NovelToon NovelToon
MERTUA JULID

MERTUA JULID

Status: sedang berlangsung
Genre:Komedi / Romansa
Popularitas:1k
Nilai: 5
Nama Author: Kak_Hans

Blurb!
Tujuh tahun menikah, tapi belum dikaruniai anak? Siap-siap telinga panas mendengar julidan mertua!
Nisa dan Dimas harus bertahan dari teror Bu Ratna, mertua sosialita gengsian yang menghalalkan segala cara absurd, demi menimang cucu. Mulai dari minum jus delima pencahar, hingga tidur di kasur giok penyiksa raga. Sanggupkah Nisa bertahan dibawah tekanan mertuanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kak_Hans, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 13

_____🌺

Di kantor perusahaan, tempat Dimas berkerja. Dia dalam ruang kerjanya.

Dimas menggerutu.

"Tiga juta lima ratus ribu rupiah, untuk sebotol jus delima merah dari pegunungan Himalaya? Ini ibuku mau bikin anak atau mau buka praktik dukun beranak jalur VIP sih?" rutuk Dimas pelan sambil menatap layar ponselnya di bawah meja rapat yang dingin.

"Lo kenapa, Dim? Muka lo lecek banget kayak cucian belum disetrika tiga hari," bisik Bagas, rekan kerja Dimas yang duduk di sebelahnya. "Pak Cokro lagi jelasin target penjualan kuartal ini lho, ketahuan main HP habis gaji lo dipotong buat ganti rugi."

"Biasa, Gas. Bos besar di rumah ngasih misi harian yang nggak masuk akal pikiran sehat. Disuruh beli jus delima harga tiga setengah juta di Koh Aseng," balas Dimas berbisik pelan.

Saat itu Dimas, matanya tetap pura-pura menatap layar proyektor di depan ruang rapat.

"Buset! Tiga setengah juta? Itu air buah delima apa air mata naga terbang? Mending duit segitu dipakai buat DP motor matic seken aja, Dim!" mata Bagas melotot kaget mendengar nominal tersebut.

"Biar istri gue cepat hamil katanya. Tahu sendiri kan nyokap gue gimana julid-nya, kalau masalah cucu pertama. Kalau ini jus nggak gue beli nanti sore, besok pagi kemeja kerja gue bisa dipake buat ngepel lantai garasi sama nyokap gue di rumah."

"Dimas! Bagas! Kalian berdua diskusi apa di belakang sana? Bisa share ke kita semua di sini biar target penjualan perusahaan bulan ini langsung meroket tajam?"

Suara bariton Pak Cokro mendadak memecah obrolan bisik-bisik mereka di ruang rapat.

Dimas terlonjak kaget setengah mati. Ia buru-buru menyembunyikan ponselnya ke dalam saku celana abu-abunya.

"Eh, anu, Pak Cokro. Ini saya lagi diskusi sama Bagas soal ... soal pentingnya kandungan vitamin dalam produk kita, Pak. Kayak buah jus delima dari gunung Himalaya gitu, Pak. Sangat inovatif kalau kita jadikan bonus hadiah."

"Jus delima Himalaya? Inovasi dari mana konsep itu? Kita ini perusahaan distributor suku cadang mesin pabrik alat berat, Dimas! Sejak kapan kita jualan jamu herbal botolan?" bentak Pak Cokro.

Ia membetulkan letak kacamatanya yang melorot. Seluruh isi ruangan rapat terpaksa menahan tawa melihat wajah Dimas yang pucat pasi menahan malu.

"Maaf, Pak Cokro. Saya tadi kurang fokus baca datanya, Pak. Siap, saya perhatikan lagi laporannya sekarang juga," jawab Dimas pasrah, menundukkan kepalanya dalam-dalam menyesali nasib sialnya hari ini.

Ponsel di saku Dimas kembali bergetar hebat. Kali ini pesan masuk dari Nisa, istrinya tercinta.

"Mas, tolong beliin kuota internet dong sekarang juga. Wi-Fi rumah mendadak mati total dari pusat, padahal bab novelku udah mau tayang jam dua belas siang ini. Terus sekalian beliin seblak level tiga ya nanti pas jalan pulang. Jangan beli yang level sepuluh kayak kemarin, kasihan ususmu bisa keriting nanti kalau kepedesan tiap hari."

Dimas menghela napas sangat panjang menyenderkan punggungnya ke kursi. Menjadi generasi sandwich yang terjepit di antara bos kantor yang hobi marah-marah, istri yang hobi nyemil seblak pedas, dan ibu kandung yang terobsesi tinggi dengan cucu dari jalur mistis buah Himalaya, benar-benar menguji mental dan pikirannya sebagai laki-laki sejati.

_____🌺

Sementara itu, di rumah mewah bergaya Eropa klasik, Nisa sedang mengetik dengan kecepatan dewa di atas keyboard laptopnya.

Jari-jarinya menari lincah merangkai rentetan dialog tokoh fiksi yang sedang menyatakan cinta di bawah hujan deras.

Namun, konsentrasinya langsung buyar berantakan saat pintu kamarnya dibuka kasar tanpa suara ketukan sama sekali.

"Nis! Kamu ini ngetik novel apa lagi main game online tembak-tembakan sih? Dari tadi malam kedengeran cetak-cletuk terus itu keyboard laptop mu! Nggak capek apa tanganmu keriting nekan tombol terus?" omel Bu Ratna.

Ia membawa kemoceng bulu ayam di tangan kanannya.

"Lagi kejar jadwal tayang, Ma. Ini bab penting banget ceritanya, tokoh utamanya lagi mau dilamar sama CEO kaya raya. Kalau telat tayang updatenya, nanti pembaca Nisa pada protes minta refund koin semua," jawab Nisa tanpa mengalihkan pandangannya dari layar monitor yang menyala terang.

"Halah, tokoh fiksi bohongan dilamar aja kamu urusin mati-matian tiap hari! Itu rahim kamu kapan dilamar sama malaikat pembawa rezeki anak bayi? Tadi siang Mama udah telpon WA Dimas suruh mampir ke toko Koh Aseng beli jus delima Himalaya. Pokoknya nanti malam kamu wajib minum jus mahal itu sampai habis sebotol nggak bersisa setetes pun!"

Nisa langsung menghentikan gerakan tangannya di udara. Ia menoleh perlahan ke arah mertuanya dengan kening berkerut merasa sangat heran.

"Hah? Jus delima Himalaya apaan, Ma? Emang buah delima biasa yang di pasar harganya dua puluh ribu sekilo itu udah nggak mempan lagi ya, Ma? Kenapa tiba-tiba harus repot cari dari Himalaya segala?"

"Ya jelas nggak mempan lah, Nisa! Delima pasar itu cuma buat rujak ibu-ibu komplek yang lagi ngidam biasa level rendah. Nah, kamu kan belum hamil-hamil tujuh tahun, jadi harus pakai buah delima khusus yang tumbuh subur di atas gunung es bersalju tinggi! Biar rahimmu itu kaget kena hawa dinginnya, terus jadi segar, dan akhirnya bangun dari tidur panjangnya!"

"Ma, secara medis ilmu kedokteran mana ada hubungannya salju Himalaya sama kesuburan rahim manusia. Kalau rahim Nisa mendadak kaget kena dingin, yang ada nanti Nisa malah meriang masuk angin lagi perutnya. Terus ujung-ujungnya Nisa harus minta kerokan lagi kayak Mas Dimas kemarin malam," bantah Nisa dengan logika yang masuk akal sehat.

"Kamu ini ya, kalau dibilangin nasihat sama orang tua pasti selalu ngejawab terus! Nggak pernah mau nurut sama sekali dari dulu! Pantesan aja anak laki-laki Mama tiap hari masuk angin, lah istrinya kerjaannya ngeyel dan banyak protes. Pokoknya Mama nggak mau dengar alasan apa pun. Dimas udah nekat beli jus mahal itu pakai uang tabungannya sendiri. Kalau kamu nanti malam nggak mau minum, Mama siram jus lengket itu ke laptop kesayangan kamu ini!" ancam mertuanya sambil mengayunkan kemoceng nya, ke arah meja kerja Nisa dengan tatapan tajam mengintimidasi.

"Eh, jangan disiram, Ma! Iya, iya, Nisa janji pasti minum nanti malam. Mama jangan anarkis gitu dong bawa-bawa laptop kerja. Ini aset berharga nyari duit tambahan buat rumah kita, Ma," ucap Nisa menyerah kalah sepenuhnya. Melawan Ibu Ratna soal hal klenik kehamilan adalah tindakan bunuh diri konyol yang tidak akan pernah ada menangnya.

"Bagus kalau kamu sadar diri. Nah, sekarang kamu turun ke dapur bawah. Pel lantai keramik deket meja makan sana. Tadi Mama nggak sengaja numpahin air sirup sedikit pas bikin es. Jangan sampai lengket nanti disemutin parah. Cepat, jangan ngetik layar melulu!" perintah Bu Ratna dengan nada suara tinggi sebelum berbalik keluar dari kamar menantu perempuannya itu.

"Iya, Nyonya Besar siap laksanakan," gumam Nisa pelan seiring tertutupnya pintu kamar tidurnya.

_____🌺

Tepat pukul tujuh malam hari.

Suara deru mobil Dimas terdengar sayup memasuki garasi rumah. Nisa yang baru saja selesai mengepel lantai dapur untuk kedua kalinya hari itu, segera berjalan menuju ruang tamu depan.

Di saat yang bersamaan, Bu Ratna juga sudah berdiri tegak menyambut kedatangan anak laki-lakinya dengan wajah tak sabar luar biasa.

"Assalamualaikum, Dimas pulang," sapa Dimas dengan wajah luar biasa lelah pucat. Jas kerjanya dibiarkan tersampir sembarangan di pundak kirinya.

"Waalaikumsalam. Eh, mana sebotol jus delimanya, Dim? Udah kamu tebus beli bawa pulang kan?" todong Bu Ratna bahkan sebelum Dimas sempat melepas sebelah sepatu kerjanya.

Tidak ada pertanyaan basa-basi menanyakan kabar anak lelakinya sama sekali layaknya sinetron keluarga.

1
Muft Smoker
dasar keluarga unik ,, semangat trus nisaa ,, jgn lelah buat ikhtiar punya momongan ,,
Muft Smoker
astgaaa ,, /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Muft Smoker
maka ny Bu jgn julid ,, dgr menantu udh packing2 ,, udh panik tp tertutup gengsii🤭🤭🤭🤭🤣🤣🤣 ,,
anda sebenarnya sayang ma Nisa Bu ,, cuma julid ma gengsi ny tu looo gede banget same nutupin rasa sayang yg sbenarny besar tu ,,
jgn sampai km menyesal Bu ,, ayooo baikan ,, jgn2 julid2an lgi ,, 😁😁😁😁😁🤭
Muft Smoker
buruan sadar Bu ,, menantu yg sabar ny Kya Nisa jarang looo ,,
Muft Smoker
kasihan nisaa ,,
semoga cepat2 dapet momongan yx Nisa ,, buat nyumpel mulut mertua mu yg gx da rem ny ,,
Muft Smoker
cerita ny bagus kak ,, meski punya mertua julid ,, tp mereka ttap harmonis ,, semoga dcerita ini gx da org k 3 yx ,, cukup pusing ma mertua yg kdng cosplay jd ceker mercon level setan ,, 🤭🤭🤭🤭🤭🤭
Muft Smoker: sama2 kak
total 2 replies
Muft Smoker
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/ ,, sabar Dimas ,, anggap aj km lgi uji nyali tanpa bendera putih ,, 🤭🤭🤣🤣
Muft Smoker
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 setan ny juga ogah Bu masukin raga ibu ,, udh panas dluan setan ny🤭🤭🤣🤣🤣
Muft Smoker
next kak ,,
Muft Smoker
yx seenggaknya Bu Ratna meski omongane pedas ma Nisa ,, ttap gx trima kalo menantu ny d hina ma org lain ,,
ad nilai plus ny nih Bu Ratna ,,
Muft Smoker
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/ jgn di tahan Bu ,, nanti takut tau2 berubah jdi batako🤭🤭🤣🤣🤣🤣
Muft Smoker
mertua kayak bgnii di bom aj boleh gx???😒😒😒😒😒
Muft Smoker
waah sekali2 coba deh Bu ,, mantap semua tu Bu rasa ny ,, 🤭🤭🤭
Muft Smoker
pembukaan yg mantul ,, pedas melebihi seblak level setan ,,
Medici
Wew pembukaan aja udah pedes
Cerita Tina
Baru bab awal lho. ga ada yg mau kasih jus kangkung gitu biar mertuanya pules tiap hari 😬
한스 |ℌ𝔞𝔫𝔰𝔢𝔫 `: mules kali kak😭 tidur kali pules 🫣
total 1 replies
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🍾⃝ s.sͩᴇᷞɴͧᴊᷡᴀͣ
di kira kalau pengen bayi langsung bisa muncul sendiri apa ya?
hadeh
한스 |ℌ𝔞𝔫𝔰𝔢𝔫 `: 😅😅 iya jya🤣
total 1 replies
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🍾⃝ s.sͩᴇᷞɴͧᴊᷡᴀͣ
padahal itu semua enak loh
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🍾⃝ s.sͩᴇᷞɴͧᴊᷡᴀͣ
jahat banget
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!