NovelToon NovelToon
Jerat Sang Mafia

Jerat Sang Mafia

Status: tamat
Genre:Mafia / Duda / Pernikahan kedua / Selingkuh / Crazy Rich/Konglomerat / Menikah dengan Kerabat Mantan / Tamat
Popularitas:392
Nilai: 5
Nama Author: SilvinaTracy

Valentina Sierra punya segalanya: keluarga terpandang, kekasih idaman, dan kursi di Harvard yang menanti. Sampai satu malam mengubah segalanya. Ia terbangun di ranjang asing, pakaian robek, seprai bernoda darah—dan di sisinya berbaring Dorian Cervantes, pria paling ditakuti sekaligus paling dibencinya. Duda dingin berdarah dingin, seorang pengusaha yang menyimpan rahasia jauh lebih gelap dari yang bisa dibayangkan siapa pun.

Dijual oleh keluarganya sendiri atas nama "kehormatan", Valentina dipaksa menikahi sang iblis. Yang tak ia sadari: malam itu bukan kebetulan. Itu sebuah jebakan—dan ia hanyalah satu bidak dalam permainan yang jauh lebih besar, permainan yang berakar pada rahasia kelam tentang jati dirinya yang sebenarnya.

Terperangkap di dunia penuh topeng, senjata, dan pengkhianatan, Valentina harus belajar bertahan. Belajar menembak. Belajar membalas. Dan yang paling berbahaya dari semuanya—belajar bahwa benci dan cinta hanya dipisahkan satu garis tipis.

Dari kebencian menjadi hasrat, dari korban menjadi pemburu. Ketika seluruh kebenaran akhirnya terkuak, siapa yang akan berlutut, dan siapa yang akan menarik pelatuknya lebih dulu?

Sebuah kisah romansa gelap tentang pernikahan paksa, dendam yang membara, dan cinta yang tumbuh di tempat paling mustahil. Untuk pembaca dewasa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SilvinaTracy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 2: AWAL MULA (MASA LALU)

VALENTINA SIERRA

Aku mengenal Iván, cowok populer yang disukai semua gadis tapi tak pernah berpacaran serius dengan siapa pun. Kakek-neneknya dulu punya perusahaan otomotif, juga beberapa peternakan tempat mereka membiakkan dan menjual hewan—setahuku begitu. Entah kalau mereka bergerak di bidang lain juga; kurasa iya.

Yang paling penting dikendalikan oleh pamannya, pria berusia sekitar tiga puluh tiga tahun—aku tak tahu persisnya. Istrinya meninggal dalam kecelakaan lalu lintas yang janggal dua tahun lalu, dan sejak itu sikapnya pada orang lain makin memburuk. Dia punya seorang putra yang dijaga secara berlebihan oleh orang-orang kepercayaannya.

Entah cuma perasaanku atau bukan, tapi pria itu menatap kami semua dengan benci—termasuk pacarku, Iván, yang notabene keponakannya sendiri. Dia membuatku takut, dan aku takkan sudi berurusan dengannya kalau saja Iván tidak menghabiskan begitu banyak waktu di rumahnya. Bahkan kalau Iván mengadakan pesta, dia menggelarnya di rumah sang paman—karena pria itu begitu sibuk hingga jarang muncul. Kalaupun muncul, dia langsung masuk ke kamarnya dan tak keluar lagi sepanjang malam.

Sahabat-sahabat terbaikku adalah Carla Bermúdez dan Alison Villavicencio. Mereka punya "pacar" musiman yang paling banter bertahan satu musim, lalu selesai. Aku tahu mereka sudah pernah berhubungan intim, dan mereka sering bilang betapa banyak hal yang kulewatkan—tapi aku tetap mengikuti tradisi yang dipaksakan orang tuaku padaku.

Aku ingat, cukup lama lalu, mereka membawaku ke pemeriksaan kandungan. Katanya aku harus menjalani pemeriksaan sekalian tes rutin. Menurut ibuku, di keluarganya ada beberapa kasus kanker, jadi lebih baik mencegah.

Aku benar-benar ingin menikah dengan Iván, lepas dari kendali orang tuaku dan tradisi mereka yang aneh itu. Kadang aku merasa mereka menjagaku jauh lebih ketat daripada kakakku yang usianya tak terpaut jauh denganku, dan aku tak paham kenapa. Aku juga tak mengerti kenapa keperawanan begitu penting, padahal—dari yang kubaca—itu hanya selaput tipis yang tak kelihatan siapa pun. Kehilangannya pun tak lantas mengubah hidup seseorang.

Aku pernah mencoba membela pendapatku, tapi bagi orang tuaku keperawanan adalah penentu nasib seorang perempuan, dan tak ada yang bisa mengubah pikiran mereka. Lagi pula, menurutku teori mereka tak masuk akal. Kalau begitu, korban pemerkosaan itu dianggap apa? Aku menolak menganggap mereka pelacur.

Orang tuaku menyukai Alison, tapi sebaliknya dengan Carla—mereka membencinya, entah kenapa. Jadi setiap kali Iván mengadakan pesta, aku berbohong pada mereka, bilang aku akan menginap di rumah Alison. Beres.

Pesta-pesta Iván luar biasa; rumah pamannya penuh sesak, dan itu sepertinya tak mengganggu si paman. Pacarku bilang pria itu sebenarnya juga tinggal di tempat lain, tapi aku tak tahu—dan tak peduli—soal apa pun yang menyangkut pria itu.

Yang paling parah, ada kalanya iblis itu sedang dalam suasana hati yang buruk sekali, dan di saat itulah aku merasa takut—sekaligus ingin menyuruhnya enyah ke neraka dan mencari tahu sebenarnya ada apa dengannya. Kalau istrinya sudah meninggal, seharusnya dia merelakannya; mungkin cari pacar untuk melepas stres, seperti kata pacarku.

Aku dan pacarku sedang bermain biliar di rumah pria menyebalkan nan pemarah itu ketika dia pulang dengan suasana hati buruk dan jauh lebih awal dari biasanya. Wajah kekesalanku tak bisa kusembunyikan—begitu pula kebencian di matanya pada kami. Pria yang aneh.

"Kau, ke ruang kerja. Ada beberapa hal yang harus kau jelaskan padaku." Dia menatap Iván sedingin es, dan Iván pun bergegas pergi, sampai-sampai melupakanku.

"Sedang apa kamu di rumahku?" tanyanya sambil melipat tangan di dada.

"Aku bersama Iván. Memangnya Anda tak lihat?" Aku ikut melipat tangan. Dia gila kalau mengira aku akan gentar—walau di dalam hati aku hampir mati gugup.

"Kalau kamu tahu apa yang terbaik untukmu, menjauhlah dari dia, dari rumah ini, dan..." Dia menatapku penuh ancaman. "Enyah dari sini."

"Memangnya Anda pikir bisa memerintahku? Lagi pula, apa Anda sedang mengancamku? Aku tidak takut pada Anda." Dia balas menatapku dengan kebencian yang lebih besar dari sebelumnya.

"ENYAH DARI SINI, kalau kamu tak mau kuseret keluar sendiri dari tempat ini." Dia membentakku, lalu bicara lagi dengan geram. Tak perlu dia mengulang perintah itu—aku langsung pergi dari sana.

Aku memutuskan tak akan kembali ke rumah itu kecuali kalau ada pesta, supaya tak berpapasan dengannya.

Aku tahu Iván menginginkanku dan aku pun menginginkannya. Andai aku memberinya apa yang dia mau, aku terpaksa menikahinya—dan selamat tinggal, aturan-aturan orang tuaku. Sempurna, sebuah rencana yang sempurna. Sahabat-sahabatku akan membantu, dan di pesta berikutnya aku akan menjalankan rencana yang akan menyatukanku dengan Iván sepanjang sisa hidup kami.

(Dorian Cervantes)

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!