NovelToon NovelToon
Cinta Dibalik Perceraian

Cinta Dibalik Perceraian

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami
Popularitas:2.5k
Nilai: 5
Nama Author: fania Mikaila AzZahrah

Menjadi istri pengganti tidaklah mudah, apalagi ketika kamu hanyalah wanita yang menggantikan posisi kakakmu sendiri.

Alih-alih mendapatkan kasih sayang dan cinta dari suaminya, Kinanti justru harus menerima perlakuan kasar yang terus-menerus menyakitinya.

Kinanti tidak pernah membayangkan bahwa dirinya akan menggantikan posisi sang kakak yang kabur bersama kekasihnya sehari sebelum akad nikah dengan pria bernama Yudha.

Demi keselamatan ayahnya dan masa depan kedua adik kembarnya, Kinanti terpaksa mengikhlaskan dan merelakan impiannya untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

Pernikahan yang telah berlangsung selama delapan tahun tidak pernah memberinya kebahagiaan. Namun, Kinanti memilih untuk tetap bertahan, bersabar, dan ikhlas menjalani kehidupan rumah tangganya.

Hingga sebuah kecelakaan tak terduga menimpa suaminya, Yudha Manggala.

Sejak saat itu, kehidupan pernikahan mereka berubah seratus delapan puluh derajat.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fania Mikaila AzZahrah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

28. Shock

Khalid membaca semuanya dalam diam. Dari wajahnya tidak terlihat gurat sedih,marah tapi hanya kecewa karena orang-orang sekarang lebih pintar menghakimi daripada mencari kebenaran.

Tidak jauh darinya, seorang perempuan yang sedang berdiri bersama beberapa rekannya tiba-tiba melirik ke arahnya. Tatapannya kemudian berpindah pada layar ponsel yang sedang dibaca Khalid.

“Oh, jadi dia yang cuma karyawan biasa, tetapi bisa menjadi ketua proyek dengan keuntungan sebesar itu?” sindir perempuan itu.

Nada suaranya terdengar meremehkan dan terdengar jelas jingga ke telinga Khalid.

Beberapa orang yang mendengar ucapannya langsung ikut menoleh kepada Khalid. Ada yang sekadar ingin tahu, ada pula yang terang-terangan menatapnya dengan tatapan penuh curiga.

Namun, Khalid tetap diam. Wajahnya terlihat tenang meskipun pikirannya mulai dipenuhi berbagai pertanyaan.

“Mereka pasti akan kaget setengah mati kalau tahu Mbak Kinanti adalah kakakku. Tapi biarlah mereka berkata apa pun. Yang paling penting, posisiku di proyek ini tidak diganti.”

Khalid sama sekali tidak berniat membalas ucapan perempuan tersebut.

Baginya, menjelaskan sesuatu kepada orang-orang yang sejak awal sudah percaya pada gosip hanya akan membuang tenaga.

Dia kembali menundukkan kepala dan menatap layar ponselnya. Foto-foto itu jelas bukan kebetulan belaka dan dia yakin kalau ada yang sengaja melakukannya dengan niat yang tidak baik.

Seseorang sengaja mengambil gambar dirinya bersama Kinanti, lalu menyebarkannya hingga menjadi bahan pembicaraan di lingkungan perusahaan.

Semakin banyak tulisan yang dia baca di grup WhatsApp PT Global, semakin Khalid mengerti ke mana arah tuduhan mereka.

“Mereka menganggap aku dan Mbak Kinanti punya hubungan yang nggak wajar. Bahkan, ada yang mengira aku menggoda istri orang,” gumamnya sambil menggelengkan kepala tak percaya.

Khalid menghela napas panjang. Dia sebenarnya ingin tertawa karena tuduhan tersebut terdengar begitu tidak masuk akal. Namun, situasinya terlalu serius untuk dianggap sebagai lelucon.

Baru saja Khalid hendak duduk dan membuka laptopnya, sekretaris Direktur Utama PT Global datang menghampirinya.

“Khalid, kamu dipanggil Pak Ridwan,” ucapnya.

Khalid mengangkat wajah.

“Sekarang?” tanyanya balik.

“Iya. Pak Ridwan sudah menunggumu.” balasnya.

Khalid mengangguk singkat. Tanpa banyak bertanya, dia langsung berdiri dan mengikuti sekretaris tersebut.

Sebenarnya, Khalid sudah bisa menebak apa yang akan dibicarakan.

Dengan munculnya foto-foto tersebut dan tuduhan yang semakin menyebar, rasanya mustahil pihak manajemen hanya akan diam.

Namun, Khalid tetap terlihat santai. Dia tahu dirinya tidak melakukan kesalahan apa pun jadi hanya buang-buang waktu dan tenaga untuk sedih ataupun mengamuk.

Sesampainya di depan ruangan pribadi Direktur Utama, Khalid mengetuk pintu beberapa kali.

Tok... tok... tok...

“Masuk!” terdengar suara dari dalam.

Khalid membuka pintu dan melangkah masuk.

Namun, baru beberapa langkah, dia langsung menyadari bahwa suasana di dalam ruangan jauh lebih serius daripada yang dia bayangkan.

Beberapa orang sudah berada di sana. Tatapan mereka langsung tertuju kepadanya. Ada yang menatap dengan jijik, memandang rendah dan tidak sedikit pula yang menatapnya seolah merasa kasihan.

Sementara beberapa orang lainnya justru tersenyum puas, seakan kedatangannya merupakan pertanda bahwa rencana mereka akan segera berhasil.

Khalid berhenti sejenak sebelum akhirnya berjalan lebih dalam.

“Akhirnya tiba juga saatnya klarifikasi.”

Dia menarik kursi dan duduk dengan tenang.

Pak Ridwan menatapnya cukup lama sebelum akhirnya membuka pembicaraan.

“Khalid, kamu pasti sudah tahu kenapa kami memanggilmu ke sini.”

Khalid mengangguk kecil. “Saya bisa menduganya, Pak.”

Pak Ridwan mengernyit. “Apa ada sesuatu yang ingin kamu jelaskan mengenai foto-foto yang beredar?”

Khalid belum sempat menjawab ketika Pak Agus langsung menyela.

“Kenapa masih perlu meminta dia menjelaskan?” tanyanya dengan nada sinis.

“Semuanya sudah jelas. Dia memiliki hubungan terlarang dengan CEO K-Tech Industry. Karena itulah dia bisa ditunjuk langsung menjadi pimpinan proyek sebesar ini.” ucapnya dengan nada menghakimi.

Beberapa orang mengangguk setuju.

Khalid hanya menatapnya tanpa ekspresi.

Di sudut ruangan, Rudy tampak tersenyum puas.

Seolah-olah dia sudah bisa membayangkan Khalid segera dikeluarkan dari tim proyek, bahkan kehilangan pekerjaannya.

“Dia itu baru satu tahun bekerja di perusahaan ini,” lanjut salah seorang pria. “Atas dasar apa seorang karyawan baru bisa langsung dipercaya menjadi pimpinan tim proyek sebesar ini? Sudah sangat jelas ada permainan di balik semua ini.”

“Betul,” sahut yang lain. “Perusahaan tidak boleh membiarkan masalah seperti ini.”

Pak Agus kembali angkat bicara. Kali ini nadanya semakin tegas.

“Pak Direktur, menurut saya tidak ada alasan untuk mempertahankan dia. Kita harus memecat Khalid.”

Ruangan seketika hening.

“Dia sudah mencoreng citra perusahaan dan nama baik yang selama ini kita bangun dengan susah payah,” lanjut Pak Agus. “Belum lagi akibat pemberitaan dan rumor ini, nilai saham perusahaan ikut merosot.”

Tatapan Pak Agus semakin tajam mengarah kepada Khalid.

“Kita tidak boleh mempertahankan orang yang justru menjadi sumber masalah.”

Khalid masih diam, tangannya terlipat santai di atas meja.

Meski berbagai tuduhan diarahkan kepadanya, wajahnya sama sekali tidak menunjukkan kepanikan.

Pak Ridwan akhirnya menarik napas panjang.

Tatapannya beralih kepada Khalid.

“Maaf, Khalid Anugerah.”

Suasana semakin tegang.

“Kamu saya pecat.”

Beberapa orang langsung memperlihatkan ekspresi puas.

Rudy bahkan semakin melebarkan senyumnya.

Khalid mengangkat wajah.

Dia hendak menyampaikan pembelaannya, tetapi sebelum satu kata pun keluar dari mulutnya pintu ruangan terbuka dengan keras hingga suaranya terdengar dentuman kuat.

Brak!

Pintu ruangan tiba-tiba terbuka reflek semua kepala spontan menoleh.

Dua sosok memasuki ruangan. Suasana yang sebelumnya dipenuhi ketegangan mendadak berubah menjadi keheningan yang mencekam.

Beberapa orang langsung berdiri. Ada yang membelalakkan mata tak percaya. Ada yang sampai terdiam dengan mulut sedikit terbuka.

Rudy yang sejak tadi tersenyum puas pun seketika kehilangan senyumnya.

Pak Agus mengerutkan kening, tampak tidak senang dengan kedatangan mereka.

Sementara Khalid hanya menatap ke arah pintu dengan ekspresi tenang.

Salah satu dari mereka melangkah maju tanpa menunggu dipersilakan.

Tatapannya menyapu seluruh ruangan sebelum akhirnya berhenti pada Pak Ridwan.

“Anda tidak bisa memecat Khalid begitu saja.”

Suara itu terdengar tegas dan penuh keyakinan.

Tak seorang pun berani menyela. Orang tersebut melanjutkan perkataannya.

“Karena Khalid bukan sekadar karyawan biasa seperti yang kalian pikirkan.”

Beberapa orang saling berpandangan. Kening mereka semakin berkerut kebingungan.

Lalu, kalimat berikutnya membuat seluruh ruangan kembali terdiam.

“Dia adalah salah satu pemegang saham terbesar di perusahaan kalian. Khalid memegang 40 persen dari saham yang kalian punya.”

Mata semua orang seketika membelalak.

“Apa?”

“Pemegang saham terbesar?”

“Tidak mungkin!”

Bisikan-bisikan langsung terdengar di berbagai sudut ruangan.

Pak Agus bahkan tampak kehilangan kata-kata. Wajahnya yang sebelumnya penuh keyakinan perlahan berubah pucat.

Rudy menatap Khalid dengan tatapan tidak percaya.

Sementara Khalid sendiri tetap duduk tenang di tempatnya.

Tidak ada senyum kemenangan di wajahnya. Tidak pula ada ekspresi terkejut.

Seolah-olah dia sudah mengetahui bahwa kebenaran pada akhirnya akan muncul dengan sendirinya.

Kini, bukan hanya Khalid yang harus memberikan penjelasan.

Orang-orang yang sejak tadi menuduhnya justru mulai saling berpandangan dengan gelisah.

Rudy menatap Khalid dengan tatapan tidak percaya.

Sementara Khalid sendiri masih duduk terpaku di tempatnya.

Dia bahkan belum sepenuhnya mencerna perkataan yang baru saja dilontarkan Kinanti.

“Empat puluh persen saham?” Khalid menelan ludah dengan susah payah karena kabar itu sungguh di luar ekspetasinya bahkan tak pernah bermimpi memiliki saham.

1
Eva Karmita
Kinanti aku tau sakitmu sudah terlalu dalam ..tapi tidak seperti itu juga Kinanti lihatlah kedua anakmu yg begitu ingin melihat kedua orang tua nya bersatu kembali.... teruntuk Yudha tetap semangat benar kata anakmu jgn mudah menyerah tunjukkan bahwa kamu bisa berubah jgn buat anak"mu kecewa , perlahan namun pasti rebut kembali hari Kinanti selalu berusaha dan tidak lupa dengan doa" di sepertiga malam mu rayulah tuhanmu untuk membuka kan pintu hati Kinanti
Eva Karmita: betul sih pemikiran orang beda beda ..ada yg ingin bertahan karena anak"nya dan ada juga yg memilih pergi demi ketenangan dan mencari kebahagiaan ...
total 2 replies
araaself
lanjutt kakk
GeGe @!🦩⃝ᶠ͢ᵌ™: insha Allah besok lagi kak
total 1 replies
Eva Karmita
semoga masih bisa rujuk lagi ...
GeGe @!🦩⃝ᶠ͢ᵌ™: kayaknya hehehe
total 1 replies
Eva Karmita
semangat Yudha semoga Mak otor merestuimu
Eva Karmita
Kinan kasih kesempatan untuk Yudha untuk membuktikan Yudha sudah berubah dan ingin memulai dgn lembaran baru
Eva Karmita
ayo jujur Yudha katakan kalau kamu sudah ingat semuanya dan kamu ingin berubah
Eva Karmita
si pelakor sudah datang....
Eva Karmita
semoga masih bisa di perbaiki.... semangat Yudha perjuangkan rumah tangga mu
Eva Karmita
membaca kisah mereka membuat perasaan mengharu biru sedih dan bahagia nano" 🔥😭💔❤️
Eva Karmita
semoga saja Kinan masih bisa mempercayai mu
GeGe @!🦩⃝ᶠ͢ᵌ™: semoga yah karena kayaknya....😄🤭
total 1 replies
Eva Karmita
❤️❤️❤️
GeGe @!🦩⃝ᶠ͢ᵌ™: Alhamdulillah makasih banyak 😍
total 1 replies
Eva Karmita
peluk Kinan 🤗😭
GeGe @!🦩⃝ᶠ͢ᵌ™: Alhamdulillah makasih banyak sudah mampir kakak 😍🙏
total 1 replies
Inha Khaerunnisa
wajarlah
Inha Khaerunnisa
terlambat pak wkwk
Inha Khaerunnisa
apa Yudha hilang ingatan??
Inha Khaerunnisa
knp anaknya jadi ditukar dengan hutang??
Inha Khaerunnisa
tega mulutnya ember
Naila
knp harus minta cerai klo masih cinta
Naila
kayaknya
F3 Tehnik
apa yang terjadi???
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!