NovelToon NovelToon
Masa Lalu Mengubah Hidupku

Masa Lalu Mengubah Hidupku

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:301.3k
Nilai: 5
Nama Author: Republik Septy

Takdir tak selalu buruk untuk kita. Jadikan masa lalu menjadi pelajaran untuk lebih baik di masa depan.
Seperti yang di alami seorang guru cantik bernama Aretha Zayba Almira. Ia sempat terpuruk dengan masa lalu kelam dan trauma mendalam yang di ciptakan mantan kekasihnya. Harus kehilangan kehormatan yang ia jaga hingga hampir mati bunuh diri. Tapi ia bisa bangkit dan merubah hidupnya menjadi lebih baik. Sempat menutup hati pada beberapa pria yang datang padanya, hingga takdir menemukannya dengan seorang pria yang mau menerima semua masa lalu dan memperlakukan Amira seperti seorang ratu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Republik Septy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Apa aku begitu menjijikkan?

Beberapa hari setelah kejadian yang menghebohkan dan sempat viral di cafe, Amira kembali mengajar seperti biasa. Sebelumnya Satrio sang kakak tersayang sudah meredam berita viral yang memojokkan Amira.

Tentu saja semua itu adalah hal mudah bagi keluarga Amira, Karena papa Amira merupakan orang yang cukup berpengaruh. Media yang menayangkan berita negatif tentang Amira segera dibungkam oleh Satrio yang mewakili papa nya mengurus hal ini yang dikarenakan papa nya sedang ada di luar negeri mengurus perusahaan mereka yang ada di Singapura.

Amira bangkit dari keterpurukannya, mencoba menata hati yang beberapa saat lalu kembali terluka karena perbuatan lelaki.

Baru saja ia membuka diri menerima seseorang untuk menjadi raja di kerajaan hati nya, kembali ia diharuskan menelan pil pahit yang kembali memporak-porandakan singgasana kerajaan hati nya.

Menyisakan luka yang tak terperikan.Yang tak bisa diungkapkan dengan banyak kata, bahkan beribu bahasa. Sakit yang sangat sulit tuk di sembuhkan hingga batin meronta untuk dilepaskan.

Amira berjalan di pelataran parkir sekolah, melewati beberapa murid yang terdengar berbisik membicarakan nya. Meski media sudah di bungkam, tapi mereka tidak bisa membungkam mulut orang satu-satu.

Amira hanya memasang muka datar, mencoba menepiskan senyum samar untuk menguatkan hati nya yang sedikit terusik karena bisikan yang ada di belakangnya. Tak bisa dipungkiri jika Amira juga merasakan sakit saat dirinya dibicarakan apalagi mereka tidak tahu apa yang sebenarnya telah terjadi.

Terdengar suara derap langkah dari arah belakang nya yang membuat Amira menoleh.

Deg..

" Arif " desis Amira pelan. Seketika hatinya membuncah, segala rasa menjadi satu. Rasa gugup, rindu dan benci berkumpul menjadi satu hingga menyesakkan dada.

Setelah kejadian di cafe beberapa lalu, hari ini merupakan pertemuan pertama nya dengan Arif. Arif tidak pernah datang kerumahnya ataupun menghubungi Amira mengenai kelanjutan hubungan mereka.

Arif terus berjalan melewati Amira yang berdiri mematung ditempatnya. Mata Amira berkaca-kaca karena mendapat perlakuan Arif yang cuek, Arif terus berlalu tanpa menoleh sedikitpun ke arah Amira.

Amira menghirup udara sebanyak mungkin untuk menetralisir sesak di dada. Ia masih tak menyangka jika semua nya akan begini, semua berlalu tanpa kata. Mengapa harus memulai jika harus di akhiri.

" Ya Allah. Kuatkan aku. " Ucap Amira perlahan sembari mendongak kan kepala nya menahan air mata yang sudah tergenang.

Bagaimana pun, tak bisa dipungkiri oleh Amira ia merasakan sakit atas penghianatan Arif. Dan sekarang bukannya Arif meminta maaf atas kesalahannya malah dia bertindak sebagai korban.

Aneh...

Amira pun menghalau semua perasaan nya, melanjutkan perjalanan nya untuk menuju kantor dengan setia ia berjalan menunduk. Melihat setiap garis ubin hingga masuk kedalam kantor.

Semua yang ia lakukan tak luput dari pengawasan sepasang mata yang melihatnya sedari tadi, Amira pun tidak menyadari nya. Ia hanya fokus dengan apa yang ia rasakan saat ini.

Sepasang mata yang memperhatikan Amira sejak tadi ialah Daffa. Ingin sekali rasanya ia merengkuh dan menghibur guru tersayang nya,tapi semua itu tidak mungkin terjadi. Rasanya sakit melihat guru favorit nya ini sakit. Rasa dendam pun menyelimuti hati nya yang menumbuhkan rasa benci yang teramat sangat dalam.

Hingga Amira tidak tampak lagi dari pandangan nya, Daffa pun segera berlalu menuju ke kelas nya karena sebentar lagi bel tanda masuk akan berbunyi.

****

Didalam kelas tempat nya mengajar, Amira hanya diam di meja gurunya. Tubuh nya memang berada disana, tapi pikirannya entah berkelana kemana.

Hingga menyebabkan keributan dikelas yang disebabkan oleh beberapa anak yang bandel saling melemparkan bola kertas yang dibuat oleh mereka.

Hingga Amira tersentak saat gumpalan kertas yang tak sengaja mengenai wajah nya.

" Astaghfirullah haladzim" ucapnya sambil memegang dada. Ia kembali melihat anak didiknya yang kembali tenang takut jikalau Amira marah karena seorang murid yang tak sengaja melempar bola kertas yang mengenai wajah guru mereka.

Wajah mereka tegang takut jika Amira marah karena mereka semua tahu hati Amira saat ini berada dalam mode tidak baik-baik saja. Tapi diluar dugaan, Amira mengulas senyum lembut dan memungut bola kertas yang mengenai wajah nya.

" Punya siapa ini?" tanya nya pelan.

hening..

Tidak ada yang menyahut.

Mereka semua takut jika benar Amira akan marah. Karena selama Amira mengajar,ia tidak pernah marah.

Dan beberapa saat kemudian ada seorang siswa yang maju dan mengakui kesalahannya.

" Itu punya saya buk. Maaf saya tidak sengaja." ujar siswa itu menunduk. Ia siap menerima kemarahan guru cantik nya ini.

Diluar dugaan, Amira tetap mempertahankan senyum manis nya, bahkan berucap dengan lembut.

" Ibu tidak marah kok. Hanya saja, ibu minta tolong bersihkan bola kertas yang berserakan. Maaf kan ibu jika ibu mengabaikan kalian. Ibu banyak bengong."

" Dan sekarang, mari kita mulai saja pelajaran nya dan mulai buka buku nya halaman 55." ujar Amira dan segera menyuruh siswa yang tadi maju ke depan untuk duduk kembali yang sebelumnya sudah membersihkan kertas yang berserakan akibat ulahnya dan kawan-kawan.

Daffa menarik sudut bibirnya tersenyum tipis. Inilah yang ia sukai dari ibu Amira. Ia tidak pernah marah dan selalu terlihat tegar dihadapan orang lain. Meski sebenarnya hati nya sangat rapuh dan terluka.

Hingga tak terasa bel pertanda istirahat pun berbunyi. Amira mempersilahkan para siswa nya untuk keluar beristirahat dan ia akan kembali kekantor. Tapi kedua matanya terpaku pada sosok yang sedang duduk di bangku paling pojok sedang menatap nya.

Amira pun tersenyum lembut, selembut sutera. Tatapan nya yang teduh seakan menghipnotis siapa pun yang menatap ke dalam netra coklat miliknya.

Siswa itu ialah Daffa, Ia hanya memandang datar ke arah Amira yang sekarang pun menatap nya.

" Daffa. " Gumam Amira.

Rasa bersalah seakan menyeruak dalam sanubari nya, yang menyebabkan ia menggigit bibir bawahnya. Ia merasa bersalah karena tidak mengindahkan peringatan Daffa untuk tidak menerima Arif.

Amira pun merasa bahwa kejadian ini merupakan bayaran karna ia tidak percaya kepada orang lain. Padahal tidak hanya Daffa yang memperingatkan nya agar tidak menerima Arif. Sebelumnya Gilang pun sudah memperingati nya, tapi Amira malah bersikap buruk kepada mereka berdua.

Daffa segera memutuskan tatapan mereka dan segera berlalu begitu saja tanpa menghiraukan Amira.

Amira tersentak dengan sikap Daffa yang tak menyapa nya bahkan Daffa berlalu begitu saja melewati nya.

" Mengapa sepertinya semua orang tidak memperdulikan aku. Apa aku begitu menjijikkan dihadapan mereka? " batinnya.

Tapi sisi lain dirinya membantah ucapan nya sendiri.

" astaghfirullah haladzim. Kenapa aku jadi berpikiran buruk seperti ini. Mungkin saja mereka mempunyai masalah yang lain bukan? " ujar Amira kepada dirinya sendiri.

****

**happy reading...💖💖💖💖

Mohon saran dan kritikan yang membangun karna cerita ku ini jauh dari kata sempurna.

jangan lupa like, komentar dan vote nya.

Terima kasih 🥰🥰**

1
Sulaiman Efendy
BERHARAP MIRA DGN DAFFA... KECEWA ..
👑A_s3p
sampai sini dulu Thor baca nya,GX kuat😊
👑A_s3p
sukses selalu,😊😊
👑A_s3p
karya sangat menyentuh 😥
👑ꪖꪶ 'ᠻꪖɀɀꪖ
jejak dukungan 💝
👑ꪖꪶ 'ᠻꪖɀɀꪖ
fav and rate bintang⭐⭐⭐⭐⭐
👑ꪖꪶ 'ᠻꪖɀɀꪖ
semangat dek, kakak mampir 😘
🦢 DARAH BIRU
kakak full boomlike disini dek sayang 😘
Nina ♋
Malam Minggu kenapa wee
🏁Nyno_Ever🏁
Eiiittts Daffa cekatan banget dah
Jazz ♋
👏👏👏👏
KIA Qirana
Nah, Lidia...gimana hayo, Gilang merinduman kalian. Eh Lidia, mengapa malah ngomong sama Cicak 🤔🤔 apa Cicaknya lebih tampan 🤦🤦
✨ĐⱤ₳₥₳: 🆀🆄🅴🅴🅽 🅱 👑
semangat berkarya kak🤩🤩
👑: yuhuuuu 😘😘 makasih bnyak

semangat jg buat kk🤗🤗🤗
total 1 replies
Jazz ♋
Itu mah bukan teman, tapi....teman 😂
Nina ♋
Dino, aku sependapat denganmu, eh daripada apelin bu guru, mending apelin aku aja kan 🤔🤔
⭕𝓡𝓱𝓮𝓲𝓷𝓱𝓪𝓻𝕯🔰π¹¹
kebanyakan bawangni novel
KIA Qirana
Selamat pagi Author cantik
KIA Qirana
Sengaja, ataupun tidak
Emosi tetaplah emosi
Kesal dan sakit hati, jelaslah
Betapa tidak 🙄🙄
manakala sesuatu yang menyakitkan terpampang didepan mata
Aina
Almira keren....uwwu 💜💜💜💜💜💜💜♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌹🌹🌹🌹🌹💐💐💐💐💐💮💮💮💮💮💮💮🌼🌼🌼🌼🌼🌼
Anita
Like like like
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!