NovelToon NovelToon
Suami Yang Kau Dan Keluarga Mu Hina Adalah Pewaris Kaya

Suami Yang Kau Dan Keluarga Mu Hina Adalah Pewaris Kaya

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:3.8k
Nilai: 5
Nama Author: Markario Putra

Demi menguji ketulusan, Aldi Pratama menyamar sebagai pria biasa selama dua tahun pernikahan. Namun, Kirana beserta keluarganya yang gila gengsi terus menghina dan merendahkannya. Batas sabar Aldi habis; ia mengungkap identitas aslinya sebagai pewaris tunggal konglomerat raksasa Pratama Group, menceraikan Kirana, dan memiskinkan keluarganya.
Kejatuhan itu seketika menghancurkan hidup Kirana—ibunya meninggal karena syok, adiknya dipenjara, dan ia harus bertahan hidup sebagai pedagang sembako miskin. Di titik nadir inilah Kirana bertobat total dan belajar bersyukur. Takdir kemudian mempertemukan mereka kembali lewat program sosial. Meski dipisahkan jurang kasta yang permanen, Aldi diam-diam memberi perlindungan rahasia karena belum bisa melupakan Kirana sebagai cinta pertamanya, sementara Kirana menjalani takdirnya dengan keikhlasan dan penyesalan abadi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Markario Putra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

EPISODE 35: Kejujuran di Balik Tirai Hijau

Suara tetesan cairan infus yang teratur terdengar sangat nyaring di dalam ruangan yang sunyi itu. Kirana mengerjapkan matanya berulang kali, mencoba meyakinkan dirinya bahwa sosok lelaki yang berdiri di samping ranjang besinya bukanlah sekadar manifestasi dari halusinasi akibat demam tinggi. Aroma parfum maskulin yang khas, mewah, dan menenangkan milik Aldi merasuk ke indra penciumannya, meruntuhkan segala sangkaan bahwa ini adalah mimpi.

"Mas... Aldi... Ini beneran kamu?" bisik Kirana sekali lagi, air matanya perlahan lolos dari sudut mata, membasahi tepi masker oksigen yang menutupi sebagian wajah pucatnya. "Kenapa... kenapa Tuan Muda bisa ada di tempat seperti ini?"

Aldi Pratama menarik napas dalam-dalam, mengembuskannya dengan berat demi menekan gejolak rindu dan rasa perih yang mengamuk di dadanya. Dia melangkah mundur satu langkah, sengaja menciptakan jarak agar topeng sedingin es yang dipakainya tidak retak di hadapan wanita ini.

"Aku datang karena laporan dari tim yayasan ku, Kirana," bohong Aldi dengan suara baritonnya yang diatur seflat mungkin.

"Mereka melaporkan bahwa salah satu mitra UMKM penyedia sembako pingsan dan mengancam keterlambatan distribusi lima ratus paket untuk warga prasejahtera.

Sebagai pimpinan tertinggi Pratama Group, aku tidak bisa membiarkan program sosial ini terhambat hanya karena kelalaian satu orang pedagang yang tidak bisa mengukur batas kemampuannya sendiri."

Mendengar kalimat yang begitu formal dan dingin itu keluar dari mulut Aldi, hati Kirana terasa seperti ditusuk jarum tak kasat mata.

Namun, tidak ada lagi rasa dongkol atau amarah di dalam diri Kirana yang sekarang. Dia tahu, dia pantas menerima kata-kata dingin itu setelah apa yang keluarganya lakukan pada Aldi di masa lalu.

Kirana perlahan mengangkat tangan kanannya yang gemetar, mencoba membuka masker oksigennya agar bisa berbicara dengan lebih jelas. "Maafkan saya, Tuan Muda Aldi... Saya benar-benar minta maaf. Saya berjanji, besok subuh setelah infus ini habis, saya akan langsung kembali ke warung untuk menyelesaikan sisa bungkusan paketnya.

Saya tidak akan membiarkan reputasi yayasan Anda rusak karena kondisi fisik saya yang lemah ini. Tolong... jangan batalkan kontrak warung kecil saya..."

Melihat Kirana yang begitu memelas dan ketakutan kehilangan kontrak kerja dengannya, pertahanan batin Aldi runtuh seketika. Pria itu tidak tahan lagi melihat cinta pertamanya merendahkan diri sedalam itu di hadapannya.

"Cukup, Kirana! Cukup!" potong Aldi, suaranya sedikit meninggi namun sarat akan rasa frustrasi yang mendalam. "Kenapa kamu menjadi seperti ini, hah?! Mana

Kirana yang dulu selalu menuntut kemewahan? Mana Kirana yang dulu menganggap uang jutaan rupiah dariku tidak ada artinya? Kenapa sekarang kamu harus menyiksa dirimu sendiri sampai ambruk seperti ini hanya demi uang receh dari kontrak yayasan ku?!

Kirana menatap mata Aldi yang berkaca-kaca, lalu tersenyum sangat tipis—sebuah senyuman penuh keikhlasan yang membuat dada Aldi semakin sesak.

"Karena aku sudah tak memiliki siapapun, Mas... Mama sudah meninggal dunia delapan bulan yang lalu. Riko... Riko sekarang berada di dalam penjara untuk tujuh tahun ke depan. Aku sekarang sebatang kara di kota ini. Ini adalah hukuman yang harus aku jalani karena dulu aku terlalu sombong dan tidak tahu cara bersyukur saat hidup bersamamu."

Mendengar pengakuan jujur dan tulus dari Kirana, Aldi terpaku di tempatnya. Kata-kata Kirana barusan menghantam lubuk hatinya yang paling dalam, menyisakan keheningan yang begitu pekat di antara mereka berdua di bawah temaram lampu puskesmas.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!