Kisah masa kecil anak laki-laki dan perempuan bernama Gilang dan Andin. Mereka adalah sepasang sahabat kecil. Mereka sama-sama duduk di bangku Sekolah Dasar.
Orang tua Gilang adalah seorang pegawai negeri sipil dan orang tua Andin adalah seorang petani. Meski mereka berasal dari status sosial yang berbeda, orang tua mereka tidak pernah melarang untuk berteman.
Suatu ketika, saat Gilang dan Andin lulus kelas 6 Sekolah Dasar. Orang tua Gilang dipindah tugas di kota. Akhirnya mereka terpisah. Gilang harus mengikuti orang tuanya dan tinggal di kota. Sedangkan Andin masih tetap di desa.
Setelah dua belas tahun berlalu, Gilang sudah lulus kuliah dan diterima kerja sebagai seorang dokter. Dan suatu saat, Gilang ditugaskan untuk mengabdi di sebuah desa yaitu Banjar Wangi tempat dia tinggal dulu waktu kecil.
Gilang pun dipertemukan dengan Andin yang sudah lama tak bertemu. Gilang bekerja di Puskesmas Desa Banjar Wangi. Disana dia bertemu dengan Andin yang bekerja sebagai seorang guru.
Saat bertemu Andin, Gilang sudah berstatus tunangan dengan Friska (teman kuliah Gilang).
Akankah Gilang dan Andin dapat bersatu?
Simak terus kelanjutan ceritanya ya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon e'Rmaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 28# Kepindahan Gilang
Hari ini adalah hari dimana Gilang harus mengikuti ayahnya pindah ke kota Jakarta. Gilang merasa sangat sedih karena harus meninggalkan desa tanah kelahirannya.
Begitu Andin yang merasa sangat sedih karena akan kehilangan sahabat sejatinya. Andin berpikiran memberikan kenang-kenangan untuk Gilang. Jadi pagi itu Andin membuatkan Gilang sebuah gelang dari tali yang bertuliskan nama inisial mereka.
"Sebaiknya aku ke pasar dulu deh untuk membeli bahan membuat gelang mumpung masih ada waktu, " ucap Andin lirih.
Andin pun bergegas keluar dari kamarnya dan dia pun pamit pada ibunya.
"Ibu.. Ibu.. ," teriak Andin.
"Ibu disini nak," sahut ibu dari arah dapur.
Andin pun menghampiri ibu di dapur.
"Ada apa nak kok panggil-panggil ibu?," tanya ibu.
"Andin mau ijin ke pasar sebentar ya bu, " ucap Andin.
"Loh kamu mau ngapain kok mau ke pasar?, " tanya ibu.
"Andin mau beli tali," jawab Andin.
"Beli tali buat apa nak?, " tanya ibu.
"Andin mau bikinkan Gilang gelang untuk kenang-kenangan bu," jawab Andin.
"Oh begitu ya nak. Ya sudah ibu ijinkan tapi jangan lama-lama dan harus hati-hati jalannya," ucap ibu.
"Terima kasih ya bu. Andin berangkat dulu. Assalamualaikum... " ucap Andin.
"Walaikumsalam, " jawab ibu.
Andin pun segera berangkat ke pasar. Dia menuju toko untuk membeli tali dan pernik huruf.
Ketika di dalam toko itu, Andin mencari bahan yang dibutuhkan.
"Ini bagus kalau dibuat gelang, " ucap Andin dalam hati.
Andin pun memilih bahan dan membayarnya. Dan setelah itu, Andin segera pulang ke rumah.
👑👑👑👑
Tepat pukul setengah sembilan pagi. Andin sampai di rumah.
"Assalamualaikum bu, " ucap salam Andin.
"Walaikumsalam. Kamu sudah pulang nak?," tanya ibu.
"Iya bu. Tadi Andin buru-buru membelinya takut gak keburu membuatnya, " jawab Andin.
"Ya sudah sekarang kamu makan dulu karena ibu sudah siapkan makan buat kamu, " ucap ibu.
"Makannya nanti saja ya bu. Takutnya nanti Andin gak bisa selesaikan gelang ini buat Gilang, " ucap Andin.
"Ya sudah kalau begitu. Kamu segera selesaikan gelang buat Gilang," ucap ibu.
"Kalau begitu Andin ke kamar dulu ya bu, " ucap Andin.
"Iya nak, " jawab ibu.
Andin pun segera masuk ke dalam kamarnya. Dan dia segera membuatkan gelang untuk Gilang.
"Aku harus cepat menyelesaikan gelangnya karena nanti jam sebelas, Gilang akan berangkat. " ucap Andin dalam hati.
Setelah tiga puluh lima menit, Andin pun selesai membuat gelangnya.
"Alhamdulillah selesai juga aku bikin gelangnya, " ucap Andin lirih.
Setelah Andin menyelesaikan gelang buat Gilang, Andin pun keluar dari kamarnya.
"Kamu sudah selesai buat gelangnya nak?," tanya ibu
"Alhamdulillah sudah selesai bu. Sekarang aku mau bantu ibu bersih-bersih rumah dulu, " ucap Andin.
"Tidak usah nak. Nanti biar ibu yang membereskan, " ucap ibu.
"Buar Andin saja bu. Ibu duduk saja, " ucap Andin.
"Terima kasih ya nak. Kamu memang anak yang rajin, " ucap ibu.
"Ya sudah sekarang Andin bersih-bersih dulu, " ucap Andin.
Andin pun segera membersihkan rumah dan tak lama kemudian Andin pun selesai membersihkan rumah.
"Alhamdulillah selesai juga kerjaan rumah. Sekarang aku mandi dulu deh, " ucap Andin.
Andin pun segera mandi. Dan setelah mandi, Andin pun makan bersama ibunya.
👑👑👑👑
Setelah selesai makan, Andin ijin pada ibunya untuk ke rumah Gilang.
"Bu, Andin ijin ke rumah Gilang ya. " ucap Andin.
"Iya nak, " jawab ibu.
"Terima kasih bu. Assalamualaikum, " ucap Andin.
"Walaikumsalam, " jawab ibu.
Andin pun segera berangkat ke rumah Gilang. Tak lama kemudian, sampailah Andin di rumah Gilang. Di rumah Gilang ada orang-orang yang sedang mengangkut barang ke pick up.
"Assalamualaikum, " ucap Andin.
"Walaikumsalam Andin, " jawab ayahnya Gilang.
"Gilangnya ada om?, " tanya Andin.
"Ada Ndin. Kamu masuk saja. Ada tante juga di dalam, " jawab ayahnya Gilang.
Andin pun masuk ke dalam rumah Gilang.
"Hai Andin. Gilang ada di dalam kamarnya tuh. Kamu masuk aja, " ucap bundanya Gilang.
"Maaf ya tante kalau kedatangan Andin mengganggu om dan tante lagi beres-beres, " ucap Andin.
"Kamu gak ganggu kok. Lagi pula ini sudah selesai. Kamu masuk saja ke kamarnya Gilang, " ucap bundanya Gilang.
"Terima kasih tante. Andin ke kamar Gilang dulu ya, " ucap Andin.
Andin pun mengetuk pintu kamar Gilang.
Tookkk... Toookkk..
"Gilang... Gilang.. " ucap Andin.
"Masuk Andin, " jawab Gilang.
Andin pun membuka pintu kamar Gilang. Dan Andin pun masuk.
"Hai Lang, " ucap Andin.
"Duduk disini Ndin, " ucap Gilang.
Andin pun duduk di kursi dekat Gilang.
"Andin maafkan aku ya. Mungkin selama aku berteman sama kamu, aku pernah berkata dan bersikap yang tidak baik sama kamu, " ucap Gilang.
"Aku maafkan semuanya kok Lang. Aku juga minta maaf ya kalau aku ada salah sama kamu, " ucap Andin.
"Sama-sama Ndin. Semoga suatu saat nanti kita bisa bertemu lagi, " ucap Gilang.
"Amin. Oh iya Gilang, aku ingin kasih kamu gelang ini. Aku ingin kamu selalu mengingatku," ucap Andin.
"Wah... bagus sekali Ndin. Aku suka sekali. Terima kasih ya Ndin. Apakah kamu membuatnya sendiri?," ucap Gilang.
"Iya Lang. Ini spesial aku buat untuk kamu, " ucap Andin.
"Oh iya, aku juga punya sesuatu buat kamu, " ucap Gilang.
Gilang pun mengambil kalung yang ada liontinnya. Lalu Gilang pun memberikannya pada Andin.
"Ini bagus banget Lang. Terima kasih ya Lang, " ucap Andin.
"Sama-sama Andin. Sekarang kamu buka lointinnya ya," ucap Gilang.
"Memang ada apanya Lang?, " tanya Andin.
"Buka saja nanti kamu bakalan tau, " jawab Gilang.
Andin pun membuka liontinnya. Dan Andin pun kaget ketika membukannya ternyata di dalamnya ada foto mereka berdua.
"Aku suka banget Lang. Aku akan ingat kamu dari foto ini, " ucap Gilang.
Saat mereka sedang asyik mengobrol. Tiba-tiba bundanya Gilang memanggil.
"Gilang, ayo kamu siap-siap karena kita akan berangkat. Karena jadwal keretanya jam 1 siang, " ucap bundanya Gilang.
"Iya bun. Gilang sudah siap kok, " jawab Andin.
"Nak Andin, maaf ya karena setelah ini kami harus berangkat. Maafkan tante dan om mungkin selama ini kami ada salah sama nak Andin, " ucap bundanya Gilang.
"Sama-sama tante, " jawab Andin.
Tak lama kemudian, mereka pun bersiap berangkat.
"Andin, aku pamit dulu ya. Sampaikan salam buat ibu dan ayah kamu karena kemarin aku belum sempat pamit, " ucap Gilang.
"Iya Lang. Nanti akan aku sampaikan ke ayah dan ibuku. Om dan tante hati-hati di jalan. Dam semoga kerasan di tempat barunya, " ucap Andin.
"Terima kasih ya nak. Kami berangkat dulu ya. Assalamualaikum, " ucap bundanya Gilang.
"Walaikumsalam, " jawab Andin.
Gilang bersama ayah dan bundanya pun berangkat dengan naik taksi. Dan setelah mereka berangkat, Andin pun pulang dengan raut muka yang sedih.
meski sudah terpisah tp tetap dipersatukan
Sukses ya Thor 👍☺
Seneng lihat Gilang sama Andin bisa bersatu lagi😁
Andin dan Gilang happy ending 🥰🥰