NovelToon NovelToon
Ku Sadari Cintaku Setelah Kamu Pergi

Ku Sadari Cintaku Setelah Kamu Pergi

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Perjodohan / Diam-Diam Cinta
Popularitas:6.2k
Nilai: 5
Nama Author: rini sya

Lima tahun mencintai Hansen diam-diam membuat Jihan langsung menerima saat mereka dijodohkan. Hansen pun terpaksa menikahi Jihan karena merasa bertanggung jawab atas kecelakaan yang membuat kaki Jihan cacat.

Atas permintaan Hansen, pernikahan mereka disembunyikan. Selama sepuluh tahun, Jihan menjalani perannya sebagai istri tanpa pernah menuntut cinta dari Hansen yang selalu bersikap dingin.

Namun semuanya berubah ketika putra mereka yang berusia sembilan tahun mengatakan bahwa ia malu memiliki ibu yang pincang.

Hati Jihan hancur.

Di saat yang sama, Hansen mengaku sudah lelah dengan pernikahan pura-pura mereka dan mengajak Jihan bercerai.

Jihan hanya terdiam.

Tanpa air mata, tanpa protes, dan tanpa memohon agar Hansen tetap bersamanya.

Karena kali ini, Jihan memilih berhenti mencintai pria yang tak pernah benar-benar menginginkannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rini sya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Aku Ini Kenapa?

Keesokan harinya...

Jihan bangun lebih awal dari biasanya. Setelah membersihkan diri, ia langsung pergi menuju dapur untuk menyiapkan sarapan dan bekal untuk Raka, putra semata wayangnya.

Jihan hanya memasak seadanya, karena ia pikir Hansen pasti sudah kembali ke apartemennya. Apa lagi ia tau, saat ia pergi ke belakang untuk memetik sayur, mobil Hansen juga sudah tidak ada.

Pagi ini, Jihan mengenakan kaos oblong, lengan pendek, karena bajunya kebesaran, Jihan pun menggulung lengannya dan ia juga mengenakan celana bahan hitam yang ukurannya juga cukup minim. Ia pikir di rumah hanya ada Raka. Maka tidak masalah jika dia memakai pakaian yang minim.

Rambut pun digulung asal dan di jepit ringan dengan jedai. Memperlihatkan leher putih mulus miliknya.

Sengaja Jihan berpenampilan seperti itu, menurutnya berpakaian seperti itu nyaman dengan menyesuaikan udara panas pagi ini.

Lima menit setelah bekal dan sarapan untuk Raka selesai, bocah tampan itu pun datang.

"Selamat pagi, Bunda," sapa Raka.

"Pagi, Sayang. Sarapan dulu, bekalnya juga sudah siap."

"Makasih banyak, Bunda. Bunda nggak sarapan?"

"Sama-sama, Bunda nanti saja, Sayang. Bunda masih banyak pekerjaan."

"Oh, okelah kalo begitu, Raka sarapan dulu ya, Bun."

"Oke, siap."

Jihan pun kembali melanjutkan pekerjaannya. Sedangkan Raka juga sibuk menikmati roti panggang dan segelas susu. Sedangkan untuk bekalnya, kemarin sore Raka request nasi, ayam goreng mentega, tumis buncis udang dan untuk cemilannya ia minta sekotak susu dan kue bawang buatan ibunya. Raka sangat suka cemilan itu.

Setelah menghabiskan sarapannya, Raka langsung menggendong tas sekolahnya.

"Bun, Raka berangkat dulu ya."

"Oke. Bekalnya jangan lupa."

"Siap, Bunda. Assalamualaikum."

"Wa'alaikumussalam warohmatulohi wabarakatuh..."

Raka mendekati ibunya, lalu salim. Jihan menyambut ularan tangan itu, tersenyum dan memberikan restu.

Tak lupa ia mengantar sangat putra sampai depan pintu. Sengaja ia tak mengantar sampai gerbang, karena ia malu pakaiannya terlalu minim dan Raka tak keberatan soal itu.

Selepas sang putra berangkat, Jihan kembali masuk ke dapur. Menyiapkan sayuran dan lauk yang akan ia masak nanti malam saat pulang kerja. Namun, langkah tangganya terhenti. Ia ingat bahwa ia harus segera pergi dari sini dan mungkin saja, malam ini dia sudah tak ada di rumah ini lagi.

"Astaghfirullah, kenapa aku jadi lupa. Harusnya sekarang aku membersihkan semua perabotan ini. Mengembalikan semuanya pada tempatnya. Aduh, kenapa jadi kepikiran masak untuk makan malam. Bodoh kamu Jihan, astaga... " ucapnya seraya merapikan semua sayur dan lauk yang niatnya mau ia masak.

Tak mau pikirannya kembali kacau, Jihan langsung mengembalikan semua bahan makanan itu ke kulkas. Setelahnya ia kembali fokus membersihkan dapur. Ia tak ingin rumah ini kotor saat ia tinggal, setidaknya nanti dirinya tak meninggalkan kesan jelek di rumah ini.

***

Tanpa Jihan sadari, ternyata ada sepasang mata yang mengamatinya sedari tadi. pemilik mata itu tak lain adalah Hansen, suaminya.

Pria itu sebenarnya masih ingin menyelesaikan beberapa pekerjaannya sebelum berangkat ke rumah sakit. Namun aroma masakan menghalanginya untuk cepat-cepat pergi. Penasaran dengan masakan apa yang ada di dapur, ia pun memutuskan untuk melihatnya.

Ditambah saat ini perutnya juga susah keroncongan. Namun, langkahnya terhenti saat melihat seorang wanita sedang sibuk membersihkan dapur. Sesekali wanita itu mengusap peluhnya. Merapikan anak anak rambut yang menganggu.

Penampilan wanita itu sungguh berbeda dari biasanya. Tubuh mungilnya terlihat begitu menggemaskan, apa lagi saat dia berjinjit karena tak sampai menggapai sesuatu.

Hansen ingin sekali membantu, namun... ia hanya tersenyum dan tetap membiarkan wanita itu melakukan apa yang ia ingin lakukan. Menurutnya setiap gerak Jihan sangat manis di matanya. Entahlah, kenapa tiba-tiba saja dia mengaggumi wanita mungil ini. Padahal semalam ia sudah mengutarakan keinginannya untuk bercerai.

Jihan, wanita cantik ini masih belum menyadari bahwa ada sepasang mata yang sedang memperhatikan geraknya. Ia tetap saja cuek dan terus merapikan apa yang menurutnya belum rapi.

Dan di menit berikutnya, pemilik sepasang mata yang terus memerhatikan dirinya berdehem..

"Ehemm... "

Jihan sedikit berjingkat kaget. Spontan ia berbalik, lalu mengelus dadanya.

"Ada apa? kenapa kaget begitu?" tanya Hansen tanpa rasa bersalah.

"Saya kira Mas udah balik ke apartemen. Soalnya mobilnya nggak ada," jawab Jihan, lembut, lugu, enak sekali didengar.

"Oh, mobilnya ada sedikit masalah. Semalam diambil sama pihak bengkel."

Jihan mengangguk, sedikit menggembungkan pipi. Pipi cubbynya bertambah cubby. Membuat Hansen suka dan tanpa Hansen sadari ada keinginan di hatinya untuk mengelus dan mengecup pipi itu.

Ahhhh.. aku ini kenapa? batin Hansen, mulai bingung dengan keinu hatinya yang tak masuk akal.

"Kamu masak apa, kelihatannya enak," ucap Hansen sembari membuka tudung saji.

"Hanya ada ayam goreng sama tumis buncis udang. Maaf saya nggak tau kalo Mas masih di rumah. Jadi masaknya nggak banyak."

"Nggak apa, ini sudah cukup kok. Krupuk udang yang semalam masih ada nggak?"

Hah, tumben dia nanya banyak banget. Biasanya langsung makan tanpa basa basi. batin Jihan.

"Masih. Sebentar saya ambilkan." Jihan berjalan tertatih menuju meja dapur tempat ia menyimpan aneka cemilan. Lalu mengambil toples berisi krupuk udang yang diinginkan suaminya.

"Ini."

"Makasih." Hansen menggosok-gosok tangannya. Seperti tak sabar ingin segera menikmati hidangan yang tersaji di meja makan.

Tak sengaja matanya melihat sepiring gorengan di atas meja dapur. Tanpa malu, ia pun segera bertanya soal makanan yang masih ada di meja dapur.

"Oh, apa itu?" tanyanya sembari melangkah mendekati sepiring gorengan itu.

"Bakwan sayur." Jihan masih diam di tempat.

"Kelihatannya enak, apa aku boleh memakannya?" Hansen menoleh ke arah Jihan.

"Ya, tentu saja." Jihan mengangguk.

Hansen segera mencuci tangannya. Lalu membawa sepiring bakwan sayur itu ke meja makan.

"Tolong ambilkan aku nasi," pintanya lagi.

Tanpa banyak berkata, Jihan segera mengambil piring dan menyendok nasi untuk Hansen.

Masih dengan langkah tertatih, Jihan kembali mendekati Hansen dengan membawa sepiring nasi. Setelah itu ia bersiap meninggalkan Hansen.

"Eh, kamu mau ke mana? nggak makan bareng?" tanya Hansen, saat Jihan hendak meninggalkan dirinya.

Eh, ada apa dengan pria ini, bukankah dia tidak suka kalo makan bareng aku.

"Saya sudah makan, Mas. Maaf, saya masih banyak kerjaan. Nggak apa kan kalo saya lanjut kerja." Jihan meremas jari jemarinya.

"Oh oke... " Hansen kembali duduk. Lalu segera duduk dan menikmati makanan yang disiapkan oleh istrinya.

Sedangkan di dapur, Jihan sedikit merasa aneh dengan perubahan Hansen. Jujur hatinya bertanya-tanya, mungkinkah perubahan ini terjadi karena sebentar lagi mereka akan bercerai dan ia merasa akan bebas?

"Ahh, mungkin saja," ucap Jihan sembari melangkah ke ruang cuci baju.

Bersambung....

Gaes, minta tolong tinggalkan jejak kalian ya. Jangan lupa Like, komen dan sub nya.. love love buat kalian semua...

1
Halimah
Dasar laki" munafik
Halimah
Betul Ji.... Mending km resign n pergi sejauh mungkin biar km ga bs ketemu lg sm Hansen
Rini Sya
bantu beri ulasan ya kakak2😍
Ai nurjanah
ayo up lagi dong thor🙏
sunaryati jarum
Masyaallah Jihan,kau punya tabungan begitu banyak tidak dibawa,kan bisa bila rumah sederhana dan buka apotek.
sunaryati jarum
Kehidupan Jihan semakin baik ,mungkin itu uang sisa nafkah darimu, setelah pergi baru divari
sunaryati jarum
Semoga kesempatan itu memiliki Apotek
sunaryati jarum
Harus semangat dan happy selalu agar dua baby sehat pertumbuhan dan perkembangannya normal.Kamu.juga rezeki lancar hingga sebelum baby lahir kamu sudah punya apotek yang kau impikan jadi bisa merawat dua baby sambil menjaga apotek.
sunaryati jarum
Jika kalian.brrjodoh mudah- mudahan bertemu dan Jihan memberi maaf serta memberi kesempatan
Setyowati Setyowati
bukan lupa Hansen..tp mungkin itu uang belanja dari kamu , makanya Jihan GK mau bawa
Setyowati Setyowati
semangat Jihan ..kamu wanita kuat, dan berjuang untuk si kembar
Setyowati Setyowati: siap...hadiahnya rajin up yaa🤭🤭
total 2 replies
Setyowati Setyowati
seperti biasa ...masih merasa kurang 🥰🥰
Rini Sya
Terima kasih buat teman-teman semua atas dukungannya. Sekali lagi jangan lupa like komen dan beri ulasan ya gaes.... makasih banyak😍😍😍
Halimah
Kenapa Hansen ga jujur sekalian kalo penyebab Jihan pincang karena dia yg udah menabraknya
Halimah
Ini anak kecil kok mulutnya udah pedes bgt gitu ya
sunaryati jarum
Selamat Jihan, semoga kamu dan bayimu sehat.Kamu tetap bisa beraktifitas tidak terganggu dengan kehamilan itu.Dan Hanzen tahu dia mengalihkan kehamilan simpatik
sunaryati jarum
Semoga nanti.Jihan memberi kabar Hanzen
Setyowati Setyowati
lanjut lagi Thor..sangat bagus ceritanya
sunaryati jarum
Segera telpon tanya keadaan putramu ,Jihan.Dia sakit dan mencarimu
Setyowati Setyowati
episode ini ikut nangiss Thor 😭😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!