Warning alert 21+
Di sini juga banyak kata-kata kasar,,,
Perjodohan berujung luka dapatkah Ega yang sudah berhasil bercerai dengan suaminya menemukan kisah cintanya.
Sebagai pemanis aku tambahkan cerita Chris dan Taka yang ingin mendapatkan cinta sesungguhnya.
Chris mencintai Ega yang ia kira menjalin hubungan dengan Galih.
Taka mencintai Kania yang ia kira bertunangan dengan Poldi.
Bagaimana kisah mereka.
Simak ya 💕
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ViRuz04, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pacar Pertama Calon Kedua 27
"Chris sudah siang, bangun."
Ega mengguncang pelan bahu si tampan dengan bibir mengembang geli. Duduk di pinggir sofa bed cokelat tua sebagai tempat tidur si pria.
Wangi harum dari nasi uduk menggelitik hidung pria yang masih bergulung dengan selimut motif beruang di atas sofa besar ruang tamu. Kelopak nya terbuka, senyum tampan nya mampir. Memberi rona merah muda semu di pipi si gadis.
"Jam berapa?" mengusap mata, belum ingin beranjak dari sana.
Pandangan Ega menyusuri jam dinding belakang televisi. "Kau mau mandi dulu atau sarapan?"
Chris mengusap mata, seringai kecil muncul. "Aku mau morning kiss."
Ega memutar mata, "Kau bau belum mandi, aku ga mau. Kau bau!" ledek si gadis menutup hidung dengan mengibas tangan seolah kekasih nya sangat bau.
Chris menarik selimut sampai kepala. Mode kesal, "Aku mau tidur saja jangan ganggu." Suara nya sedikit ketus.
Ega mendelik bos nya tampan tapi jorok begitu pikirnya. Ya, memang mungkin saja pria itu masih lelah karena baru pulang dinas. Tapi semalam dia tampak sehat tidak jetleg atau pun— hmm...
Ega menghela napas. Mencari ide untuk si bos bangun. "Bangun, aku mau pergi belanja. Kau mau antar, tidak?" menarik selimut yang menutupi wajah kekasih nya.
"Morning kiss dulu."
"Bangun dulu."
"Morning kiss, please"
"No, you have to—"
Chris tiba-tiba bangun dan mel*mat bibir Ega. "Love you," langsung melangkah ke kamar mandi.
Secepat itu juga senyum dan rona Ega terbit.
Menunggu Chris selesai kegiata pagi. Gadis itu beranjak ke dapur menata sarapan untuk mereka berdua. Membuat kopi dan juga teh daun untuk menemani sarapan.
Dua puluh menit Ega menunggu. Chris keluar dari kamar. Sudah mandi terlihat lebih segar dan.... Ega menahan napas. Chris dengan tampilan celana denim pendek dan baju hitam ketat juga rambut basah nya terlihat— menggoda.
Kepala si gadis menggeleng. Tidak sadar itu mengundang senyum miring di wajah si tampan. "Aku tahu, aku mempesona." Mengikis jarak antara dia dan Ega.
Ega membuang muka. " Percaya diri mu keterlaluan," lidah nya menjulur panjang meledek Chris.
Kesempatan itu tentu digunakan baik oleh Chris. Menarik pinggang, menunduk, meraih bibir itu lagi dan kini lebih lama.
Ega meremas, sisi kaos ketat hitam.
"Chris lebih baik kita sarapan," saat si tampan melepas pagut.
"Ini kita sarapan,"
"Ish, aku lapar."
"Aku juga, manis." Tanpa melepas pinggang Ega. Bisik rendah di depan bibir si gadis. "Bisa kita nikah saja hari ini?"
Ega terkekeh. Menepuk dada bidang itu sebelum berujar, "Itu sama saja kau menunggu beruang bertelur."
Chris mendengus samar. Pria itu tahu Ega masih belum bisa di buru-buru. Paling tidak ia mempunyai hati gadis itu. Dan ia tidak pernah masalah untuk menunggu. Melepas pinggang Ega dan duduk menyeruput kopi.
Ega memberi piring berisi nasi uduk pada Chris. "Itu apa?" dagu nya bergerak menunjuk mangkuk Ega.
"Ketupat sayur Padang, kau mau ini?"
Chris menggeleng menyendok nasi uduk dengan tempe kecap dan satu gorengan bakwan di tangan. "Tadi malam aku makan mie pedas, kalau sekarang lontong pedas lagi perut ku tidak bisa di ajak kompromi." Sesuap nasi uduk masuk ke dalam mulut dengan kepala mengangguk.
"Ini lezat, kau beli di mana?"
Ega tersenyum. "Ruko depan, kalau pagi mereka jual nasi uduk dan ketupat sayur, kalau siang berubah jadi sayur matang ala Padang."
"Mereka sangat bekerja keras,"
Ega mengangguk setuju. Hidup di kota besar seperti Jakarta menuntut untuk lebih cekatan dan pantang menyerah. "Kerja keras tidak membohongi hasil." Memotong lagi potongan ketupat yang sudah kecil untuk ia suap.
Chris tersenyum binar kekasih nya benar. Ia berbisik dalam hati, itu seperti usaha nya sekarang ini. Tentu saja, kerja keras untuk bisa menikahi gadis manis di depan nya. Dan iblis itu tertawa kencang dalam hati.
"Nanti aku pergi belanja dengan Rani," saat ia sudah selesai mencuci piring menghampiri Chris yang ada di ruang tengah dengan ponsel di tangan.
Alis Chris terangkat satu, "Tidak dengan ku?"
Ega menggeleng lemah. "Rani, juga ingin belanja. Oh, iya Rani bilang, Saka dan lain nya juga mau kumpul di kantor Taka. Kau tahu?"
"Aku belum mengabari kalau aku sudah pulang."
"Kau mau ke sana? Aku tidak apa. Ada Rani menemani ku."
Chris mendorong kepala Ega mencium pelipisnya sedikit lama. "Manis kau hati-hati, kalau sudah mau pulang hubungi aku." Ega mengangguk.
Tapi Chris tetap memeluk nya tanpa melepas kepala Ega untuk menjauh dari bahunya. Hati nya sedikit gelisah. Ia hanya takut terjadi sesuatu.
🌟🌟🌟
"Jangan gegabah, "
Singgih memperingati, hal tersulit dari sebuah rencana ialah menjebak lawan. Mereka harus menyusun strategi terbaik. Keadaan memang cukup tenang, bukan berarti sang lawan tidak berbuat apapun, untuk merakit bom yang sewaktu-waktu mengancam.
Taka menghela napas melihat Wildan mengusap pelipis pria itu tampak sangat putus asa. Mereka yang ada di sana saling lirik, tahu rasa kecewa besar masih membalut hati Wildan. Dalam hal ini mereka semua memberi dukungan yang terbaik untuk sahabat.
Mereka besar bersama, walau tumbuh di tempat berbeda. Bagaimana juga mereka teman kecil dan itu tidak pernah berubah sampai kapan pun.
Chris menatap pemandangan kota yang cukup panas dari balik kaca. Ruang pribadi di kantor Taka cukup nyaman untuk mereka berkumpul. Ia menoleh ke belakang, manik hitam itu menatap sahabat yang baru saja pulih dari sebuah kecelakaan yang hampir merenggut nyawa. Wildan koma selama dua bulan, selebihnya ia harus menjalani perawatan rutin, rawat inap selama hampir lima bulan.
Kondisi nya semakin prima begitu juga kesehatan pria terlihat cukup membaik.
Bagaimana dengan hatinya ?
Itu pertanyaan yang sama, saat ia bertanya pada Taka sang kakak. Dan Chris tidak pernah mendapat sebuah jawaban yang mampu di jabar hati nya untuk resah tentang masalah ini.
Chris mendekat menepuk pundak Wildan tanpa mengucap. Wildan kembali memasang wajah tegar. Seolah ia sudah siap untuk hal terburuk di depan mata.
"Aku tidak akan bilang semua akan baik-baik saja." Bibir Chris menipis rapat sebelum kembali berujar, "Hanya saja, takdir baik akan datang di saat tidak terduga."
Nando melempar punggung untuk bersandar nyaman. "Jika ada hal berbau kesialan, anggap ini sebuah keberuntungan. Karena semua belum terlambat." Ikut menimpali.
Membuang abu rokok dalam asbak. Saka mengangguk, "Bukan maksud menghina tapi pasangan mu yang sekarang ini, memang tidak pantas bersanding dengan mu." Menunjuk Wildan dengan rokok mengapit di dua jari. "Kau pria baik tentu kau pasti dapat yang baik." Menghisap nikotin itu lagi lalu menghembus asap ke udara.
Wildan memasang senyum terbaik. Ia tahu para sahabat nya saat peduli. "Well, jika Chris playboy bang**t bisa dapat yang baik. Kenapa aku tidak?" mengangkat bahu ia melempar canda.
Chris mencebik keras. "Aku membela dan sekarang aku di injak. Bang**t," satu pukulan di kepala di terima Wildan dan yang lain tertawa kencang.
Wildan menarik sudut meledek, " Boleh aku kenal dia?" mengedip sebelah mata pada Chris.
Satu alis Chris terangkat, "Boleh, asal jangan sentuh dia." Menekan kata sentuh dengan kedua alis terangkat, mencoba memperingati lebih awal.
Taka menekuk alis melihat Chris sedang meminum jus alpukat. "Kapan kau kembali?" memandang dengan penuh tanda tanya besar. Baru sadar kehadiran sang adik.
Chris menjauhkan sedotan dari bibir. "Tadi malam." Sekena nya.
"Malam? Pagi ini Genma ke rumah dan—"
Chris mendesah perlu kah ia menjawab pertanyaan tidak penting itu. Ia memberi tatapan mencemooh.
"Aku langsung ke apartemen kekasih ku, dan melepas— kau tahu yang ku maksud." Ia berdeham membuat semua menggeleng kepala tidak percaya.
Saka menyembur tawa ringan. "Aku berani bertaruh, jangan kan belah durian, belahan dada pun kau tidak dapat."
Chris mencebik dan membuang muka.
Taka melihat itu kembali menggoda, "Oh, benarkah? Tadi malam hujan sayang sekali jika terlewat." Wajah Chris semakin merah, sial dia bisa ketahuan kalau itu benar.
Wildan ikut memberi bensin. "Kalau aku mungkin wajar berhalusinasi. Tapi kau, aku turut prihatin."
"Shut up Fu*k up." Mengumpat keras dan menggema, sampai dinding ruangan bergetar seolah ikut tertawa. Para sahabat di sana sangat puas menggoda playboy itu.
Atmosfir berat terlewati. Suasana sedikit ringan, dengan lempar canda. Mereka berharap Wildan benar-benar bisa melupakan tunangan nya. Mungkin bila ada pertemuan atau pesta, mereka bisa mengenalkan beberapa teman wanita, itu tidak terdengar buruk.
"Woy, dude pacar telepon tuh." Singgih melirik ke arah Saka yang baru keluar toilet.
Senyum Saka mengembang menggeser tombol hijau, menempelkan benda pipih itu di telinga. Binar wajah nya terganti riak khawatir. Bukan sapaan yang ia dengar dari ujung sana. Melainkan suara tangis tersedu membuat hatinya sesak.
"Apa yang terjadi?" suaranya lirih. "Ya Tuhan," ia melirik Chris meneguk saliva payah. "Sayang, dengar tenang kan diri mu, beri alamat nya aku segera menyusul."
Baru saja memutus sambungan telepon. Chris langsung bertanya dengan raut wajah kelewat serius.
"Ega, dia—" napas Saka tersekat.
Chris semakin serius tidak sabar menunggu kalimat Saka. Wajah nya mengeras ketat, "Cepat katakan b*d*b*h!" Suara baritone itu naik tiga oktaf. Hati nya semakin berantakan mendapati wajah pucat Saka.
"Ega, dia—"
🌹🌷🌹🌷
.
.
.
Tbc
CEWEK CULUN BERUBAH MENJADI CEWEK CANTIK.
MOHON DUKUNGANNYA YA, DENGAN CARA VOTE, LIKE DAN BERI TANGGAPAN YANG MENARIK YA.
SALAM DARI ANGGOTA VIE_GV
THANKS
tapi sudah sangat lengkap dan menyakitkan
tapi sungguh rumit hati ini
dan kemudian.......keadaan yang berubah
cibiran, kata-kata syirik di sekitar, begitulah manusia
andai benar Criss suka kepada Ega, apa nya yang salah 🤔🤔
Jangan lupa baca episode baru CIC
Salam dari Calon Istri Ceo☺💖
sebelum tidur😴 jangan lupa nganu dulu,
alias baca "NGANU" chat story.
nganu banget sih, asli🤰🏻
Jangan lupa baca episode baru CIC
Salam dari Calon Istri Ceo☺💖
Jangan lupa baca episode baru CIC
Salam dari Calon Istri Ceo☺💖