NovelToon NovelToon
PERJALANAN MENUJU DENDAM LAMA

PERJALANAN MENUJU DENDAM LAMA

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Balas Dendam / Fantasi
Popularitas:47
Nilai: 5
Nama Author: CICAK rawa

DENDAM BERSELIMUT TAWA

Bagaimana jika pemuda paling santai di desa ternyata adalah pewaris takhta yang seharusnya sudah mati?

Namanya Raka. Hidupnya sederhana, hobinya bercanda, dan ia paling tidak suka berurusan dengan masalah orang lain. Baginya, hidup terlalu singkat untuk dihabiskan dengan memikirkan hal-hal yang merepotkan.

Namun, kematian seseorang yang telah membesarkannya mengubah segalanya.

Perjalanan untuk mengungkap kebenaran justru menyeret Raka ke dalam rahasia kelam kerajaan Sangkara—sebuah kerajaan yang kini dipimpin oleh raja yang dicintai rakyatnya, tetapi menyimpan dosa berdarah di balik mahkotanya.

Raka tidak tahu bahwa masa lalu yang selama ini tersembunyi perlahan sedang mengejarnya.

Terlebih lagi, di balik senyumnya yang jahil, tersimpan kekuatan misterius dalam kedua matanya: merah seperti kegelapan yang menuntut balas, dan biru seperti cahaya yang melindungi.

Bersama Kirana, sahabat masa kecilnya yang memiliki sihir bayangan langka, Raka harus menghadapi

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon CICAK rawa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 17- IBLIS LEMBAH HANTU

 Karena tak menemukan Raka, Kirana akhirnya melihat ke arah dalam lembah lebih jauh.

 "apa mungkin dia sudah masuk terlebih dahulu" batin Kirana.

 Tak ada satu hal pun selain itu yang terpikir olehnya, dia kini mulai melangkah masuk.

  semakin masuk, hutan semakin lebat. Akar akar menggelantung di pohon semakin banyak, dan tempat ini jauh lebih lembab dari di pinggir lembah.

 Beberapa kali Kirana bertemu ular, dan hewan lainnya.

 Namun semua itu tak mampu menghentikan langkahnya saat ini.

 "sial, ke mana anak ini. Lihat saja jika aku menemukanmu kamu akan tau akibatnya" gumam Kirana.

 Sedangkan di tempat Raka, kini ia tiba tiba bergidik.

 Seluruh bulu kuduknya berdiri tanpa sebab.

 "ada apa ini" batinnya.

 Raka menatap ke sekitar, walau malam telah tiba tapi cahaya bulan masih cukup terang di hutan ini.

 "di mana Rana" batin Raka.

  Ia melangkah, mencari Kirana.

 Namun sayangnya setelah mencari cukup lama, ia sama sekali tak menemukan Kirana.

 Tempat pertarungan pertama bahkan tempat pertama kali mereka turun dari kereta sudah Raka susuri.

  Tapi ia sama sekali tak menemukannya, sampai pada akhirnya ia menoleh ke hutan yang lebih rimbun.

 "jangan bilang dia masuk sendirian lebih dulu" gumamnya.

 "ah semoga tidak"

 Raka memejamkan matanya, energinya kembali meletus.

 Ya menelusuri 100 meter dari tempatnya, sambil berdoa kalau pemikirannya salah.

 Sampai, pada akhirnya dia menelan ludah.

 Kepalanya menoleh dengan berat ke arah hutan yang lebih rimbun.

 Baru saja ia menemukan jejak kaki dan jejak energi Kirana menuju ke arah pusat lembah hantu.

 Kakinya melangkah lalu mundur lagi kembali ke tempat awal.

 Ini terjadi beberapa kali.

 "arg... Tak ada pilihan"

 Raka akhirnya ikut masuk mengandalkan jejak Kirana, sepanjang jalan ia melihat beberapa akar akar yang telah terpotong.

 Setelah cukup jauh berjalan bahkan bau anyir menusuk hidungnya.

 "ini... bau darah..." ucapnya.

 Raka berlari makin cepat, semakin lama bau ini semakin menyengat.

 Bahkan yang tadinya memilih berjalan berhati hati dan penuh waspada, kini sudah tidak lagi.

 Ia tak lagi peduli apapun, bahkan jika ada hantu menghadang pun ia tak akan peduli.

 Tak lama setelah itu, akhirnya Raka keluar dari hutan rimbun dan muncul di rawa dengan lebih sedikit pohon.

 Saat ini Raka memperlambat jalannya, ia menatap tumpukan mayat binatang iblis yang masih baru.

 Raka turun, ia melihat beberapa binatang iblis itu.

 "Kirana..." ungkapnya setelah melihat luka di salah satu binatang iblis.

 tatapannya menuju ke arah kejauhan.

 Dari belakangnya, tiba tiba muncul binatang iblis yang langsung melompat ke arahnya.

 Cras.....

 plak....

 sebuah tubuh langsung jatuh di pinggir rawa berlumur.

 darah, mulai mengubah lumpur menjadi merah.

 "mengganggu" ungkap Raka dengan satu belati melayang mendekat ke arahnya.

  Ia kembali melangkah mengikuti jejak energi yang di tinggalkan Kirana.

 Sedangkan Kirana kini sudah sampai ke jantung lembah hantu.

 ia menatap gerbang besar di depannya, dengan diam.

 Saat ini ia baru tersadar satu hal.

 Dengan kepribadian penakut Raka, tak mungkin anak itu berani masuk ke lembah hantu ini.

 Walau ia tau sekuat apa kekuatan Raka, tapi. Raka terlalu penakut untuk masuk sendirian.

 "kenapa aku bodoh sekali" gumamnya ingin berbalik.

 "manusia, apa kau pikir kau bisa datang dan pergi sesukamu."

 Kirana menoleh, matanya langsung menyipit menatap sosok dengan mata merah dengan tubuh manusia tapi kepala bertanduk sedang menatap ke arahnya, dengan niat membunuh yang pekat.

 namun ia hanya menatapnya sebentar dan kembali berbalik..

Saat berbalik, sudah ada ratusan hantu yang sudah menghadang.

" manusia, sudah ku bilang tempat ini bukan tempat yang bisa keluar masuk sesuka hatimu"

wajah Kirana berubah dingin, ia tak berbalik atau apa.

Tatapannya menusuk langsung ke para hantu di hadapannya ini.

"iblis tua, cepat singkirkan hantu hantu kecil ini. aku tak ada waktu meladeni kalian semua" ucapnya dingin.

iblis itu sama sekali tak peduli apa yang Kirana katakan, ia mulai mengayunkan tangan dan ratusan hantu langsung bergerak menyerang.

Kirana sama sekali tak berkata apapun lagi, ia kakinya mengayun tipis ke depan.

Seketika itu, bayangan di kakinya menggeliat.

Perlahan menciptakan beberapa sosok memegang pedang di belakangnya.

"bunuh..."

hanya ucapan dingin ini yang terdengar.

secara bersamaan dengan suara ini, duri duri gelap melesat dari berbagai arah langsung menyerang ke para hantu, tak kecuali beberapa sosok hitam di belakangnya.

Mereka langsung melesat menuju para hantu.

Arg....

Arg....

Arg.....

Secara bersamaan, jeritan jeritan terdengar di telinganya.

Bom....

Ledakan energi meletus tepat di belakang Kirana.

"kau masih terlalu lemah iblis tua" ungkap Kirana sambil berbalik.

Terlihat iblis yang tadi sedang melayang dengan tinju berada di sebuah perisai hitam.

"matilah"

perisai hitam yang menahan serangan iblis itu menembakkan beberapa duri tajam secara langsung.

Namun iblis ini juga tak lemah, ia bisa dengan cepat melesat mundur.

"sial, siapa wanita manusia ini" ungkap iblis itu.

Beberapa bagian tubuhnya terlihat luka bekas duri duri tadi.

Luka itu mengeluarkan uap, dan mulai beregenerasi dengan cepat.

Kini tatapan keduanya beradu, namun iblis itu tertegun beberapa saat.

Tatapan Kirana mampu menembus jiwanya, jika tatapan memiliki bentuk fisik.

Iblis itu tak tau dia masih bisa berdiri atau tidak sekarang.

"tidak dia hanya manusia, sedangkan aku salah satu jendral lembah hantu ini" batin iblis itu, menguatkan diri.

Setelah itu, ia sedikit menunduk. Bersiap menyerang lagi.

"manusia, aku akui kau memiliki kekuatan dan karisma yang kuat. tapi jangan berpikir itu bisa menakuti jendral ini"

setelah mengucapkan ini, lumpur di bawah iblis itu menyipit ke sembarang arah.

Sedangkan tubuhnya kini menghilang dari pandangan mata.

melihat ini, Kirana tak bergeming sedikitpun.

bahkan pandangannya masih menatap ke arah kekosongan di depannya.

"lemah" ucap iblis itu yang tiba tiba muncul di depan Kirana.

Ia sudah mengayunkan kakinya siap menendang Kirana dengan sekuat tenaganya.

melihat Kirana yang tak merespon, iblis itu terlihat menyeringai menganggap kalau sebelumnya Kirana hanya beruntung bisa menahan serangannya.

Tapi seringai ini tak bertahan lama, sebelum iblis itu membelalakkan matanya.

"bagaimana mungkin" terkejut iblis itu.

Kini kakinya sudah tertahan sepenuhnya oleh bayangan hitam yang ia sendiri tak sadar kapan munculnya.

Wajah iblis itu tampak lebih panik saat ia sama sekali tak dapat menarik kakinya kembali.

"apa apaan ini, kenapa bisa seperti ini"

akal iblis itu semakin kacau saat Kirana menoleh dengan tatapan dinginnya.

Bahkan tanpa sadar iblis itu langsung mengayunkan satu tangannya untuk menyerang.

Namun sayangnya sebelum tangannya mampu mencapai Kirana, bayangan hitam lain sudah menahan tangan itu.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!