NovelToon NovelToon
Takdir Cinta Di Tanah Anarki

Takdir Cinta Di Tanah Anarki

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu / Menikahi tentara
Popularitas:177.4k
Nilai: 5
Nama Author: Fernanda Syafira

Silvana, seorang dokter dengan karir yang sangat bagus, terpaksa di kirim ke Wilayah Konflik karena menolak cinta dari putra salah satu Petinggi di Rumah Sakit tempatnya bekerja.
Tentu saja Silvana menolak, karena Pria itu tak hanya meminta cintanya, namun juga hampir melecehkannya.
Karena tak ingin berada di lingkungan toxic, ia pun sama sekali tak keberatan ketika di kirim ke Wilayah Konflik yang ada di Negaranya.
Disana, ia bekerja di sebuah Klinik Militer. Selain menangani Prajurit yang terluka, ia juga secara rutin datang ke desa-desa sekitar Markas Militer untuk melakukan pemeriksaan pada warga desa.
Siapa sangka, jika di tempat 'pengasingan' itulah ia justru bertemu dengan pria yang berhasil meluluhkan hatinya.
Bagaimana kisah cinta Silvana?
Apakah perjalanan cintanya berjalan dengan mulus?
Siapakah sosok pria yang berhasil meluluhkan hatinya?
Simak kisah dan keseruannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fernanda Syafira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

31. Keindahan Pantai

Komandan Kaivan memacu motornya dengan kecepatan sedang melewati jalanan terjal. Di sebelah kiri mereka ada tebing yang tinggi, sementara di sebelah kanan mereka adalah jurang yang dalam.

"Mas.... Mas... Astaghfirullah." Ucap Sisil berkali-kali. Ia semakin kencang berpegangan pada Komandan Kaivan yang tampak santai saja.

"Mas ini kepleset dikit, langsung pindah alam deh kita." Kata Sisil.

"Mas gak mungkin bawa kamu pindah alam." Jawab Komandan Kaivan.

"Ini gak ada jalur lain, Mas?" Tanya Dokter Sisil.

"Ada, lewat udara." Jawab Komandan Kaivan.

"Lalu, turunnya melompat dari pesawat?" Tanya Sisil yang di jawab anggukan oleh Komandan Kaivan.

"Ya Allah, tega banget sama pacarnya." Keluh Sisil.

"Karena Mas gak tega, makanya Mas ajak lewat jalur darat." Sahut Komandan Kaivan.

"Aaah! Aduduh!" Keluh Komandan Kaivan saat sisil mencubit perutnya.

"Gemes banget sama om-om satu ini." Ujar Sisil.

Satu jam lamanya mereka menempuh perjalanan yang cukup ekstrem medannya. Sisil yang berada di boncengan pun dengan erat berpegangan pada Komandan Kaivan.

Setelah satu jam perjalanan, pemandangan yang indah mulai tampak. Meskipun medan yang dilalui masih ekstrem, namun pemandangan lautan dari perbukitan sangat menyejukkan mata.

"Wuaaahh! Bagus banget, Mas!" Girang Sisil. Pemandangan indah seperti ini tentu jarang ia lihat di tempat asalnya.

"Suka?" Tanya Komandan Kaivan.

"Suka banget! Dari sini aja kelihatan indah banget. Apa lagi kalau sampe tempatnya." Kata Sisil yang sudah tak sabar lagi.

"Mas, aku mau foto dulu, boleh gak?" Tanya Sisil yang ingin mengabadikan keindahan itu dari tempat perbukitan yang mereka lewati saat ini.

Komandan Kaivan mengangguk. Ia kemudian menepikan motornya. Kondisi jalanan yang memang sepi, membuat mereka cukup leluasa untuk mengambil gambar.

"Cantik..." Puji Komandan Kaivan sambil memandang layar ponsel yang menampilkan Sisil dan pemandangan indah di belakangnya.

"Pemandangannya memang cantik." Sahut Sisil.

"Kamu lebih cantik." Ujar Komandan Kaivan.

"Aduuh! Ya Allah. Jadi pingin terjun." Kata Sisil.

"Sayang! Jangan macam-macam, ya. Itu jurang, kamu jangan main-main." Omel Komandan Kaivan sembari memegangi tangan Sisil.

"Aku gak gila kalik, Mas. Mana rela juga, aku lihat kamu mesra-mesraan sama perempuan lain dari surga." Jawab Sisil yang membuat Komandan Kaivan geleng-geleng kepala.

"Kalau tidak sama kamu, tidak juga sama yang lain." Ujar Komandan Kaivan.

"Ch! Sekarang aja bilang begitu. Nanti kalau ada yang lebih baik, pasti lupa." Sahut Sisil.

"Enggak, Sayang. Mas cuma mau sama kamu." Kata Komandan Kaivan sembari memeluk Sisil.

"Jangan tinggalkan Mas, ya." Pintanya dengan berbisik di telinga Sisil.

Suara lirih Komandan Kaivan yang syarat akan permohonan, membuat hati Sisil mencelos. Dari suaranya, Komandan Kaivan seolah sendirian di tengah keramaian di sekitarnya.

"Are you, O.K, Mas?" Tanya Sisil dengan khawatir. Dari suara Komandan Kaivan, ia bisa menangkap sebuah kesedihan.

"I'm O.K, Sayang." Jawab Komandan Kaivan yang kemudian melepaskan pelukannya. Pria itu pun tersenyum manis ke arah Sisil untuk meyakinkan jika memang dia baik-baik saja.

Sisil masih menatap netra Komandan Kaivan. Tentu ia tak percaya begitu saja dengan ucapan kekasihnya itu. Ia tau ada sesuatu yang masih disimpan oleh Komandan Kaivan. Namun, ia tak berhak mengoreknya jika Komandan Kaivan tak memberikan izin padanya untuk mengetahui permasalahan itu.

"Mas gak sendirian. Mas punya aku untuk berbagi. Mas bisa berbagi apapun denganku." Ujar Sisil sambil menggenggam erat tangan Komandan Kaivan.

Sisil mencoba membangun kepercayaan Komandan Kaivan agar pria itu tak segan berbagi beban atau masalahnya. Komandan Kaivan sendiri hanya tersenyum, ia kemudian mendaratkan kecupan singkat di puncak kepala Sisil.

"Coba aku mau lihat fotonya, Mas." Pinta Sisil yang berusaha mengalihkan perhatian.

"Ah! Kok banyak mukaku aja? Ini yang pemandangannya kelihatan, justru gak ada yang cantik." Omel Sisil sembari melihat hasil jepretan Komandan Kaivan di ponsel pria itu.

"Cantik kok, Sayang." Ujar Komandan Kaivan.

"Mana, Mas? Lihat deh ini, wajahku kayak gini. Yang ini lagi mangap. Yang ini matanya setengah melek. Aaah! Mas Kaivan bener-bener, ya." Rengek Sisil sambil menghentak-hentakkan kakinya.

"Maaf... Maaf. Kita ambil foto lagi, ya." Ujar Komandan Kaivan yang mati-matian menahan tawa melihat reaksi Sisil.

"Aku gak percaya sama Mas!" Sahut Sisil.

Ia kemudian meletakkan ponselnya di stang motor Komandan Kaivan dan menyangganya dengan tas agar tak terjatuh. Setelah memastikan jika angle yang diambil tepat, Sisil kemudian mengajak Komandan Kaivan untuk berfoto dengan mode timer.

Keduanya tampak bahagia mengambil foto bersama. Mulai dari bergaya mesra hingga bergaya lucu, mereka abadikan dengan latar pemandangan laut dan pegunungan di belakang mereka.

Setelah puas mengambil foto, mereka pun melanjutkan perjalanan menuju ke pantai hidden gem yang diberitahukan oleh Miko.

Sesampainya di pantai itu, Sisil kembali dibuat terpukau. Pasir putih kecoklatan yang sangat halus, terlihat kontras dengan air laut yang berwarna hijau kebiruan.

Di sekitarnya, ada banyak batuan besar yang begitu kokoh meskipun ribuan kali dihantam kerasnya ombak. Deretan pohon kelapa yang menjulang tinggi, membuat suasana di sana cukup teduh.

"Subhanallah... Subhanallah..." Sisil tak henti-hentinya memuji kebesaran Allah. Keindahan alam di hadapannya, tak mungkin ada tanpa campur tangan Allah.

"Bagus banget, Mas..." Kata Sisil.

"Pantai disini memang bagus-bagus, Sayang. Masih banyak pantai yang belum di kunjungi seperti ini. Hanya warga lokal saja yang tau pantai ini." Kata Komandan Kaivan sambil merangkul pinggang Sisil.

"Makasih karena udah mau bawa aku jalan-jalan ketempat indah seperti ini ya, Mas." Ucap Sisil sambil mendongak agar bisa menatap wajah tampan kekasihnya.

"Sama-sama, Sayang. Mas senang, lihat kamu bahagia." Jawab Komandan Kaivan.

"Eh, Mas, mau kemana?" Tanya Sisil saat Komandan Kaivan tiba-tiba beranjak.

"Haus, sayang." Jawab Komandan Kaivan yang kemudian memanjat pohon kelapa yang ada di dekatnya.

Sisil hanya bisa tertawa saat melihat Komandan Kaivan dengan lincah memanjat dan mengambil kelapa muda. Tak tanggung-tanggung, Komandan Kaivan langsung menjatuhkan tujuh buah kelapa muda dari atas pohon.

"Astaghfirullah, Mas! Udah, Mas." Seru Sisil saat melihat Komandan Kaivan hendak kembali memetik kelapa muda.

"Cukup, Sayang?" Tanya Komandan Kaivan.

"Ya cukup lah, Mas! Kalo mau mandi tuh pake air laut aja, jangan pake air kelapa. Banyak banget ambilnya." Sahut Sisil.

"Sekalian sodakoh, Sayang. Barangkali nanti ada orang-orang disana yang mau." Jawab Komandan Kaivan sambil menunjuk ke arah orang-orang yang sedang memancing di laut.

"Dih! Ngada-ngada aja, buruan turun, Mas. Nanti jatoh." Kata Sisil.

"Ada kamu yang ngobatin." Jawab Komandan Kaivan.

"Jangan aneh-aneh ya, Mas." Sergah Sisil.

"Lagian Mas juga udah berkali-kali jatuh!" Kata Komandan Kaivan sambil menuruni pohon kelapa.

"Berkali-kali jatuh cinta sama kamu." Imbuh Komandan Kaivan yang berjalan menghampiri Sisil.

"Ya Allah, Mas! Aku jadi pingin menenggelamkan diri karena di gombalin terus!" Ujar Sisil yang membuat mereka berdua terkekeh.

1
This Is Me
Jangan² si Brisha malah makin berani jahatin Sisil 😤😤😤
Rahmawati
ya bukan salah komandan juga sih, komandan kan gk pernah kasih harapan ke brisha, dia nya aja yg gila😂
🟢Rafifah
double ya thor
Tosari Agung
walau aku pembaca setia novel kak tapi baru kali ini ada pelakor di novel kakak sikat si pelakor itu kak
This Is Me
Menakutkan banget obsesi berbalut cinta itu
Anonim
Jangan mentang”anak pejabat Brisa,kau sampe nyuruh kelompok kriminal untuk menculik dan memperkaos Dosil,untung aja pimpinan kelompok kriminal itu pernah di tolong Dosil,jd Dosil gak di apa”in
Munas Tuti
lanjuuut thor...moga Brisha di tindak secepatnya, jangan mentang2 anak ketua DPRD..
Humay Uum
🤣🤣🤣🤣🤣salah tetoot bukan swira🤭🤭🤭tauya uler Keket
Munas Tuti
Brisa....Brisha...tega banget kamu
Munas Tuti
kira2 siapa pelakunya yaa....apakah sesuai oerkiraan ?
Rahmawati
oalah ternyata si brisha,., jahat bgt sampai mau habisin nyawa orang
DIFAN2: *"SULUNG"* Sebuah novel yg akan buat dunia pembaca jungkir balik, yuk mampir!
total 1 replies
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
oalah dalah, pantesan ada akses ke komplotan kriminal. ternyata anak pejabat si ulet keket
Nice1808
untung ada pak Ghani jadi masalah penculikan sisil cepat trungkap trnyata brisha dgn obsesinya , perkiraan wira si dokter jahat🤭😃😃
bunda aya
ternyata bukan wira
Atik Kiswati
yah.....tebakanku meleset....ku kira si wira.....ternyata....di ulet bulu....
😄😄😄😄
🎃
nah kan ulat bulu mau menggatal
🎃
kukira pelukan ternyata typo pelaku jd peluka 😭
Humay Uum
jadi penasaran nih siap y kira2 orangy 👊🏻
Ayunda
lanjuuuuuuttttt
💟노르 아스마💟
Sama Keq Bayikk Noval😁😁😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!