NovelToon NovelToon
Istri Kontrak CEO Dingin Yang Gaptek

Istri Kontrak CEO Dingin Yang Gaptek

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Nikah Kontrak
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: Atha Diyuta

Kisah ini menceritakan tentang kisah seorang gadis desa yang gaptek dan dalam keadaan mendesak dia dipaksa menikah dengan CEO muda Arga Mahendra, seorang pengusaha muda yang tengah mencari istri sebagai jaminan kesehatan neneknya.
Mereka terpaksa menikah,disatu sisi Arga membutuhkan istri atas keinginan terahir neneknya dan disisi lain safa terpaksa harus mengorbankan masa mudanya demi mendapatkan uang karna ibunya terlilit hutang pada rentenir dan dia juga butuh biaya untuk berobat.
akankah cinta mereka bersemi diatas kertas kontrak?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Atha Diyuta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 6 Memboyong Mall ke dalam rumah

Malam itu Safa tidur dengan nyenyak dan seperti biasa dipagi harinya Safa bangun jam 5 untuk melaksanakan solat subuh dan mengaji.

Pagi itu tepat jam 8 bell berbunyi,Safa yang baru selesai menyapu lantai dengan robot sapu kesayangannya, berlarian membukakan pintu.

"Nenek! Ya ampun Nenek datang lagi!"Safa terkejut karna nenek Ratna datang tanpa memberi tau dulu dan Arga juga tidak mengatakan apapun sejak semalam.

Nenek Ratna masuk dengan tongkatnya, tapi matanya langsung berhenti di baju Safa.

Gamis yang sama.

Gamis batik coklat yang dipakai waktu pertama kali mereka bertemu beberapa hari lalu. Gamis yang mungkin selalu cuci kering pakai sampai warnanya agak pudar di bagian ketiak.

Nenek mengerutkan kening.

"Safa, kenapa kamu pakai gamis itu lagi? Nenek lihat kemarin kamu pakai itu, sekarang pakai itu lagi. Kamu tidak punya baju lain selain gamis itu?"

Safa yang polos langsung menjawab dengan jujur. "Punya Nek ada dua,satu ini satu lagi yang bunga-bunga pink. Aku pakainya selang seling nek,yang ini baru dicuci kemarin sore, udah kering jadi aku pakai lagi. Hemat kan nek?"

Nenek langsung menatap Arga yang baru keluar dari kamar dengan wajah yang terlihat masih mengantuk belum sepenuhnya sadar dari tidurnya.

"Arga! Sini kamu!"

Arga kaget melihat ekspresi wajah nenek." Ada apa nek,nenek datang ko gak bilang-bilang tau gitu kan Arga jemput nek ajak Safa."

"Arga! Kamu ini bagaimana jadi suami? Istri kamu cuma punya dua gamis? Kamu CEO apa tukang parkir? Malu-maluin Nenek saja!"

Arga menggaruk kepalanya yang tidak gatal. "Nek, kan dia..."

"Ngga ada kan-kan! Pokoknya hari ini Nenek mau ajak Safa belanja! Kita borong di mall! Nenek tidak mau cucu mantu Nenek kelihatan seperti ini,dia harus tampil cantik dia itu istri seorang CEO!"

Safa melongo. "Belanja Mall nek? Mall itu yang ada tangga yang bergerak itu nek?Yang dingin banget itu kan?"

"Iya! Nenek akan belikan kamu baju, tas, sepatu, skincare, semuanya!"

Safa langsung panik. "Jangan banyak-banyak nek,aku ngga enak. Aku nggak bisa pakai barang mahal, takut nanti rusak."

Belum sempat Arga ngomong, Nenek sudah menarik tangan Safa.

"Ayo, kita berangkat sekarang!"

Arga yang tadinya mau protes, tiba-tiba gengsinya naik. Dia tidak mau kalah saing sama Neneknya. Masa iya neneknya mau ngeborong dia sebagai suaminya hanya akan diam saja. Harga dirinya sebagai CEO pasti akan jatuh sejatuh-jatuhnya.

"Nek, nenek tidak perlu mengeluarkan uang.Itu tugas Arga,Arga memang belum sempat membelikan apa-apa untuk Safa,nenek kan tau pernikahan Safa dan Arga itu singkat."kata Arga dengan nada dingin tapi jelas menahan emosi.

Nenek menatap Arga. "Kamu? Kamu tahu ukuran baju istri kamu? Tahu skincare apa yang cocok untuk dia?" tanya nenek meragukan.

Arga terdiam,dia memang tidak tahu.

"Sudah, biar Nenek saja. Kamu transfer saja uangnya untuk Safa."

"Tidak,saya yang akan belikan.Safa itu istri saya!"

Safa yang di tengah-tengah merasa seperti bola pingpong. "Eh eh sudah jangan ribut!"

Akhirnya mereka berangkat bertiga ke mall paling mewah di Jakarta.

Sampai di mall, tingkah Safa mulai kocak.

Begitu masuk pintu mall yang dingin, Safa langsung merinding.

"Wah, AC nya gede banget ya Nek, kayak di kulkas raksasa. Pantesan orang-orang di mall pada cantik dan putih bersih, soalnya nggak keringetan."

Nenek tertawa. "Iya, makanya kamu harus sering ke mall."

Mereka masuk ke butik pertama, butik baju branded. Seorang SPG cantik menyambut dengan ramah.

"Selamat datang, mau cari apa?"

Nenek langsung menjawab. "Carikan cucu saya ini baju yang paling bagus, 10 stel!"

Safa hampir pingsan. "10 stel Nek? Banyak banget! Buat apa? Saya kan cuma di rumah aja nek nyapu sama masak telur."

"Nanti kalau ada acara kantor Arga, kamu kan harus pakai baju bagus."

SPG itu mengangguk dan selang beberapa menit datang membawa gamis-gamis cantik. Karna takut salah ambil safa ngintip label harganya dan masing-masing gamis harganya kisaran 2,5-3,5 juta.

Safa langsung berbisik ke Arga dengan panik. "Mas mas, ini harganya beneran 3 juta? 3 juta itu bisa buat beli kambing 2 ekor di kampung loh mas,masa iya 1 gamis seharga 2 ekor kambing."

Arga menahan tawa. "Sudah ambil saja,jangan lihat harganya."

"Gimana nggak lihat mas, Nanti kambingnya nangis kalau tau harga dia kalah sama harga gamis."

Arga akhirnya tidak tahan, dia berbisik ke SPG. "Mbak, tolong bungkus semua yang tadi Nenek saya tunjuk. Sekalian yang di patung itu dan yang di etalase semua model ukuran S."

Safa melongo. "Mas yang di patung juga? Itu kan cuma buat pajangan!"

"Ya, biar kamu punya banyak."

Setelah selesai dengan pergamisan mereka pindah ke toko tas.

Nenek melihat -lihat koleksi tas ditoko tersebut dan dia tertarik dengan satu tas yaitu kulit asli warna coklat. "Safa, ini bagus buat kamu."

Safa memegang tas itu, lalu mencoba membuka resletingnya namun dia bingung.

"Nek, ini tas apa dompet raksasa? Kok berat? Bisa muat cabe satu kilo ini kalau dibawa kepasar." celetuk Safa.

SPG tas sampai menahan tawa mendengar Safa berbicara.

Arga yang dari tadi diam, tiba-tiba menunjuk etalase. "Mbak, yang Hermes yang warna hitam, coklat, sama pink itu bungkus. Yang Chanel itu juga. Yang LV itu juga."

Safa kaget. "Mas, Mas Arga mau buka toko tas ya? Banyak banget!"

"ya buka toko buat kamu!" jawab Arga asal.

Safa berbisik lagi dengan wajah serius. "Mas, tasnya bagus, tapi nggak ada resleting buat naruh uang koin receh. Nanti uang koin aku jatuh."

Arga sudah tidak tahan ingin tertawa karna tingkah Safa dan semua itu tak selesai disitu saja puncaknya di toko skincare dan jam tangan.

Nenek membelikan skincare lengkap untuk Safa dan safa tertegun melihat botol-botol kecil itu.

"Nek, ini buat apa semuanya,banyak banget botolnya. Ini buat diminum apa buat dioles?"

"Buat dioles biar cantik." jawab Nenek.

"Oh, kalau di kampung aku pakainya cuman bedak baby sama air wudhu aja nek. Ini mah kayak ramuan dukun, botolnya banyak banget ." cletuk Safa.

Lagi-lagi itu membuat nenek dan Arga tertawa.

Setelah selesai dengan perskincarean mereka ke toko jam tangan.Disana Arga membelikan jam tangan wanita dengan hiasan berlian.

Safa melihat jam itu berkilau.

"Mas, ini jam apa lampu disko? Kok kelap-kelip? Nanti kalau aku pakai buat masak sayang dong takut kena Asep dapur.

Arga dan Nenek akhirnya tidak bisa menahan tawa lagi dengan segala tingkah Safa .Dan akhirnya setelah 3 jam berbelanja mereka memutuskan untuk pulang. Bukan pulang dengan membawa beberapa kantong, tapi pulang seolah-olah memboyong mall ke rumah.Karna di belakang mobil Alphard mereka, ada mobil box kecil yang mengikuti,membawa semua belanjaan Safa.

Sampai di penthouse, semua barang dikeluarkan. Ruang tamu yang luas jadi penuh dengan paper bag.

Safa melihat tumpukan itu dan langsung terduduk lemas.

Dia duduk di lantai di tengah-tengah paper bag yang menggunung.

"Ya Allah... ini... ini semua buat aku?"

"Iya, buat kamu." jawab Nenek sambil duduk di sofa.

Safa menatap tumpukan gamis 20 stel, hijab 30 lembar, tas 7 buah, sepatu 5 pasang, skincare 1 koper dan jam tangan 3 buah.Wajahnya langsung terlihat pucat, lalu dia memegang kepalanya.

"Nek... Mas... aku... aku pusing..."

Arga kaget. "Safa, kamu kenapa?"

Safa tiba-tiba ambruk ke belakang, pingsan, tapi pingsannya pelan-pelan di atas tumpukan paper bag yang empuk.

"Safa!"

Nenek dan Arga panik.

Nenek menepuk-nepuk pipi Safa. "Safa, Nak, bangun!"

Safa membuka mata pelan setelah 10 detik kemudian.

"Nek... Mas... aku mimpi ya? Aku mimpi jadi orang kaya?"

Arga menghela napas lega.

Safa bangun dan duduk lagi, namun dia masih terlihat bingung.

"Mas Arga,Nenek, ini beneran buat aku semua? Aku kira tadi kita mau buka butik di rumah. Aku udah mikir, wah enak nih aku jadi pegawai butiknya Mas Arga, nanti aku yang jaga kasir."

Mendengar itu nenek langsung tertawa keras sampai tongkatnya jatuh. "Ya ampun, Safa, kamu ini polosnya kebangetan! Mana ada butik di rumah! Ini semua buat kamu pakai!"

Arga juga ikut tertawa, tawa yang jarang sekali keluar dari mulutnya. Tawa lepas sperti tidak ada beban sama sekali.

"Gadis konyol,gaptek, kampungan" kata Arga sambil menggelengkan kepala tapi senyumnya tidak hilang."

Bibir safa mengerucut "Lah gimana, orang sebanyak ini. Aku bingung makainya gimana. Satu hari ganti 3 kali juga nggak habis sebulan."

Nenek memeluk Safa." Gadis konyol,gapapa nak asal kamu bahagia."

Safa memeluk balik Nenek. "Makasih ya Nek, makasih Mas Arga. Aku janji akan memakai semuamya dan aku juga akan menjaga semua ini dengan baik.Tapi tolong ajarin aku pakai skincare-nya ya aku gak paham dengan semua ini,aku takut salah." ucapnya lagi dengan polos.

Malam itu, penthouse yang biasanya rapi dan minimalis, jadi seperti gudang butik. Dan di tengah gudang itu, Safa tertidur lagi di atas tumpukan gamis baru sambil memeluk tas barunya, persis seperti saat dia memeluk mukena barunya.

Arga melihatnya dan hanya bisa berkata pelan ke Nenek.

"Nek, lihat calon pegawai butik Nenek, ketiduran diatas dagangannya."

Nenek tertawa lagi. "Biarkan saja, Ga dia bahagia. Dan kalau dia bahagia, Nenek juga bahagia. Kamu juga kan?"

Arga tidak menjawab, tapi dia mengambil selimut dan lagi-lagi menyelimutkan ke tubuh Safa yang tertidur di antara gunungan belanjaan.

Untuk pertama kalinya, dia merasa senang menghamburkan uang.

Bersambung...

1
falea sezi
uda q krim hadiah thor🤭 up banyak ya.. 👍 g sabar nunggu bocil saseettnya
Atha Diyuta: trimakasih ka, ditunggu kemasan sasettnya 🤭🤭
total 1 replies
falea sezi
lanjut q kirim hadiah👍
Atha Diyuta: mksh kaa ditunggu ya
total 1 replies
falea sezi
Arga kenpa dlu pcrn sama lampir 5 tahun🤣
Dewi kunti
Iki kepiye kok dadi ngulang meneh🤦
Dewi kunti: oalaaaaahhh
total 2 replies
Dewi kunti
typo
Dewi kunti
kenapa sekarang gampang banget ya main tium2 manjaaaa😘😘😘😘😘
Atha Diyuta: udah kecanduan ditium tium
total 1 replies
Dewi kunti
jangan buru2 jetiknya thor, perhatikan tanda bacanya juga
Atha Diyuta: iyaa ka udah keyboard hpku typo tanganku juga typo makanya q lagi revisi dari bab 1 ☺️☺️
total 1 replies
Dewi kunti
emang desanya Arga dimana thor😄😄😄😄
Atha Diyuta: asale aja dia mah,biar Safa diem gak banyak tanya😄😄
total 1 replies
Dewi kunti
Weh kembali berhijab
Dewi kunti
udah gak jilbaban didepan suami,dah dikuncir rambutnya
Dewi kunti
otw belah duren 😄😄😄😄
Dewi kunti: Sprin aj,🤣🤣🤣🤣🤣
total 6 replies
Dewi kunti
tp kmrn masak rendang,ngajarin ngidupin kompor,kata siapa gak pernah msk dapur, author nya blm ngopi ini
Atha Diyuta: 🙈🙈🙈belum sempet direvisi 😅😅😅
total 3 replies
Atha Diyuta
trimakasih siap revisi
Dewi kunti
pergi kepasar dong🤭🤭🤭ini keyboard nya ngeyel kynya
Atha Diyuta: astaghfirullah iya ka baru ngeh🙈🙈🙈
total 1 replies
Dewi kunti
witing tresno jalaran Soko kulino
Atha Diyuta: 😄😄😄😄😄😄😄😄
total 3 replies
Dewi kunti
tangan sangat kalian cocok,maksude piye🤭🤭🤭🤭
Atha Diyuta: kadang" 😅😅
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!