Haii, ayuk dukung saya.
Disini saya akan menceritakan kisah cinta pertama Ayra Syifania dengan seorang cowok.
Pertemuannya dengan seseorang yang bernama Arsen.
Saat melihat wajah cantik dan lugu Ayra, membuat nya tertantang untuk mendekati gadis itu.
Tapi apakah usahanya berhasil?
Bagaimana cerita cinta mereka dimulai.
Kita coba baca yuk... 😚😚
Cerita ini hanya cerita fiktiv jika ada kesamaan tempat dan nama tokoh, itu faktor ketidaksengajaan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon M.Aɪɴᴜʀ Rᴏʜᴍᴀɴ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 28
Saat Salma hendak bangun dari duduknya.
Jojo terbangun dan menahan tangan Salma.
Dia memeluk Salma sambil menangis tersedu-sedu. Salma bingung, apa yang membuat adiknya bersedih. Lalu Jojo menceritakan semua permasalaham hatinya dari awal hingga akhir tidak ada yang terlewatkan sedikitpun.
Salma terkejut, bagaimana bisa adiknya senekat itu. Sampai menyusul Andra ke Bogor hanya untuk menyatakan perasaanya.
Dia memeluk dan menenangkan hati adiknya, lalu mengajaknya untuk makan malam bersama. Setelah selesai makan malam Salma menyuruh Adiknya untuk tidur. Dia menghubungi Andra dan mengajaknya bertemu di taman.
Waktu sudah menunjukan pukul delapan malam, Salma duduk di bangku taman sendiri. Dia berniat untuk meminta Andra agar mau menerima Adiknya.
Tiba-tiba ada tangan laki-laki memeluknya dari belakang dan meletakan dagunya di bahu Salma. Salma terkejut, dia segera melepaskan pelukan Andra, memintanya untuk duduk disampingnya.
"Aku minta kamu terima Jojo." Pinta Salma sambil menggenggam tangan Andra.
"Apa Maksudmu?" Tanya Andra terkejut.
"Jojo udah cerita semuanya, aku nggak bisa melihat dia menangis terus. Aku minta sama kamu, buka hati kamu buat dia." Pinta Salma.
"Sudah berapa kali aku bilang, aku hanya mencintaimu. Bukan Adikmu atau wanita lain!" Tegas Andra menahan Amarah.
"Jangan egois Ndra, cinta nggak bisa dipaksa !" Seru Salma dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
"Kamu tahu itu, cinta nggak bisa dipaksa. Lalu apa yang kamu lakukan sekarang ? Kamu sedang memaksa ku membuka hati untuk wanita lain. Sedangkan kamu tahu, aku hanya mencintaimu. Sekarang siapa yang egois hah . . !" Seru Andra menyudutkan Salma.
"Aku bukan barang Salma, yang bisa kamu berikan kepada orang lain sesuka hatimu !" Seru Andra. Dia tidak bisa menahan amarahnya saat ini.
"A.. Aku akan menikah, berhentilah mencintai ku." Bohong Salma.
"Omong kosong ! Tidak ada seorang pun yang akan menikahimu, selain aku !" Seru Andra sambil menendang tong sampah didekatnya. Lalu dia pergi meninggalkan Salma sendiri.
Salma menjatuhkan dirinya di kursi, kakinya terasa lemas. Dia menangis tersedu-sedu.
"Aku harus bagaimana, Andra ?" Gumam Salma, dia menangis sambil menutupi wajahnya dengan kedua tangannya.
Di tempat lain.
Ayra sedang duduk di pinggir jalan sambari menunggu pesanan nasi goreng milik Agra. Tiba-tiba ada seorang gadis berteriak meminta tolong, tampak seorang preman sedang menarik- narik tas milik gadis itu. Segera Ayra berlari menolong gadis itu, dia menendang pantat preman itu hingga membuat preman itu jatuh tersungkur.
Dia memukuli si preman dengan satu tangan, hingga preman itu terkapar tidak berdaya. Dia mengambil tas milik gadis itu dan memberikan padanya.
"Terima kasih Kak, Kakak hebat banget bisa menang ngelawan preman itu. " Ucap Azel tersenyum girang.
"Hhe iya sama-sama, kenapa kamu jalan sendirian malam-malam begini ?" Tanya Ayra.
"Aku habis dari mini market, tadi nyari taksi nggak ada yang lewat. Terpaksa deh aku jalan kaki. Terus tiba-tiba dihadang preman, Azel takut kak. " Jelas Azel.
"Oh, jadi nama kamu Azel ?" Tanya Ayra.
"Iya Kak, nama Kakak siapa ?" Tanya Azel.
"Nama Kakak Ayra." Jawab Ayra tersenyum manis.
"Kak Ayra Keren banget, udah cantik, jago berantem. Iihh Azel ngefans deh sama Kakak, hehe." Ucap Azel sambil menunjukan tingkah lucunya.
"Ah haha kamu bisa aja." Ucap Ayra sambil mengacak-acak rambut Azel gemas.
"Ya ampun, gemes banget aku tuh, cantik banget sih nih anak kaya Barbi." Batin Ayra.
Lalu Ayra memutuskan untuk mengantarkan Azel pulang. Dia bingung kenapa Azel mengajaknya masuk ke rumah Arsen. Azel mengetuk pintu sambil terus menggandeng tangan Ayra.
(Ceklek) Arsen membuka pintu dan dia terkejut melihat Ayra malam-malam datang ke rumahnya.
" Ngapain lo malem-malem ke sini?" tanya Arsen heran. Ayra hanya diam, dia bingung bagaimana cara menjelaskan pada Arsen.
"Kakak." Panggil Azel.
" Kamu dari mana aja, kenapa baru pulang ? " Tanya Arsen kesal.
"Ma.. Maaf kak, tadi di jalan Azel hampir dijambret sama preman terus ditolongin sama Kak Ayra." Jawab Azel sambil menundukan kepalanya.
"Ehem.. Thanks lo udah nolongin dan nganterin adek gue pulang." Ucap Arsen.
"I.. Iya.. Ah gue pulang dulu, udah malem. Bye." Ucap Ayra.
"Mau gue anter ?" Arsen menawari.
"Ng.. Nggak usah, gue bawa motor kok, hehe. Gue pulang, dahh !" Tolak Ayra. Dia sangat gugup melihat Arsen hanya memakai singlet hitam dan celana pendek, membuat tubuh kekarnya terlihat jelas.
"Eh, dia kenapa? Kok kelihatannya gerogi banget. Apa ada yang salah sama wajah Kakak dek ?" Tanya Arsen sambil memegangi pipinya.
"Emb.. Wajah Kakak sama aja kaya kemarin-kemarin, kaya kulkas, datar dan dingin !" Jawab Azel seraya masuk ke dalam rumah.
Azel berlari masuk ke dalam rumah menemui ayah dan bundanya. Dia menceritakan semua kejadian yang dia alami bersama Ayra. Dia memuji-muji Ayra setinggi langit dan dia sangat berharap Ayra bisa menjadi Kakak iparnya. Arsen sangat malu saat ini, sebenarnya dia juga berharap Ayra menjadi kekasihnya. Namun, dia terlalu gengsi untuk mengakuinya.
"Beneran, Kakak nggak mau sama Ayra ?" Goda Angel.
"Kalaupun aku mau, dia juga belum tentu mau sama cowok penyakitan kaya aku." Jawab Arsen.
"KAKAK AKAN SEMBUH !!" Teriak Azel lantang, dia berlari ke kamarnya sambil menangis. Dia tidak suka jika Kakaknya pesimis apalagi menyerah pada penyakitnya itu. Dia tahu jika penyakit Kakaknya tidak mudah untuk disembuhkan.
Bahkan dokter pernah berkata jika sudah parah. Kesempatan hidupnya hanya selama satu tahun saja. Dan yang terlama hanya bisa bertahan sampai lima tahun.
Sementara Ayra, sepanjang jalan dia tidak berhenti bergumam.
"Astaga, kenapa gue jadi gerogi banget lihat dia pake pakaian kaya gitu."
"Padahal kan gue udah sering lihat bang Andra dan Bang Agra kaya gitu bahkan telanjang dada, tapi biasah aja tuh. Tapi lihat Arsen, jantung gue kaya mau copot. "
" Aarggh.. Bisa Gila gue lama-lama."
"Gue harus periksa jantung nih sama Bang Agra. "
"Eh, tapi kan Bang Agra spesialis Kanker, emangnya bisa periksa jantung ?"
"Aah Bodo Amat ah !"
📽To be continue🎞
hai bang!