NovelToon NovelToon
Genius Keturunan Klan Phoenix

Genius Keturunan Klan Phoenix

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Fantasi / Anak Genius
Popularitas:37.1k
Nilai: 5
Nama Author: Nur Hali

Riu Han melangkah keluar dari pintu teleportasi yang menghubungkan Alam Bawah ke Dunia Atas, namun terpisah dari dua sahabatnya, Genbu si Kura-kura Hitam dan Bai Wing si Harimau Putih, karena sistem pengiriman yang acak. Sendirian di hamparan bunga asing, ia bergegas menuju arah kepulan asap untuk mencari petunjuk.

Kedatangan Riu Han ternyata memancarkan Aura Giok Nirvana yang telah hilang selama dua puluh tahun, menarik perhatian dua penguasa di tempat itu — masing-masing mengutus orang kepercayaan mereka, Bai Mo dan Zi Lan, untuk mengawasi sosok yang membawa aura tersebut.

Sementara itu, Riu Han tiba di sebuah pondok kayu dan bertemu dengan Su Zan Si, seorang pemburu tunggal yang ternyata juga berasal dari Alam Bawah. Su Zan Si dengan ramah memberikan arahan serta penjelasan penting: mengapa kekuatan dan gerakan Riu Han terasa terbatas di sini, bagaimana energi tubuhnya akan menyesuaikan diri, serta gambaran luas tentang dunia ini yang terdiri dari Empat Wilayah dan puluhan alam

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur Hali, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28: Kembali ke Perkampungan Binatang Roh dan Rahasia di Balik Air Terjun

Ketiga sahabat itu melanjutkan perjalanan mereka, namun seiring berjalannya waktu, Riu Han perlahan menyadari satu hal yang tak pernah lepas dari pikirannya: selama sebulan lebih ini, mereka sebenarnya hanya menyentuh bagian luar dari alam semesta mini yang luas itu. Di wilayah yang jauh lebih dalam, tersembunyi di balik lapisan pulau yang lebih gelap dan berbahaya, bermukim Binatang Hunshuan tingkat tiga belas — setara dengan Raja Dewa tingkat akhir. Di hadapan makhluk sekuat itu, mereka hanyalah semut yang tak berdaya. Semakin mereka melangkah, semakin jelas batas kemampuan mereka. Bukan berarti mereka lemah — fondasi mereka kini kokoh, kekuatan mereka tumbuh dengan seimbang — namun perbedaan tingkatan itu bukan sesuatu yang bisa diatasi hanya dengan keberanian.

Setelah beberapa hari berdiskusi dan mengamati batas wilayah yang bisa mereka jangkau dengan aman, ketiganya mencapai kesepakatan.

"Kita kembali," ucap Riu Han mantap. "Saatnya beristirahat dan memahami apa yang telah kita peroleh."

Ia memecahkan gelang giok yang diberikan Sun Li saat pertama kali mereka bertemu. Cahaya lembut menyelimuti tubuhnya, diikuti Genbu dan Bai Wing yang melakukan hal yang sama. Ruang di sekitar mereka bergetar pelan, bayangan tempat mereka berdiri memudar, dan seketika itu juga, mereka lenyap dari permukaan pulau terakhir yang mereka kunjungi.

Kesadaran kembali pulih saat mereka mendarat di ruangan yang terbuat dari batu yang halus dan hangat — tempat yang sama persis dengan tempat mereka masuk ke alam semesta mini. Di sana, pintu rahasia yang tertutup dinding batu perlahan terbuka, seakan menyambut kedatangan mereka. Sosok Sun Li berdiri di sisi lain pintu itu, tersenyum ramah. Ia telah merasakan gelombang energi kepulangan mereka sejak saat pertama mereka muncul kembali.

Riu Han, Genbu, dan Bai Wing menaiki tangga batu yang kokoh, menuju ruang yang lebih luas di atasnya.

"Salam, Tuan," sapa mereka serentak, memberi hormat dengan tulus.

Sun Li mengangguk, menatap mereka satu per satu dengan pandangan yang tajam namun hangat. "Bagus... sungguh luar biasa. Hanya sedikit lebih dari sebulan, dan kalian telah naik hingga ke puncak Dewa Kecil tingkat sembilan. Bukan sekadar naik — fondasi kalian kokoh, energimu murni, tak ada jejak ketidaksempurnaan yang tertinggal."

Riu Han tersenyum malu. Selama berada di alam semesta mini, Genbu dan Bai Wing telah menceritakan banyak hal tentang orang tua ini — bagaimana ia adalah penguasa perkampungan ini, sosok yang dihormati dan dihargai oleh semua makhluk yang tinggal di sini.

"Tuan," Riu Han melangkah maju sedikit, "ada sesuatu yang ingin saya tanyakan."

"Katakanlah," jawab Sun Li pelan.

"Apakah alam semesta mini itu benar-benar mencerminkan alam semesta yang sesungguhnya? Apakah setiap pulau, setiap makhluk yang ada di sana, benar-benar ada di dunia yang jauh lebih luas itu?"

Sun Li tersenyum lebar, seakan pertanyaan itu telah ia tunggu sejak lama. Ia memberi isyarat agar mereka duduk, lalu mulai bercerita dengan suara yang tenang dan dalam.

"Alam semesta mini itu diciptakan oleh seorang ahli yang telah mencapai ranah Keabadian. Tujuannya bukan sekadar tempat berburu harta, melainkan sebuah persiapan — sebuah cermin bagi para pemuda yang berbakat. Di sana, pulau-pulau mewakili planet dan bintang yang tersebar di ruang angkasa yang tak bertepi. Makhluk-makhluknya adalah gambaran dari kehidupan yang hidup di tempat-tempat yang jauh itu. Tempat ini khusus disiapkan bagi mereka yang belum mencapai kekuatan Dewa Sejati, agar mereka mengenali rupa dunia yang sesungguhnya sebelum melangkah keluar ke sana."

Ia berhenti sejenak, membiarkan kata-katanya meresap.

"Alam Empat Wilayah hanyalah satu titik kecil di tengah kekelaman yang tak berujung. Ketika kalian cukup kuat untuk melangkah keluar, kalian akan melihat bintang-bintang yang jauh lebih terang, dunia yang jauh lebih tua, dan makhluk yang kekuatannya tak terbayangkan oleh pikiran manusia biasa. Namun jalannya panjang — dan langkah pertama adalah memahami tempat berpijak saat ini."

Riu Han mendengarkan dengan saksama. Setiap kata yang diucapkan menambah wawasan yang selama ini samar di benaknya.

"Kalian pasti lelah," ujar Sun Li akhirnya. "Istirahatlah dulu. Tubuh dan jiwa kalian butuh ketenangan untuk menyesuaikan diri dengan kekuatan yang baru tumbuh."

"Baik, Tuan," jawab ketiganya serentak.

Mereka berpisah menuju kamar masing-masing — ruangan yang sederhana namun nyaman, tersusun dari kayu dan batu yang memancarkan kehangatan. Di perkampungan binatang roh ini, Sun Li adalah yang terkuat, namun ia tidak sendirian. Di sini tinggal banyak ahli dari berbagai jenis binatang roh, yang hidup berdampingan dalam kedamaian yang jarang ditemukan di tempat lain. Berbeda dengan Alam Bawah tempat binatang roh sering hidup sendiri-sendiri, di sini mereka berkumpul menurut jenis dan klannya, menjaga tradisi dan kekuatan yang diwariskan dari leluhur. Tentu saja ada juga yang memilih hidup bebas tanpa terikat aturan klan, namun mereka tetap diterima di sini.

Dan perkampungan ini menyimpan rahasia lain yang tak diketahui sembarang orang — selain pintu menuju alam semesta mini, terdapat satu tempat kuno yang dijaga dengan sangat ketat. Tersembunyi di balik tirai air terjun yang deras, tersembunyi di dalam gua yang gelap dan sejuk, terdapat sebuah portal purba. Air yang jatuh menutupi jejak siapa pun yang mendekat, dinding gua menyembunyikan keberadaan pintu itu dari pandangan mata biasa. Hanya klan-klan besar dan orang-orang yang dipercaya mengetahui keberadaannya. Tempat itu bukan sekadar jalan menuju tempat lain — ia terhubung dengan asal mula segala jenis binatang roh, tempat di mana makhluk-makhluk suci yang disembah leluhur mereka pernah hidup.

Riu Han berbaring di tempat tidurnya, memandangi langit-langit kamarnya. Ia belum tahu kapan ia akan melihat tempat itu, namun ia merasakannya — ada sesuatu yang tersembunyi, sesuatu yang penting menanti untuk ditemukan. Matanya perlahan terpejam, tubuhnya beristirahat, namun hatinya tetap waspada, siap menyambut apa pun yang akan datang.

1
Bg Byl
Cerita yang cukup menarik dg alur cerita yg lambat tapi cukup detail untuk dapat dinikmati. Tetap semangat Thor, sehat selalu & terima kasih. ❤️
Edu Juan
lama kuat mc nya
Adek Darmansyah
Gass truss thorr
Adek Darmansyah
mantap alur ceritanya, walaupun ada sedikit kosakata yg terlalu kekinian,👍👍
Adek Darmansyah
Gas truss thorr
Iwan Duan
lanjooooooot
M Amir
lanjuuuttt Q tunggu
☯️꧁༒⫷Loͥngͣ ͫTian ⫸༒꧂☯️
ceritanya jadi berubah ya, yin lin jadi rui lin, yang tadinya saudara angkat jadi kakak beradik 😄😄😄
jhoni
keren jalan cerita , berbudil luhur tapi ga naif
jhoni
pasti niru jurus son goku neh, kamehame ya thor😜
M Amir
lanjuuuttt👍👍👍🙏🙏
Prima Saputra
Seru banget ni cerita mudah2an ngga putusditengah jalan.
M Amir
lanjuuuutttt👍👍👍
M Amir
lanjuuut
M Amir
up yg banyak tor👍👍👍
GeBe AW
bagus, saya selalu mengikutinya,
M Amir
seharusnya novel ini menjadi yg no 2 setelah bo cang
༄𝐇⃟⃝ᵧꕥ ⍟Mᷤbᷡah_Atta࿐
Lanjut Up Thor
༄𝐇⃟⃝ᵧꕥ ⍟Mᷤbᷡah_Atta࿐
Tetap semangat Thor 💪💪
M Amir
lanjuuuttt👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!