NovelToon NovelToon
Bosku Menjadi Suami Rahasiaku

Bosku Menjadi Suami Rahasiaku

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Cinta Seiring Waktu / CEO
Popularitas:2.7k
Nilai: 5
Nama Author: Muhammad Fajar Rizky

Aku selalu berpikir bahwa pernikahan rahasia ini akan berjalan mudah asalkan kami tetap menjaga jarak di tempat kerja. Sebagai resepsionis, tugas utamaku adalah mengarahkan tamu, bukan menarik perhatian sang CEO. Namun, Bastian yang kutemui di rumah sebagai suami yang acuh tak acuh, perlahan-lahan menunjukkan intensitas yang berbeda di kantor. Dia mulai mengawasiku dari jauh dan membuat keputusan-keputusan sepihak yang memengaruhi pekerjaanku.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Muhammad Fajar Rizky, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

soal kejadian tiga tahun lalu...

Telingaku terasa panas, dan wajahku pasti memerah karena merasa malu.

Bastian adalah pria yang cerdas; aku sudah tahu itu sejak pertama kali bertemu dengannya.

Namun, aku tidak menyangka bahwa dia tidak hanya cerdas, tetapi juga sangat teliti.

Ibu hanya mengucapkan setengah kalimat dengan santai, tetapi dia bisa langsung menebak apa yang akan dikatakannya selanjutnya.

Aku duduk dengan tegak di dalam mobil, diam, berpura-pura tidak mendengar apa yang dia katakan.

Ketika mobil tiba di kediaman keluarga ku,aku turun dan Ibu langsung merangkul tanganku erat-erat, seolah takut aku akan berbalik pergi dan tidak mau masuk ke dalam rumah.

Saat aku melangkah masuk ke aula utama, dua orang asisten rumah tangga yang sedang sibuk mendadak terdiam melihatku, lalu berseru gembira, "Non Amara, Anda akhirnya pulang!"

Aku hanya bisa tersenyum canggung sebagai tanggapan.

Sebagian besar asisten rumah tangga di rumah ini menyaksikan tumbuh dewasa. Meskipun status mereka bekerja di sini, setelah puluhan tahun berlalu, hubungan kami sudah seperti keluarga sendiri.

Selama tiga tahun pergi dari rumah, aku sering membayangkan bagaimana rasanya jika suatu saat aku kembali. Namun, aku sama sekali tidak pernah menyangka jalannya akan seperti ini.

Jujur saja, ini semua terjadi di luar prediksiku.

Apalagi, aku tidak pernah membayangkan Bastian akan ikut pulang bersamaku.

Setelah masuk ke ruang tamu, Ibu membimbingku untuk duduk di sofa. Ayah melirik ke arah Bastian sejenak, lalu berkata dengan nada kaku, "Pak Bastian, silakan duduk."

"Ayah, panggil saja saya Bastian," jawab Bastian dengan senyum ramah dan nada sopan.

Mendengar panggilan itu, raut wajah kaku Ayah sedikit melunak. Dia meletakkan kedua tangannya di sandaran lengan sofa, duduk dengan tegak, dan berusaha menjaga wibawa sebagai seorang mertua. "Saya bahkan belum memberikan restu untuk pernikahan kalian. Kenapa kalian memutuskan menikah begitu terburu-buru? Apa kalian tidak menghormati kami?"

"Ayah, tolong jangan salah paham. Keputusan kami untuk menikah cepat murni karena situasi mendesak. Seperti yang Ayah tahu, Kakek saya baru saja meninggal dunia karena sakit. Keluarga kami sangat memegang teguh tradisi. Karena Kakek telah tiada, saya harus menemukan pendamping secepatnya. Namun, karena saya sangat menyayangi Amara dan khawatir dia akan direbut orang lain jika harus menunggu lama, kami akhirnya memutuskan untuk mengurus administrasi pernikahan terlebih dahulu," jawab Bastian dengan tenang dan sangat teratur.

Di Umur saat ini, Ayah paling menghargai anak muda yang tahu etika dan berbakti pada keluarga. Setelah mendengar penjelasan Bastian, rasa tidak suka Ayah terhadap Bastian mendadak luluh.

"Ehem... Kalau alasannya karena menghormati keinginan kakekmu, itu masih bisa dimaklumi," kata ayahku akhirnya.

Tepat saat ini, asisten rumah tangga datang menyajikan teh. Bastian berdiri, mengambil salah satu cangkir teh, lalu menyerahkannya kepada Ayah menggunakan kedua tangan. "Ayah, ini sepenuhnya kesalahan saya karena tidak meminta izin terlebih dahulu sebelum mengurus dokumen pernikahan. Saya berharap Ayah dan Ibu berkenan memaafkan kelalaian kami ini."

Saat menerima cangkir teh tersebut, Ayah sempat ragu sejenak, tampak masih ingin mempertahankan sisa rasa gengsinya.

Melihat hal itu, Ibu menyenggol lengan Ayah pelan. "Ada apa denganmu? Bastian dan Amara kan sudah sah menikah, apa kamu mau mereka berpisah?"

Mendengar teguran Ibu, Ayah merasa canggung lalu menatap Ibu dengan tajam. "Kapan aku bilang mau menyuruh mereka berpisah? Kamu ini kalau bicara suka sembarangan."

Setelah membalas ucapan Ibu, Ayah menerima cangkir teh dari tangan Bastian, menyesapnya sedikit, lalu berkata, "Soal keputusankamu mengurus dokumen pernikahan secara diam-diam, kami tidak akan memperpanjangnya lagi. Alasanmu masuk akal dan kami bisa mengerti."

Bastian tersenyum sopan, lalu berbalik mengambil cangkir teh berikutnya untuk diserahkan kepada Ibu. "Ibu, silakan tehnya."

"Iya, terima kasih ya, Bastian." Ibu tersenyum dengan hangat saat menerima cangkir teh tersebut, lalu menyeduhnya sedikit sambil menatap Bastian dengan penuh rasa suka.

Aku sudah mengenal Bastian begitu lama, dan belum pernah sekalipun melihatnya bersikap seluwes dan sekooperatif ini di depan orang lain. Tapi harus kuakui, pria ini memang sangat pandai mengambil hati orang tua. Dalam waktu singkat, dia berhasil meluluhkan sikap keras Ayah dan memenangkan empati Ibu.

Kami duduk di ruang tamu sepanjang sore. Aku mulai merasa bosan dan mengantuk, sementara Bastian, Kak Bagas, dan Ayah sibuk mendiskusikan rencana lelang tanah yang sedang ditargetkan perusahaan.

Bastian sangat pandai mengarahkan pembicaraan; setiap saran bisnis yang dia lontarkan selalu sejalan dengan pemikiran Ayah.

"Ayah, kalau Ayah memang menginginkan lahan itu, saya bisa bantu mengawalnya saat proses lelang. Saya akan memberikan estimasi harga batas dari analisis tim kami, dan Ayah tinggal mengajukan penawaran sedikit di atas angka tersebut."

"Mana bisa begitu? Bukankah itu sama saja dengan memanfaatkan informasi dari dalam?" sahut Ayah.

"Tentu tidak, Ayah. Tim analis data di perusahaan kami memang terbiasa menghitung estimasi nilai terakurat untuk setiap proyek. Saya hanya memanfaatkan sumber daya yang saya miliki untuk membantu rencana bisnis Ayah."

Bastian berkali-kali menyapa Ayahku dengan nada penuh hormat, hingga membuat Ayah tertawa dan tidak berhenti tersenyum sepanjang diskusi.

Ibu yang menyadari bahwa aku sudah mulai tidak fokus mendengarkan obrolan bisnis mereka, menepuk punggung tanganku dengan lembut. "Kalau kamu lelah, naiklah ke atas untuk istirahat di kamar. Biarkan para pria menyelesaikan urusan mereka."

"Baik, Bu," jawabku lega. Aku segera berdiri, berpamitan singkat pada mereka, lalu melangkah menuju lantai dua.

Ibu ikut bangkit dan menyusulku ke lantai atas. Begitu kami sampai di depan pintu kamar lamaku, Ibu mengulurkan tangan untuk memutar gagang pintu. "Sejak kamu pergi, posisi barang-barang di kamarmu tidak pernah diubah sama sekali. Ibu selalu menyuruh orang untuk membersihkannya secara rutin."

"Terima kasih, Bu," jawabku pelan sebelum melangkah masuk.

Begitu kami berada di dalam kamar, Ibu menghela napas panjang, dan matanya mendadak berkatak-kata. "Amara, coba jujur sama Ibu... Apa alasanmu bersedia menikah dengan Bastian karena wajahnya mirip dengan Rendy?"

Aku tidak membantah pertanyaan itu. Aku berjalan menuju kamar mandi di dalam kamar, membasuh wajahku dengan air dingin, mengeringkannya dengan handuk, lalu kembali duduk di tepi ranjang.

"Mara, soal kejadian tiga tahun lalu..." kata Ibu pelan, suaranya terdengar makin serak menahan emosi.

1
sunaryati jarum
Kalian benar - benar pintar menyembunyikan status pernikahan kalian.
sunaryati jarum
Wah minta imbalan Rian
sunaryati jarum
Bastian makin menunjukkan perilaku sebagai suami, Amara.
sunaryati jarum
Shela sepertinya yang suka sama Bastian
sunaryati jarum
Amara hilangkan bayangan mendiang kekasihmu cukup di kenang dan masukkan Bastian suamimu
sunaryati jarum
👋👋👋 untuk Amara
sunaryati jarum
Dilamar diketahui suami😃
sunaryati jarum
Siapa, Bastian punya adik?
sunaryati jarum
Berarti dirahasiakan,ya
sunaryati jarum
Istrinya CEOmu ya sahabatmu
Baru mampir, sepertinya ceritanya menarik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!