jika hati sudah memilih, maka logika tak bisa lagi bicara. percuma saja punya kriteria jika yang sesungguhnya menilai adalah perasaan
kita tak pernah tau pada siapa akan jatuh cinta, ketika hati memilih bukan kesempurnaan yang diutamakan, tapi cintalah yang menjadikannya sempurna
ku memilihmu, karena kamulah cintaku!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putri_uncu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mandi Wajib
keyza kesal karena dilarang untuk membalas tania, dan juga gaffi tak berbuat apa-apa
Sampai di rumah langsung mandi dan berganti pakaian lalu tidur menghadap ke arah jendela
"sayang, sholat dulu yuk. Lalu makan" ajak gaffi lembut pada keyza. Sejak pulang tadi gaffi tau jika istrinya marah dan tak terima tapi gaffi tak mau menambah masalah
"yuk, sholat dulu!" sekali lagi gaffi mengajak keyza
Tanpa banyak drama keyza mengambil wudhu yang sudah diajarkan oleh suaminya.
tak bersuara sama sekali dan mengikuti gerakan gaffi seperti biasa. Saat selesai dan salam keyza langsung bangun dan meninggalkan gaffi
"makan malam dulu yuk" ajak raffi lagi
keyza tak mau menjawab dan langsung menutup tubuhnya dengan selimut
gaffi melepas kemejanya masih menggunakan kaos dan sarung ciri khasnya saat di rumah
berjalan ke dapur "bu marni, ada makanan apa?"gaffi bertanya pada artnya
Bu marni adalah mantan pegawai restoran yang sengaja diperkerjakan oleh keyza hanya untuk masak di rumah barunya bersama gaffi, dengan bayaran lebih besar tiga kali lipat dari gajihnya direstoran yang berat kerjanya
"tadi ibu minta mie goreng sama udang furai pak" bu marni hanya masak sesuai permintaan saja
"iya bu, biar saya bawa ke kamar keyza sedang tak enak badan" gaffi dengan perhatian membawa makan malam dan jus kesukaan istrinya yang lagi ngambek
gaffi kembali ke kamar
"keyza, makan ya nanti kamu sakit. Masa dokter diobatin" ucap gaffi ingin mengajak becanda
"emang kenapa kalau dokter sakit? Kenapa kamu ngga mau ngurusin kalau aku sakit" keyza bereaksi berlebihan karena salah tanggap pada ucapan gaffi
"kok marah, ada apa sayang?" gaffi mengusap kepala keyza yang tak tertutup selimut
"awas jangan ganggu!" keyza menepis tangan gaffi
Gaffi masih sabar dan tetap lembut, "makan dulu nanti boleh marah lagi"
Gaffi membuka selimut yang menutupi wajah keyza,"ayo bangun, mau makan apa mandi wajib besok?" gaffi menatap mata keyza
"ma-makan aja, tapi suapin" keyza agak takut melihat tatapan gaffi kali ini
gaffi memberikan air minum sebelum menyuapi istrinya
"kamu juga makan!" keyza sudah cukup kennyang
"nanti saja kalau kamu sudah kenyang, habiskan jusnya dan tidurlah" gaffi beranjak dari kasur
"eh tunggu!" keyza ingin menarik tangan gaffi tapi sarungnya yang kena. "aaaa" keyza teriak sangat kencang melihat gaffi hanya memakai dalaman yang sangat minim dan nempel dibadan didalam sarung. Benda yang menonjol pun tak luput dari penglihatan keyza
"maaf, dia mudah bereaksi kalau dekat wanita cantik" ucap gaffi yang mulai pintar bicara
"buruan pakai sarungnya" keyza menyipitkan matanya tak melihat ada gaffi lagi
Ternyata suaminya sedang mengembalikan bekas makan tadi
keyza segera menelfon gita
"halo git, gawat git, gawat masak gaffi itu, anu berdiri gue takut" keyza meminta ide dari gita yang dulu sampai satu bulan belum berhubungan suami istri dengan clayton
"ya bagus dong, artinya dia normal bukannya lo bilang dulu sengaja menggodanya tapi gagal" gita dan clayton sedang mendengarkan keyza
"preman mana yang takut sama burung dalam sangkar" lanjut gita
"clay diam!"
"kalian ngapain sih, awas aja ya kak clay. Gita masih hamil jangan ganggu terus!" keyza memperingatkan clayton
Hingga tanpa sadar gaffi sudah ada disampingnya
"siapa yang telfon?" gaffi duduk di sebelah keyza
"gaffi, makasih sudah lindungi sahabatku. Tenang saja tania sudah dipecat" gita mendengar suara gaffi san menyampaikan apa yang gaffi inginkan karena sudah berani mengganggu istrinya
"makasih kak!"
keyza yang marah karena itu langsung tersenyum "kenapa ngga bilang kalau kamu balasnya lebih kejam "ucap keyza sambil memukul dada gaffi
"mukulnya milih sayang" ucap gaffi
"aruni mau punya temen clay" ucap gita
"em" keyza ingin mematikan ponsel tapi tak bisa karena gaffi langsung menyergapnya
"git matiin telfonnya" keyza mendorong gaffi yang sudah tak terkontrol lagi
Ponsel keyza sampai dibuang sembarangan
"gaffi sadar!" kwyza takut bukan suaminya. Karena memang tak pernah membayangkan gaffi akan seperti ini
"aku mau sekarang!" gaffi memegang kedua tangan keyza menc*um bibirnya dengan kasar seolah tak akan ada lagi hari esok
Keyza yang memakai baju sangat sek*i membuat ga*rah gaffi semakin membara, nafasnya saling memburu
Gaffi berpindah menyusuri leher dan turun ke bagian da*a keyza. Suara er*ngan dan d*sahan keluar dari mulut mungil keyza
Gaffi semakin bersemangat "aku akan pelan, nikmati saja!" tangan dan mulutnya bergeriliya menyusuri setiap senti tubuh mulus keyza yang sudah tak berbalut apapun
"gaf" keyza menahan kepala gaffi saat akan menjelajahi bagian inti keyza, mata gaffi membelalak dan tak sabar ingin merasakan kenikmatan dunia
"a*h, gaffi " keyza menarik rambut gaffi agar menyudahi aktifitasnya
"sudah!" keyza pertama kalinya merasakan dicumb* oleh pria
Gaffi kembali menciumi bi*bir keyza setelah puas bermain dibagian bawah.
Gaffi mulai menyiapkan untuk bagian inti aktifitasnya malam ini
"a*w, sakit gaf," keyza mencekram erat lengan gaffi dan bagian dadanya yang penuh dengan say*atan kuku panjangnya
Gaffi tak peduli dan terus memaksa masuk "maaf!" gaffi mengusap air mata keyza yang jatuh
Keyza mulai mengubah jeritan menjadi d*sahan yang membuatnya lupa akan rasa sakitnya
Dari jam sepuluh malam sampai jam dua pagi. Keduanya melakukan aktifitas olahraga berat
keyza kehabisan tenaga melayani gaffi yang seumur hidupnya baru dia sentuh
gaffi mengecek ponsel lalu tidur disamping istrinya