Asih gadis berparas cantik yang merupakan salah satu kembang desa, banyak laki-laki yang mengejar cintanya tak hanya pemuda desa, duda dan laki-laki beristri pun mengejar cinta Asih. Namun kemalangan menimpa nya Asih ditemukan seorang warga tergeletak tak bernyawa disalah satu kebun warga. Siapakah orang yang tega berbuat keji terhadap Asih?
Yuk baca terus kisahnya....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arztha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 26
Sudah jam 10 pagi Andre masih bergelung dengan selimut. Pemuda itu baru bisa tidur jam 6 pagi tadi. Andre mulai terusik saat semua yang ada dirumah nya mulai beraktivitas. Andre pu bangun ia teringat akan tujuannya hari ini, ia sudah janji akan pergi ke rumah orang pintar yang Jono maksud.
Andre bergegas membersihkan diri ia pun segera ke kamar mandinya, setengah jam berada dikamar mandi Andre terlihat lebih segar dari sebelumnya.
"Jon kopi dong. " pinta Andre kepada Jono.
"Siap bos, sekalian mau sarapan apa bos? "
"Nasi goreng telor ceplok setengah matang Jon. "
"Oke bos, bentar tak buat. "
Jono segera menuju dapur untuk membuat kan sarapan untuk si bos.
"Pagi bos. " Raka menyapa Andre.
"Mana ini sarapannya bos? "
"Itu lagi dibuat, lo udah sarapan Rak? "
"Tadi ngopi doang. "
"Itu mah bukan sarapan Raka. Sana minta sekalian buatin sama Jono. "
Raka pun berjalan menuju dapur dimana Jono lagi sibuk membuat sarapan untuk Andre.
Setelah beberapa menit berkutat didapur sarapan pun telah siap.
"Silahkan bos. "
"Thanks Jon. "
Mereka pun menikmati sarapan yang Jono buat. Tidak membutuhkan waktu lama sarapan pun habis tak tersisa.
"Jon kita kerumah orang pintar yang lo maksud yok. "
"Kapan bos? "
"Sekarang lah, aturan kan kita tadi pagi kesana nya. "
"Eh iya ya, kuy lah gass. "
"Yaudah berangkat pakai mobil aja, jangan lupa dipanasin dulu mobilnya. "
"Oke bos. "
Mereka semua pun bersiap untuk mendatangi rumah orang pintar yang dimaksud Jono.
🦇🦇🦇
Rama dan mbok Inah pergi kerumah salah satu kerabat mbok Inah yang terletak di desa sebelah.
Ram mengendarai sepeda motor yang ia pinjam dari salah satu warga.
"Nak Rama bawa kendaraannya jangan kencang kencang ya. "
"Iya mbok, sudah siap? "
"Sudah nak, ayok kita berangkat. "
"Yuk mbok, Bismillahirrahmanirrahim . "
Rama mengendarai sepeda motornya dengan hati-hati. Cuaca hari ini sangat cerah, sebelum berangkat Rama mengajak mbok agar diantarnya pakai mobil saja biar tidak terlalu capek namun si mbok menolak. Rama khawatir kalau tiba-tiba hujan.
"Mbok kenapa tidak mau pakai mobil, sekarang mbok jadi kepanasan gini deh. "
"Nggak apa apa nak, enak naik motor. Sebenarnya mbok mabuk perjalanan kalau naik mobil. "
"Oalah mbok mabukan ya. "
"Iya nak. "
"Semoga cuacanya cerah ya mbok, biar mbok nggak kehujanan. "
"Aamiin."
"Suasananya dari dulu nggak berubah ya mbok tetap enak. "
Rama sangat menikmati perjalanan menuju desa sebelah, suasana disini tidak banyak berubah.
"Ini belok kemana lagi mbok? " tanya Rama saat dipersimpangan jalan.
"Belok ke kanan nak. "
Rama terus mengikuti petunjuk yang mbok Inah tunjukkan. Ia pun terus mengendarai kendaraan nya.
🦇🦇🦇
"Bener ini tempatnya Jon? " ucap Andre tak yakin.
"Bener lah bos. "
"Ko rumah nya kayak rumah kosong. " Raka memperhatikan sekitar rumah yang dituju.
"Nah butul Rak, sepi bener lagi. "
"Bentar gue ketika dulu. "
Jono melangkahkan kaki kerumah ki Ageng. Ia pun mengetuk pintu rumah yang sudah tua itu. Tak lama seorang kakek tua pun muncul dari dalam rumah itu.
"Ada perlu apa kalian datang kesini anak muda? " tanya Ki Ageng.
"Maaf ki kita datang kesini untuk meminta tolong kepada Aku. "
"Minta tolong apa? "
Jono pun menceritakan kejadian kejadian yang mereka alami beberapa hari belakangan ini.
"Jadi kalian diganggu kuntilanak? "
"Ia ki, jadi setiap malam kita diganggu kuntilanak. "
"Bahkan saya sampai didatangi dalam mimpi Ki. "
Ki Ageng mulai memejamkan matanya, ia melihat ada ketidakberesan ki Ageng pun segera menerawang.
"Apa diantara kalian ada yang terlibat dengan kematiannya? "
DEG!!!!!! . .....