NovelToon NovelToon
Dibuang Karena Gendut, Dipilih Menjadi Ibu

Dibuang Karena Gendut, Dipilih Menjadi Ibu

Status: sedang berlangsung
Genre:Ibu Tiri / Romansa pedesaan / Cewek Gendut / Cerai
Popularitas:30k
Nilai: 5
Nama Author: CovieVy

Mireya Ananta diceraikan suaminya karena tubuhnya yang gemuk.

Terusir tanpa harta, ia hanya memiliki uang dua puluh ribu rupiah dan terpaksa mencari pekerjaan.

Sebuah lowongan membawanya ke kediaman Arven Zarreti, tuan tanah bengis yang memiliki perkebunan luas di sebuah desa.

Arven membutuhkan seseorang untuk mengasuh Elden, putranya yang berusia lima tahun dan menolak sekolah karena takut bertemu orang lain.

Awalnya, Arven menguji Mireya terlebih dahulu, apakah benar di bisa membuat Elden makan tanpa harus dipaksa. Ternyata, berbekal pengalaman mengasuh anak kakak iparnya, Mireya dengan mudah membuat Elden menikmati makannya.

Keesokan hari, Penghulu datang ke rumah itu.

"Kita menikah!"

Jadi lah, beberapa hari usai cerai, Mireya langsung menjadi istri pria bernama Arven.

Mireya menjadi ibu sambung bagi Elden, dan mengurus lahan pertanian milik Arven. Bagaimana kisah mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon CovieVy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

28. Ayah Juga Bisa Dimarahi Ibu

Setelah makan siang, Arven kembali ke ruang kerjanya. Beberapa layar CCTV memenuhi meja di hadapannya.

Satu layar memperlihatkan wilayah perkebunan bagian utara.

Layar lainnya menunjukkan para pekerja yang sedang mengangkut hasil panen.

Arven memeriksa semuanya dengan teliti. Sesekali ia membuka laporan di meja.

Kemudian pandangannya beralih ke layar lain. Kamera yang mengarah ke halaman rumah.

Mireya sedang duduk di teras bersama Elden. Anak itu membawa beberapa mainan.

Mireya tampak sedang mendengarkan sesuatu dengan serius. “Lalu apa lagi?” tanyanya.

Elden mengangkat mainannya. “Ini Ayah.”

Mireya memperhatikan boneka kecil itu. "Kenapa hidungnya besar?”

“Karena Ayah suka marah-marah. Kalau ayah marah, hidung terlihat besar."

Mireya refleks menahan tawa.

Sementara Arven yang sedang melihat dari layar CCTV tanpa sadar wajahnya merah.

"Bisa-bisanya anak ini mempermalukan ayahnya sendiri di belakangku," gumamnya memijit pelipis.

Pak Can yang kebetulan masuk hampir tersenyum. “Tuan, Elden masih kecil.”

“Keluar. Saya tak memintamu berkomentar.”

“Baik, Tuan.” Pak Can memutar badan dan tertawa tanpa suara. Pak Can melangkah pergi secepatnya.

Arven kembali melihat layar.bElden kini sedang tertawa, sedangkan Mireya berusaha merebut boneka dari tangannya. Tanpa sadar, Arven terus memperhatikan.

Layar CCTV yang lain masih menampilkan aktivitas para pekerja. Namun pandangannya justru kembali ke halaman rumah.

Beberapa menit berlalu. Arven baru menyadari bahwa sejak tadi ia belum memeriksa satu pun laporan.

Ia menghela napas. “Kenapa aku malah melihat mereka?”

Ia mematikan layar CCTV. Namun beberapa detik kemudian, layar itu kembali dinyalakan.

Kali ini Arven memilih melihat perkebunan. Hanya bertahan beberapa detik.

Lalu kembali ke halaman rumah. Arven mengerutkan kening sendiri.

“... Menyebalkan.”

.

.

.

Menjelang sore, Mireya dan Elden kembali berganti pakaian kerja.

Mereka membawa beberapa bibit yang belum sempat ditanam serta dua wadah air.

Arven yang baru keluar dari ruang kerjanya melihat mereka dari teras.

“Kalian mau ke kebun lagi?”

Mireya mengangguk. “Masih ada bibit yang belum ditanam.”

Elden mengangkat wadah airnya. “Aku mau menyiram!”

Arven melihat ke arah lahan. Kemudian mengambil salah satu wadah air. “Aku ikut.”

Mireya mengerutkan kening. “Mas?”

“Apa?”

“Kamu mau ikut berkebun?”

“Bukan.” Arven mengangkat wadah air. “Hanya ikut menyiram.”

Mireya menahan senyum. “Baiklah.”

Mereka bertiga berjalan menuju lahan. Mireya memeriksa bibit yang tadi ditanam. “Mas, cukup sedikit saja airnya.”

Arven mengangguk. “Seperti ini?” Air mengalir deras.

Mireya langsung membelalak. “Mas!”

Arven berhenti. “Apa?”

“Itu terlalu banyak!”

Arven melihat tanah yang sudah berubah menjadi becek. “Bukankah tanaman membutuhkan air?”

“Ya, tetapi bukan dibanjiri!”

Elden langsung tertawa. “Ayah salah!”

Arven menatap putranya. “Kau diam.”

Mireya menunjuk tanaman itu. “Lihat. Kalau terlalu banyak air, akarnya bisa bermasalah.”

Arven menatap tanah. Kemudian menatap Mireya. “Kenapa kau memarahiku?”

Mireya terdiam. “Karena Mas salah.”

Arven mengangkat alis. Biasanya dialah yang mengatakan kalimat itu kepada para pekerjanya. Sekarang justru dirinya yang berdiri di tengah kebun sambil dimarahi istrinya.

Elden tertawa semakin keras. “Ayah dimarahi Ibu!”

“Elden.”

“Ibu menang!”

Mireya akhirnya ikut tertawa.

Arven menggelengkan kepala. “Baik. Kau saja yang mengajari.”

Mireya tersenyum. “Makanya dengarkan aku.”

Arven menyerahkan wadah air kepadanya. “Kalau begitu, tunjukkan.”

Mireya mengambilnya. Ia menyiram dengan sangat perlahan. “Nah. Seperti ini.”

Arven memperhatikan. Kemudian mengangguk. “Baik.”

Arven baru menyadari, menjadi petani itu tidak semudah pekerjaannya selama ini.

.

.

.

Malam harinya.

Elden tampak mengantuk dan langsung mengaja Mireya tidur di kamar mereka. “Aku tidur sama Ibu.”

Mireya tersenyum. “Baik.”

Namun baru saja pintu hendak dibuka, Arven muncul di hadapan mereka. “Kau tidur di kamarmu sendiri.”

Elden langsung menggeleng. “Ngga mau.”

“Elden.”

“Aku mau bobo sama Ibu.” Mata anak itu mulai berkaca-kaca.

Mireya menatap Arven. “Mas…”

Arven menghela napas. Ia paling tidak tahan melihat putranya menangis. “Baik lah ”

Elden langsung tersenyum.

“Kamu boleh tidur bersama Ibu.”

Mireya tersenyum lega.

“Tapi di kamar Ayah," tambah Arven lagj

Senyum Mireya langsung menghilang. Tiba-tiba Mireya teringat bahwa mulai malam ini, salah satu aturan baru dalam kontrak mulai berlaku.

Mereka harus tidur di kamar yang sama. Wajah Mireya mendadak terasa panas.

Arven menyadari perubahan itu. “Kenapa?”

“Tidak.”

“Kau terlihat gugup.”

“Tidak gugup.”

Elden sudah menarik tangan Mireya. “Ayo, Bu!”

Mireya akhirnya mengikuti mereka. Sesampainya di kamar Arven, Elden langsung naik ke tempat tidur.

Arven kemudian mengatur posisi mereka. Ia meletakkan Elden di salah satu sisi. “Kau di sini.”

Elden mengangguk.

Kemudian Arven menunjuk bagian tengah. “Ibu di sini.”

Mireya menelan ludah.

Lalu Arven menunjuk sisi lainnya. “Ayah di sini.”

Mireya berkedip menyadari keanehan itu. Ia menatap Elden yang berada di pinggir. Kemudian Arven.

“Jadi … Elden yang di pinggir?”

Arven mengangguk.

“Lalu aku yang di tengah?"

“Benar.”

Kening Mireya mengerut ...

*bersambung*

1
Aidil Kenzie Zie
kapok kau Mire nggak mau jujur akhirnya diselidiki sendiri 😝😝😝😝
masih mau ngelak🤭🤭🤭
Esther
Mungkin ini yg ditakutkan Mireya, 1 hari stlh bercerai langsung menikah
Aretha Shanum
muter2 ga jelas
Dini Anggraini
Sudah beberapa bab mireya kenapa tetap gak cerita kejadian sebenarnya sama arven kak.
Esther
penasaran.....rahasia apa sih Mireya
mimief
othoooor
aku gemesssss
🫣🤣🤣🤣
mimief
hisss....gaa mempan 🫣🤣🤣
Aidil Kenzie Zie
jujur Mireya greget deh kapan kebenarannya akan terungkap tor🤔🤔🤔
SoVay: wkwkwkwk..di saat hampir tamat kaj 🤣🤣
total 1 replies
Aidil Kenzie Zie
bagaimana ini 🤔🤔🤔apa semua rahasia akan terungkap 🤔🤔
Arven jangan diam saja 😡😡😡😡
Esther
Jangan mau kalah Mireya.
Beri mereka pelajaran biar gak ngomong seenaknya.
Arven....kamu tahu apa yang harus kamu lakukan utk Mireya dan Elden
SoVay: dtampol elden kan 🤣
total 2 replies
mimief
wah...ribut ni
ayooo belajar galak
perlu aku kesana ga?
bantuin jambak🫣🤣🤣🤣
mimief: gass Thor
nungguin bang karma kelamaan
kita lewat jalur mandiri aja🤣🤣
total 2 replies
Aidil Kenzie Zie
kalo Mireya nggak mau jujur mending cari tahu sendiri Arven
mimief
gimana ya ven..
kepercayaan itu ga tumbuh dalam semalem..
dia udah pernah mencoba mempercayai seseorang dengan segenap jiwa dan raganya ,dan endingnya menyakitkan.
jadi cobalah kau bangun kepercayaan nya dulu
ambil simpatinya, dan sembuh kan lukanya
baru dia akan bisa membuka hatinya🥹
mimief
ya Allah
lucu amet si mereka🤣🤣
Esther
Arven sama Elden gk usah rebutan, Mireya milik kalian berdua😄
mimief
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
kontrak oh kontrak🤔
Aidil Kenzie Zie
astaga Mireya tinggal bilang kita menikah setelah 2hri aku cerai itu aja masih berbelit-belit 🤣🤣🤣🤣
mending jujur daripada mantan mertua yang mengacaukan semua greget sama Mire
mimief
kau tau ven
trauma diselingkuhi itu kyk kangker dufalam tubuh,ga keliatan tapi sakitnya nyata. merasuk Ampe kedalam aliran darah dan otak kita tanpa kita sadari
selalu mempertanyakan apakah kita cukup baik
apakah ini semua karena salah kita?
apakah ada g kurang dr kita?
sampai mati pasti kebawa🥹🥹
Mau nya lupa
maunya ga dipikirin
tapi...🫣🥹🥹
Esther
Mireya trauma dgn pernikahan sblmnya.
Dia takut nasib pernikahannya akan sama dgn sebelumnya
mimief: selalu semangat y ka
ga ada yg salah dr kita
mang mereka aja yg punya penyakit selingkuh 🥹
total 1 replies
mimief
ya ..ga ada selamanya ven
bahkan sekelas artis sebelah aj yg lagi rame
ketemu yg baru,setengah mampus nyerein istrinya 🤣🤣.
katanya yg baru dipilih karena lemah lembut.
hei...kami juga awalnya kembang desa
pas lama nikah jadi kembang api🤣🤣🤣
apalagi pengalaman mireya yg paket komplit...🥹
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!