ASYIFA PUTRI WINATA
Kehidupan Asyifa yang dikelilingi 3 kakak yang sangat Posesif. Keluarga yang Overprotektif membuat semua pergerakannya terbatas.
Termasuk teman yang terbatas. Karena tidak semua orang bisa berteman dengan Syifa. Tentu saja karena keposesifan ketiga kakaknya.
Kehidupan yang awalnya di Panti Asuhan, kini dia hidup dikeluarga berada, rumah mewah yang bisa disebut Mansion.
Dengan kemewahan dan keharmonisan keluarga, lengkap sudah keinginan Syifa untuk memiliki keluarga yang harmonis, walaupun dengan keposesifan ketiga kakaknya.
Posesif yang sudah di level atas.
Akankah alur hidup Syifa selalu berjalan mulus?
Jika tidak, rintangan seperti apakah nantinya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Chnslai, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 28
Happy Reading...😀
Syifa sedang asik dengan acara rebahannya, dengan Ponsel ditangannya. Menscroll terus instastory orang lain, juga menscroll beranda.
Buka IG, Twitter, Whatsapp, Youtube. Gitu terus bolak-balik.
"Ahh Syifa bosan!"
Syifa menggerutu sebal.
Mendudukkan dirinya yang awalnya berbaring diatas kasur empuknya.
Ia turun dari ranjang, berjalan cepat menuju dapur. Tak lupa menggenggam Ponsel ditangan kirinya.
"Bibi!"
"Bi Sari!"
"Eh iya Non. Ada apa? Butuh sesuatu?" Tanya Sari tergopoh-gopoh menghampiri Nonanya.
"Syifa mau cemilan" pinta Syifa pelan.
"Ouh cemilan. Ada kok Non, Non mau cemilan apa? Kue Brownis mau?" Tawar Sari dengan lembut.
"Brownis??! Syifa mau Brownis, emm jangan lupa sama Jus Mangga."
Syifa berucap semangat.
Karena ia sangat suka dengan namanya bolu, Apalagi Brownis.
"Okey, Baik Non. Non tunggu aja dikamar, nanti Bibi anterin"
"Makasih Bi Sari"
Syifa mengucap terima kasih dengan mata berbinar.
Sari tersenyum mengelus tangan Syifa lembut. Lalu Syifa segera berbalik, melangkah kembali ke kamarnya.
Syifa berjalan menuju kamarnya lalu duduk bersandar di ranjang Queen Zise. Tangannya terulur mengambil remot TV.
Menyalakan televisi dan menonton acara kartun favoritnya. Yang kebetulan sudah waktu kartun itu untuk tayang.
Tak lama terdengar suara ketukan pintu.
Tokk tokk tokk
"Non, ini Saya Bi Sari"
"Masuk aja Bi. Gak dikunci kok"
Bi sari membuka pintu kamar perlahan seraya membawa nampan berisi Brownis dan Jus Mangga.
"Ini Non Brownisnya."
Bi Sari meletakkan nampan di nakas samping ranjang Syifa.
"Iya Bi makasih ya"
"Sama-sama Non. Kalau gitu Bibi balik dulu ya ke dapur. Masih ada yang harus Bibi selesaikan."
Bi Sari tersenyum kepada Nonanya dengan senyum keibuan.
"Iya Bi Sari"
Syifa tersenyum juga membalas senyuman Bi Sari. Tentunya senyuman imut. Membuat Bi Sari tersenyum gemas.
Sari segera pergi beranjak. Keluar kamar Syifa dan langsung menutup pintu kamar hati-hati.
Setelah Bi Sari pergi, Syifa segera memakan Brownisnya dengan mata memandang kartun didepan.
...●●●...
Alfarezi POV
Gue tepat pagi ini, bakal sampai ke Indonesia. Tapi, Gue sama sekali gak kabarin Syifa kalau Gue sampai pagi ini.
Gue bilangnya sama Syifa kalau Gue sampai ke Jakarta nanti malam.
Sengaja sih, pengin buat kejutan buat Syifa.
"Ah ngomong-ngomong, Syifa lagi ngapain yah"
Gue bermonolog sambil menggeret koper milik Gue. Sekarang Gue berada di Bandara. Sedang nunggu jemputan Sopir Keluarga Sachdev yang di Jakarta.
"Tanya Adnan aja kali yah. Penasaran deh"
Merogoh saku celana untuk mengambil Ponsel.
Tutt Tutt Tutt Tuu-
"Halo Al"
Suara Adnan terdengar menyapa.
"Lama banget sih ngangkatnya!"
"Ya sabar. Gue sibuk."
Percaya sih, dia kan udah mimpin Perusahaan. Sama kayak Gue, sibuknya naudzubillah.
"Heleh, cuma alasan doang itu pasti"
Biarin, Gue suka nyari ribut sama dia.
"Cepet. Mau ngapain nelfon Gue. Kalau gak ada yang penting, Gue tutup telfonnya."
"Iya iya! Gue mau nanya, Syifa kira-kira lagi ngapain yah?"
"Gak tau. Pokonya Ifa di rumah. Gak bakal kemana-mana"
"Iya itu sih Gue tau"
Gue memutarkan kedua bola mata malas.
"Lo ngapain sih nelfon-nelfon Gue. Kurang kerjaan banget. Ohh! Atau Lo bolos kerja yah" tuding Adnan.
Kurang ajar dia. Bilang Gue bolos kerja.
"Ihh apaan! Gak ya, Lo gak tau kan?"
"Tau apa emangnya. Lo gak penting buat gue" sungut Adnan terdengar pedas.
Astaghfirullah, Gue ngelus dada sabar.
"Ckk. Gue sekarang udah sampai Jakarta" ucap Gue santai.
Seraya celingak-celinguk untuk memastikan Sopir Gue udah dateng apa belum.
"What?!!"
Gue tersentak.
Gue menjauhkan Ponsel dari telinga, yang rasanya pengang karena teriakan tiba-tiba Adnan.
"Biasa aja kali. Gue lagi nunggu Sopir nih. Oh ya jangan bilang-bilang Syifa yah. Kalau Gue pulang pagi ini. Biar jadi kejutan" pinta Gue pada Adnan.
Takut Adnan akan membocorkan hal ini pada My Girlfriend.
"Iya. Tenang aja, Lo ud-"
Tuut Tuut~~
Gue tertawa dalam hati.
Membayangkan Adnan yang menggerutu disana. Karena Gue matiin sambungan telfonnya sepihak.
"Sukurin lo Adnan. Lo juga gitu si, suka matiin telfon aja sembarangan"
"Gue bales dong. Hahahaha.."
Tiba-tiba suara laki-laki paruh baya menghentikan suara tawa Gue.
"Den"
"Eh Pak, udah sampai sini"
"Iya Den, mari. Biar Bapak antar" ucap Sopir Keluarga Sachdev.
"Iya Pak"
Gue pun memasuki mobil bagian belakang. Koper Gue udah ditaruh bagasi sama Pak sopir.
Alfarezi POV End.
...●●●...
Mansion Alfa
Setelah mandi dan bersiap, Alfa segera meraih kunci mobil di atas meja. Berjalan keluar Mansion.
Menghampiri mobil Sport berwarna hitam miliknya.
Alfa menaiki mobil tersebut lalu menjalankannya, menuju Mansion Kekasihnya, Asyifa.
Tin Tin
Bunyi klakson mobil Alfa, yang memasuki pelataran halaman depan Mansion Winata.
Seluruh penghuni Winata, tentu sudah mengenal Alfa. Sebagai Tunangan Nona muda Syifa.
Makanya mereka dengan mudah mengizinkan Alfa memasuki Mansion.
Alfa turun dari mobilnya. Berjalan tegap menuju pintu Mansion. Tidak sabar ingin segera bertemu Syifa untuk melepas rindu.
Tak ayal, hatinya berbunga-bunga karena ingin segera memeluk tubuh mungil itu. Yang sayangnya pas sekali pada tubuh tegapnya.
"Mari Tuan, Nona Syifa ada di kamarnya. Ada di Lantai dua pintu kamar warna putih dengan tulisan Nama Nona." Ucap seorang Kepala Maid Mansion. Yang tak lain adalah Bi Sari.
"Baik."
Singkat Alfa menganggukan kepala. Tetapi pandangannya kedepan mencari kamar yang ditunjuk Bi Sari.
Alfa mengikuti Bi Sari dibelakang. Menaikki undakan tangga dan sampailah didepan pintu kamar Gadisnya.
Benar, disana tertulis, Asyifa Putri Winata.
Alfa tersenyum melihatnya.
Bi Sari yang paham pun langsung pamit undur diri.
"Kalau gitu, Bibi pamit ke bawah dulu Den"
"Iya Bi, makasih udah antar Saya"
"Sama-sama Den, mari"
Alfa pun menanggukkan kepala pada Bi Sari.
Alfa membuka pintu Kamar Syifa. Syifa belum sadar ada yang membuka pintu kamarnya. Ia masih fokus dengan kartun di TV.
Alfa berjalan mendekat.
"Sayang"
Syifa masih belum merespon.
"Syifa sayangnya Alfa"
Nah!
Syifa menoleh, ia sangat terkejut. Matanya membelalak lebar. Lalu sebuah senyuman terbit dibibir mungilnya.
"Kak Alfa!!" Pekik Syifa kencang.
Karena saking terkejutnya dengan kedatangan Alfa ke rumahnya.
Alfa tersenyum manis dan membuka lebar-lebar kedua tangannya. Meminta Gadisnya untuk memeluk dirinya.
Syifa segera berhambur ke pelukan Alfa. Memeluknya erat untuk melepas rindu.
Walau hanya berpisah sehari saja. Mereka sudah sangat rindu begini.
"Habis ini siap-siap yah"
"Emang kita mau kemana Kak?" Syifa mendongak untuk melihat wajah tampan Kekasihnya.
"Jalan-jalan mau?" Tawar Alfa menatap bola mata Gadisnya lembut dan teduh.
"Mau. Syifa mau!"
Syifa bersorak gembira. Jangan lupakan dengan mata polosnya yang sekarang berbinar cerah.
"Kalau gitu. Syifa siap-siap yah. Tapi, jangan dandan. Aku gak mau kamu jadi pusat perhatian, apalagi laki-laki. No way!"
Alfa sudah mulai posesive rupanya.
Syifa hanya mangangguk cepat. Cukup menurut saja. Yang terpenting buat Syifa adalah, ia bisa berdua dengan Alfa saja sudah senang.
...●●●...
Alfa menunggu Syifa disofa ruang tamu. Sambil menatap banyak figura-figura yang terpajang dengan indahnya. Isinya foto anggota keluarga Winata. Lebih dominan adalah foto Syifa saat kecil sampai sekarang.
Syifa turun lalu menghampiri Alfa.
"Syifa sudah siap kak"
Alfa menatap takjub Syifa yang terlihat menggemaskan.
"Perfect. So beautiful"
Syifa tersipu.
"Makasih Kak Alfa. Kak Alfa juga Tampan"
Syifa balik memuji Alfa yang terlihat sangat tampan menurutnya.
Alfa terkekeh dengan pujian Syifa untuknya.
"Siapa dulu, Alfa gitu lho"
"Ish!"
Alfa tertawa melihat wajah Syifa yang cemberut.
Alfa membukakan pintu mobil bagian penumpang.
"Yaudah yuk masuk Sayang"
"Makasih"
"Sama-sama Sayang"
Alfa menutup pintu mobil, berjalan mengitari mobil dan duduk dikursi kemudi.
Mengemudikan mobilnya ke tempat yang belum Syifa ketahui tujuannya.
Tak terasa mereka berdua sudah sampai.
Sebuah Mall, salah satu Mall besar di kota Jakarta ini.
Alfa membawa Syifa untuk memasuki Mall. Melingkarkan lengannya di pinggang ramping Syifa dengan mesra.
Mereka berdua mendapatkan banyak tatapan dari pengunjung lain.
Banyak tatapan kagum dilontarkan untuk pasangan ini.
"Kak Alfa"
"Iya? Kamu mau beli sesuatu?"
"Syifa mau beli baju couple."
"Tapi-"
"Ayook ishh" Syifa segera menyeret tangan Alfa. Tanpa mempedulikan protesan Alfa padanya.
"Kak baju ini bagus deh. Kak Alfa cobain yah"
Syifa menunjukkan baju couple atasan yang lucu.
"Ta-"
"Nanti Syifa juga cobain kok. Ya ya ya.." mohon Syifa dengan memelas.
"Iya" pasrah Alfa akhirnya.
Ia berjalan menuju ruang ganti disana.
Mereka berdua tersenyum melihat penampilan masing-masing. Sungguh terlihat imut sekali. Alfa terkekeh geli dengan penampilannya.
Kalau gini, Alfa merasa seperti anak SMA lagi.
Baju Casual, T-shirt couple yang berwarna hitam putih bercorak garis-garis seperti Zebra.
Untuk Syifa, menggunakan celana kulot abu-abu. Sedangkan Alfa, dengan bawahan celana jeans abu-abu.
Alfa dan Syifa memasuki hampir setiap Toko di Mall.
Belanjaan Syifa juga sudah lumayan banyak. Kebanyakan berisi baju dan sepatu.
Alfa juga mengajak Syifa makan siang.
"Makan yuk sayang. Udah waktunya makan siang"
"Ayok"
Mereka berdua duduk dikursi berhadap-hadapan.
"Mau makan apa Sayang?"
"Mau ayam goreng"
"Yaudah Aku pesenin yah"
Syifa mengangguk, membiarkan Alfa memesan makanan.
Alfa mengangkat tangannya, seorang pelayan cewek mendatangani meja mereka.
"Ya, Mau pesan apa Tuan?"
"Saya pesan Nasi putih ayam goreng 2, minumnya Milksike Chocolate 2"
Sang pelayan mencatat pesanan sambil sesekali melirik Alfa dengan pandangan kagum dan memuja.
Alfa tak peduli dengan pelayan itu. Tetapi Syifa terus memperhatikan gerak-gerik pelayan itu yang membuat Syufa risih.
Risih karena pelayan itu memperhatikan Alfa terus-menerus.
Tidak ada yang boleh menatap Alfa begitu, Alfa hanya milik Syifa seorang.
"Mbak"
"Hallo, mbak!"
Suara Syifa membuyarkan lamunan sang Pelayan.
"Ah! maaf, sudah Tuan, ada lagi?"
"Tidak"
Pelayan itu pun mengangguk, segera pamit undur diri karena tidak enak telah diperhatikan Syifa begitu intens.
"Tunggu sebentar ya, pesanan akan datang setelah 10 menit"
Alfa dan Syifa mengangguk.
Alfa paham dengan raut wajah Syifa yang kesal. Bibir cemberut dengan alis menukik.
Alfa tiba-tiba tertawa.
Syifa semakin kesal mendengar tawa Alfa.
"Aku tau, Kamu kesal kan sama dia?"
"Udah tau nanya"
Suara Syifa berubah ketus. Alfa terkekeh dengan tingkah Syifa.
Alfa berpindah duduk menjadi disamping Syifa, ia menarik tubuh Syifa untuk ia peluk.
"Kamu tenang aja sayang, Aku hanya milik Kamu. Begitupun sebaliknya. I love you"
Syifa membalas pelukan Alfa.
"I love you too"
Mereka berdua tersenyum bahagia akan kebersamaan ini.
Pesanan pun datang, mereka makan dengan tenang. Syifa bahkan makan dengan sangat lahap.
Tak terasa sudah malam, tadi setelah makan siang mereka berdua mengunjungi time zone sampai lupa waktu.
Malam yang cerah penuh dengan bintang dan bulan.
Alfa berniat mengajak Syifa untuk datang ke Pasar Malam. Pastinya seru dan menyenangkan.
Syifa melongo takjub dengan keindahan di Pasar malam. Ia sangat senang dengan ini.
Banyak wahana disini, banyak juga stand makanan disetiap jalan. Memenuhi Pasar malam ini. Stand makanan terletak di kanan dan kiri.
"Woahhh bagus banget Kak."
"Suka?"
Syifa mengangguk mantap.
"Iya Syifa sangat suka. Ayo kak kita naik Bianglala" ajak Syifa pada Alfa dengan menunjuk Bianglala yang berdiri menjulang.
Bianglala itu disertai lampu warna-warni menghias sepanjang bundaran besar itu.
Sungguh menakjubkan.
Alfa hanya mengangguk menuruti keinginan Syifa. Ia ikut senang jika Syifa menyukai tempat ini.
Mereka pun menikmati berbagai wahana salah satunya Bianglala.
Jangan lupa dengan banyaknya pedagang disana. Syifa sungguh ingin menikmati semuanya.
...■■♡■■...
1799 Karakter.
Aku Up lagi. Tapi telat😁
Semoga suka Part ini😍😍😍
Good Night buat yang baca sekarang🌒🌒🌒
Good Morning buat yang baca besok pagi-pagi😂🌞🌞
Jangan lupa VOTE✅✅✅
COMMENT✅✅✅
LUV U😘😍💜
DADAH SAYANGNYA REVAN
😂😂
^^^Senin, 26 Oktober 2020.^^^
makanya, jangan menistakan orang lain kalau nggak mau di nistakan juga 😂😂
dan smngt trs thorrrr untk lnjt crtny dan thor jan lam2 bnget dong up ny sya kan jdi greget nunggunya dan klau thor ad wktu crazy up dong thor