Nova lisma, gadis desa yang tiba-tiba mendapat sistem keberuntungan, tentu saja terkejut. namun, dia langsung memanfaatkan semuanya. dan dia yang mengupayakan untuk kuliah, benar-benar memanfaatkan sistem tersebut.
dia mengumpulkan modal dari hadiah sistem, dan kemudian perlahan membuka usahanya sendiri.
sementara, setelah dirinya mendapatkan sistem, dia pun jadi melupakan kebiasaannya yang selalu menempel pada seorang laki-laki yang merupakan seniornya. Julian.
lalu bagaimanakah selanjutnya ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tirta_Rahayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
14. meneteskan air mata
keesokan harinya. tak terasa, pukul 03.00 sore pun tiba. kapal akan berangkat pukul 06.00 sore. Nia dan Nova pun langsung bersiap untuk pergi ke pelabuhan. Nova langsung memesan taksi online mereka, dan nia sendiri mengunci rumah kontrakan.
setelah taksi onlinenya datang, Nova langsung membantu Nia memasukkan barang-barang ke dalam mobil. baru Setelah itu mereka pun berangkat ke pelabuhan. Nova tentu saja harus menemani Nia, karena Nia sendirian, dan juga dalam kondisi sakit walaupun tidak kritis.
setelah sekitar 15 menit perjalanan mereka menuju pelabuhan dengan menggunakan taksi online, akhirnya mereka pun tiba. Nia berniat ingin membayar ongkos, namun nyatanya Nova sudah membayarnya terlebih dahulu.
"maaf Kak.. ongkosnya sudah dibayar sama Kakak ini." tunjuk drivernya ke arah Nova. Nova pun langsung memperlihatkan deretan giginya kepada Nia.
"hehehe"
"oh baiklah. makasih ya bang.."
"Iya Kak sama-sama.." driver itupun langsung meninggalkan tempat tersebut setelah pengguna jasanya turun.
Nia menatap Nova dengan sedikit lirikan tajam. namun Nova tak terpengaruh sama sekali.
"ayo kita angkat dan kita beli tiket kamu dulu. ambil ranjang aja ya biar kamu bisa istirahat dengan baik." tuturnya. Nia yang mendengar itu langsung mendengus.
"baiklah baiklah.. Aku harap ini bukan ongkos ya. tapi murni kamu ingin membantuku.." tuturnya.
"iya iya.. ayo buruan." akhirnya, Mereka pun langsung pergi menuju loket. di sana, Nova langsung menerobos untuk mengambil tiket Nia. dia tidak yakin, Nia bisa berjalan cepat dan tahan antrian.
setelah dapat, sebelum masuk kapal, Nova membeli beberapa snack dan minuman untuk Nia. karena memang mereka cukup dekat, dan Nia juga adalah teman yang baik yang pernah ia miliki. Nia, mereka masih sekolah SMA selalu mentraktirnya jajan. karena dia sendiri tidak bawa jajan atau tidak memilikinya.
setelah itu, Mereka pun baru berangkat dan masuk ke dalam kapal. di sana, Nova lagi-lagi membantu Nia mencari ranjang. setelah ketemu, Nova langsung meletakkan barang-barang itu dan menyusunnya dengan baik agar Nia juga bisa beristirahat.
"sudah.. kamu hati-hati di jalan ya ni. maaf banget ngerepotin kamu yang sedang sakit ini. Dan aku harap pengobatanmu di kampung berjalan lancar ya. biar kamu bisa kembali cepat ke kota." tutur Nova sambil tersenyum. Nia juga ikut tersenyum.
"sama-sama. makasih banyak ya atas bantuannya. Maaf udah ngerepotin kamu. BTW, terima kasih juga untuk bekal perjalanannya. kamu kalau pulang hati-hati ya." tutur Nia lagi.
"oke oke.. kalau begitu aku balik dulu ya.. takutnya kapalnya nanti malah mengangkutku juga sekalian." tuturnya dengan candaan. Nia dan Nova pun langsung tertawa.
"Ya sudah sana.." akhirnya, Nova pun langsung meninggalkan Nia dengan tenang. karena Nia sendiri sudah mendapatkan tempat yang bagus dan tidak perlu berdesak-desakan dengan penumpang lain.
baru saja dia turun dari atas kapal, dia kembali dikejutkan dengan suara sistem.
Ting
"tuan rumah telah terdeteksi melakukan transaksi sebanyak 80.000. dan tuan rumah juga telah terdeteksi membantu sesama dengan tulus. tuan rumah berhak mendapatkan hadiah, kemampuan mata dewa, dan bisa melihat segala penyakit. dan juga berhasil mendapatkan cashback senilai 4.000.000. dananya sudah ditransfer ke dalam rekening."
Nova yang mendengar itu langsung tersenyum. bahkan hadiah mata dewa yang ia dapatkan langsung menjadi aktif.
(wah!! masih ada hadiah mata dewa dari sistem ? ini benar-benar keajaiban dunia.) batinnya. namun dia tetap tersenyum dan berbinar-binar karena lagi-lagi dia mendapatkan jackpot hari ini.
Akhirnya dia pun memesan ojek onlinenya kembali, dan langsung pulang ke kosan miliknya. dan lagi-lagi, dari hasil transaksi yang ia dapatkan selalu mendapatkan cashback. walaupun transaksinya hanya rp5.000 saja. namun cashback, tentu saja tetap masuk ke dalam rekeningnya.
*******
keesokan harinya, di mana hari ini adalah hari Minggu, waktu libur nasional. dan pagi ini, Nia yang merupakan orang yang membawa titipan Nova tiba di kampung halamannya. tak lupa, Nia singgah terlebih dahulu di rumah kedua orang tua Nova. kebetulan, mereka sampainya di pagi hari, jadi Masih sempat bertemu.
"assalamualaikum.. bibi Isma.." ucap Nia dengan suara pelannya.
"waalaikumsalam.." ibu yang dipanggil Ibu Isma itu langsung keluar dari rumah gubuknya itu. dan langkah terkejutnya ia, ketika melihat keberadaan Nia di sana.
"eh.. nak nia..? kamu sudah pulang nak ? bagaimana kondisi kamu ?" tanya Ibu Isma dengan penuh perhatian. karena dia tahu, Nia adalah teman dekat anaknya Nova. walaupun mereka miskin dan tidak punya apa-apa, tetapi Nia tak pernah menunjukkan sikap yang merendahkan mereka.
bahkan Nia sendiri tak merasa jijik kalau harus berbagi makanan dengan anaknya itu.
"Alhamdulillah bu.. untuk sekarang baik-baik saja. oh ya Bu.. ini ada titipan dari Nova. ini ada amplop, isinya uang sekitar 5 juta katanya. terus, di dalamnya juga ada surat. Ibu tolong dibaca ya. terus, ini ada handphone. handphone ini sudah disetel oleh Nova. dan yang terakhir ini ada karton, isinya buah-buahan untuk ibu dan juga Pak Rusman." tuturnya dengan senyuman. walaupun, nia tidak tahu dari mana sahabatnya ini dapat uang, namun hatinya tetap merasa senang ketika melihat wajah binar Ibu sahabatnya itu.
"Masya Allah nak.. Maaf sudah merepotkan kamu.. buka saja. kamu bawa sedikit untukmu ya.." Nia yang mendengar itu pun dengan cepat menolak.
"aku sudah ada kok bi. Nova juga sudah memberikan untuk. uang rp300.000 sama buah-buahan juga. ini untuk ibu dan sekeluarga saja." tuturnya lagi. mendengar itu, Ibu Isma tertegun sejenak. ingin sekali rasanya dia bertanya banyak hal. tapi ketika melihat kondisi Nia, rasa iba dan kasihannya muncul.
"baiklah kalau begitu nak.. terima kasih ya. kalau begitu, Kamu langsung pulang aja nak biar cepat istirahat. Tapi, kalau nanti bibi ingin bicara dengan Nova, bibi boleh minta tolong kamu kan nak..?" tanya Ibu Isma dengan sedikit keraguan di dalam hatinya. mendengar itu, Nia langsung melebarkan senyumnya.
"tentu saja bibi.. bibi kan tahu di mana rumah Nia.. bibi bisa datang kapan aja. kalau begitu nia langsung pamit ya bi.. assalamualaikum." ucap Nia sambil menjalani kembali tangan kasar Ibu Isma.
"ya nak. waalaikumsalam.. sekali lagi terima kasih banyak ya nak.."
"iya bi sama-sama.." setelah itu, Nia pun langsung bergegas menemui saudaranya kembali dan kemudian bergegas kembali ke rumahnya.
begitu pula dengan Ibu Isma. dia memandangi amplop putih di tangannya dengan perasaan yang campur aduk. dia juga memandang handphone di tangannya yang lain.
"ya Allah. sungguh tidak becusnya kami menjadi orang tua bagi anak-anak kami." ucapnya sambil meneteskan air mata.