NovelToon NovelToon
"Sistem Mengajar Mutlak Dan Wali Kelas Pilihan":

"Sistem Mengajar Mutlak Dan Wali Kelas Pilihan":

Status: sedang berlangsung
Genre:Komedi / Sistem
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: acep maulana

Arvand Pratama hanyalah seorang guru honorer santai yang menjunjung tinggi prinsip "kerja minimal, damai maksimal". Namun, hidupnya yang tenang mendadak hancur ketika ia dijebak untuk menjadi wali kelas 12 F—kelas buangan paling brutal, berisi sekumpulan murid bermasalah yang dicap sebagai parasit sekolah tanpa masa depan.
​Saat Arvand berniat melarikan diri dan mengundurkan diri, sebuah Sistem Mengajar Mutlak misterius mendadak aktif di kepalanya. Sistem ini memberinya pilihan ekstrem: terima misi menjinakkan kelas 12 F dengan imbalan uang melimpah dan kemampuan guru supranatural, atau menolak dan mati mendadak karena serangan jantung!
​Terjebak di antara ancaman kematian sistem, janji manis kepala sekolah untuk dinikahkan dengan guru matematika yang cantik, dan keliaran murid-murid 12 F yang siap menguji kewarasannya, petualangan Arvand pun dimulai. Mampukah guru honorer bermodal sistem ini mengubah kumpulan "produk gagal" menjadi barisan murid terbaik, atau justru ia yang akan mati

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon acep maulana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31 Perpisahan Penuh Adab di Pelataran Nusantara Royale

​Gema tawa kecil dan kehangatan jamuan makan malam di dalam "Ruang Privat VIP Singgasana Kencana 01" perlahan-lahan mulai bergeser seiring dengan detak jarum jam yang semakin merangkak naik melewati angka sebelas malam. Acara lamaran sakral yang penuh dengan jalinan adab tradisional dan kejutan sosiologis itu telah mencapai puncaknya dengan sebuah akhir yang bener-bener sempurna. Tirai takdir telah dikunci, ikrar suci telah diterima oleh Drs. Hadi Wicaksana, dan restu penuh telah mengalir dari lubuk hati Ibu Heny Novitasari serta keanggunan Yasmin Adiba.

​Di bawah pilar-pilar megah lobi utama Restoran Nusantara Royale, seluruh anggota keluarga kepala sekolah itu kini berdiri berjejer untuk mengantarkan kepulangan Arvand Pratama. Tuan Gunawan bersama barisan kepala pelayan berseragam rapi tampak berdiri membungkuk khidmat di sisi kanan koridor, memberikan penghormatan kasta tertinggi kepada sang pemilik mutlak Titan Artha Group.

​"Nak Arvand..." ucap Drs. Hadi Wicaksana sambil menjabat erat tangan calon menantunya dengan guratan wajah yang dipenuhi rasa bangga. "Hati-hati di jalan nggih. Malam sudah sangat larut. Terima kasih atas segala ketulusan dan adab luar biasa yang kamu tunjukkan kepada keluarga kami malam ini. Papah dan Mamah tunggu kehadiranmu kembali di rumah kami untuk membahas langkah pernikahan selanjutnya."

​"Nggih, Bapak Hadi, Ibu Heny..." jawab Arvand Pratama sembari membungkukkan badannya dengan sangat santun, mencium tangan kedua calon mertuanya bergantian sebagai bentuk penerapan moralitas ketimuran nomor satu. "Maturnuwun ingkang kathah atas segala limpahan restu dan penerimaan yang sangat mulia ini. Saya pamit undur diri terlebih dahulu agar Bapak dan keluarga juga bisa segera beristirahat."

​Arvand kemudian mengalihkan pandangan matanya ke arah Yasmin Adiba yang berdiri dengan posisi tangan merapat di depan gaun pastelnya. Sepasang mata jernih sang putri tercantik itu menatap Arvand dengan tatapan yang dipenuhi oleh rona asmara yang sangat dalam dan kepatuhan yang tulus. Arvand memberikan sebuah anggukan hangat yang meneduhkan jiwa, yang dibalas oleh Yasmin dengan seulas senyuman manis yang bener-bener meluluhkan hati.

​"Kak Arvand, jangan lupa nggih, besok-besok Ifan diajak naik mobil mewahnya!" seru Ifan Mahesa, anak kecil berusia dua belas tahun itu melambaikan tangannya dengan ceria, memecah kesunyian pelataran lobi dengan candaan khasnya yang langsung disambut tawa kecil oleh semua orang di sana.

​Setelah lambaian tangan terakhir berbalas, Arvand melangkah masuk ke dalam kursi belakang mobil mewah terbarunya yang pintunya telah dibukakan secara takzim oleh sang sopir pribadi. Mobil tersebut perlahan bergerak membelah dinginnya aspal jalanan kota, meninggalkan gemerlap lampu Nusantara Royale menuju ke arah destinasi baru kehidupan Arvand.

​Di dalam kabin mobil mewah yang sangat senyap dan kedap suara, Arvand Pratama menyandarkan tubuh tegapnya ke atas jok kulit premium. Ia mengembuskan napas panjang, meresapi setiap jengkal kemenangan sosiologis yang baru saja ia raih malam ini berkat intervensi Sistem Mengajar Mutlak. Statusnya yang kemarin sore hanyalah seorang guru honorer jelata yang sering dipandang sebelah mata oleh rekan-rekan sejawatnya di sekolah, kini telah bertransformasi total menjadi sosok ksatria finansial yang paling disegani.

​Mobil terus melaju dengan kecepatan stabil, meninggalkan area pusat bisnis yang bising dan mulai memasuki kawasan perbukitan eksklusif yang dipenuhi oleh pepohonan rindang dan penjagaan keamanan berlapis. Inilah Kawasan Kompleks Perumahan Elit "Graha Nirwana Utama", sebuah nomenklatur kawasan hunian kasta tertinggi yang hanya bisa dihuni oleh para menteri, konglomerat tua, dan jajaran elit global.

​Saat mobil mendekati gerbang utama kompleks yang bermaterial besi tempa hitam setinggi lima meter, barisan petugas keamanan berseragam taktis langsung berdiri tegak dan memberikan hormat militer yang sangat kaku. Sistem pemindai digital otomatis membaca plat nomor kendaraan Arvand, seketika membuka gerbang mewah tersebut tanpa hambatan sedikit pun.

​Di dalam kompleks ini, atmosfer udara terasa sangat bersih, sunyi, dan dipenuhi oleh kemewahan arsitektur rumah-rumah bergaya modern-klasik yang berdiri kokoh di atas tanah seluas ribuan meter persegi. Mobil Arvand perlahan berbelok memasuki area cluster paling premium, lalu berhenti dengan sangat halus di depan sebuah rumah baru bergaya istana minimalis berlantai tiga dengan fasad marmer putih yang memancarkan kilau lampu LED warm white yang sangat hangat dan estetik.

​"Kita sudah sampai di kediaman baru Anda, Tuan Muda Arvand," ucap sang sopir pribadi dengan nada suara yang sangat hormat sembari turun untuk membukakan pintu belakang.

​"Terima kasih, Pak. Anda bisa langsung beristirahat di paviliun belakang nggih," tutur Arvand dengan keramahan tradisional yang mboten pernah luntur dari dalam dirinya. Ia melangkah keluar dari mobil, membawa sebuah tas kerja eksklusif serta sebuah bungkusan tas kertas tebal berlogo Restoran Nusantara Royale yang sejak tadi ia dekap dengan sangat hati-hati di samping tempat duduknya.

​Arvand melangkah menaiki tangga marmer menuju pintu utama rumah barunya yang menggunakan sistem smart lock sensor pemindai sidik jari. Begitu telapak tangannya menyentuh gagang pintu, suara klik halus terdengar, diikuti oleh terbukanya pintu jati ganda yang menyingkapkan kemegahan interior ruang tamu yang sangat luas, lengkap dengan sofa beludru premium dan hamparan karpet sutra Persia.

​Tepat saat Arvand melangkah masuk ke dalam koridor rumah barunya yang sunyi, gawai pintar 1 Unit Apple iPhone 16 Pro Max (1TB) di dalam saku jas dalamnya mendadak bergetar lembut, mengeluarkan nada dering notifikasi pesan masuk yang sangat khas.

​Bzzzt... Bzzzt...

​Arvand meletakkan bungkusan tas kertas Nusantara Royale di atas meja konsol marmer lobi depan, lalu merogoh saku jasnya untuk mengambil gawai titanium tersebut. Layar beresolusi tinggi itu menyala, menampilkan sebuah nama kontak yang paling berharga di dalam lembaran hidupnya: "Ani (Adik Tercinta)".

​Arvand menggeser layar ponselnya, membuka aplikasi hijau WhatsApp, dan seulas senyuman kakak yang penuh dengan kasih sayang langsung merekah di wajah tampannya saat membaca deretan baris kalimat pesan singkat yang dikirimkan oleh adik perempuan satu-satunya itu beberapa menit yang lalu.

​WhatsApp Message — From: Ani (Adik Tercinta)

​"Mas Arvand... Assalamualaikum. Mas Arvand malam ini pulangnya jam berapa nggih? Acara pertemuan dan lamarannya di restoran besar itu sudah selesai belum, Mas? Ani dari tadi sore di rumah baru belum tidur karena nungguin Mas Arvand pulang.

​Oh iya, Mas... kalau acaranya sudah selesai dan Mas Arvand mau jalan pulang ke rumah baru kita di Graha Nirwana Utama, Ani boleh berpesan sesuatu mboten? Tolong bawa makanan atau cemilan apa saja nggih dari restoran tempat Mas makan tadi. Perut Ani mendadak keroncongan banget malam-malam begini karena belum terbiasa dengan suasana sepi di rumah gede ini, hehehe. Jangan lupa dibawa nggih Mas, Ani tunggu di kamar lantai dua! Semangat Mas Arvand sayang!"

​Membaca pesan WhatsApp yang begitu polos, jujur, dan dipenuhi oleh ketergantungan manja seorang adik kepada kakaknya, rasa lelah yang sempat menggelayuti pundak Arvand setelah seharian berurusan dengan dinamika sosial dan ketegangan mental lamaran seketika sirna tanpa bekas. Bagi Arvand, seberkuasa apa pun dirinya di luar sana sebagai pemilik Titan Artha Group, posisi dirinya di dalam rumah tetaplah seorang kakak laki-laki yang memiliki kewajiban sosiologis paling utama untuk melindungi dan membahagiakan adik perempuannya, Ani.

​Arvand mengetikkan balasan singkat di layar ponselnya: "Waalaikumsalam, Ani. Ini Mas sudah sampai di rumah baru nggih. Mas bawa bungkusan makanan yang sangat enak dan spesial buat kamu. Mas langsung naik ke atas ya."

​Setelah mengirimkan pesan tersebut, Arvand memasukkan kembali ponselnya ke dalam saku, lalu mengambil kembali bungkusan tas kertas Nusantara Royale yang ada di atas meja konsol. Sebelum melangkah menuju tangga lift internal rumah, Arvand menyempatkan diri untuk membaca lembaran kertas label kecil yang tertempel di bagian luar tali bungkusan tersebut—sebuah nota rincian menu eksklusif yang sengaja disiapkan oleh Tuan Gunawan secara pribadi untuk dibawa pulang oleh sang bos besar.

​Arvand membaca tulisan tangan yang sangat rapi di atas nota berlogo emas tersebut dengan senyuman penuh apresiasi:

​NOTA MENU EKSKLUSIF — NUSANTARA ROYALE RESIDENCE SELECTION

​1 Porsi Sup Buntut Kencana Premium (Daging sapi pilihan bertekstur lembut dengan kuah kaldu rempah warisan leluhur yang dipisahkan di dalam wadah thermal kedap panas).

​2 Porsi Sate Maranggi Wagyu Saus Nusantara (Daging sapi wagyu kasta tertinggi yang dibakar dengan arang kayu jati, disajikan bersama potongan bawang merah dan tomat segar).

​1 Kotak Dessert Pudding Kelapa Muda Prancis (Campuran puding tradisional dengan teknik mousse mancanegara yang sangat lembut dan manis).

​Catatan Tuan Gunawan: "Disiapkan khusus dengan tingkat kebersihan nomor satu dan rasa cinta dari dapur utama untuk keluarga Tuan Muda Arvand Pratama. Semoga berkenan di hati."

​‘Tuan Gunawan bener-bener seorang manajer berusia dua puluh tujuh tahun yang sangat peka dan memiliki manajemen pelayanan yang luar biasa hebat,’ batin Arvand menilai secara objektif. ‘Dia tahu betul bagaimana cara memuliakan atasannya tanpa harus terlihat berlebihan. Menu campuran Indonesia dan mancanegara yang dia siapkan di dalam bungkusan ini bener-bener pilihan yang sangat pas untuk lidah Ani yang menyukai makanan tradisional namun juga penasaran dengan rasa kuliner modern.’

​Arvand melangkah menaiki anak tangga marmer menuju ke lantai dua rumah mewahnya, tempat di mana area kamar tidur privat berada. Koridor lantai dua itu tampak sangat megah dengan dinding-dinding yang dihiasi oleh lampu hias kristal minimalis, menciptakan bayangan-bayangan estetis yang menenangkan jiwa di larut malam yang dingin.

​Begitu Arvand sampai di depan pintu kamar tidur Ani, pintu tersebut mendadak sudah terbuka lebih dulu. Sosok gadis remaja berwajah cerdas dengan rambut yang dikucir kuda dan mengenakan piyama tidur motif kartun tampak berdiri di ambang pintu dengan sepasang mata yang langsung berbinar-binar cerah saat melihat kedatangan kakaknya.

​"Mas Arvand!" seru Ani dengan nada suara yang sangat gembira namun tetap ditahan volumenya agar mboten menggema di koridor rumah baru yang sepi. Gadis itu langsung berlari kecil dan memeluk pinggang Arvand dengan sangat erat.

​"Eh, Ani... kok belum tidur, hmm? Ini sudah lewat jam sebelas malam lho," ucap Arvand lembut sambil mengusap kepala adiknya dengan tangan kanan, sementara tangan kirinya mengangkat bungkusan tas kertas makanan tinggi-tinggi agar mboten tergencet oleh pelukan adiknya.

​"Kan Ani sudah bilang di WhatsApp tadi, Mas... Ani mboten bisa tidur karena nungguin hasil lamaran Mas Arvand sama Kak Yasmin," jawab Ani sambil melepaskan pelukannya, sepasang matanya langsung tertuju pada bungkusan tas kertas tebal berlogo emas di tangan Arvand. "Wah! Itu bungkusan makanan pesanan Ani nggih? Baunya wangi banget, Mas! Sampai keluar menembus kertasnya!"

​Arvand terkekeh pelan, melangkah masuk ke dalam kamar Ani yang sangat luas dan berdesain interior estetik khas anak muda zaman sekarang. Ia meletakkan bungkusan makanan tersebut di atas meja belajar bermaterial kayu putih yang menghadap langsung ke arah jendela kaca besar berhadapan dengan pemandangan kerlap-kerlip lampu kota dari Kompleks Graha Nirwana Utama.

​"Iya, ini pesananmu, Adikku sayang," tutur Arvand sembari membuka satu per satu wadah makanan thermal yang ada di dalam bungkusan dengan sangat rapi dan cekatan.

​"Ini ada Sup Buntut Kencana Premium dan Sate Maranggi Wagyu dari Restoran Nusantara Royale. Semuanya masih sangat hangat karena wadah penyimpanannya menggunakan teknologi kedap panas standar internasional. Ayo, langsung dimakan nggih, selagi kuahnya masih segar dan daging wagyunya masih empuk. Mas Arvand sengaja membawakan ini karena tahu adik kecil Mas ini pasti kelaparan setelah seharian sibuk menata barang-barang di rumah baru kita ini."

​Ani langsung duduk di kursi belajarnya dengan wajah yang bener-bener dipenuhi oleh kebahagiaan yang sangat murni. Ia menerima sendok yang diberikan oleh Arvand, menghirup aroma kuah sup buntut yang kaya akan rempah tradisional asli Indonesia tersebut, lalu menatap wajah kakaknya dengan tatapan mata yang penuh rasa syukur dan takzim yang luar biasa mendalam, menyadari betapa beruntung dirinya memiliki seorang kakak laki-laki sehebat, secerdas, dan sebaik hati Arvand Pratama di dalam garis sejarah kehidupan mereka yang baru ini.

1
irena
lanjut thor..
Aisyah Suyuti
good
Mamat Stone
/Tongue/
acep maulana
Hehehe, kalau kalian punya ide gokil, teori liar, atau saran buat novel ini, tulis aja di komentar. 😆
Saya selalu baca komentar kalian, dan siapa tahu ada ide yang bisa menginspirasi jalan cerita ke depannya. Terima kasih sudah mendukung novel ini! 🙏🔥
Mamat Stone
/Chuckle/
Mamat Stone
/Toasted/
Mamat Stone
/Gosh/
Mamat Stone
/Smile/
Mamat Stone
/Proud/
Mamat Stone
/Casual/
Mamat Stone
/CoolGuy/
verto
novel terjemahan kah ini? dengan di modif dikit
acep maulana: Ehh iya, ada sedikit inspirasi dari drama China yang saya tonton, bahkan mungkin ada beberapa ide dari film juga di bab-bab yang akan datang. Tapi saya modifikasi dan kembangkan sesuai alur cerita novel ini. Hehehe 😆🙏 Terima kasih sudah membaca.
total 1 replies
verto
mirip sebuah komik sipnosisnya
acep maulana: Waduh, ketahuan gue deh 🤭 kebanyakan baca komik. 😂 Tapi semoga makin ke depan ceritanya punya warna sendiri dan tetap seru buat diikuti. 😁🙏
total 1 replies
Dewiendahsetiowati
crazy up Thor
Dewiendahsetiowati
kok banyak yang diulang2 ya paragrafnya
acep maulana: maaf ka hehe saya ngetik nya sambil ngantukk 🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Dewiendahsetiowati
hadir thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!