Jhon, bertarung demi kehormatan di medan perang. mengalami penyergapan yang terpaksa membuatnya harus meledakkan kekuatan terakhirnya. Dia kehilangan ingatan, kehilangan kekuatan, kehilangan identitas, bahkan nyaris kehilangan segalanya. Dari Jenderal bintang lima, Dari seorang pewaris keluarga William, seketika berubah menjadi bukan siapa-siapa dan bahkan dianggap lebih buruk dari sampah.
Mampukah Jhon menemukan kembali kekuatan yang pernah dia miliki, mampukah Jhon kembali menemukan jati dirinya? Ikuti kisahnya dalam karya saya yang berjudul 'PEWARIS YANG HILANG 2'
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Edane Sintink, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Singa Utara
...Bab 29...
...Utara Canyon City ...
Utara Canyon City atau yang sering disebut sebagai Distrik Utara, seperti yang telah disebutkan pada bab-bab sebelumnya adalah sebuah area bagian Utara di kota ini yang dikuasai oleh raja bawah tanah yang dijuluki dengan julukan Singa Utara. Dia lah yang berkuasa di bagian Utara ini.
Jika sebelumnya Canyon City ini memiliki empat raja yang menguasai di setiap distrik nya, maka setelah tuan Blake menyatukan Distrik timur dan selatan, maka hanya ada tiga kekuatan lah yang saat ini berkuasa.
Meskipun pada permukaan tidak ada gejolak yang terlihat, namun siapa sangka arus bawahnya terlalu kuat.
Orang awam akan mengira bahwa Canyon City ini aman-aman saja. Namun itu bagi mereka yang tidak memiliki akses terlebih lagi pemahaman sebagaimana rumitnya persaingan dunia hitam. Tapi bagi mereka yang benar-benar berkecimpung di dalam dunia hitam ini, setiap dari mereka selalu waspada. Khawatir kalau-kalau suatu saat tiba-tiba saja nyawa mereka lepas dari raga.
Distrik Utara, di sebuah Villa megah berwarna putih yang memiliki area lebih dari dua puluh hektare, di sinilah istana Singa Utara terletak, dan itulah bangunan satu-satunya dalam radius dua puluh hektare.
Pada malam ini, Bruno, yang lebih dikenali sebagai Singa Utara sengaja mengadakan pertemuan dengan para bawahan dan pimpinan dari berbagai cabang bisnis kelompok ini di berbagai tempat. Tujuan pertemuan ini tidak lain adalah membahas bagaimana caranya untuk memperluas wilayah mereka. Sukur kalau bisa menyingkirkan penguasa distrik timur.
Pada pertemuan itu, tidak sedikit orang-orang yang memberikan saran yang menurut mereka sangat bisa untuk diterapkan. Ada yang memberi saran agar Utara menyerang saja kawasan timur. Ada yang menyarankan agar mereka melanggar batas sedikit demi sedikit. Ada yang menyarankan agar dilakukan adu tanding yang mempertaruhkan beberapa lokasi bisnis. Namun semua saran itu sepertinya masih belum bisa diterima oleh Singa Utara. Hingga pada akhirnya seseorang yang terkenal paling licik diantara mereka memberikan ide.
"Boss. Sebelumnya izinkan saya mengemukakan buah pikiran saya." Kata lelaki itu yang dikenal sebagai Frank. "Kita sama-sama tau bahwa jika kita mengadu kekuatan dengan Distrik timur, jelas kita memiliki rasio kemenangan yang sangat rendah. Jangan anggap remeh kepada mereka karena mereka selama ini mendiamkan kita. Kita tau bahwa orang-orang ini seperti seekor harimau yang menyembunyikan cakarnya. Indeks kemenangan kita tidak akan mencapai tiga puluh persen dengan tujuh puluh persen kemenangan kemungkinan berada di pihak mereka. Jika kita impulsif melakukan kontak fisik dengan mereka, bisa dikatakan setiap satu orang dari kita akan melawan empat orang dari mereka. Siapa manusia super yang sanggup mengalahkan lawan sebanyak itu?"
Hening sejenak. Semua orang tidak ada yang menyela. Mereka menunggu apa kata-kata selanjutnya dari Frank, orang yang terkenal dengan kelicikannya ini.
Setelah membiarkan semua orang mencerna kata-katanya beberapa saat, Frank kembali melanjutkan. "Kita tidak bisa melawan mereka dengan cara kekerasan. Kita hanya bisa mengalahkan mereka dengan cara halus!"
"Frank, sebaiknya kau ceritakan saja secara singkat. Jangan bertele-tele karena kami benar-benar tidak menyukai hal-hal yang terlalu bertele-tele dan berbelit-belit seperti ini!" Kali ini salah seorang dari mereka merasa tidak sabar. Dia adalah Giant, seorang yang memiliki tubuh bongsor. Tubuhnya besar, tapi otaknya kerdil. Orang ini tidak pernah tenang. Kesabarannya jika dibandingkan dengan kulit bawang malah lebih tebal kulit bawang.
"Itu lah kau. Badan besar otak kecil. Bukannya mencerna kata-kata ku, kau malah sibuk untuk mencela dan membantah!" Sindir Frank dengan senyum masih tersungging di bibirnya.
"Kau?!" Giant mendadak berang. Dia akan sangat marah kalau ada yang mengatakan tubuh besar otak kecil kepada dirinya. Dia hampir melompat untuk melabrak Frank.
"Diam lah kalian!" Bentak Bruno alias Singa Utara dengan jengkel. Sejak tadi kedua bawahannya ini terlalu sering berbeda pendapat yang berujung pada adu argumen. Ini juga yang membuat pertemuan ini seperti pepesan kosong tanpa isi. Lalu dia memerintahkan kepada Frank untuk melanjutkan kata-katanya.
"Terimakasih, Boss. Maksud saya begini. Kita semua tau bahwa Blake memiliki seorang putri bernama Lee Na. Jika diperhitungkan, gadis ini setidaknya berusia delapan belas tahun dan akan memasuki university,"
"Lalu, apa hubungannya dengan pertemuan kita ini. Atau jangan-jangan...," Singa Utara seperti memikirkan kemana arah dari yang dikatakan oleh Frank.
Frank tersenyum dengan penuh arti. "Benar Boss. Bukankah kita memiliki seorang tuan muda yang kalau saya tidak salah juga sebaya dengan gadis dari Blake itu? Informasi yang saya terima adalah, bahwa gadis ini sudah mendaftar sebagai mahasiswa di Canyon of university. Jadi, mengapa tidak kita biarkan saja tuan muda untuk mendaftar sebagai mahasiswa di sana. Tuan muda diberikan misi untuk...,"
"Brilian. Sangat brilian. Kenapa aku tidak kepikiran sampai ke sana? Daripada menyerang dengan mengandalkan kekuatan, rencana ini jauh lebih efektif. Bagaimanapun, Lee Na hanyalah seorang gadis. Jika putra ku dapat menaklukkan gadis ini, bukankah kelak dirinya bisa menyatukan Distrik Timur, selatan dan Utara menjadi satu kekuatan yang terpadu? Dengan begitu, tiga per empat Canyon City ini akan berada di bawah kendali satu orang,"
"Begitulah yang saya maksud. Jika berhasil, bukankah hanya dengan satu batu, bisa mendapatkan tiga ekor burung? Biarkan Tuan muda yang memainkan peranannya dan kita cukup memberikan dorongan,"
"Ya. Ya aku mengerti. Kita sudah tidak memiliki banyak waktu lagi. Keluarga Long telah memperingatkan kita untuk segera menguasai Canyon City ini. Jika kita masih ingin dianggap berguna bagi keluarga Long maka kita harus menunjukkan nilai kita. Aku khawatir mereka tidak akan memiliki kesabaran lagi dan akan meninggalkan kita. Jika hal itu sampai terjadi, maka kelompok kita hanya akan seperti anak ayam yang kehilangan induk. Bagaimanapun Canyon City ini harus dikuasi oleh satu kekuatan. Dengan begitu barulah kita bisa mengeksploitasi seluruh sumber daya nya untuk memperkaya diri,"
"Tuan besar Long sudah memberi jalan. Berhasil atau tidaknya, tergantung pada usaha ini. Bagaimanapun, tidak mungkin keluarga di ibukota itu turun tangan sendiri. Jika sampai itu terjadi, maka apa gunanya kita? Oleh karena itu, mari kita coba cara ini terlebih dahulu!"
Pada akhirnya kata sepakat pun diambil oleh mereka. Itu sedikit memberi kelegaan kepada semua orang. Karena sebelumnya, pertemuan ini sudah beberapa jam berlangsung tanpa ada satupun ide maupun saran yang dapat diterima.
"Putra ku, Alan. Aku mengandalkan mu kali ini!" Kata Singa Utara menatap seorang pemuda berparas tampan dan memiliki wajah rupawan yang mampu membuat hati para gadis meleleh.
Pemuda bernama Alan ini memiliki temperamen yang tenang. Senyum tidak pernah lekang dari bibirnya. Tapi ketika orang melihat tatapan matanya yang terlihat licik, orang akan tau bahwa pemuda ini tidak bisa dipandang remeh. Bahkan tingkat kepandaian nya dalam bela diri juga tidak bisa dipandang enteng. Sebagai putra dari seorang penguasa bawah tanah, dirinya sudah dilatih sejak kecil dan dipersiapkan untuk memimpin kelompok ini setelah Singa Utara mundur. Itulah sebabnya mengapa anak muda bernama Alan ini sangat tenang. Itu karena sejak kecil dirinya sudah terbiasa melihat sepak terjang orang-orang disekitar ayahnya. Sikap tenang nya ini bahkan membuatnya terlihat dewasa melampaui usianya yang sebenarnya
semangat author untuk terus berkarya..../Good/💪