NovelToon NovelToon
Jerat Asmara Sang CEO Dingin

Jerat Asmara Sang CEO Dingin

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / CEO / Romansa Fantasi
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: Rey Nanda

Reynand, CEO dingin yang anti-cinta, terpaksa menikahi asisten pribadinya, Aira, demi meredam skandal kantor.

​Bagi Reynand, pernikahan ini hanyalah kontrak sementara. Namun, keteguhan hati Aira perlahan meruntuhkan pertahanan sang CEO.

​Saat intrik dan masa lalu mengancam, sanggupkah Reynand mengakui perasaannya sebelum kehilangan wanita yang telah menjerat hatinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rey Nanda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 2: Skandal yang Direncanakan

Pagi itu, suasana di kantor pusat Aristha Corp mendadak tegang. Gemerisik bisik-bisik karyawan menyeruak di setiap sudut koridor, mulai dari area pantry hingga ruang divisi keuangan.

​Aira melangkah dengan tenang membelah koridor lantai empat puluh dua. Ia mengenakan kemeja putih berlengan panjang dengan rok pensil hitam di bawah lutut—penampilan yang sangat rapi dan profesional di hari pertamanya bekerja secara resmi sebagai asisten pribadi Reynand Aristha.

​Namun, pandangan aneh serta tatapan penuh selidik dari para staf yang dilaluinya membuat Aira mengernyitkan dahi.

​"Pagi, Mbak Aira," sapa salah satu staf administrasi dengan nada setengah berbisik. "Mbak belum lihat berita pagi ini, ya?"

​"Berita apa?" tanya Aira heran.

​Belum sempat staf itu menjawab, pintu lift eksekutif terbuka lebar. Reynand melangkah keluar dengan raut wajah yang lebih dingin dan pekat daripada kemarin. Di belakangnya, Sekretaris Senior Aristha Corp, Pak Broto, menyusul dengan waut wajah panik seraya memegang sebuah tablet digital.

​"Masuk ke ruangan saya sekarang, Aira," perintah Reynand singkat tanpa menghentikan langkahnya. Suaranya terdengar seperti embun beku yang menetes di atas marmer.

​Aira segera mengikuti langkah lebar sang CEO masuk ke dalam ruang kerja yang luas itu. Pintu kaca tebal otomatis tertutup rapat, mengisolasi mereka dari tatapan ingin tahu para karyawan di luar.

​"Jelaskan ini," kata Reynand dingin seraya melempar tablet digital Pak Broto ke atas meja.

​Aira mendekati meja dan melihat layar tablet yang menyala. Di sana terpampang foto beresolusi tinggi dengan judul berita berukuran besar yang sangat menyengat:

​[EKSKLUSIF] CEO Aristha Corp Tertangkap Kamera Menghabiskan Malam Bersama Wanita Misterius di Hotel Bintang Lima! Apakah Skandal Bisnis Terbesar Akan Terbongkar?

​Di dalam foto tersebut, tampak sesosok pria berjas hitam yang sangat mirip dengan Reynand sedang merangkul seorang wanita di depan pintu kamar hotel. Wajah sang wanita memang buram, tetapi gaun dan bentuk tubuhnya dibuat sedemikian rupa hingga sangat mengarah pada ciri-ciri Aira saat menghadiri acara syukuran kecil perusahaan dua hari lalu.

​"Pak Reynand, foto ini... ini rekayasa!" tegas Aira, menatap layar dengan mata membelalak. "Saya tidak pernah mendatangi hotel itu, apalagi bersama Anda!"

​"Saya tahu ini rekayasa," sahut Reynand datar, menyilangkan kedua tangannya di dada. "Seseorang sengaja mengambil foto saya saat menghadiri rapat dengan investor malam itu dan menyunting sosok wanita di samping saya agar terlihat seperti kamu."

​"Tapi kenapa harus saya?" tanya Aira penasaran.

​"Karena kamu adalah asisten pribadi baru saya," sela Pak Broto raut wajah cemas. "Pihak dewan komisaris dan pers sedang gempar. Salah satu mitra investor utama kita memegang prinsip moralitas yang sangat tinggi. Jika skandal perselingkuhan atau perilaku tidak etis ini sampai merusak citra pimpinan Aristha Corp, kontrak kerja sama senilai triliunan rupiah bisa dibatalkan siang ini juga."

​Ponsel di atas meja Reynand berdering nyaring berulang kali. Nama-nama pemegang saham utama serta wartawan media bisnis papan atas terus membanjiri layar teleponnya.

​Di saat yang sama, pintu ruangan Reynand terdorong terbuka. Seorang pria berjas kelabu masuk tanpa mengetuk pintu. Senyum tipis bernada meremehkan terpatri di bibirnya.

​Devan Aristha—saudara tiri Reynand sekaligus Wakil Direktur yang selalu mengincar posisi CEO.

​"Wah, adikku tersayang," ujar Devan dengan nada berpura-pura simpati. "Berita pagi ini sangat menghebohkan. Para dewan komisaris sudah berkumpul di lantai bawah. Mereka menuntut penjelasan sebelum bursa saham dibuka satu jam lagi. Jika kamu tidak bisa membersihkan nama baikmu dan nama perusahaan, posisi CEO mungkin harus dialihkan sementara waktu."

​Reynand tidak bergeming. Ia menatap Devan dengan pandangan tajam bagaikan belati. Ia tahu persis siapa aktor intelektual di balik skandal murahan ini. Devan sengaja menciptakan perangkap ini untuk menjatuhkannya di hadapan dewan komisaris.

​"Kamu tidak perlu khawatir dengan posisi saya, Devan," ucap Reynand tenang namun mematikan. "Masalah ini akan selesai sebelum rapat dimulai."

​"Oh ya? Bagaimana caranya?" tentang Devan sambil bersedekap. "Gadis di foto itu jelas-jelas diarahkan pada asisten barumu ini. Publik dan media tidak akan percaya begitu saja pada klarifikasi biasa."

​Reynand terdiam sejenak. Manik matanya perlahan beralih menatap Aira yang berdiri tegap di samping meja. Otak jenius sang CEO berputar cepat mencari celah mematikan untuk membalikkan serangan lawan.

​"Media akan percaya jika narasi yang kita berikan berbeda," kata Reynand lambat laun.

​"Maksud Anda, Pak?" tanya Aira yang mendadak merasakan firasat kurang enak.

​Reynand mendekati Aira, mengikis jarak di antara mereka hingga Aira bisa melihat dengan jelas kilatan intrik di mata pria itu.

​"Foto itu bukan skandal perselingkuhan," tegas Reynand, suaranya terdengar lantang hingga terdengar oleh Devan di pintu. "Foto itu adalah momen pribadi antara saya dan tunangan sah saya."

​Aira menahan napasnya. Senyum di wajah Devan seketika membeku.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!