Apa yang kamu pikirkan pertama kali jika mendengar nama mertua namun, masih perjaka?
Arabella, menjadi menantu dari keluarga terpandang bahkan memiliki aset terbesar sejagat raya. Namun, entah kenapa dirinya merasa penasaran dengan keluarga dari pihak suaminya.
Aland, sosok ayah mertua bagi Arabella. Ia mempertahankan keperjakaan demi sebuah alasan.
Aland selalu menatap Arabella dengan tatapan yang sulit di pahami, entah itu suka atau benci. Tatapan tajam dari Aland begitu membuat Arabella salah tingkah.
Benny, sosok orang yang paling setia yang selalu ada buat Arabella namun, sebuah kekecewaan membawa malapetaka hingga dirinya ikut-ikutan perjaka!
Hingga pada akhirnya semua rasa penasaran terjawab bahkan cinta membawa Aland untuk ingin selalu berdekatan dengan Arabella. Bagaimana kisah dari mereka semua?
S2 Kisah Arelia - Saudara Kembarnya
Terdapat rasa candu yang begitu dalam, dendam yang membara, cinta di atas ranjang yang indah menggoda.
Ig: meldy_ta29
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Meldy ta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Fakta baru
H A P P Y R E A D I N G
Benny memilih duduk di sampingnya Aland, kemudian ia membisikkan sesuatu di telinganya. “ Ayo Aland lakukan tugasmu yang tadi kubilang. Ceraikan dia sekarang juga.”
Arabella mengerutkan keningnya, ia merasa curiga dengan bisikan Benny. “ Jangan mencuci otak suamiku, Ben!”
“ Diam, Ara! Kau itu istriku jadi tidak sepantasnya kamu bicara kasar padaku! Kau lihat kan, Aland. Dia bahkan berbicara kasar didepan kita berdua. Bukankah itu kejam apalagi dia sudah menjadikan kita mangsa untuk menjadi suaminya,” sahut Benny dengan fitnah kejamnya.
“ Hentikan, Ben, hentikan! Aku bukan istrimu. Sayang, kau lihat dia sedang mencoba untuk menipumu, Aland. Ayo sadarlah dan lihatlah semua ini, ku mohon ....” Arabella merengek-rengek sambil menarik-narik tangan suaminya berharap ucapannya di dengar.
Namun, percuma Aland justru mendorong Arabella dengan kuat. Ia bahkan tidak peduli dengan semua yang telah dikatakan oleh istrinya.
Aland berkata. “ Aku tidak suka melihat wanita yang tidak ada malu sepertimu. Kau bahkan istri dari temanku lalu sekarang menjadikan aku juga suamimu. Kita bercerai! Oh ya, teman tolong bawa aku untuk berpisah dengan wanita ini.”
Aland mengalihkan pembicaraan kepada Benny. Dengan cepat juga Benny menganggukkan kepalanya. “Tentu saja, biarkan aku yang menemanimu untuk mengurus semua syarat perceraian.”
“ Aland, kau tidak bisa melakukan semua itu. Ku mohon kita tidak boleh bercerai. Semua ini karena dirimu, Ben! Kau brengsek!” bentak Arabella namun, sayang Aland tidak pedulikan apapun ucapannya meski dia sudah merengek minta perhatian.
...----------------...
Dua hari kemudian. Semuanya bagaikan mimpi yang membuat Arabella begitu sengsara. Ia juga sudah sah menjadi janda bahkan saat ini dirinya tinggal di kediaman Benny begitupun dengan Aland tapi, sayangnya selama dua hari penuh ia belum pernah melihat batang hidungnya Aland. Begitupun dengan Benny sama sekali tidak ia ketahui sedang berada di mana sebab dirinya terkurung di dalam kamar tanpa di perbolehkan keluar kecuali dengan izin dari Benny.
Sungguh takdirnya sangat disayangkan. Tidak ada yang peduli duka dan lara di hatinya. Bagaikan burung di dalam sangkar. Dunia yang kejam membuatnya harus menerima hukuman. Pikirannya diluar namun, tubuhnya terkurung di dalam. Pikirannya menangis, hatinya hancur. Sejarah tertulis penuh dengan air mata. Arabella terisak mengingat semua masa-masa indah yang sekarang berubah menjadi kenangan yang mungkin tidak bisa di ulang. Hatinya mencoba kuat meratapi semua keburukan yang dengan sengaja sedang di mainkan oleh orang lain. Saat dirinya sedang meratapi kekejaman dunia tiba-tiba suara pintu terbuka membuatnya terkejut hingga ia berpaling menatap pada sosok pria yang sedang mencoba masuk kedalam kamar itu.
“ Hello, Ara. Lama tidak berjumpa,” sapa Benny yang langsung mendekati Arabella.
“ Keluar kamu. Aku tidak ingin melihatmu,” sahut Arabella sembari menatap kearah lain.
“ Ayolah, Ara. Tidak perlu seperti itu bagaimana jika aku menghilangkan kehampaan di hatimu sedikit berkurang sebaiknya aku memanggilmu dengan sebutan Bella. Bukankah itu menarik?” ucap Benny sambil berdiri tepat di depan Arabella hingga membuat gadis itu tidak bisa mengelak untuk melihatnya.
“ Jangan panggil aku dengan sebutan Bella. Panggilan itu hanya Aland yang bisa memanggilku,” ketus Arabella tanpa rasa takut.
“ Cukup! Aku muak dengan semuanya ini. Apapun yang akan ku panggil semuanya terserah padaku. Mungkin kau tidak tahu bahwa Aland sudah pergi jauh bahkan dia tidak bisa kembali lagi karena dia sudah mati.”
Mata Arabella melotot sempurna. “ Apa maksudmu?! Jangan bilang kau membunuhnya!”
“ Ya itu benar karena memang aku membunuhnya, Bella. Kau tahu bahwa nyawa harus di bayar dengan nyawa. Jadi apalagi yang kutunggu? Tentu saja aku harus menghabisi orang yang sudah membunuh ibuku,” ungkap Benny dengan fakta yang baru.
“ Kau brengsek! Kita sudah sepakat bukan? Kamu tidak akan menyakiti Aland jika aku menyetujui surat perjanjian itu jadi apa maksudmu dengan membunuhnya? Kau tidak ada bedanya dengan ayahmu, Benny!"
...----------------...
Menurut kalian Aland beneran mati terbunuh atau masih hidup?