menceritakan sebuah kisah pertemuan yang tidak pernah diharapkan kedua belah pihak, pertemuan pertama kali yang membuat mereka terikat dalam sebuah ikatan cinta.
namun sebuah takdir yang tidak bisa dikatakan sebuah takdir baik.
pertemuan antara kedua manusia dengan sisi yang berbeda, akankan mereka bisa tetap bersama?
Aster dan Sisi gelap.
A Story of universal Valery Luv
jangan lupa follow akunku ....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Valery, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 27 - Love me or Hate Me?
Valery kembali ke rumah milik Woojin dengan perasaan yang begitu sedih, ingin sekali dia menangis tapi seperti itu tidak akan berguna untuk dia lakukan lagipula untuk apa dia menangis pria yang bahkan tidak memberikan satupun kepastian apa yang sedang dia lakukan sekarang dan selama dia meninggalkan Valery sendiri.
'pantaskan aku menanyakan hal itu padanya?'
Setelah selesai memarkirkan sepatu didepan rumah begitu saja, wanita itu dengan malas melangkah melewati Han yang selalu setia menjaga pintu di luar, melihat itu Valery tidak memperdulikan apa yang akan dikatakan olehnya untuk membela Tuan-nya, Valery butuh tempat untuk menyalurkan semua kekecewaan yang terus menghantui perasaan, sekilas pikiran negatif tentang Woojin dan sepupunya mulai menyatu dengan pikiran dan hatinya, mungkin mereka memiliki hubungan yang tidak Valery ketahui?
Sesampainya di kamar hal yang pertama kali Valery ini lakukan adalah merendahkan dirinya di air hangat di bak mandi, dia menyangkal semua pakaiannya lalu berjalan mendekati bak mandi yang sudah penuh dengan air busa karena mandi dengan busa adalah kesukaan Valery, rasa lelah dalam tubuhnya akan hilang begitu saja setelah bersentuhan dengan air hangat, sedikit hiburan dikala hatinya merasa sedih.
Valery akui sekarang jika dirinya memang mulai mempercayai hatinya untuk Woojin, memberikan hatinya jatuh pada pria yang membuat dirinya menjadi wanita walau mereka melakukan tanpa ada ikatan yang pasti, setidaknya Valery bisa menerima itu untuk semua kesalahannya, pada dasarnya hati wanita akan luluh jika diperlakukan seperti ratu dan wanita satu-satu yang dia miliki.
Hingga terbukanya pintu kamar mandi membangunkan Valery dari dunia kemiringannya, dia melihat sosok Woojin yang berdiri disana dengan menggunakan kimono sebagai penutup tubuhnya, Valery yang melihat itu langsung memberikan tatapan ketidaksukaan dengan kelancangan pria itu.
“Valery boleh aku bergabung?”
Woojin menutup pintu kamar mandi tanpa menunggu jawabannya dari Valery yang memilih untuk membelakanginya, tanpa rasa bersalah Woojin mendekati Valery sambil membuka penutup terakhir tubuhnya, dan berjalan mendekati sang wanita, dia mulai menaiki bak mandi itu dengan pelan.
Hingga saat tubuhnya sudah sepenuhnya ada didalam bak mandi Valery baru mau melangkah meninggalkan Woojin, namun kecepatan tidaknya kalah cepat dengan gerakkan tangan Woojin yang lalu melingkarkan tangan di perut rata Valery, membuat kedua tubuhnya mereka bersentuhan.
Sebenarnya Woojin tidak ingin melakukan hal ini jika bukan karena Justin yang mengirimkan misi kedua yang saat membuat Woojin tertekanan, disaat dia sudah melakukan kesalahan pada Valery kini dia diperintahkan untuk menyakiti Valery lagi? Semua ini membuat Woojin takut jika sisi gelap itu datang saat dirinya akan melakukannya dengan Valery, Woojin takut jika sisi gelapnya mengambil alih tubuhnya dan membuat Valery tidak berdaya di ranjang.
'misi kedua : setelah meninggalkan Valery sendiri dan kembali sendiri, kembali dekati dirinya dan buat gadis itu luluh padamu, lalu setelah itu lakukanlah hubungan intim dengannya dan tinggalkan dia setelah selesai'
Pesan yang di tinggal Justin masih membekas di pikirannya, bagaimana bisa pria itu mempunyai pemikiran seperti itu? Hal yang dia katakan seakan-akan membuat Woojin seperti orang jahat yang terus mempermainkan perasaan Valery, bagaimana pun Woojin butuh Valery untuk menghilangkan sisi gelap dari kehidupan, tapi jika dipikir memang Woojin yang begitu egois yang mementingkan dirinya sendiri untuk keuntungannya tanpa memikirkan perasaan wanita yang ada di pelukannya.
Kedua terdiam dalam suasana yang begitu hening, Valery terlalu lelah untuk melakukan perlawanan pada pria dibelakang tubuhnya, jika itu yang diinginkan maka Valery bisa apa? Hatinya sudah terlanjur memilihnya sebagai tempat untuk menaruh harapannya, jadi biarkan Valery menjadi wanita bodoh karena selalu membiarkan pria itu melakukan hal yang dia sukai.
“Valery--”
“lakukanlah”
Tanpa disuruh untuk berbalik wanita, memposisikan tubuhnya berada di atas pangkuan Woojin, dia menatap wajah Woojin yang menatapnya dengan bingung, lalu tanpa menunggu lama lagi dia mulai menyentuh tubuh Woojin yang semakin hari semakin bagus untuk dilihat, sepertinya pria itu sangat menjaga tubuhnya agar tetap kekar.
“Valery cukup!”
Woojin menahan tangan Valery saat akan menyentuh daerah sensitifnya, hal yang selama ini Woojin tidak ingin lakukan membuat gadis itu terus terluka karena dirinya, tapi tiba-tiba penglihatan Woojin menjadi kabuh dan dirinya seperti kehilangan dirinya, tubuhnya di bawa ke dimensi lain sama seperti waktu itu.
“tunggu apa lagi? Sekarang kamu mengakui jika dirimu ******-ku Valery?” ucap Woojin, dia menunjukan seringai menyeramkannya pada Valery.
Dan Valery menyadari perubahan Woojin yang terjadi begitu cepat, perubahan matanya itu juga membuat Valery bingung dengan apa yang sebenarnya terjadi, mata abu-abu itu sama seperti mata yang Valery liat saat mereka lakukan untuk pertama kalinya. secara reflek tubuh Valery menghindari tanpa tubuhnya sudah dibawa terbalik oleh Woojin menjadi pria itu yang berada di atas kuasa dirinya. Suasana berubah menjadi seperti lebih dingin dan aneh seperti di sekeliling ada begitu bayangan hitam yang menyerang di sekitar Woojin.
“kau tahu aku selalu menyukai tubuhmu itu Valery, sangat indah”
Woojin yang kini ada diatas tubuhnya bukanlah Woojin yang Valery kenal, dia sangat berbeda dari biasanya, dengan keberanian yang Valery dia mencoba mencoba untuk mendorong tubuh Woojin untuk menjauh darinya.
“Woojin aku tidak mau melakukannya”
“aku tidak suka penolakan Valery!”
“Akh!”
Saat itu juga dirinya kembali merasakan sakit yang luar biasa, Valery mencoba untuk tetap mendorong tubuh itu, walau kekuatannya tidak akan pernah sebanding dengan pria yang ada di hadapannya yang mulai menggerakkan pinggangnya, sekali lagi Valery dibuat tenggelam dalam kesakitan yang terus menusuk dirinya.
Disela-sela guncangan yang terus Woojin berikan padanya, Valery mencoba untuk membuat pria itu menatap dirinya, mengatakan dari matanya jika mereka harus melakukan bukan karena ingin saling memuaskan tapi karena mereka ingin.
“W-woojin, l-lihatlah aku” ucap Valery, dia menarik wajah Woojin untuk menatap wajahnya, meyakini dari matanya untuk yakin pada Valery, wanita itu ingin Woojin tahu jika dia ingin lakukan karena dia memang menyukai Woojin.
Seperti ada pukulan keras yang memukul kepala Woojin, pria itu kembali lagi pada dirinya Woojin langsung mencoba mengerti apa yang sekarang terjadi pada dirinya, dia melihat dirinya yang berada diatas tubuh Valery yang sudah pingsan di dalam bak mandi.
“sial!”
Woojin melepaskan penyatuan tubuhnya dengan Valery lalu dia beranjak dari bak mandi, mengambil handuk untuk Valery dan juga dirinya, dan membawa wanita itu keluar dari kamar mandi, kemudian meletakkan Valery ke ranjang miliknya.
“Valery maafkan diriku” ucap Woojin, dia mencoba untuk membuat tubuh itu tidak dingin lagi, selalu saja seperti ini membuat Woojin khawatir.
Dia segera berlari mencari dokter Bella untuk memeriksa tubuh Valery dan tak lama kemudian mereka berdua kembali ke kamar Valery. Dokter Bella yang melihat itu segera memeriksa tubuh Valery yang mulai kembali pada kesadarannya.
“Woojin! Apa yang kau lakukan?” tanya Bella, dia menunjukan wajah amarahnya pada Woojin yang ada dibelakangnya.
“aku juga tidak, aku tidak mengerti apa yang terjadi, seperti sisi gelap itu kembali mengendalikan diriku lagi, aku hanya bangun saat diriku sudah menyakiti Valery”
“keluar!” ucap Bella, dia membentak Woojin begitu keras hingga membuat pria itu takut untuk tidak menolak permintaannya.
“Valery kamu harus kuat”
Dokter Bella berjalan mengambil pakaian untuk Valery, dia tidak bisa mengerti apa yang terjadi tapi mungkin ini adalah sisi putih Valery yang mampu membuat sisi gelap Woojin takut sehingga dia tidak bisa melakukannya hingga tuntas, ini juga merupakan suatu hal yang bagus untuk dikatakan kemajuan dalam kesembuhan Woojin. Setelah selesai dia meninggalkan Valery untuk beristirahat, karena secara tidak langsung energinya telah diserap oleh sisi gelap itu hingga membuat Valery pingsan.
“Woojin kita perlu bicara” ucap Dokter Bella.
Woojin mengikuti langkah kaki Dokter Bella yang membawanya ke ruangan perpustakaan, mereka duduk saling berseberangan di sofa yang disediakan disana.
“ceritakan padaku apa yang terjadi”
Woojin mengangguk, detik berikutnya pria itu mulai menceritakan kejadian kronologi yang terjadi didalam kamar mandi, mulai dari dirinya yang mendapatkan pesan dari Justin hingga dirinya seperti dibuat pingsan dan dipaksa untuk kembali terbangun.
“aku hanya mendengar Valery memanggil namaku saat saat itu juga aku melihat Valery sudah pingsan, aku hanya melihat jika diriku di atas tubuhnya dan milikku yang menyatu dengan milik Valery”
“bodoh! Kau seharusnya tanya dulu padaku, kau tahu Valery sedang sakit hati pada dirimu, kau taukan jika itu mengundang sisi gelapmu!”
“aku tahu aku salah, sekarang aku harus bagaimana?”
“minta maaf dengan tulus, tapi akhirnya aku menemukan satu cara untuk menghilangkan sisi gelapmu Woojin”
“apa itu?”
“jatuh cinta-lah pada Valery karena kamu ingin, bukan karena paksaan, aku bisa merasa jika Valery ingin membuat dirimu bercinta dengannya melalui keinginan hati bukan hanya nafsu semata, itu menandakan jika dia mulai mencintaimu walau hanya sedikit”
“apakah aku bisa?”
“pikirkan itu baik-baik Woojin”
Note : jangan lupa abis baca mandi ya 😊