NovelToon NovelToon
LOTUS YANG TERASING

LOTUS YANG TERASING

Status: sedang berlangsung
Genre:Ruang Ajaib / Wanita perkasa / Reinkarnasi / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:4.7k
Nilai: 5
Nama Author: Aurora79

Seorang Dokter Jenius dari masa depan bereinkarnasi kembali ke dalam raga seorang putri bangsawan, yang menikah dengan pria yang sangat membenci dirinya. Hingga pada suatu hari yang nahas, dia pun diasingkan ke sebuah wilayah terkutuk bersama pelayannya, karena tuduhan.yang keji.

*
"Aku tidak akan menyerah! Sudah diberi kehidupan dan kesempatan kedua, masa harus aku sia-siakan?"

*
Jadilah saksinya, wahai langit! Jika aku, akan mengguncang dunia kuno ini dengan semua keahlianku!"

*
"Nona, tapi Anda tidak bisa apa-apa, loh!"

*
"Tenang saja ... Dewa memberkatiku dalam komaku kemarin, dan aku akan menunjukkan keahlianku!"

*
Bagaimana kisah si Dokter Jenius ini di dunia kuno yang tidak terdapat di dalam sejarah Kekaisaran?

*
Apakah dia mampu membangun kekuatannya sendiri di sana?

*
Ikuti kisah si Dokter Bar-bar hanya di sini ...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aurora79, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 21: Pergi Ke Istana!

***

Delapan bulan kemudian ...

Pagi itu Balai Pengobatan Gratis Anlian kembali dipenuhi oleh antrian manusia yang panjang, matahari belum sepenuhnya mengajarkan sinarnya, namun suara riuh rakyat sudah terdengar dari depan gerbangnya.

"Hey, cepat antri! Tabib Ajaib hanya bisa menerima sekitar 50 pasien saja setiap harinya sekarang, karena kandungannya semakin besar! Jangan sampai telat! Kalau telat, kamu harus datang kembali besok!"seru seorang pria kepada para kusir Bangsawan yang sedang terpaku di atas keretanya.

Para kusir kereta Bangsawan itu langsung melompat turun untuk mengambil nomor antrian.

Bagaimana tidak mau semakin ramai?

Ramuannya ampuh, mereka dilayani dengan ramah tanpa memandang status, dan yang penting adalah ... gratis.

Setelah kejadian tujuh bulan yang lalu, nama Balai Pengobatan Gratis langsung booming diseluruh wilayah Dinasti Zhang, membuat mereka yang sakit parah semakin mempunyai harapan untuk hidup lebih lama lagi.

Jika ditanya siapa gurunya, Anlian hanya menjawab 'Dokter Achong'.

Semakin misterius, semakin banyak yang mendukung keberadaan Anlian di Dinasti Zhang ini.

"Benar tuh! Nona Yaoyao akan langsung menutup antrian, saat kuotanya sudah habis ..." sahut warga yang lain.

Anlian sedang santai sambil menyeruput teh herbal favoritnya, sambil mengusap perut buncitnya.

"Anak-anak Ibu sangat pintar! Kalian tidak membuat Ibu lelah dan menderita selama ini. Ibu sangat menantikan kelahiran kalian ke dunia ini ..." gumam Anlian sambil tersenyum.

Yaoyao masuk membawa catatan 50 orang pasien hari ini, dan langsung menyerahkan kepada Anlian.

"Kuota hari ini sudah siap untuk diperiksa, Nona. Apakah Anda ingin melakukannya sekarang?" tanya Yaoyao.

"Ya ... siapkan ramuannya. Aku akan keluar sekarang," jawab Anlian, sambil bangkit perlahan.

Shen Luo langsung membantunya berjalan ke arah luar.

"Reputasimu sungguh luar biasa, Istriku ... Aku merasa terhormat menjadi suamimu ..." ujar Shen Luo.

Anlian langsung tersedak salivanya sendiri, saat mendengar ucapan Shen Luo.

"Uhuk ... uhuk! Jangan memanggil aku 'Istri', jijik sekali mendengarnya!" ujar Anlian sambil melotot ke arah Shen Luo.

"Panggil Nona saja, jika masih ingin mempunyai lidah!" peringat Anlian dengan wajah galak.

"Baik ... baik! Nona Tabib galak!" sahut Shen Luo sambil tersenyum.

Yaoyao baru saja ingin membuka mulutnya, tiba-tiba terdengar suara gaduh dari arah luar.

"Menyingkir kalian semua! Beri jalan!"

"Kami adalah utusan dari Istana! Tolong menyingkir semuanya!"

Antrian itu langsung terbelah sempurna, dan seorang pria berpakaian resmi warna biru tua langsung masuk dengan langkah lebar bersama dua orang pengawal Istana.

Yaoyao dan Shen Luo langsung berdiri di depan Anlian dengan wajah datar.

"Siapa kalian?! Kuota hari ini sudah habis, silahkan datang besok pagi!" ujar Yaoyao dengan nada dingin.

Utusan Istana itu terpaku sejenak, lalu dia menarik napas dalam-dalam untuk menenangkan emosinya.

"Maaf, saya datang bukan sebagai pasien ..." ujar Utusan Istana itu.

Anlian mengangkat alisnya, saat mendengar jawaban pria itu.

"Oh, lalu untuk apa Anda datang sekarang?" tanya Anlian dengan nada acuh.

Utusan Istana itu langsung berlutut dengan satu kaki di depan Anlian dengan kedua tangan menangkup di atas kepalanya.

"Atas titah lisan Yang Mulia Kaisar Agung, Tabib Anlian diminta untuk segera memasuki Istana," ujar utusan itu dengan nada hormat.

Ruangan itu langsung sunyi, saat mendengar ucapan pria itu.

"Masuk Istana? Titah Lisan Yang Mulia Kaisar? Ada apa sebenarnya?" tanya Anlian dengan wajah bingung.

"Apakah Yang Mulia Kaisar Agung sedang sakit?" tanya Anlian kembali.

Utusan Istana itu menundukkan kepalanya dalam-dalam sebelum menjawab.

"Benar, Yang Mulia Kaisar Agung sedang sakit. Penyakitnya sudah berbulan-bulan, dan tidak ada yang bisa menemukan penyebabnya. Yang Mulia mendengar tentang reputasi Anda beberapa bulan ini, dan beliau memerintahkan kami untuk menjemput Anda ke Istana ..." jawab utusan itu dengan nada lugas.

Anlian menghembuskan napasnya perlahan.

Dia memang sedikit 'dendam' dengan Kaisar an-jing ini, karena terlalu percaya fitnah Pangeran Rui terhadap dirinya, tanpa menyelidiki dulu kebenarannya.

Namun sekarang dia sedang mengandung buah hatinya, dan berencana untuk hidup damai dengan memaafkan kesalahan pria tua itu.

Toh, Pangeran Rui dan Selir Bai sudah tiada sekarang, jadi dia tidak ambil pusing lagi.

"Saya akan masuk Istana, tapi sekarang saya harus menjalankan tugas saya dulu sebelum kesana. Pasien saya sedang menunggu, apakah Anda mengizinkan?" ujar Anlian kepada utusan Istana itu.

Utusan Istana itu tampak bimbang, namun dia mengerti bahwa tugas Anlian harus diselesaikan hari ini, agar reputasinya sebagai Tabib tidak tercoreng.

"Baik, Tabib ... Kami akan menunggu Anda selesai mengobati mereka ..." jawab utusan itu.

"Terima kasih ..."

Anlian segera melakukan tugasnya, dan semuanya selesai pada waktu jam makan siang.

Dia sebenarnya merasa lapar, namun tugasnya sebagai seorang Tabib lebih penting dari pada urusan perutnya.

"Yaoyao ... Shen Luo ... Ayo, kita berangkat ke Istana! Bawakan cemilan dan teh herbal aku, agar anak-anak aku tidak menderita di dalam sana ..." perintah Anlian, sambil mengusap perutnya.

"Baik, Nona!"

Shen Luo mengatur penjagaan dalam gelap sebelum berangkat, karena Istana adalah tempat berbahaya untuk Istri cantiknya ini

Setelah semuanya beres, Anlian dan kedua rekannya menaiki kereta kudanya sendiri, diiringi oleh kereta kuda dari Istana dibelakangnya.

Istana Kekaisaran ...

Mereka bertiga langsung dibawa menuju ke Aula Emas Kekaisaran, dimana Kaisar Zhang Long dan para Menteri Utamanya menunggu disana.

Sesampainya di Aula Emas, tirai tipis penghalang Kaisar Zhang Long terbuka, memperlihatkan sesosok tubuh dengan wajah pucat dan matanya yang cekung ke dalam.

"Akhirnya Zhen bisa bertemu dengan Anda, Tabib Ajaib Anlian ..." ujar Kaisar Zhang Long dengan suara berat.

Anlian dan kedua rekannya membungkukkan badan sekedarnya, sambil menahan perut buncitnya.

"Rakyat jelata Anlian bertemu dengan Yang Mulia Kaisar ..."

"Saya bisa berdiri di sini, karena titah lisan dari Yang Mulia Kaisar Agung ..." ujar Anlian.

"Silahkan duduk ..." ujar Kaisar Zhang Long.

"Terima kasih, Yang Mulia ..."

Lalu, Anlian menatap Kaisar dengan seksama, dan T2 langsung memindai tubuh naga Kaisar Agung.

Setelah selesai mendiagnosa, Anlian langsung menundukkan pandangannya kembali.

"Izinkan saya bicara jujur, karena saya tidak suka basa-basi, Yang Mulia ..." ujar Anlian.

Kasim utama Kaisar Zhang Long ingin menegur kelancangan Anlian, namun Kaisar Zhang Long menghentikannya.

"Silahkan, Tabib Ajaib ..."

"Penyakit Anda bukanlah sebuah penyakit biasa ... Ini adalah sebuah penyakit yng ditimbulkan oleh sebuah 'Parasit Spiritual', yang mana akan terus memakan vitalitas hidup Anda sampai batas waktu yang telah ditentukan. Artinya, seseorang ingin Anda ... mati ..." ujar Anlian menjelaskan dengan suara tenang.

Kaisar Zhang Long menatap Anlian dengan tatapan nyalang, bagaimana dia bisa mengetahui tanpa menyentuhnya?

Sedangkan para Tabib hebat Istana yang memeriksa dengn cara menyentuhnya, belum bisa memastikan jenis penyakitnya sampai sekarang.

"Bagaimana cara Anda mengetahuinya? Sedangkan Anda saja belum memeriksa keadaan Zhen?" tanya Kaisar dengan wajah curiga.

Anlian menyeringai tipis, saat mendengar pertanyaan itu.

"Kebetulan hidung saya sangat sensitif dengan bau. Jujur saja, Yang Mulia ... bau tubuh Anda sangat berbeda dengan yang lain. Ada bau busuk menyengat, yang keluar dari dalam pori-pori kulit Anda ..." jawab Anlian.

Kasim kepercayaan Kaisar Agung langsung emosi, saat mendengar ucapan blak-blakkan wanita hamil dihadapannya itu.

"LANCANG!!! Berani-beraninya Anda menghina Yang Mulia Kaisar Agung!" bentak Kasim itu.

Anlian menoleh dengan tatapan mata yang dingin ke arahnya.

"Jika Yang Mulia ingin saya menyembuhkannya, maka minta Kasim Anda untuk menutup mulutnya! Emosi saya tidak stabil karena sedang hamil, jangan sampai kepalanya pisah dari tubuhnya ..." ujar Anlian dengan aura membunuh yang pekat.

Kaisar Zhang Long terkekeh pelan, saat mendengar ucapan Anlian.

"Kasim Chow, Anda dengar itu kan? Lebih baik Anda diam, dari pada kepala Anda hilang ..." perintah Kaisar Zhang Long kepada Kasim pribadinya.

"Hamba mengerti, Yang Mulia ..."

Ruangan menjadi senyap, dan Kasim Chow berdiri dengan tubuh gemetar.

Anlian berjalan mendekat ke arah Kaisar Zhang Long, dan dia mengamatinya dari dekat.

"Apakah Yang Mulia pernah meminum obat atau ramuan beberapa bulan lalu?" tanya Anlian.

"Zhen meminum ramuan 'Panjang Usia' dari seorang Pendeta Tao yang sudah lama Zhen kenal ..." jawab Kaisar Zhang Long.

Anlian tersenyum samar, saat mendengar jawaban Sang Kaisar.

"Seperti yang sudah saya duga sebelumnya ..." ujar Anlian.

"Maksud Anda apa?" tanya Kaisar Zhang Long.

"Itu bukanlah ramuan 'Panjang Usia' ... Yang Anda minum adalah cairan berisi parasit spiritual, yang akan berkembang dengan memakan vitalitas orang itu," ujar Anlian dengan nada datar.

Aula Emas menjadi gempar, saat ucapan Anlian jatuh.

"Dasar pembual! Mana mungkin pendeta itu berani melakukannya?!"

"Benar! Mana berani dia melawan Kaisar, dan alasannya apa sampai dia menyerang Kaisar diam-diam begitu?"

"Anda benar-benar lancang, Tabib Anlian!"

Anlian menatap satu-persatu pria paruh baya yang ada disana dengan wajah dingin.

"Apakah Anda sekalian berani bertaruh nyawa dengan saya? Jika saya benar, nyawa kalian milik saya ... Dan jika saya salah, maka saya siap menyerahkan nyawa saya bersama kedua anak di dalam kandungan saya. Bagaimana?" tanya Anlian, menantang mereka semua.

Mereka semua langsung terdiam, tidak berani bertaruh dengan Anlian, karena mereka sudah tahu reputasi Anlian diluar sana.

"Jika takut, maka diam saja! Jangan bicara yang aneh-aneh dan memaki saya! Dasar pengecut!" cibir Anlian meremehkan nyali mereka semua.

Kaisar Zhang Long tidak memperdulikan perdebatan mereka, yang ada dibenaknya hanya satu, yaitu mencari kesembuhan untuk dirinya sendiri.

"Apakah bisa disembuhkan?" tanya Kaisar Zhang Long kepada Anlian.

"Bisa! Tapi prosesnya sedikit menyakitkan ..." jawab Anlian.

"Seberapa sakit?" tanya Kaisar kembali.

"Sakitnya seperti saat Malaikat mencabut nyawa Anda ..." jawab Anlian.

Kaisar Zhang Long tersenyum pahit, saat mendengar jawaban Anlian.

"Baiklah! Mari kita lakukan, Tabib Anlian!"

"Saya siap, Yang Mulia ..."

Mereka pun berpindah ke ruangan khusus untuk mengobati Kaisar Zhang Long.

Saat Kaisar Zhang Long berbaring, Anlian mengeluarkan satu set jarum emas dan sebuah tabung yang berisi cairan hitam yang sangat pekat.

"Apa itu?" tanya Kaisar Zhang Long, saat melihat cairan berwarna hitam ditangan Anlian.

"Ini adalah racun kuat yang baru saya buat. Untuk mengeluarkan parasit itu, dia harus dipancing dengan racun berbahan spiritual yang kuat," jawab Anlian menjelaskan.

"Ra---racuuun???!!! Apakah Anda memaksa Zhen untuk mati sekarang?!" seru Kaisar Zhang Long dengan wajah terkejut.

"Selama ada saya, Anda akan hidup lebih lama lagi, Yang Mulia ... Jangan takut, minumlah racun ini, agar saya bisa memulai akupunturnya ..." ujar Anlian.

Kaisar Zhang Long meminum cairan itu sampai habis, laku dia berbaring dengan wajah pasrah.

Kaisar: "Jika harus mati, ya mati saja ..."

Author: "Belum saatnya Anda mati ..."

Anlian mulai menusukkan jarum emas itu di bagian tubuh Kaisar Zhang Long, yang membuat Sang Kaisar berteriak kesakitan.

"ARRRGHHH!!!"

"Tahan sebentar lagi, Yang Mulia. Jika saya hentikan, maka Anda akan segera bertemu Dewa Yamma ..." ujar Anlian dengan suara lembut mematikan.

Tidak lama kemudian, Anlian meraih sebuah baskom kosong yang ada disana, dan menyodorkan di depan mulut Kaisar Zhang Long.

"Huek ... Huek ..."

Kaisar Zhang Long memuntahkan banyak cairan hitam dari dalam mulutnya, disertai oleh banyak makhluk kecil yang menggeliat brutal di dalam baskom itu.

Para Menteri dan Kasim Utama tercengang, saat melihat banyaknya binatang yang menggeliat di dalam baskom itu.

"Nah, sekarang sudah selesai, Yang Mulia. Parasit yang ada di dalam tubuh Anda sudah keluar semua, dan Anda akan sembuh dalam tiga hari kedepan," ujar Anlian sambil membasuh tangannya.

"Usahakan jangan meminum arak dan tonik dulu seminggu kedepan, agar stamina Anda kembali stabil. Dan minum ramuan anti racun saya ini, agar tubuh Anda kebal racun kedepannya ..." lanjut Anlian sambil menyodorkan sebuah cairan berwarna biru pekat.

Tanpa basa-basi, Kaisar Zhang Long langsung meminum cairan itu sampai habis, lalu dia tertawa.

"Hahahahaha! Tubuhku langsung terasa ringan! Terima kasih, Tabib Anlian. Katakan pada Zhen, apa yang Anda inginkan sebagai hadiah?"

Anlian terlihat berpikir sejenak, lalu dia berkata:

"Saya hanya ingin sebuah Dekrit dari Yang Mulia, jika Balai Pengobatan Gratis saya dilindungi oleh Kekaisaran ..." jawab Anlian.

"Baik! Zhen akan mengabulkan permintaan Anda!" ujar Kaisar Zhang Long dengan nada puas.

"Dan satu lagi, Tabib Anlian ..."

"Zhen akan membangun Balai Pengobatan Anda menjadi lebih megah lagi, bagaimana?'

Anlian tersenyum samar, saat mendengar ucapan Kaisar tua itu.

"Terima kasih, Yang Mulia ... namun, saya sudah sangat puas dengan bangunan yang sekarang. Jangan membuang-buang uang, hanya demi sebuah pamor. Simpan uang itu untuk membantu rakyat yang kesusahan, agar nama Anda semakin Mulia di mata seluruh rakyat Dinasti Zhang ini ..." jawab Anlian.

Setelah itu, Anlian pun undur diri dari hadapan Kaisar, keluar dari Istana dengan perut lapar.

"Aku lapar sekali, Yaoyao ..." keluh Anlian.

"Aku akan memasak makanan enak untuk Anda, Nona ..."

"Tidak perlu masak, pergi ke restoran dekat rumah saja ..."

"Oke!"

♨♨♨

1
Lala Kusumah
wow kereeeeeennn ternyata si twins juga tranmigrator ya 🙏🙏👍👍👍
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Iya, Kak ... Prajurit elit dari masa depan ...😂
total 1 replies
Murni Dewita
double up thor
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Oke 🤗💖💖💖
total 3 replies
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄
Hai pembaca setia cerita ini ...🤗

Terima kasih atas dukungan kalian dengan membaca cerita ini. Jika kalian suka tolong bantu Author d4ngan komen, like, Subscribe, dan ratingnya oke? 😊🙏🏻

Terima kasih ...💖💖💖
Lala Kusumah
bukan triplets ya Mak kok twins, tapi tak apa-apa sama aja kok sing penting kembar 😍😍😍👍👍👍
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Ya allah, dia ngakak ...🤣🤣🤣🤣🤣
total 3 replies
Murni Dewita
💪💪💪
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: 😊🤗💕💕💕💕
total 1 replies
Murni Dewita
👣
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Hallo, Kak Dewita ... Selamat membaca dan semoga suka dengan ceritanya ...😊🙏🏻🤗💕💕💕💕💕
total 1 replies
Lala Kusumah
good job Anlian 👍👍👍
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: 😁😁😁😘😘😘💖💖💖
total 1 replies
Lala Kusumah
wah Anlian dapat rezeki nomplok tuh, mantaaap 👍👍👍
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: sok atuh main ke bandung, Kak Lala ... kita ngaliwet bareng ....🤣🤣🤣
total 3 replies
Lala Kusumah
rasain Lo....
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: 😁😁😁 ....
total 1 replies
Lala Kusumah
wow
Lala Kusumah: hai....
total 2 replies
aku
mawar thor biar semangat update, sp tau doble up 🙈🙈😁😁
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Alhamdulillah ... Semangat kok, Kak ... hanya lagi berduka hari ini, saudara aku meninggal. Kalau double up, aku nyerah kak ... otaknya gak kuat mikir ...🤣🤣🤣🤣🤣🤣. Terima kasih dukungannya, Kak ...🙏🏻😘🤗💖💖💖💖
total 1 replies
aku
red rose untukmu thorrr ❤️❤️❤️
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Thank you kak ...🙏🏻😊🤗💖💖💖💖💖💖
total 1 replies
aku
lope sakeboooonnnn ❤️❤️❤️
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Lope yuh sekebooon tooo kak ...🤗💖💖💖🙏🏻🙏🏻🙏🏻
total 1 replies
Dewiendahsetiowati
hadir thor
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Hallo, Kak Dewi ... Terima kasih hadirnya dan happy reading ....😊🙏🏻🤗🫰🏻💖💖💖💖
total 1 replies
Lala Kusumah
gustiiiiii eta Upin dan Ipin 😂😂😂
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: 🤣🤣🤣🤣🤣 ....
total 1 replies
Lala Kusumah
jangan terlalu kasar ya 🙏🙏🙏
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 5 replies
Lala Kusumah
semangat Anlian 💪💪💪
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Terima kasih, Kak Lala ...🙏🏻😊🫰🏻💖💖💖
total 1 replies
Ana Jus
seandainya ruangan itu ada di dunia nyata
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Alhamdulillah ... Aku juga baru nulis lagi di sini, setelah lama vakum 🤭.
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!