NovelToon NovelToon
Ku Sadari Cintaku Setelah Kamu Pergi

Ku Sadari Cintaku Setelah Kamu Pergi

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Perjodohan / Diam-Diam Cinta
Popularitas:6.8k
Nilai: 5
Nama Author: rini sya

Lima tahun mencintai Hansen diam-diam membuat Jihan langsung menerima saat mereka dijodohkan. Hansen pun terpaksa menikahi Jihan karena merasa bertanggung jawab atas kecelakaan yang membuat kaki Jihan cacat.

Atas permintaan Hansen, pernikahan mereka disembunyikan. Selama sepuluh tahun, Jihan menjalani perannya sebagai istri tanpa pernah menuntut cinta dari Hansen yang selalu bersikap dingin.

Namun semuanya berubah ketika putra mereka yang berusia sembilan tahun mengatakan bahwa ia malu memiliki ibu yang pincang.

Hati Jihan hancur.

Di saat yang sama, Hansen mengaku sudah lelah dengan pernikahan pura-pura mereka dan mengajak Jihan bercerai.

Jihan hanya terdiam.

Tanpa air mata, tanpa protes, dan tanpa memohon agar Hansen tetap bersamanya.

Karena kali ini, Jihan memilih berhenti mencintai pria yang tak pernah benar-benar menginginkannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rini sya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Takut Menyentuh

Setelah tangisnya reda, Jihan pun merapikan rambutnya, merapikan bajunya dan segera melangkah meninggalkan toilet.

Dengan senyum sumringah, ia pun mendekati mantan suami dan anaknya.

"Ngobrol apa, sepertinya seru sekali," ucap Jihan, Pura-pura tak mendengar apa-apa.

"Oh, ini Raka izin mau ikut study tour ke Jogja bulan depan." Hansen tampak gugup, karena berbohong. Dan dari sikapnya itu, Jihan tau kalo mantan suaminya ini sedang berbohong."

"Ohh, anak bunda sudah besar ternyata, sudah berani pergi-pergi sendiri ya," jawab Jihan, tanpa menyentuh Raka. Jihan berusaha menahan diri agar tidak menyakiti hati sang putra. Sekarang Jihan merasa, mungkin Raka tak suka sentuhannya.

Raka hanya tersenyum. Namun Jihan tau kalo senyuman itu sama sekali tak tulus.

"Kok kamu lama di toiletnya, apa ngantri?" tanya Hansen lembut.

"Tidak, tadi tiba-tiba ada telpon. Jadi angkat telpon dulu."

"Oh." Hansen tersebut lega. Itu artinya ada kemungkinan Jihan tak mendengar perbincangannya dengan sang putra. Jika sampai dengar, Hansen tak tau sesakit apa perasaan mantan istrinya ini.

Hampir lima menit mereka berada dalam suasana canggung. Raka sibuk dengan tabletnya, Hansen pura-pura sibuk dengan ponselnya, sedangkan Jihan hanya diam sambil meremas jari jemarinya.

"Habis ini kamu mau ke mana, aku anter?" tanya Hansen, sesaat sebelum makanan datang.

"Saya shift malam, gantiin Bu Hani," jawab Jihan jujur.

"Ya sudah, nanti kita bareng saja, aku juga ada kerjaan di rumah sakit."

"Eh, jangan, nggak usah. Saya nyetir sendiri saja."

"Kenapa? kamu malu jalan sama ku?"

"Nggak, tentu saja nggak. Hanya nggak mau jadi bahan gunjingan saja. Nggak mau ada salah paham saja."

"Salah paham apa, kalo mereka nanya, kamu tinggal jawab kalo kamu istriku kan."

"Hist, mantan, Bapak. Sekarang sudah mantan kan." Tawa Jihan hampir meledak. Tapi cepat ia tahan. Wajah Hansen langsung memerah. Sedangkan Raka langsung mengangkat wajahnya. Namun tak ada sepatah katapun yang terucap dari bibir anak itu. Dan Jihan tau kalo sikap sang putra tersebut adalah wujud dari ketidakpedulian terhadap dirinya.

Hansen sendiri hanya diam. Ia tak tau harus berkata apa. Sampai makanan datang, mereka pun masih sibuk dengan pikiran masing-masing.

Hansen ingin menjelaskan banyak hal pada Jihan, namun bibirnya kelu. Sedangkan Jihan dengan sikap tenangnya. Sikap tenang yang sebenarnya sedang menahan kesedihan yang cukup dalam.

***

Satu jam kemudian...

Di parkiran...

Sebelum masuk ke dalam mobilnya, Jihan mendekati Raka. Tanpa memeluk, tanpa menyentuh kepala seperti biasa. Hanya tersenyum sambil berkata...

"Raka jaga diri baik baik ya, nurut sama papi, hemm... " ucap Jihan lembut.

"Hemm... " jawab Raka dingin.

Tak ada perbincangan lagi, Jihan tak ingin membuat sang putra semakin muak padanya. Ia tau setiap kata yang terucap dari mulutnya, pasti akan membuat sang putra semakin membencinya, untuk itu Jihan memilih untuk tidak banyak bicara.

Kemudian, ia pun membalikkan tubuh, menatap sekilas mantan suaminya. dan setelah memberi salam santun pada mantan suaminya, Jihan pun segera masuk ke dalam mobil.

Jihan menatap beberapa saat kedua pria yang sangat ia cintai itu dari kaca spion, ada rasa sesak yang menjalar di seluruh dadanya. Tangisnya pun pecah. Pecah detik itu juga.

Tak ingin tangisnya dilihat oleh kedua pria itu, Jihan segera menginjak pedal gasnya, meninggalkan pelataran restoran itu.

Dengan hati hancur tentunya

Dengan kekecewaan

Dengan kesedihan yang cukup dalam

Dengan meninggalkan sejuta harapan yang ia tau tak akan terwujud.

***

Di mobil lain...

Tampak Hansen lebih banyak melamun dan banyak diam. Pikirannya terpaut pada sikap Jihan pada sang putra. Sikapnya tadi tampak jelas bahwa ia takut menyentuh Raka. Sikap Jihan tampak jelas bahwa ia memendam ingin. Tapi takut memulai.

"Apa mungkin tadi dia dengar perbincangan kami?" tanya batin Hansen.

"Juan, setelah ini tolong pastikan Jihan nggak kekurangan apapun," pinta Hansen serius.

Sebenarnya Juan tak tahu persis permintaan itu spesifikasinya seperti apa, namun ia tetap mengiyakan permintaan itu.

"Baik, Pak, akan saya kerjakan," jawab Juan, tidak menolak.

Hansen kembali diam. Entah apa yang ada di pikiran pria ini sampai mulutnya tak mampu mengutarakan apa yang ia inginkan. nNamun Juan bisa memahami, bahwa sebenernya bosnya ini sama sekali tidak menginginkan perpisahan.

1
sunaryati jarum
Betapa menderitanya Jihan berumah tangga sepuluh tahun kokk kamarnya sendiri,sungguh Hanzen suami tidak punya perasaan,untung tidak selingkuh,jika itu terjadi betapa hancurnya hatinya.
Setyowati Setyowati
🙏🙏🙏 rajin up ..makin rajin krm hadiah tonton iklannya 🥰🥰🥰
Setyowati Setyowati
nahhh menyesalkannnn ..makanya punya istri di sayangi di hargai seperti kamu menghargai dirimu sendiri...sekarang baru tau rasa kamu Hansen setelah Jihan pergi ..dan inilah awal perjuangan mu
Setyowati Setyowati
pengharum ruangan dong thor masak penghargaan ruangan
Rini Sya: oke oke😍
total 3 replies
Halimah
Dasar laki" munafik
Halimah
Betul Ji.... Mending km resign n pergi sejauh mungkin biar km ga bs ketemu lg sm Hansen
Rini Sya
bantu beri ulasan ya kakak2😍
Ai nurjanah
ayo up lagi dong thor🙏
sunaryati jarum
Masyaallah Jihan,kau punya tabungan begitu banyak tidak dibawa,kan bisa bila rumah sederhana dan buka apotek.
sunaryati jarum
Kehidupan Jihan semakin baik ,mungkin itu uang sisa nafkah darimu, setelah pergi baru divari
sunaryati jarum
Semoga kesempatan itu memiliki Apotek
sunaryati jarum
Harus semangat dan happy selalu agar dua baby sehat pertumbuhan dan perkembangannya normal.Kamu.juga rezeki lancar hingga sebelum baby lahir kamu sudah punya apotek yang kau impikan jadi bisa merawat dua baby sambil menjaga apotek.
sunaryati jarum
Jika kalian.brrjodoh mudah- mudahan bertemu dan Jihan memberi maaf serta memberi kesempatan
Setyowati Setyowati
bukan lupa Hansen..tp mungkin itu uang belanja dari kamu , makanya Jihan GK mau bawa
Setyowati Setyowati
semangat Jihan ..kamu wanita kuat, dan berjuang untuk si kembar
Setyowati Setyowati: siap...hadiahnya rajin up yaa🤭🤭
total 2 replies
Setyowati Setyowati
seperti biasa ...masih merasa kurang 🥰🥰
Rini Sya
Terima kasih buat teman-teman semua atas dukungannya. Sekali lagi jangan lupa like komen dan beri ulasan ya gaes.... makasih banyak😍😍😍
Halimah
Kenapa Hansen ga jujur sekalian kalo penyebab Jihan pincang karena dia yg udah menabraknya
Halimah
Ini anak kecil kok mulutnya udah pedes bgt gitu ya
sunaryati jarum
Selamat Jihan, semoga kamu dan bayimu sehat.Kamu tetap bisa beraktifitas tidak terganggu dengan kehamilan itu.Dan Hanzen tahu dia mengalihkan kehamilan simpatik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!