Aksa Putra Nugroho, anak pertama dari pasangan Clarisa Andriani dan Sbastian Alex Nugroho.
Clara Wijaya Saputri, anak pertama dari pasangan Reno Saputra dan Vivian Wijaya.
"Gua gak ngerti lagi sama orang tua sekarang. Emang nya masih ada gitu yang namanya jodoh jodohan di zaman modern gini."
"Aku gak sabar untuk menikah dengan kak Aksa kesayangan aku."
Entah bagaimana rumah tangga yang akan mereka bina nanti, jika di antara mereka hanya ada satu orang yang mencintai.
Happy ending kah ? atau Sad ending ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Diani Fitria, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Grup Chatting
Setelah semua urusan di kantor polisi selesai, Andri dan Leon bergegas kembali ke perusahaan karna ada meeting penting di N.G GROUP. Sebelum melajukan mobilnya, Andri meminta Leon untuk menunggu sebentar karna dia ingin menghubungi Alisha yang sejak tadi tidak terlihat.
"Halo cess, dimana sekarang, opah mau ke perusahaan nih ada meeting."
"Duluan aja deh opah, aku lagi di culik Rio nih"
"Speaker cess"
Alisha pun mengikuti perintah Andri, karna jika tidak Alisha akan di bully oleh Andri. Lebih gawatnya lagi jika sang opah mengompori daddy nya, maka bisa di pastikan Alisha akan dilarang untuk bekerja dengan Leon untuk sementara waktu.
"Rio, om titip si Alisha ya. Jagain baik - baik takut kalo di jalan penyakit miring nya kumat, yang ada nanti kamu malu sendiri."
"Memang Alisha sakit apa om"
"Sakit gila dia Rio, suka joget - joget gak jelas, berasa dirinya Lisha blackpink kali."
Terdengar suara Alisha yang sedang menanggapi lelucon opahnya dengan menyanyikan lagu LALISA milik Lisa.
"Tuhkan, biasanya kalo udah denger lagu energic gini dia bisa kumat Rio. Hati - hati aja kamu, sudah ya saya tutup. Oh ya, nanti sore datanglah ke rumah om Alex, papahnya Alisha. Ada yang mau om sampaikan, dan mungkin kamu juga ingin menyampaikan sesuatu ke om Alex."
Bagai mendapatkan lotre, hati Rio seketika berbunga - bunga. Semudah ini ternyata jalan untuk memiliki wanita pujaan hatinya selama ini. Namun, Rio tidak ingin berbesar kepala, karna masih ada orang tua Alisha yang harus dia hadapi.
"Lis" panggil Rio yang saat ini berada di samping Alisha
Mereka memutuskan untuk pergi ke sebuah taman yang tidak begitu ramai, tapi tetap menenangkan hati dan pikiran karna di penuhi dengan harum semerbak dari berbagai macam bunga.
"Hmmm"
"Aku suka sama kamu" ucap Rio dengan pandangan mata lurus ke depan
"Aku juga"
Seutas senyum terukir begitu saja di bibir Rio. Meski matanya terus menatap ke depan, tapi dia tidak bisa membohongi hatinya yang sangat begitu bahagia saat ini.
"Tapi Rio, kalo kamu berniat untuk lebih dari sekedar ini. Aku belum siap," ucap Alisha
"Aku akan menunggu, selama ini aku menunggu dan tidak pernah lelah. Sekarang, saat aku tau kamu juga membalas rasa ini, tidak ada alasan untuk aku tidak menunggumu kembali."
"Terimakasih Rio, tapi jika kamu lelah carilah penggantiku. Carilah wanita lain yang pasti akan lebih pantas bersanding dengan mu, dan saat kamu menemukannya aku akan ikhlas untuk kebahagian kamu." jelas Alisha
Rio menggenggam tangan Alisha, menarik tangannya dan di letakkan tepat di dada sebelah kiri bagian jantungnya.
"Kamu dengar, jantung ini akan selalu berdegub kencang jika bersamamu, jika mendengar suaramu, dan jika merindukanmu."
Mereka saling pandang, menatap dalam manik mata pasangan di hadapannya untuk mencari sebuah kesungguhan. Siang hari yang tidak begitu panas, mereka habiskan untuk menceritakan apa saja yang terjadi dengan mereka termasuk penembakan Alisha dan penyamaran Rio.
-------------
Berbeda tempat, beda juga kisahnya. Saat ini Clara sedang di sibukkan dengan menyuapi calon suaminya yang duduk di hadapannya. Sedari tadi Aksa terus saja bersikap sok sibuk, sampai akhirnya Clara lelah memintanya untuk makan. Akhirnya, Clara sendirilah yang menyuapinya, sedangkan Aksa dengan senang hati menerimanya.
"Laptop atau aku" tanya Clara
"Ada meeting bentar lagi yank, mumpung opah belum balik. Bisa ngenyap - ngenyap dia nanti kalo tau aku sibuk sama kamu."
"Iya tapi gak gini juga, ini udah jam makan siang bang. Untung aja aku kesini, kalo gak pasti abang gak makan." ucap Clara esmosi
CUP
Satu kecupan mendarat di pipi mulus Clara, membuat sang pemilik bersemu merah.
"Bibir nya nanti ya, selesai ini langsung deh"
PLAK
"Mesum" ucap Clara setelah memberikan pukulan ringan di lengan kekar Aksa.
Acara makan siang mereka pun selesai, bersamaan dengan kembalinya Andri dan Leon yang saat itu segera masuk ke ruangan Aksa setelah mengetahui kedatangan Clara.
"Untung cepet masuk, kalo gak bisa jadi suram perusahaan gua di jadiin tempat mesum lu berdua." ucap Andri
"Siapa juga yang mesum, cek aja tuh cctv kalo gak percaya."
Baru saja para tetuah datang, Aksa sudah menyerahkan berkas - berkas untuk meeting hari ini. Karna sang opah berada di perusahaan, jadi meeting akan di wakilkan oleh opahnya sendiri. Sementara Aksa memilih bermesraan dengan calon istrinya di kantor, untuk memanas - manasi calon opah mertuanya.
"Dah sana, hus ... hus ..."
"Kamvret emang anaknya si Alex" kesal Andri
"Kalian, jangan macem - macem." titah Leon yang sudah berada di depan pintu sebelum menutupnya
"Tenang om, satu macem aja kok gak lebih"
Setelah kepergian Leon dan Andri, Aksa mulai memasang wajah seriusnya. Menatap dalam wajah Clara, sampai membuat Clara malu.
"Abang apaan sih, biasa aja kali ngeliatinnya. Udah kaya kucing kelaperan di suguhin ikan tau gak sih " ucap Clara
"Kita kapan mau nikahnya yank, karna kejadian kemarin sampai lupa bahas rencana pernikahan kita."
"Aku ikut abang aja, tapi jangan buru - buru juga ya, takut dikira nya yang enggak - enggak sama rekan bisnis opah Andri." pinta Clara
Clara berucap dengan mata yang terus menatap handphone di tangannya, sedangkan jarinya dengan lincah mengetikkan satu persatu huruf yang ada di keyboard handphone nya.
"Aku atau Handphone" tanya Aksa
"Abang dong"
"Aku lagi chatingan sama saudara kamu nih di grup. Bang Aska kayanya lagi pedekate sama Marisa. Alisha juga tadi abis di tembak sama Rio. Ah aku jadi kepikiran buat nikah bareng - bareng sama mereka deh bang, seru kali ya 3 anak kembar Alex Purnama menikah bersamaan untuk menghemat biaya."
"Sekere itu abang sampai gak bisa bikinin kamu pesta pernikahan mewah. Masukin aku ke grup itu yank, nanti kalian gibahin aku lagi di belakang." ucap Aksa dengan kesal
Isi percakapan dalam grup
Clara Wijaya Saputri **telah menambahkan Aksa Putra Nugroho
Alisha** : Biang mesum masuk sini sih
Aska : Susah udah kalo mau gibahin dia
Aksa : Gua heran, kita saudara kembar tapi nama gua doang yang pake Nugroho. Ini kayanya si kakek tua itu udah firasat bakalan kere gegara cucu nya sendiri
Alisha : Gak usah ngelak dari pembicaraan, ngapain lo masuk sini
Aksa : Kalo boleh milih sih mendingan masukin si Maria Marcedes dari pada masuk sini
Clara : Stop, jangan mesum disini abang
Aksa : Iya sayangku 😘
Alisha : Dahlah gua masih di bawah umur, gak bisa denger ataupun baca - baca kemesuman kalian. Bye
Alisha : Eh jangan lupa balik cepet, ada acara di rumah. Opah bikin barbeque sama tim nya Rio @Clara bakalan ada cowok - cowok ganteng sist
Percakapan di tutup dengan tatapan tajam Aksa yang sedang berbaring, berbantal paha mulus milik Clara. Hingga Clara pun mengerti dan mengangkat kedua jari telunjuk dan jari tengahnya membentuk huruf V.
**Akhirnya bisa selesai juga bab ini 🙏 maaf banget kemarin aku kecapean sampai gak bisa mikir, jadi 1 bab ini aku bikinnya nyicil karna bener - bener lagi ngerasain capek pake banget.
BTW, tinggalkan jempoolnya ya para kesayangan daddy Alex dan abang Aksa 😘**