NovelToon NovelToon
Manequin Kekasihku

Manequin Kekasihku

Status: tamat
Genre:Romantis / Fantasi / Fantasi Timur / Tamat
Popularitas:865.5k
Nilai: 5
Nama Author: 💞💋😘M!$$ Y0U😘💋💞

Alvin Mark adalah pengusaha kaya pemilik perusahaan pembuatan Manequin terbesar di Paris dan Indonesia. Sudah lebih dari 10 tahun, ia berada di deretan orang terkaya di Paris. Dan namanya sangat terkenal karena memproduksi Manequin yang selalu mirip dengan manusia. Penjualannya selalu menduduki No. 1 dunia.

Alvin Mark memiliki satu Manequin kesayangan buatannya sendiri yang ia simpan di rumah besarnya. Manequin cantik itu ia beri nama Keke. Setiap ada masalah apapun ia selalu ceritakan pada Keke.

Suatu hari Keke hidup dan menjadi manusia persis seperti dirinya, awalnya Alvin Mark sangat ketakutan dengan kenyataan itu. Keke selalu mengikuti Alvin kemanapun, karena ia tak mengenal dunia manusia. Seiring berjalannya waktu pada akhirnya Alvin semakin mencintai Keke yang hidup sebagai manusia, ia sangat cemburu saat Keke mulai bergaul dengan banyak pria.

Siapakah Keke sebenarnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon 💞💋😘M!$$ Y0U😘💋💞, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 28

Dokter Mattew akhirnya masuk ke ruangan dan menemui Alvin Mark. "Aku hampir berlari kemari saat assistenku mengatakan kau datang, ada apa Mark?" tanyanya.

"Tolong periksa Keke, ia melupakan aku dan semuanya. Bahkan ia tak mengingat siapa dirinya." jawab Alvin.

"Tunggu dulu, aku harus tahu kejadian sebelum ia kehilangan ingatannya. Apa ia terjatuh?" tanya dokter Mattew.

Alvin terbelalak, ia lupa akan hal itu. Ia menggeleng. "Keke hanya pingsan saat ia terbangun lalu ia lupa semuanya." jawabnya.

"What? Itu tidak masuk akal Mark, bagaimana mungkin seseorang pingsan dan kehilangan ingatannya. Kecuali ia terbentur dengan keras." ujar dokter Mattew lagi.

"Apa yang harus aku jawab lagi, jika kenyataannya seperti itu." ujar Alvin datar.

"Hai nona Keke, apa kau tahu siapa dirimu?" tanya dokter pada Keke.

Keke menggeleng.

"Siapa pria ini?" tanya dokter.

"Teman kecilku dan kekasihku." jawab Keke.

"Ia mengingatmu Mark." ujar dokter Mattew.

Alvin menggeleng. "Itu aku yang mengatakannya setengah jam yang lalu." jawab Alvin.

"Apa benar kata kekasihmu ini?" tanya dokter dan Keke mengangguk.

Dokter Mattew berdiri dan membawa Keke ke ruang pemeriksaan. Alvin mengikutinya saat pemeriksaan itu dimulai.

"Apa kau ingat saat aku memeriksamu sekitar sebulan yang lalu karena kau pingsan?" tanya dokter Mattew saat dalam pemeriksaan.

Keke kembali menggeleng.

"Mark kita harus melakukan CT Scan kepalanya." ujar dokter Mattew.

Tentu saja Alvin ketakutan, ia tak ingin Keke ketahuan bukan manusia. Jika melakukan pemeriksaan menyeluruh, lalu tak ada organ seperti manusia pada umumnya, apa yang harus ia katakan.

"Tunggu sebentar dok." ujar Alvin seraya keluar ruangan menemui bu Farah.

Bu Farah meyakinkannya bahwa semua akan baik baik saja. Karena bu Farah yakin, Keke sekarang menjadi manusia walaupun ia harus kehilangan ingatannya. Itulah yang dipikirkannya tanpa mengatakannya pada Alvin.

Alvin akhirnya menyetujui pemeriksaan lanjutan pada tubuh Keke. Mulai dari kepala hingga seluruh tubuhnya diperiksa, dari CT Scan sampai Rontgen. Keke akhirnya dirawat karena keadaannya yang tiba tiba lemah. Setiap jam Keke semakin tak mengingat apapun membuat Alvin khawatir.

"Hasilnya akan keluar besok pagi, jadi biarkan Keke menjalani rawat inap disini." ujar dokter Mattew.

"Dok, bisakah kau rahasiakan keberadaan Keke pada siapapun. Aku belum mengenalkannya ke publik. Mereka hanya tahu wajah ini adalah sebuah manequin." ujar Alvin.

Dokter Mattew mengangguk. "Aku sebagai dokter keluargamu saja baru tahu, jika kau memiliki teman kecil seperti ini dan sekarang kau bilang kekasihmu." ujarnya.

"Oh ayolah dok, aku pernah menjelaskannya padamu jika aku bertemu dengannya saat berada di Indonesia. Mungkin orang tuaku lupa menceritakannya." jawab Alvin berbohong. Maafkan aku dokter Mattew. Dalam hati Alvin menyesal.

"Baiklah, aku akan menemuimu besok pagi. Aku harap wanita cantik ini baik baik saja. Sepertinya sekarang ia hanya kelelahan. Jaga baik baik kekasihmu." ujar dokter Mattew.

"Terima kasih dok." jawab Alvin. "Bu Farah kembalilah ke rumah, aku sudah memesan taksi. Besok kembalilah dan bawa baju ganti buat Keke. Biar aku yang menjaga Keke disini." ujarnya.

"Tapi tuan yakin bisa sendiri?" tanya bu Farah.

Alvin mengangguk. "Jangan biarkan pelayan yang lain kebingungan, urus saja rumah dan siapkan perjalananmu lusa." kata Alvin.

"Baik tuan, aku pamit." jawab bu Farah lalu menatap Keke yang tertidur karena obat yang disuntikkan dokter Mattew pada infusnya.

*****

Sepanjang perjalanan, bu Farah terus memikirkan Keke. Ia semakin yakin jika Keke sekarang benar benar menjadi manusia, pertama darah yang keluar dari jarinya. Saat dokter memasang selang infus pun, ada darah yang keluar dari tangannya. Dan obat manusia bekerja pada tubuhnya.

Non Keke menjadi manusia karena melanggar peraturan dunianya, tapi kenapa ia harus kehilangan ingatannya? Apa yang harus aku lakukan agar tuan tidak terus bersedih? Aku belum berani mengatakan kemungkinan ini pada tuan Alvin. Besok setelah tahu hasilnya, aku akan mengatakannya. gumam bu Farah.

Sesampainya ia di Bougival, para pelayan langsung menghardiknya dengan banyak pertanyaan.

"Kalian tenanglah, non Keke baik baik saja. Hanya saja ia tak mengingat jati diri dan orang sekitarnya." ujar bu Farah.

"Termasuk tuan Alvin?" tanya Hara.

Bu Farah mengangguk. "Bahkan tuan Alvin pun tidak ia kenali, padahal saat itu tuan masih memeluk non Keke yang sedang menangis." jawabnya.

"Apa ini ada hubungannya dengan dunianya atau karena non Keke belum berhasil menemukan apa yang diperintahkan rajanya?" tanya Ayu.

"Kalian dengarkan aku, kita tak bisa menebak atau bergosip seperti ini. Tuan Alvin yang sangat terluka sekarang, bisakah kalian hanya mengerjakan tugas kalian dan kita tunggu hasilnya pemeriksaan dokter Mattew besok." kata bu Farah.

Semuanya mengangguk. "Tapi bukankah, non Keke melarang kita memanggil dokter." ujar Hara lagi.

Bu Farah menghela nafasnya karena lelah. "Kita tunggu saja, sekarang lanjutkan pekerjaan kalian." perintahnya.

Semuanya kembali bekerja lagi, ucapan bu Farah memang selalu mereka ikuti. Karena ia adalah kepala pelayan mereka.

*****

"Manequin yang dikirim ke Singapura dan Malaysia semuanya mendarat dengan selamat. Perusahaan di Indonesia hari ini libur, besok mereka akan membantu pembuatan manequin pesanan Australia pak." ujar Jane.

Alvin Mark memang menghubungi kantor sekarang, walaupun Calio sudah menjelaskannya, tetapi ia juga ingin tahu kerja sekertarisnya selama ia tak ada.

"Jane, aku sudah selesai dengan urusanku. Tapi aku belum bisa ke perusahaan. Lusa aku dan pak Calio akan ke kota Dinan, ada sedikit urusan disana. Lalu kau dan pak Calio atur konferensi pers, aku akan membuat kejutan. Pak Calio sudah tahu detailnya." ujar Alvin.

"Baik pak." jawab Jane.

"Tolong sambungkan pada pak Calio." pinta Alvin.

Jane menghubungkannya pada Calio.

"Aku di rumah sakit Raymond Poincare." ujar Alvin.

"Kau kenapa Vin?" tanya Calio.

"Sayangnya bukan aku tapi Keke." jawab Alvin.

"Kau membawa Keke ke rumah sakit, bukankah..."

"Aku tahu." potong Alvin. "Aku terpaksa melakukannya, Keke kehilangan ingatannya." sambungnya.

"Apa?" teriak Calio memekakkan telinga Alvin.

"Sialan, suaramu." kata Alvin.

"Maafkan aku, aku benar benar terkejut. Tapi bagaimana bisa, ia hanya pingsan. Bukankah ia tak terbentur apapun." ujar Calio.

"Yang lebih gila lagi, ia kehilangan ingatannya saat aku masih memeluknya. Ia berhenti menangis dan pertama kali yang ia ucapkan kau siapa? Apa menurutmu aku sudah gila." ujar Alvin.

"Setelah selesai bekerja, aku akan ke rumah sakit. Aku tahu ini gila Vin, tapi kita harus tahu hasil pemeriksaan dokter." ujar Calio.

"Cal, apa organ tubuh Keke sama seperti manusia. Aku takut semuanya kacau." tanya Alvin.

"Siapa dokter yang menangani Keke?" tanya Calio.

"Tentu saja dokter Mattew, aku tak pernah percaya pada dokter lain." jawab Alvin.

Calio tertawa. "Itu sudah ada jawabannya, dokter pribadi keluargamu akan menyimpan rahasia, percayalah padanya."

"Kau benar, terima kasih kau menenangkan aku. Aku tunggu kedatanganmu, jangan lupa bawakan aku makan malam." pinta Alvin.

"Siap bos." jawab Calio.

Alvin mematikan ponselnya, dan kembali menatap wajah Keke yang masih tertidur. Ia berharap, hasilnya menunjukkan kalau Keke baik baik saja.

*****

1...

2...

3...

Next Part...

Happy Reading All... 😘

1
💞💋😘M!$$ Y0U😘💋💞
semangat berfantasi
💞💋😘M!$$ Y0U😘💋💞: dih ank ilang trnyata komen dsini🤦🏻‍♀️
total 2 replies
midah 11
buat novel fantasi lg kak
PUTRII AYU
ceritanya bagus bngett baru kalii inii akuu sukaaa novell yg ceritanya seperti inii makasih thorr
Defi
karya yang sempurna thor, aq seneng bacanya, sampek marathon. S3mangat thor
💜💜 Mrs. Azalia Kim 💜💜
🥺🥺🥺
💜💜 Mrs. Azalia Kim 💜💜
iyaaa Bu....saya juga
💜💜 Mrs. Azalia Kim 💜💜
Kasihan yaaa
💜💜 Mrs. Azalia Kim 💜💜
mereka berdua saling ada rasa yang tidak biasa....tapi yang satu sudah menyadari nyaa....
💜💜 Mrs. Azalia Kim 💜💜
Peri
💜💜 Mrs. Azalia Kim 💜💜
😁😁😁😁😁
💜💜 Mrs. Azalia Kim 💜💜
ihhhh.....pemaksa
💜💜 Mrs. Azalia Kim 💜💜
astaga.....jiwa kekepoan Alvin bergejolak 😂
💜💜 Mrs. Azalia Kim 💜💜
hmm .... mulai ada rasa yang tidak biasa
💜💜 Mrs. Azalia Kim 💜💜
😆😆😆
💜💜 Mrs. Azalia Kim 💜💜
Hay Keke....
💜💜 Mrs. Azalia Kim 💜💜
lancangnya
💜💜 Mrs. Azalia Kim 💜💜
Manekin terbuat dari bahan apa ya kakkk....
💜💜 Mrs. Azalia Kim 💜💜
pemikiran cerdas ikiii....
💜💜 Mrs. Azalia Kim 💜💜
😁😁😁😁
💜💜 Mrs. Azalia Kim 💜💜
😂😂😂😂😂😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!