panggilan kakaknya itu. Ia lalu memarkirkan motornya. Melepas helm dan menghampiri kakak yang sangat disayanginya itu.

"Wah tumben mau mampir kesini." Kata Alvero setelah melepas pelukan mereka.

"Ya, sekali sekali boleh lah kak." Jawab Elvan.

"Ada apa?" Tanya Alvero. Mereka mengobrol dijalan yang menuju halaman gedung utama.

"Main aja kak, nanti aku ke rumah sama istriku. Kakak dirumah kan?" Elvan memastikan.

"Ya bisa diusahakan lah." Kata Alvero. "Eh bentar kamu lihat sana." Alvero menunjuk Risa yang tengah berdiri membawa berkas dan juga jas Kevin dari kejauhan. "Cantik kan? Calon kakak ipar kamu." Kata Alvero dengan bangga.

Sedangkan Elvan begitu kaget dengan apa yang dikatakan kakaknya itu.

Marisa.. Kenapa Kak Alvero menyebut dia calon kakak iparku. Dia adalah istriku. Batin Elvan

Sementara Marisa yang baru keluar dari pintu masuk kantor terlihat bingung mencari-cari dimana bosnya itu berada.

"Lihat El, sepertinya dia sedang mencari-cari kakak." Kata Alvero yang terus tersenyum melihat Marisa dari kejauhan.

"Kakak suka dia?" Tanya Elvan sedikit ragu. Ingin sekali dia berkata 'apa kakak suka istriku', tapi ia tak berani, ia takut melukai hati kakak yang disayayanginya itu.

"Iya, namanya Marisa, sekertarisku, dia itu unik. Nggak mau pacaran tapi maunya langsung nikah. Kamu tau nggak, dia udah nolak kakak." Alvero menertawakan dirinya sendiri.

"Kenapa?" Elvan menahan gemuruh di dadanya. Ada rasa marah yang ia tahan, karena ia ingin menimbulkan keributan, apalagi ini masih jam kantor.

"Iya kan, kamu juga heran kan. Dia maunya sama laki laki yang rajin sholat dan bisa jadi imam yang baik. Itu yang kakak susah lakuin." Kata Alvero sedikit kecewa.

Marisa dapat melihat dengan jelas dua orang laki-laki yang tengah berbincang itu.

Alvero melambaikan tangannya. Meminta Marisa untuk datang menemuinya.

Dengan perlahan Marisa datang menghampiri mereka berdua.

"Mas" Sejujurnya Marisa tengah menyapa suaminya, namun Alvero justru salah sangka.

"Wah, ternyata kamu ingat ya harus panggil apa diluar kantor." Alvero tertawa, ia mengira telah mulai berhasil mendapatkan hati Marisa.

"Mas Elvan." Marisa tak perduli kata-kata Alvero, yang ia perhatikan adalah wajah suaminya yang terlihat begitu kesal. Namun kenapa? Ia tak mengerti alasannya.

"Kamu kenal Elvan?" Alvero mulai bingung. Ekspresinya mulai berubah. Yang tadinya penuh aura kebahagiaan kini berubah jadi ketakutan, jangan-jangan Marisa menyukai adiknya itu. Memang dilihat dari sisi agamanya Elvan menang telak darinya.

Mereka masih terdiam.

"Marisa, mana jas saya?" Kevin tiba-tiba datang membuyarkan kebisuan mereka.

"Ohhh ada pak. Ini." Risa menyerahkan jas itu kepada Kevin.

"Berkasnya sekalian." Kata Kevin lalu mengambil berkas dari tangan Marisa.

"Ayo buruan Al, udah telat nih." Kevin memakai jasnya dan menarik tangan Alvero yang terlihat masih kebingungan dengan hubungan Elvan dan Marisa.

Alvero telah masuk ke dalam mobilnya bersama Kevin.

"Marisa?" Elvan memanggil nama istrinya. Kali ini dadanya terasa panas. Ada ketakutan dihatinya.

"Mas, kenapa?" Risa memegang tangan suaminya.

"Apa Kak Al menyukaimu? Apakah dia mincintaimu?" Elvan menatap tajam mata istrinya. Setahun bekerja dengan Alvero, tak mungkin istrinya itu tak mengerti perasaan Alvero.

***

Di dalam mobil, Alvero menggerutu kesal dengan sahabat sekaligus Asistennya itu.

"Kenapa main tarik aja sih, gue kan penasaran ada hubungan apa Marisa sama Elvan." Kesalnya pada Kevin.

"Sory Al, kita udah mepet banget nih waktunya. Lagian juga kenapa kalau mereka saling kenal." Sahut Kevin yang sibuk dengan kemudinya.

"Masalahnya si Elvan itu udah punya istri sekarang." Alvero semakin kesal.

"Elvan udah punya istri, emang kapan nikahnya, kok gue nggak diundang." Kevin menatap sahabatnya yang duduk disebelahnya. Sementara ia masih terus fokus menyetir mobilnya.

"Gue kakaknya aja nggak diundang, apalagi elu. Kalau setau gue sih, seminggu lalu, Papa waktu itu bilang ada urusan penting di sini terus balik lah dia pas masih liburan, eh ternyata Si Elvan nikah nggak bilang-bilang. Apa jangan-jangan Marisa istrinya Elvan?" Otak cerdas Alvero mulai memikirkan kemungkinan kemungkinan itu.

"Pak Erwin diundang? Berarti dia tau dong istrinya Elvan. Pak Erwin kan kenal Marisa masa iya nggak bilang sama elu kalau Marisa yang nikah sama Elvan." Kata Kevin.

"Gue nggak tau."

"Tapi bos, kalau nih ya, seandainya Marisa itu jadi istri adik lu, elu terima nggak?" Tanya Kevin yang masih sibuk dengan kemudinya.

"Nggak tau, udah lah gue nggak mau pusing, gue capek gue butuh istirahat. Entar malem si Elvan bawa istrinya ke rumah. Gue bisa pastiin entar malem. Baru entar gue pikir lagi mesti gimana."

Alvero tak mau memikirkan masalah yang belum tentu kebenarannya. Ia lebih memilih mengistirahatkan tubuh dan pikirannya untuk meeting beberapa saat lagi.

***

Sementara itu, Elvan dan Marisa kini tengah berada di rumah mereka. Sepanjang perjalanan menuju ke rumah Elvan hanya terdiam, bahkan saat mereka bertemu bu Esti pun, Elvan juga diam tak seramah biasanya.

Elvan kini merebahkan tubuhnya di sofa empuk ruang tamunya. Seharusnya kini ia bersiap untuk membawa istrinya pergi ke rumah utama untuk bertemu kakek dan keluarga papanya. Tapi ia nampak tak bersemangat.

"Mas. Maafin aku ya." Marisa menggenggam erat tangan suaminya.

"Iya, bukan salah kamu juga kalau kak Al suka sama kamu." Kata Elvan masih memejamkan matanya.

"Mas kecewa?" Tanya Marisa mulai khawatir.

"Mas cuma takut, kalau Kak Al akan membenci Mas. Mas harus gimana?" Kini Elvan menatap wajah istrinya.

"Apa kita nggak usah ke rumah Papa aja Mas."

Elvan lalu teringat, masalahnya akan kian rumit jika Alvero ikut memusuhinya, namun ia tak boleh lemah, ada istrinya yang harus ia lindungi. Apapun yang terjadi, Marisa sekarang adalah tanggung jawabnya.

"Kita kesana sayang, lebih cepat menyelesaikan masalah akan lebih baik kan?" Elvan bangkit dari sofa. Lalu menuntun istrinya untuk segera bersiap.

Mereka pun bersiap untuk makan malam di rumah Kakek Darma.

***

Elvan selesai berganti baju dan sedikit memakai ritual perawatan mukanya. Sementara Marisa tengah memoles bibirnya dengan lipstik.

"Mas, nggak semangat nih." Elvan berdiri menghampiri Marisa yang tengah merapikan peralatan make-upnya.

"Kenapa Mas?" Marisa ikut berdiri menatap wajah suaminya.

"Nggak tau kenapa, kasih semangat dong sayang." Elvan memanyunkan bibirnya, berharap istrinya akan memberinya pelukan hangat.

Marisa langsung mengecup pipi kanan Elvan dan berbisik mesrah "I love you."

Elvan tersenyum. "I love you too."

Mereka pun berangkat ke rumah Kakek Darma menggunakan mobil. Karena jarak tak terlalu jauh, mereka pun sampai di halaman rumah Kakek Darma setelah perjalanan dua puluh menit.

Memasuki pintu rumah mewah yang besar itu, membuat Marisa merasa sedikit gugup.

"Tidak apa, ada Mas disampingmu." Kata Elvan menggenggam erat tangan Marisa.

Mereka berdua disambut oleh Pak Rudy kapala pelayan di rumah besar itu.

"Selamat datang Tuan Muda Elvan dan Nona Marisa. Tuan dan Tuan Besar telah menunggu di dalam." Sambut Pak Rudy.

"Iya terimakasih Pak Rudy." Jawab Elvan sopan.

Mereka berdua lalu masuk ke dalam rumah. Marisa menggenggam erat tangan suaminya. Elvan bahkan merasa tangan istrinya itu begitu dingin. Ia benar-benar ketakutan saat itu.

Setelah masuk ke dalam rumah utama, Elvan langsung mengajak Marisa menuju ruang keluarga.

"Aku pulang Kek." Kata Elvan saat melihat Kakek Darma tengah duduk santai di ruang keluarga menikmati secangkir tehnya.

1
Nanik Kusno
Taubatan nasuha 👍👍👍👍👍👍👍
Nanik Kusno
Bertobatlah kakek tua..... umurmu tinggal sedikit lagi...😡😡😡😡😡😡😡😡😡
Nanik Kusno
Nih kakek tua bangkotan.... ngapain masih hidup sih ... kalau hanya membuat orang lain menderita....😡😡😡😡😡😡
Nanik Kusno
Aduhhh....kakek iblis datang....mau apalagi dia....😡😡😡😡😡😡😡
Nanik Kusno
Ckckck.... kakek tua laknat itu emang harus disumpel mulutnya....😡😡😡😡😡😡😡😡
Nanik Kusno
Semoga Marisa dipertemukan dengan anak dan suaminya....
Nanik Kusno
Jangan2 Sheryl ini orang suruhan kakek setan itu....🥴🥴🥴🥴🥴🥴🥴
Nanik Kusno
Pengin mites kakek tua ini..... mulutnya setan.....😡😡😡😡😡😡😡
Nanik Kusno
Alhamdulillah.... orang yang baik akan dipertemukan dengan orang2 yang baik pula.....☺️☺️☺️☺️☺️👍👍👍👍👍👍
Nanik Kusno
Oohh.... ternyata kakek tua ini bing keroknya.....sudah bau tanah masih aja belagu.....😡😡😡😡😡😡😡😡😡
Nanik Kusno
Amnesia....😭😭😭😭😭😭😭
Nanik Kusno
Ayo P. polisi segera usut sampai tuntas kasus ini...
Alvero.... kalian keluarga kaya....sewa detektif handal untuk mengungkap kecelakaan ini...
Nanik Kusno
Ya Ampun.....sudah jahat...selingkuh lagi.....wanita gini kok masih di piara ...😡😡😡😡😡
Nanik Kusno
Takutnya nanti si wanita iblis itu berusaha lagi untuk menghilangkan bayi itu.....
Nanik Kusno
Siapakah dia????sang mantan...🙄🙄🙄
Nanik Kusno
Suatu saat kamu akan menerima karma dari kejahatanmu wanita iblis....😡😡😡😡😡😡😡
Nanik Kusno
Nah bener tuh .... datangkan pawangnya... pasti manut...☺️☺️☺️
Nanik Kusno
si curut datang ....apa maunya nih...tapi pas Risa dah nikah ma Elvan.....hanya bisa mlongo.....🙄🙄🙄🙄🙄
Nanik Kusno
Gpp.... diundang aja sekalian ke pernikahan....👏👏👏👏👍👍👍👍
Nanik Kusno
Eh ....sopo kui.....mantan kah...???
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!