NovelToon NovelToon
Transmigrasi Ke Tubuh Putri Mahkota

Transmigrasi Ke Tubuh Putri Mahkota

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Time Travel / Fantasi
Popularitas:8.1k
Nilai: 5
Nama Author: Aurora.playgame

⭐ Novel dengan 20 BAB Terbaik 🏆🏅 ⭐

Mati konyol di dunia modern, jiwanya justru bertransmigrasi ke tubuh seorang gadis lemah yang dijadikan bidak catur. Keluarganya sendiri menjualnya ke istana demi harta dan posisi, sementara sang Putra Mahkota mendominasi pernikahan mereka sebagai transaksi dingin demi takhta.
Semua orang mengira dia akan pasrah dan hancur di dalam lingkaran intrik istana. Namun, mereka tidak tau bahwa jiwa di dalam tubuh itu bukan lagi gadis penurut yang bisa diinjak-injak.
Saat keluarga yang memanfaatkannya dan calon suami yang meremehkannya mulai menyadari perubahan drastis dalam dirinya, permainan kekuasaan di istana berubah total.

Akankah sang calon putri mahkota melarikan diri membawa kebebasannya, atau justru membalikkan keadaan dan merebut seluruh isi istana?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aurora.playgame, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ep. 33: Peraturan Istana Timur

Kemenangan Shen Yue di Istana Kedamaian Abadi pada pagi pertama pernikahan menjadi perbincangan hangat yang menjalar cepat ke seluruh penjuru istana.

Penyerahan Segel Keuangan dan Stempel Perak Pengelola oleh Ibu Suri secara langsung menegaskan bahwa kendali penuh atas rumah tangga dan tata kelola Istana Timur kini berada di tangan sang Putri Mahkota.

Siang harinya, udara di Paviliun Phoenix Agung terasa sejuk dan menenangkan. Shen Yue tengah duduk anggun di kursi kayu cendana di ruang kerja utamanya.

Di atas meja mahoni yang luas, tertumpuk puluhan buku catatan keuangan, daftar inventaris barang kekaisaran, serta daftar nama seluruh kasim dan dayang yang bertugas di Istana Timur.

Qingzhu berdiri di sampingnya dengan wajah berseri-seri, sambil menuangkan teh krisan hangat ke cangkir porselen.

"Yang Mulia, Selir Agung Lin Wanru sejak kembali dari Istana Utama tadi pagi terus mengurung diri di Paviliun Anggrek Merah," bisik Qingzhu sambil tersenyum puas. "Para pelayannya menangis ketakutan karena Selir Agung melempar seluruh barang pecah belah di kamarnya sebagai meluapkan amarah."

Shen Yue menyesap tehnya dengan perlahan, tapi matanya tidak beralih dari buku laporan di hadapannya.

"Merusak barang milik kekaisaran di hari pertama masuk istana adalah pelanggaran aturan internal," ujar Shen Yue dengan suara tenang namun tegas. "Qingzhu, catat setiap cangkir atau vas porselen yang dipecahkannya siang ini. Potong nilainya langsung dari tunjangan bulanan Paviliun Anggrek Merah."

"Baik, Yang Mulia! Hamba akan langsung mencatatnya!" jawab Qingzhu antusias.

"Selain itu," lanjut Shen Yue dengan nada dingin dan penuh perhitungan, "kumpulkan seluruh pengurus Istana Timur, Kepala Kasim, dan Kepala Dayang di halaman utama Paviliun Phoenix Agung sore ini juga. Kita tidak perlu menunda besok atau lusa. Ini saatnya menegakkan aturan baru sejak hari pertama."

Sore harinya, matahari mulai bergerak ke barat. Lebih dari seratus petugas internal Istana Timur mulai dari koki dapur umum, penjaga gudang, hingga kasim pengawas, berbaris rapi di halaman Paviliun Phoenix Agung.

Suasana begitu hening hingga tiupan angin menyapu dedaunan pun terdengar jelas.

Shen Yue melangkah keluar ke teras paviliun. Gaun sutra kebesarannya berkibar dengan pelan, memancarkan aura kepemimpinannya. Di sampingnya, dua dayang senior memegang nampan berisi Segel Keuangan Emas yang berkilau di bawah paparan sinar matahari sore.

Di sudut halaman, Lin Wanru terpaksa hadir bersama pelayan kepercayaannya, Bi-er. Wajah Lin Wanru masih pucat, matanya sembap dan merah bekas menangis, namun sorot matanya tetap dipenuhi kebencian yang mendalam.

Zhao Xiao juga berdiri di selasar samping, mengawasi pergerakan Shen Yue di sore hari pertama ini dengan perasaan campur aduk.

Shen Yue memandang ke arah kerumunan di hadapannya dengan mata yang tajam bagaikan elang.

"Mulai hari ini," suara Shen Yue menggelegar tenang namun menembus hingga ke barisan paling belakang, "Istana Timur berada di bawah pengawasan langsung Putri Mahkota Utama. Segala bentuk kecurangan, pemalsuan laporan keuangan, dan tindakan nepotisme yang terjadi di masa lalu tidak akan lagi ditoleransi."

Shen Yue mengangkat sebuah buku catatan yang tebal.

"Aku telah memeriksa laporan pengeluaran terdekat. Ada pembengkakan dana dapur sebesar 30% untuk pembelian rempah impor yang ternyata disalurkan secara tidak resmi ke Paviliun Anggrek Merah tanpa persetujuan pengelola utama."

Lin Wanru terperanjat, dadanya berombak menahan malu dan amarah di hadapan seluruh pelayan. "Putri Mahkota! Jangan asal menuduh di hari pertama ini! Itu adalah alokasi khusus yang disetujui Putra Mahkota!"

Shen Yue memalingkan wajahnya ke arah Lin Wanru, dan menatapnya dengan tatapan merendahkan.

"Selir Agung Lin," ucap Shen Yue datar. "Sesuai Hukum Kekaisaran Pasal 14 tentang Tata Kelola Rumah Tangga Istana Timur, Putra Mahkota memegang urusan militer dan politik luar, sedangkan anggaran dan urusan domestik sepenuhnya berada di bawah kekuasaan Putri Mahkota. Persetujuan apa pun yang dibuat tanpa Stempel Perak Pengelola adalah tidak sah secara hukum."

Shen Yue lalu menoleh ke arah Kepala Kasim Dapur. "Mulai hari ini, pangkas seluruh alokasi berlebih di Paviliun Anggrek Merah. Samakan jatah bulanan Selir Agung sesuai aturan standar kekaisaran untuk posisi selir."

"H-hamba mematuhi titah Putri Mahkota!" seru Kepala Kasim sambil berlutut gemetar.

"Shen Yue! Kau sengaja menindasku sejak hari pertama!" jerit Lin Wanru, sambil melangkah maju dengan emosi yang tak tertahankan. "Yang Mulia Putra Mahkota! Lihatlah bagaimana dia memperlakukanku di hadapan para pelayan!"

Zhao Xiao menghela napas panjang, lalu melangkah mendekat. "Putri Mahkota... apakah kau tidak terlalu berlebihan di hari pertama pernikahan ini? Wanru baru saja masuk—"

"Yang Mulia Putra Mahkota," potong Shen Yue cepat tanpa memberi ruang untuk negosiasi. "Tindakan hamba adalah untuk menjaga efisiensi dan mencegah kebocoran anggaran kekaisaran sejak awal. Jika hamba membiarkan satu orang melanggar aturan di hari pertama, bagaimana hamba bisa memimpin ratusan pelayan di istana ini ke depannya? Apakah Anda ingin hamba melaporkan ketidakdisiplinan anggaran ini kembali kepada Ibu Suri besok pagi?"

Mendengar nama Ibu Suri disebut, Zhao Xiao seketika bungkam. Kata-kata Shen Yue selalu terkunci rapat oleh logika dan hukum kekaisaran yang tak terbantahkan.

Malam harinya, menutup hari pertama yang penuh dengan pergolakan, di balik dinding Paviliun Anggrek Merah, Lin Wanru duduk bersimpuh di hadapan seorang pria berjangkut tipis yang menyamar sebagai tabib istana, utusan rahasia dari ayahnya, yaitu Perdana Menteri Lin.

"Nona," bisik utusan itu pelan. "Perdana Menteri meminta Anda untuk bersabar. Putri Mahkota saat ini sedang memegang kendali penuh atas dukungan Kaisar dan Ibu Suri di hari pertamanya di istana. Kita tidak bisa menyerangnya secara terbuka melalui urusan hukum internal."

"Lalu apa yang harus kulakukan?!" desis Lin Wanru dengan mata merah penuh dendam. "Baru hari pertama dia sudah memotong jatahku! Dia mempermalukanku di depan seluruh pelayan! Aku ingin dia hancur!"

Utusan itu menyunggingkan senyuman licik. "Perdana Menteri telah menyiapkan rencana lanjutan. Dalam beberapa hari ke depan, Perjamuan Kekaisaran untuk menyambut utusan perbatasan akan diadakan. Seluruh utusan dan para pangeran akan hadir. Di sana, sebuah jebakan rahasia telah disiapkan untuk menjatuhkan kehormatan Shen Yue di hadapan seluruh bangsawan negeri."

Lin Wanru mengepalkan jemarinya, seraya tersenyum kejam. "Bagus... Biarkan dia menikmati kemenangannya di hari pertama ini. Pada perjamuan nanti, aku sendiri yang akan melihatnya tersungkur dari takhtanya!"

Sementara itu, pada malam pertama setelah hari penuh ketegangan tersebut, Shen Yue berdiri di balkon lantai dua Paviliun Phoenix Agung, sambil menatap bintang-bintang di langit malam.

Sebuah bayangan hitam mendadak mendarat tanpa suara di sampingnya. Pangeran Ketiga, Zhao Feng, muncul dari balik kegelapan dengan jubah mewahnya.

"Langkah yang sangat mengagumkan untuk hari pertama di Istana Timur, Putri Mahkota," puji Zhao Feng.

Shen Yue tidak terkejut sedikit pun, kemudian menoleh. "Pangeran Ketiga, menyusup ke kediaman Putri Mahkota di malam hari adalah pelanggaran berat."

"Aku hanya ingin menyampaikan informasi penting dari jaringan intrikku," balas Zhao Feng santai seraya menyodorkan sebuah surat rahasia berstempel lilin hitam. "Perdana Menteri Lin dan faksi menteri luar sedang merencanakan sesuatu untuk perjamuan kekaisaran mendatang. Mereka tau mereka tidak bisa mengalahkanmu dalam hal hukum istana, jadi mereka akan menggunakan gerakan dari pihak luar."

Shen Yue mengambil surat itu, dan memindainya dengan ketenangan di bawah sinar rembulan malam pertama tersebut.

"Gerakan pihak luar?" gumam Shen Yue seraya menyunggingkan senyuman miring. "Biarkan mereka mencoba, Pangeran Zhao Feng. Di atas papan catur ini, siapa pun yang mencoba menjebakku hanya sedang menyiapkan jalan menuju kehancuran mereka sendiri."

Bersambung...

1
Murni Dewita
👣
Dewi Habibah
😍😍😍
Dewi Habibah
bagus ceritanya
Dewi Habibah
lagi donk😍
Aurora: Siap... othor up besok ya... 🤗
total 1 replies
merry
gpp si lkimu agk pengecut dan buta gk tau mn tipu muslihat,, asal ceraikan selir jgn ambil selir ckp satu istri sah ajjj🤭🤭🤭🤭
Aurora: di jamannya punya istri banyak itu sudah biasa, apalagi keluarga kerajaan 😅🤭
total 1 replies
merry
jgn smpai kmu ksh kesucian kmu putri gk ikls wlpun hak mslhnya lkimu pyn bini muda,,, 🤭🤭🤭🤭licik lggg
merry
moga cerai lh sm suami mu yg pengecut bodoh itu 🤭🤭🤭🤭
merry
penghianat ap cb bos kau ajj nikh istri mu sexgus nkhin kekasih gelapmu,, mls dech sm kmu atrnn she Yue nkh sm kakak mu itu
merry
tumis rebung enk bgtt ap lg yg ada ruas ya itu 🤭🤭🤣🤣
Aurora: bener, renyah n lembut...🤗
total 1 replies
𝓐𝓡 𝓐𝓾𝓽𝓱𝓸𝓻 𝓘𝓼𝓽𝓲𝓶𝓮
aku lanjut baca lagi nanti . Kren k👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!