NovelToon NovelToon
Istri Cantik Tuan Presdir

Istri Cantik Tuan Presdir

Status: tamat
Genre:Romantis / Misteri / Tamat
Popularitas:2M
Nilai: 4.8
Nama Author: Asti Amanda

Lanjutan dari novel: Wanita Cantik Tuan Muda Dingin.
__________

Setelah melewati banyak waktu dan masalah. Raka sang CEO termuda di perusahaan Welfin telah berhasil menemukan kekasihnya dan bahkan tak menyangka jika kekasihnya itu memberikan sepasang anak kembar yang cerdas dan menggemaskan.

Namun masalah kembali datang dari istri tercinta yang memiliki Kepribadian Ganda. Karena itulah Raka mencoba menyembuhkan Sovia dan mulai belajar untuk menjadi Suami idaman untuk sang istri.

Akan tetapi seseorang mulai meneror keluarga kecilnya dan bahkan mencoba menyingkirkan satu persatu keluarga dekatnya. Hal ini karena perebutan harta waris di masa lalu di keluarga Welfin. Dapatkah Raka melindungi sang Istri dan kedua anak kembarnya, serta menyembuhkan mental Sovia?

Yuk kita simak perjuangan Raka dalam menyembuhkan Sovia dan perjuangannya menyelesaikan masalah yang silih datang berganti di keluarga kecilnya Raka.

Baca sampai selesai ya ^^
Terima kasih~

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Asti Amanda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

28. Bercak Darah

...[Beri like dan komen]...

Suara gelembung masih terdengar dalam bak itu. Perlahan-lahan ia diperlihatkan kejadian malam di mana ia jatuh ke laut. Terasa begitu dingin menusuk kulit putihnya. Tak ada siapa pun yang dapat menolongnya. Perlahan ia membuka mata melihat ke atas sambil mengulurkan tangan mencoba meraih sebuah cahaya kecil.

Mira tersentak, ia mulai tercekat tak dak dapat bernafas dalam air. Ia mencoba berenang ke atas namun tubuhnya tak dapat lagi ia gerakkan.

Seketika, gambaran itu langsung hilang disertai dirinya langsung keluar dari bak mandi.

"Hah ... hah."

Suara Mira terdengar tak beraturan. Ia hampir sesak nafas dalam bak itu. Terlihat ia mulai gemeteran kedinginan hampir membunuh dirinya sendiri dalam bak tersebut.

"Hiks, hiks."

Mira kembali terisak sambil bertekuk lutut dalam bak mandi. Air mata mulai turun mengenai wajahnya kembali setelah melihat dirinya jatuh ke sungai dan itulah ingatan dirinya yang terakhir.

"Hiks ... maaf. Maafkan aku." lirih Mira terisak tak percaya dirinya selamat dari aksi bunuh dirinya. Terlihat ia memukul kepala pada tepi bak mandi. Ia mencoba untuk tenang namun dengan cara yang salah.

Perlahan Mira berdiri dari bak mandi dan seketika air bak langsung tumpah ke berbagai lantai di dekatnya. Terlihat dirinya basah kuyup sambil berjalan ke arah pintu.

Nafasnya masih tak beraturan belum bisa bernafas dengan normal.

Bruk!

Mira terjatuh ke lantai. Ia merasa tubuhnya benar-benar tak berguna lagi. Terlihat ia mengepal lalu mulai berdiri kembali lalu berjalan ke arah sebuah lemari di depannya.

Mira perlahan meraih pintu lemari namun tiba-tiba ia kembali membenturkan kepalanya ke lemari di depannya. Memukulkan kepalanya berkali-kali dengan nafas masih terasa sesak disertai isakannya yang belum berhenti.

"Kenapa-kenapa ...." lirih Mira terbata-bata nampak terdengar putus asa.

Mira kemudian membuka lemari lalu melihat berbagai pakaian mewah di depannya. Ia pun mengambil sweater merah lalu mengganti pakaiannya yang basah.

Setelah mengganti pakaiannya, Mira lalu berbalik dan melihat pintu kamar yang masih terbuka. Perlahan ia berjalan lagi ke pintu itu.

Sesampainya ia di depan pintu. Mira mencoba kembali membuka pintu itu namun nyatanya sangat sulit baginya, apalagi sekarang ia tak memiliki tenaga lagi.

Pak! Pak!

Mira memukul pintu di depannya berkali-kali sambil menyandarkan kepalanya ke pintu lalu memanggil seseorang yang mengunci dirinya.

"Buka ... buka pintunya Raka," lirih Mira nampak mulai tenang namun terdengar amat menyedihkan.

"Kenapa ... kenapa kamu bodoh sekali. Ada banyak wanita diluar sana, tapi ... tapi kenapa kamu begitu bodoh masih mau bersama wanita gila sepertiku, hiks."

Mira kembali mengetuk pintu di depannya namun suara ketukan itu tentu tak dapat terdengar sampai ke kamar Dean di mana Raka sedang menenangkan putrinya itu.

"Aaaargh!" Mira berteriak lalu meremas rambutnya mulai kembali frustasi.

Tiba-tiba, Mira tersentak melihat sedikit darah tumpah ke lantai di depannya. Mira mulai merasa pening dan pusing tak dapat berdiri dengan normal.

"Argh, kepalaku ... kepalaku sakit sekali." desis Mira menyentuh kepalanya. Ia pun melihat sekeliling kamar dan seketika itu pun ia melihat kamar itu berputar dan tentu itu efek dari pusingnya.

Mira kembali tersentak melihat darah tumpah ke lantai. Perlahan ia menyentuh hidungnya dan seketika mata merahnya membola melihat noda darah pada jari telunjuknya. Mira pun melihat ke arah cermin dan melihat pantulan dirinya.

Kini ia terkejut melihat ia mimisan. Mira pun segera melihat sekitarnya mencari sesuatu yang dapat membersihkan mimisannya itu.

Dengan perasaan masih pusing tak berdaya. Mira berusaha berjalan ke arah meja di mana sebuah kotak tissu berada.

"Argh!" ringis Mira menyentuh kepalanya yang amat sakit.

Bruk!

Mira tiba-tiba terjatuh di depan meja itu. Ia meremas rambutnya merasa pening dan masih mimisan.

Mira pun mendongak melihat tissu di depannya. Ia pun meraih tissu itu lalu mengambil beberapa dan mengusap segera hidungnya. Bercak merah mulai terlihat dibeberapa tissu di tangannya dan ia membuang bekas mimisannya itu sembarangan di lantai.

Setelah merasa mulai tenang. Mira perlahan berdiri lalu tiba-tiba pintu kamar terbuka. Sontak Mira langsung berbalik melihat pria muda tampan di dekat pintu.

"Mira ...." ucap Raka terkejut melihat kondisi Mira. Ia segera berjalan cepat menghampiri Mira namun Mira malah melangkah mundur menjauhi Raka.

"Jangan ... jangan mendekatiku!" pekik Mira menundukkan kepala tak sanggup melihat wajah Raka lagi.

"Mira ... apa yang terjadi padamu?" tanya Raka masih mencoba mendekati Mira.

"Hahaha ...." Mira malah tertawa mendengarnya lalu ia seketika menatap Raka dengan tatapan dingin.

"Apa aku harus menjawabnya!" seru Mira berdiri di depan Raka.

"Mira ... maafkan aku. Aku hanya ingin kau ...."

"Hentikan! Aku tak mau mendengarnya lagi!" pekik Mira menghentikan ucapan Raka.

"Kenapa ... kenapa kau hiks ... begitu peduli padaku ...." Mira menunduk kembali sambil menangis. Dia mulai mengingat dirinya yang penuh akan dosa tapi Raka masih saja peduli dengannya.

"Kenapa diam. Kenapa diam, jawab aku, Ka!" pekik Mira berteriak.

"Hiks ... hiks, kenapa kau begitu bodoh. Dasar bodoh." Mira mengusap air matanya sambil menunduk dan terisak-isak di depan Raka.

Seketika Mira tersentak merasakan kehangatan dari pelukan Raka. Terasa begitu hangat dan nyaman bahkan menenangkan.

Terlihat Raka memeluk Mira dengan kelembutan dan begitu erat. Raka berusaha menenangkan Mira yang amat menyedihkan.

"Mira, berapa kali aku harus katakan pada soal perasaanku ini. Aku melakukan ini karena aku ...." lirih Raka terhenti sebab Mira langsung berbicara.

"Karena cinta?" ucap Mira terdengar suaranya begitu kecil.

"Benar Mira, aku sangat mencintaimu dan aku ingin kamu terlepas dari masa lalumu. Aku akan mencoba memberimu kebahagiaan." ucap Raka mengelus rambut Mira dan masih memeluk Mira.

Seketika Mira mendorong tubuh Raka lalu lepas dari pelukan itu dan tiba-tiba ia tertawa kembali.

"Hahaha ... cinta? Kau mencintai perempuan jahat sepertiku?" Tunjuk Mira pada dirinya. Terlihat matanya mulai sebab.

Sekali lagi Raka memeluk Mira lalu mengeluarkan semua unek-unek selama enam tahun ini.

"Tidak Mira. Bagiku kau tidak jahat. Kau adalah perempuan yang baik yang kucintai." lirih Raka memeluk erat Mira.

Tiba-tiba Mira kembali menangis terisak setelah mendengarnya.

"Bodoh, dasar bodoh." ucap Mira memukul dada Raka.

"Benar Mira. Aku memang bodoh, tapi aku tak salah mencintaimu." ucap Raka membuat Mira tersentak mendengarnya.

Tentu Raka tak menyesali mencintai wanita psycho seperti Mira. Raka malah senang dan berkat Mira, ia memiliki sepasang anak kembar yang jenius dan menggemaskan.

Sontak Raka tiba-tiba terkejut melihat Mira tak memberontak lagi. Tak ada suara tangisan dan isakah Mira dalam pelukannya. Raka pun melepaskan pelukannya lalu melihat Mira.

Kedua mata biru Raka membola melihat Mira kembali mimisan. Bahkan wanita itu pingsan dalam pelukan Raka tadi.

"Mira, Mira." ucap Raka mengguncang Mira memastikan kondisi Mira. Namun tetap saja Mira sudah pingsan.

Raka pun kuatir dan panik, ia segera mengangkat Mira lalu meletakkan dengan pelan tubuh Mira ke ranjang. Seketika ia segera berjalan ke pintu dan memanggil pelayan untuk memanggilkan Dokter Frans.

Setelah menyuruh pelayan. Raka segera berjalan kembali ke arah ranjang. Sontak mata Raka tertuju pada bekas tissu yang berserakan di lantai di mana ada bercak merah pada tissu itu.

Raka pun segera duduk di dekat Mira dengan perasaan makin kuatir dan panik. Ia memegang tangan Mira yang mulai terasa dingin. Perlahan Raka mencium tangan itu tak henti-hentinya berharap istrinya baik-baik saja. Namun kepanikan dan rasa was-was Raka malah semakin menjadi-jadi dan ia mulai deg-degan dengan kondisi Mira.

...______...

Bersambung ....

Apa yang akan terjadi selanjutnya?

... Beri like dan vote ya hihi~...

... Terima kasih Reader tercinta~...

1
caca
kayaknya pelaku kecelakaannya pak Hendra sih
arfan
up
Anonymous
Anita lu gk tau diri
Aurora Almera
lanjut kakak
Ana Uhibbuka Fillah
aku mampir thor
Ernita Anggara
thor lia kn profesor... d awal baca dy kn yg membantu si tian Al....
Ernita Anggara
mata merah jangan2 it ayah nya mira. ato saudara ayah nya mira... y kan thor
uhuuuyyy
akyuuu sukaa cerita nyaa...maachii yaa thoor...selamat..karyamu sungguh menarik..hebaatttt😍😘
uhuuuyyy
ooh ikut bahagia thoor😍😍
uhuuuyyy
semakin seru
uhuuuyyy
apakah itu kakaknya mira
uhuuuyyy
haduuh perutku mules ngekek aja
uhuuuyyy
uhuuyyyyu coo cuiiit ..anita n willy😘😘😍😍
uhuuuyyy
haizzzh pasti modus ini si mira n liana n kevin🤭
uhuuuyyy
papa hendra mau menguasai harta keturunan welfin kyk nya
uhuuuyyy
pasti dalang di balik pertengkaran paman Al rachel dan ayahnya welfin adalah papa hendra..
uhuuuyyy
waah pak hendra gk beres niich
uhuuuyyy
ikutan tegang thoor🙈
uhuuuyyy
bahagia nyaa mrk bersatu dan berkumpul lagi😍
uhuuuyyy
berati Raka putra nya tuan Al...makanya Raka sperti tuan Al bisa melihat makluk astral
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!