NovelToon NovelToon
Jodoh Yang Dibeli

Jodoh Yang Dibeli

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: Q Lembayun

Hari ini adalah hari ulang tahun Arla yang ke-18, dimana ia sudah dianggap dewasa dan 'matang'. Sehingga sudah saatnya ia dipanen dan dijual oleh rumah lelang ini.

Sebagai seorang gadis yang dijual oleh keluarganya sendiri, ia dirawat oleh rumah lelang ini untuk dijual kepada para laki-laki hidung belang dengan harga yang lebih mahal. Meski begitu, keluarganya sering datang dan mengatakan bahwa mereka menyesal menjualnya dan berjanji untuk membelinya kembali agar dapat pulang ke rumah dan berkumpul dengan keluarganya lagi.

Akan tetapi saat malam ulang tahunnya datang, tak ada satupun keluarga yang datang untuk menebusnya. Sehingga ia terpaksa dijual kepada laki-laki yang tidak ia kenal.

Bagaimana nasib Arla setelah dibeli oleh laki-laki itu, dan apakah ia akan berakhir menyedihkan seperti para budak nafsu yang telah mati karena kekerasan, seperti yang dialami oleh banyak gadis yang keluar dari tempat ini...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Q Lembayun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kode rahasia

Reza mengambil alih tubuh Diana dari Arla. Ia melepaskan sepatu wanita itu dengan telaten, lalu menyingkirkan pakaian luar yang akan terasa tidak nyaman jika dipakai saat tidur. Setelah itu, ia mengangkat tubuh Diana dan meletakkannya di sofa yang lembut dengan sangat hati-hati.

“Apakah kalian bersaudara?” tanya Arla memulai pembicaraan.

“Tidak, kami sepasang kekasih.”

Reza mengatakan hubungan itu secara gamblang, sesuatu yang sangat berbeda dibandingkan cara ia biasanya memperlakukan orang lain. Selama tujuh tahun, mungkin Arla adalah orang pertama yang Reza beritahu secara langsung mengenai hubungannya dengan Diana atas inisiatifnya sendiri.

Reza merasa Arla cukup aman, mengingat wanita itu adalah istri dari sahabatnya. Lagipula, ia memang sudah berencana melangkah ke tahap berikutnya bersama Diana, yaitu pernikahan. Karena itu, menurut Reza, tidak ada masalah jika hubungan mereka diketahui orang lain.

Namun, Arla memikirkan hal yang berbeda.

Ia melihat bagaimana Diana menangis di depan Abimana, seolah-olah benar-benar mencintainya. Ia juga melihat bagaimana Abimana menangis karena patah hati setelah dibohongi dan ditinggalkan. Sekarang ia melihat bagaimana Reza memperlakukan Diana dengan begitu lembut, seolah-olah Diana adalah sesuatu yang rapuh dan harus dijaga sepenuh hati.

Arla pun berpikir bahwa dua laki-laki hebat ini seharusnya tidak dipermainkan oleh wanita seperti Diana.

“Aku pikir kalian bersaudara.”

Mendengar itu, Reza tertawa kecil.

“Apakah kami terlihat mirip?”

“Tidak, kalian tidak mirip sama sekali. Hanya saja beberapa saat yang lalu sebelum Diana benar-benar kehilangan kesadaran, dia menangis cukup keras dan membicarakan soal cinta. Jadi aku pikir mungkin dia sedang patah hati atau putus cinta dengan pasangannya. Tapi melihat hubungan kalian cukup baik, mungkin aku salah paham.”

Reza terdiam sejenak.

Hubungannya dengan Diana selama ini relatif stabil. Mereka tidak pernah terlibat pertengkaran besar yang benar-benar meledak. Mungkin beberapa saat yang lalu ia memang sempat mengatakan sesuatu pada Diana, tetapi menurut Reza, itu semua demi kebaikan Diana sendiri—dan seharusnya Diana tidak perlu sampai merasa patah hati karenanya.

Diana juga bukan tipe gadis yang mudah mabuk hanya karena frustasi. Jadi jelas, pasti ada guncangan emosi besar yang membuatnya berani minum sendirian hingga kehilangan kesadaran.

Namun Reza selalu merasa ia tidak mungkin bersikap sekeras itu sampai membuat Diana seperti ini.

Jadi, apa sebenarnya yang terjadi?

Reza menatap Arla dengan pikiran yang mulai lebih jernih.

“Tunggu, bagaimana kamu bisa mengantar Diana ke tempat ini seorang diri? Apalagi kamu tahu kode kombinasi apartemen ini. Apa Diana memberitahumu sebelum dia benar-benar kehilangan kesadaran?”

Arla menatap Diana sekilas, lalu pikirannya yang licik mulai bekerja. Ia memutuskan untuk memberikan Diana satu kesempatan lagi untuk memilih—antara Abimana dan Reza. Jika Diana memilih Reza, maka ia harus menjauhi Abimana selamanya. Jika ia berubah pikiran dan memilih Abimana, maka Arla siap untuk bersaing secara langsung.

“Aku tidak tahu bagaimana dia bisa sampai di depan apartemen kami. Waktu itu Abimana menjemput ku dan mengajakku berjalan-jalan. Kami menikmati hari bersama dan pulang cukup larut malam. Tapi saat kami sampai di apartemen, dia sudah ada di sana sambil menangis dan dalam keadaan sangat mabuk.”

Reza semakin bingung.

Kenapa Diana datang ke rumah Abimana dalam keadaan seperti itu? Apakah dia merasa bersalah dan ingin meminta maaf langsung? Atau justru ingin memaksa Abimana meminta maaf kepada Gio atas kejadian waktu itu?

“Apakah Diana sempat mengatakan sesuatu?”

“Iya, dia sempat mengatakan sesuatu, tapi aku tidak terlalu mengerti. Dia hanya menyebut soal cinta dan kembali, tapi itu cukup membuat Abimana marah. Bahkan Abimana meninggalkannya dan masuk ke apartemen sambil menangis di dalam. Aku tidak tahu apa yang kekasihmu lakukan pada Abimana sampai membuatnya seperti itu, tapi aku tidak tega melihat kekasihmu tidur di depan apartemenku sendirian, jadi aku membawanya pulang dalam keadaan mabuk dan pingsan. Kebetulan Abimana memberitahuku kode apartemen ini, jadi aku bisa masuk tanpa harus mengetuk pintu."

Ucapan Arla terdengar sederhana, tetapi petunjuk yang ia sisipkan cukup jelas untuk menanamkan keraguan.

Ia ingin Reza memahami bahwa ada sesuatu yang tidak beres di antara Diana dan Abimana.

Jika Reza cukup peka, maka ketika Diana sadar nanti, akan ada percakapan besar yang tidak bisa dihindari.

Dan dugaan Arla tidak meleset.

Sedikit informasi itu cukup membuat Reza menatap Diana dengan ekspresi yang berubah.

Hubungan Reza dan Abimana memang sangat baik, sudah terjalin sejak lama. Namun ada satu hal yang mereka pegang bersama: janji untuk tidak membicarakan hubungan mereka dengan Diana kepada orang lain.

Hal itu juga membuat Reza selalu berhati-hati, bahkan dalam menunjukkan kedekatannya dengan Diana di depan umum. Karena itu, ketika ia merayakan anniversary tujuh tahun hubungan mereka, Reza mulai berani mengusulkan agar mereka tinggal bersama, supaya Diana bisa beradaptasi sebelum akhirnya ia melamar wanita itu menjadi istrinya.

Reza baru beberapa minggu pindah ke tempat ini. Ia juga baru mengetahui kode apartemen itu dari Diana dalam waktu yang sangat singkat.

Lalu bagaimana bisa Abimana juga mengetahuinya?

Melihat perubahan ekspresi Reza, Arla tersenyum puas.

Rasa lelahnya setelah menyeret Diana dari apartemen hingga ke sini seolah terbayar lunas. Ia memang membutuhkan kepastian. Diana telah ia tempatkan sebagai ancaman bagi hubungannya dengan Abimana, tetapi semuanya masih abu-abu. Karena itu, Diana harus dipaksa menunjukkan posisi yang jelas—agar Arla tahu apakah ia hanya gangguan atau benar-benar saingan.

“Kamu bisa menanyakan itu pada kekasihmu besok setelah dia sadar. Aku melihatnya menangis cukup keras sampai merasa kasihan. Mungkin dia punya masalah yang tidak bisa dia ceritakan padamu. Jadi sebaiknya kamu lebih sering menemaninya dan mencari tahu sendiri.”

Arla melirik jam.

“Kalau begitu aku tidak bisa berlama-lama di sini, taksi yang aku pesan sudah menunggu.”

“Terima kasih, aku akan mengantarmu sampai depan gedung apartemen.”

“Tidak perlu. Lagipula, menurutku Diana jauh lebih membutuhkan kehadiranmu sekarang. Kalau begitu, aku permisi.”

Arla tersenyum manis.

Namun di dalam pikirannya, dingin dan terukur.

Tinggallah di sini sedikit lebih lama… dan kamu akan tahu sedikit rahasia dari kekasih yang telah kamu jaga selama tujuh tahun lamanya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!