Seorang gadis desa yang di Carikan jodoh oleh sang kakek,badan yang semakin lelah dan umur yang kian bertambah usia,membuat sang kakek mencari kan sang cucu jodoh,agar ada yang menemani cucu nya yang tidak punya siapa - siapa lagi,di saat kakek nanti sudah tiada. dan di pertemukan dengan 2 Pria kakak beradik yang sangat berbeda sikap nya membuat Reina sangat binggung saat di suruh oleh sahabat kakek nya memilih siapa yang akan Reina pilih sebagai suami.
hari - hari Reina di mulai di rumah itu untuk mengenal sebelum ia menjatuhkan pilihan.
Menurut kalian siapa yang akan di pilih Reina?,Yuk di simak.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shanti_San, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
28 - Tak Sadarkan Diri
Keesokan harinya.
saat Reina keluar dari kamar dan menuju Kemeja makan ,terlihat kakek nya sudah ada di meja makan untuk sarapan bersama mereka.
"Kakek." Ucap Reina dan lansung memeluk kakek nya.
"Reina,Kakek senang akhirnya kamu sudah memilih siapa yang akan menjadi suami mu,tadi malam kakek Irwan menghubungi Kakek,kakek sangat senang mendengar nya." Ucap Kakek Josep.
Reina pun hanya membalas dengan tersenyum kecil.
"*Bukan Gilang yang ku pilih kek,yang aku ingin kan Elang,tapi kejadian semalam membuat semua mengira kalau aku dan Gilang sudah ada sesuatu." Gumam Reina.
"Aku tidak tahu bagaimana cara nya menjelaskan lagi kek." Lanjut Reina berbicara dalam hati. rasanya tak mampu ia mengubah senyum yang sudah menghiasi wajah Kakek nya itu*.
Dimeja makan.
Reina tak melihat Gilang atau pun Elang ada untuk makan bersama.
Reina melirik sekeliling dan tak menemukan kedua sosok itu.
"Masalah pernikahan,nanti kita akan tanya kan pada Gilang,kapan dia akan menikahi Reina." Ucap Pak Nanda.
"Iya - iya Nak."Balas Kakek Josep mengangguk.
.
.
.
.
.
Ditempat lain.
Gilang sedang berada di ruangan Gym dan berolahraga di pagi hari sendirian.
Tiba - tiba pintu ruangan Gym terbuka dan Gilang menoleh,terlihat Elang yang menghampiri Gilang.
"Kenapa kau memaksa Reina untuk menikah dengan mu?." Tanya Elang dengan tatapan kesal.
sekian lama tidak saling bertegur sapa untuk membicarakan masalah pribadi,Kini Elang datang pada Gilang untuk berbicara.
"Kenapa?,kau tidak suka?,sudah jelas karena aku dan dia saling menyukai." Ucap Gilang.
"Jangan pikir aku tidak tahu,kau memaksa nya agar kau bisa membalas dendam mu pada ku." Ucap Elang.
Gilang tertawa kecil. "Jika menurutmu begitu,ya itu hak kamu." Balas Gilang.
"Kau harus memberi tahu kakek kalau kejadian semalam hanya salah paham,jangan melibatkan kebahagiaan Reina hanya karena masa lalu kita." Ucap Elang.
"Jika aku tidak mau,kau mau apa?." Tanya Gilang dan berjalan mendekat ke Elang yang berdiri.
Elang mengepalkan tangan nya dan karena sudah kesal,ia pun melayangkan sebuah pukulan di wajah Gilang. Reina yang awal nya mencari keberadaan Elang pun melihat Elang memukuli Gilang.
"Elang...." Teriak Reina. dan membuat semua keluarga mendengar teriakan itu dan bergegas ke lantai atas,dimana ruangan Gym terletak.
Gilang yang tidak terima membalas pukulan itu saat Elang menoleh ke arah Reina yang berteriak.
Reina masuk dan mencoba melerai,tapi bukan nya berhasil melerai perkelahian kedua pria bertubuh kekar dan tinggi itu,Reina yang kalah tenaga pun tidak sengaja terkena pukul Elang yang tadi nya ingin memukuli Gilang.
Pukulan Elang seketika menghentikan perkelahian kedua pria itu karena Reina seketika jatuh pingsan.
"Reina." Ucap Gilang dan Elang bersamaan.
Pak Nanda dan Bu Tari pun dengan cepat mendekati dengan khawatir nya.
"Apa yang kalian lakukan." Marah Bu Tari saat Reina sudah di bawa ke kamar nya.
"Kalian berkelahi seperti anak kecil,setiap bertemu dan berbicara selalu berkelahi,kalian ini kakak beradik,apa yang kalian lakukan." Marah Bu Tari saat Reina sudah di pindahkan ke kamar nya.
"Nanti kita akan bicara kan itu,tunggu Dokter datang memeriksa Reina lebih dulu." Pak Nanda mencoba menenangkan istri nya.
sementara Kakek Irwan dan Josep terlihat duduk di sofa yang ada di kamar Reina dengan wajah cemas menunggu dokter,ketidak mampuan mereka berdiri terus menerus pun membuat mereka memilih duduk.
Kakek Josep sangat sedih melihat kondisi cucu nya yang terbaring tidak sadarkan diri,namun ia tidak bisa melakukan apa pun dan menunggu dokter datang.
gak suka tp nempel x