NovelToon NovelToon
Bule Kepincut Gadis Pohon

Bule Kepincut Gadis Pohon

Status: sedang berlangsung
Genre:Pelakor / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Romansa / Komedi / Enemy to Lovers / CEO Amnesia
Popularitas:3.2k
Nilai: 5
Nama Author: Indira MR

Seminggu menjelang hari bahagianya, dunia Jamila runtuh seketika. Di sebuah gubuk tua di tepi sawah, ia menyaksikan pengkhianatan paling menyakitkan: Arjuna tunangannya, justru bermesraan dengan Salina, sepupu Laila sendiri. Sebagai gadis yatim piatu yang terbiasa hidup prihatin bersama kakaknya, Jamal, serta sang kakek-nenek, Engkong Abdul Malik dan Nyai Umi Yati, Mila memilih tidak tenggelam dalam tangis.
​Jamila mengalihkan rasa sakitnya dengan bekerja lebih keras. Dengan kulit hitam manisnya yang eksotis dan kepribadian yang pantang menyerah, ia mencari nafkah melalui cara yang tak lazim: live streaming di TikTok. Bukan sekadar menyapa penonton, Jamila melakukan aksi nekat memanjat berbagai pohon mulai dari jambu hingga durian sambil bercengkerama dengan para followers nya
​Awalnya hanya kagum pada keberanian Laila, Daren, pemuda tampan dari Eropa perlahan jatuh cinta pada ketulusan Jamila, dan berniat melamarnya, apakah Jamila menerima atau tidak ya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Indira MR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 11. Rendang is number One

​Bandara Berlin Brandenburg pagi itu saksi bisu sebuah drama kolosal. Daren, dengan setelan jas slim-fit yang harganya bisa untuk membeli satu hektar kebun pete, berdiri tegak di depan gerbang keberangkatan.

Di sampingnya, Jerry tampak seperti zombie yang baru bangkit dari kubur, matanya merah bukan karena begadang mengerjakan laporan audit, tapi karena trauma cabai rawit bakso beranak kemarin.

​"Daren, kau yakin?" tanya Jerry untuk keseribu kalinya, sambil memeluk koper berisi perlengkapan panjat pohon merk Mammut.

"Klien Swiss kita sudah menunggu di ruang rapat. Mereka punya cokelat terbaik di dunia, kenapa kita malah terbang ke tempat yang kelembapannya 90%?"

​Daren menatap cakrawala dengan tatapan puitis yang agak berlebihan.

"Jerry, cokelat Swiss memang manis, tapi senyum Jamila lebih melegit daripada dodol Garut. Aku harus pergi. Hati ini bergetar setiap kali melihat postingan motor merahnya."

​Tiba-tiba, suara lengkingan memecah keheningan bandara.

​"DAREEEEN! YOU STUPID GERMAN BOY!"

​Seorang wanita cantik dengan rambut pirang platinum dan kacamata hitam sebesar piring makan berlari mendekat. Itu Sakura, model asal Jepang-Jerman yang selama ini merasa punya hak eksklusif atas Daren.

​"Daren! Kamu mau ke mana? Kita punya jadwal pemotretan di Paris!" teriak Sakura sambil menghentakkan kakinya yang memakai sepatu stiletto mahal.

"Maaf, Sakura. Urusan hati tidak bisa menunggu. Saya takut Jamila jatuh ke tangan Koko Sen yang punya pabrik paku atau Harun Dubai yang punya sumur minyak. Saya pergi dulu. Sayonara!"

​Sakura melongo. "Jamila? Siapa Jamila? Apa dia model Victoria's Secret?!"

​"Bukan," jawab Jerry sambil menyeret koper.

"Dia adalah ahli botani spesialis Parkia speciosa alias pete. Sudah ya, Sakura, jangan menangis. Nanti maskara mu luntur jadi kayak hantu Sadako."

​Pesawat First Class itu mendarat di Jakarta setelah belasan jam perjalanan. Daren turun dengan gagah, mengenakan kacamata hitam dan parfum yang wanginya tercium sampai ke loket imigrasi. Namun, begitu pintu geser Bandara Soekarno-Hatta terbuka, panas Jakarta langsung menyambut mereka seperti pelukan kompor gas yang bocor.

​"Oh mein Gott, Jerry. Kenapa udaranya terasa seperti di dalam mesin pengering baju?" keluh Daren sambil mengelap keringat dengan sapu tangan sutra.

​Di kejauhan, tampak tiga gadis sedang melambai-lambai dengan heboh. Jamila mengenakan kaos bergambar kucing yang bertuliskan "WANI PERIH" , Kayla dengan celana jin belelnya, dan Cintya yang tetap modis dengan jilbab warna pastel.

​Jantung Daren seakan berhenti berdetak saat melihat Jamila. Di matanya, Jamila tampak bercahaya, kulitnya yang eksotis kecokelatan terpapar sinar matahari tropis terlihat seribu kali lebih menarik daripada model-model pucat di Berlin.

​"Jamila!" panggil Daren dengan suara bariton yang dibuat-buat serak supaya terdengar seksi.

​Daren mendekat, hendak memberikan kecupan di pipi kanan dan kiri tradisi sapaan ala Eropa. Namun, sebelum wajahnya mendarat, Jamila sudah mundur tiga langkah sambil mengangkat tangan seperti gerakan menangkis serangan karate.

​"Eits! Stop right there, Mr. Berlin! Bukan muhrim! Di sini salamannya pake doa, bukan pake tempel pipi," ujar Jamila sambil tertawa lebar, menunjukkan deretan gigi putihnya yang rapi.

​Jerry, yang melihat Kayla dan Cintya, langsung memasang mode playboy internasional.

Ia mencoba meraih tangan Kayla untuk dicium.

"Hello, beautiful lady. I am Jerry. I can be your Tom if you want to be my Jerry."

​Kayla menarik tangannya cepat-cepat.

"Astagfirullah, Mas Jerry! Jangan pegang-pegang, nanti saya harus mandi besar tujuh kali pake tanah kalau kena najis rayuan bule!"

​Daren hanya bisa terdiam kaku dengan tangan menggantung di udara.

"Oh, maaf. Saya lupa. Saya... saya bawa oleh-oleh untukmu, Jamila."

​"Makasih, Daren. Tapi sekarang kita makan dulu ya. Kalian berdua pasti laper abis terbang jauh-jauh dari kutub utara," ajak Jamila riang.

​Mereka sampai di sebuah rumah makan Padang yang sangat ramai. Daren dan Jerry duduk dengan kikuk di depan meja kayu panjang. Pelayan datang dengan tarian piring yang luar biasa, menyusun belasan piring kecil di depan mereka dalam hitungan detik.

​"Daren, ini namanya Rendang. Ini Paru. Ini Ayam Pop. Dan yang merah-merah ini... ini adalah sambal merah," jelas Jamila sambil menunjuk sambal ijo dan sambal merah.

​Jerry, yang ingin pamer di depan Kayla dan Cintya, langsung mengambil sepotong paru goreng dan melumurinya dengan sambal merah sebanyak-banyaknya.

​"Don't worry, Kayla. My stomach is made of steel. In Berlin, I eat... uh... Bratwurst with mustard!" ujar Jerry penuh percaya diri.

​Begitu suapan pertama masuk, mata Jerry langsung melotot.

Wajahnya yang tadinya putih bersih berubah menjadi merah cabai dalam hitungan detik. Ia mencoba menelan, tapi tenggorokannya terasa seperti sedang dilewati kawat berduri yang terbakar.

​"Jerry! Minum!" teriak Daren panik.

​"NO! I... I am fine..." desis Jerry dengan suara yang terdengar seperti ban mobil bocor. Air mata mulai mengalir di pipinya.

"Kayla... are you seeing this? I am... I am brave, right?"

​Kayla malah tertawa terpingkal-pingkal. "Brave sih brave, Mas, tapi itu ingus lu udah mau masuk ke piring. Nih, minum es teh manisnya!"

​Sementara itu, Daren mencoba makan dengan lebih anggun, namun ia tetap saja kepedasan saat mencoba sayur nangka yang ternyata mengandung cabai rawit tersembunyi.

​"Jamila, kenapa makanannya... sangat agresif di lidah?" tanya Daren sambil mengipasi mulutnya dengan tangan.

​"Itu namanya rasa, Daren! Kalau nggak pedas, bukan hidup namanya," sahut Jamila santai sambil melahap rendang dengan tangan kosong (muluk).

​Daren memperhatikan Jamila dengan kagum. Gadis ini begitu apa adanya. Tidak ada kepura-puraan. Tidak seperti para sosialita di Berlin yang makan salad hanya dua helai daun demi menjaga bentuk pinggang.

​Setelah makan, suasana menjadi sedikit lebih santai. Jerry, yang sudah pulih dari "serangan" sambal berkat dua gelas es teh manis, mulai melancarkan aksinya pada Kayla dan Cintya.

​"You know, Kayla, your eyes are like the stars over the Spree River in Berlin. Very bright, and very... uh... brown," rayu Jerry sambil mengedipkan sebelah matanya.

​Daren yang duduk di sebelah Jamila langsung menyenggol lengan Jerry

. "Jerry, berhenti merayu mereka. Mereka itu gadis baik-baik, bukan teman-teman klab malammu di Kreuzberg!"

​"Oh, Daren. Kamu iri karena kamu terlalu kaku seperti patung Brandenburg Gate," balas Jerry enteng. Ia lalu berbalik ke Cintya.

"Cintya, kalau aku jadi gubernur di sini, aku akan membangun jalan tol khusus dari hatiku ke rumahmu."

​Cintya hanya bisa geleng-geleng kepala.

"Mas Jerry, gombalannya basi banget. Mending bantuin Jamila panjat pohon pete besok, berani nggak?"

​Daren dan Jamila sendiri terjebak dalam kecanggungan yang manis. Daren ingin mengatakan sesuatu yang romantis, tapi otaknya sedang sibuk memproses rasa pedas yang masih tertinggal.

​"Jamila," panggil Daren pelan.

"Ya, Mr. Berlin?"

"Saya sungguh-sungguh datang ke sini. Saya tidak mau kamu jadi 'Ani-ani' untuk Koko Sen atau Harun Dubai. Saya punya... saya punya cokelat Jerman asli di koper."

​Jamila tertawa, suara tawanya membuat Daren merasa perjalanan 18 jam itu sangat berharga.

"Daren, Daren. Gue udah bilang, gue sukanya jadi 'Anu-anu'. kamu jauh-jauh dari Berlin cuma mau nganter cokelat? Kenapa nggak kirim lewat paket aja?"

​"Karena paket tidak bisa memberikan perlengkapan panjat pohon profesional merk Mammut secara langsung," jawab Daren serius.

​Sebelum menuju hotel untuk beristirahat, Daren meminta Jerry membuka koper mereka di parkiran. Suasana mendadak heboh saat Daren mengeluarkan kantong-kantong berisi cokelat premium dan peralatan outdoor yang sangat canggih.

​"Ini buat Kayla, ini buat Cintya," ujar Daren sambil membagikan kotak-kotak cokelat besar.

"Dan ini... untukmu, Jamila."

​Daren mengeluarkan sebuah helm pengaman warna oranye neon dan tali harness yang biasanya digunakan untuk mendaki pegunungan Alpen.

​"Ini supaya kamu aman saat mencari pete. Saya tidak mau kamu jatuh. Jika kamu jatuh, biar jatuhnya ke pelukanku saja," ucap Daren, yang rupanya diam-diam sudah belajar teknik gombal dari Jerry di pesawat.

​Jamila menerima helm itu dengan mata berbinar.

"Wah! Keren banget ini! Bisa dipake buat narik motor kalau mogok juga nih. Makasih ya, Daren!"

​"Sama-sama. Sekarang, kalian pulanglah. Kami akan ke hotel. Besok... bisakah kita bertemu lagi? Saya ingin melihat ohin pete yang legendaris itu," pinta Daren.

​"Boleh banget! Besok pagi gue jemput pake motor baru gue ya! Kita bonceng tiga... eh jangan, nanti ditilang polisi," kata Jamila.

​Malam itu, di sebuah hotel mewah di pusat Jakarta, Daren dan Jerry terkapar di atas kasur masing-masing.

​"Jerry, perutku rasanya seperti sedang ada konser Rammstein di dalamnya," keluh Daren sambil memegangi perutnya.

​"Sama, Daren. Tapi kau lihat tadi? Kayla tertawa karena aku. Itu artinya kemajuannya pesat," sahut Jerry bangga.

​Daren menatap langit-langit kamar.

"Jamila sangat cantik hari ini. Tapi Jerry, apa itu 'Anu-anu'? Tadi dia bilang dia mau jadi 'Anu-anu' saja."

​Jerry berpikir sejenak.

"Mungkin itu istilah lokal untuk wanita yang sangat mandiri dan suka beli motor cash? Entahlah. Yang jelas, besok kita harus siap-siap. Kita akan masuk ke hutan. Pastikan sepatumu tidak licin."

​"Aku siap," gumam Daren sebelum terlelap.

"Demi Jamila, aku rela berubah dari Sultan Berlin menjadi Ninja Sukamaju."

​Sementara itu di Sukamaju, Salina sedang sibuk melatih suaranya di depan cermin, "UAAAAAAAARRRGGHHH!"

​Arjuna yang sedang tidur langsung terbangun kaget. "Astaga Sal! Ada apa?!"

​"Lagi latihan jadi hantu, Mas! Kan aku mau jadi artis internasional! Biar Jamila tahu, kalau dia punya motor baru, aku punya karier di dunia"

Bersambung

1
Mingyu gf😘
oke mereka berdua sama aja🤣
Indira Mr: he.. he.. 🤣🤣🤣
total 1 replies
Mingyu gf😘
hahaha🤣🤣 darren sudah tidak warss😄
Indira Mr: lumayan tidak waras kak.. 🤣🤣
total 1 replies
Wida_Ast Jcy
Salina Salina dasar lu ya gak mau kalah dech sama jamilaa
Indira Mr: suka tiru tiru Salina 🤣🤣
total 1 replies
Wida_Ast Jcy
aku mau donk.... thor😋😋😋
Indira Mr: iya kak ntar minta sama Jamila 🤣🤣
total 1 replies
Greta Ela🦋🌺
Thor, apakah bulenya punya teman lagi? Aku mau dong🤭
Indira Mr: bule banyak kak.. diaplikasi tapi yg benar gak tahu.. enakan produk local kak kalo mudik gak jauh..#canda ding 🤣🤣
total 1 replies
Greta Ela🦋🌺
Jadi serasa ngomong sama bule🤭
Indira Mr: bule pot and..kak.. 🤣🤣
total 1 replies
Greta Ela🦋🌺
Hah coklat swiss? Aku juga mau deh
Indira Mr: cari bule kak biar dapet oleh oleh coklat Swiss 🤣
total 1 replies
Jing_Jing22
ciiaa elah ngerosting si arjuna nggak tuh??😂
Indira Mr: mirif kyk gitu.. 🤣
total 1 replies
Jing_Jing22
lucu banget dah interaksinya🤭🤭
Indira Mr: polos si Jamila 🤣🤣
total 1 replies
Jing_Jing22
pede bener dahh😂😂
Blueberry Solenne
pasti lah dia datang ke indo, datang2 nglamar si mila ni
Indira Mr: pengennya langsung Lamar. gas keun 💪
total 1 replies
Blueberry Solenne
wkwkwk terbakar api cemburu tu bule, langsung mau kirim paus, kirim mas bule 20 kali wkwkwk
Blueberry Solenne
Bisa ae kamu mil😂😂😂
Indira Mr: biar dapat gift.. 🥰
total 1 replies
Blueberry Solenne
Semu demi cinta dong, Sakura, soalnya Darren udah kepincut sama Jamila tuh
Indira Mr: Yes,, you're right.., udh termila-mila itu 🤣
total 1 replies
CACASTAR
dulu makanya Jamila ngidam apa sih sampai dia suka banget manjat pohon
Indira Mr: mamanya Mila ngidamnya miara monyet tapi gak kesampean jadi anakny mirip monyet suka manjat pohon.. **fitnah author ** 🤣🤣
total 1 replies
Wida_Ast Jcy
Hahaha... paling yang pingsan aku aja thor🤣🤣🤣
Indira Mr: he.. he.. 🤣🤣🤣
total 1 replies
Wida_Ast Jcy
lah gitu gitu bule kepincut lho sama dia. dari pada lu🤭🤭🤭
Indira Mr: Salina tuh gitu sama Jamila,, takut Arjuna berpaling🤣
total 1 replies
Greta Ela🦋🌺
Tukang panjat pohon gitu, bule sampe kepincut sama dia. Lah kau hanya modal goda lakik orang/Facepalm/
Indira Mr: takut Arjuna diambil lagi sama Jamila 🤣
total 1 replies
Greta Ela🦋🌺
Heleh, dari pada elu
Mingyu gf😘
cihh padahal dia yg penggoda
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!