NovelToon NovelToon
Sekretaris Palsu

Sekretaris Palsu

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / CEO / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:6.4k
Nilai: 5
Nama Author: REZ Zha

Demi memastikan calon tunangan yang akan dijodohkan orang tuanya, Bella terpaksa menyamar bekerja di perusahaan milik Gilang, pria yang dipilih oleh sang papa untuk menjadi suaminya.

Satria Wijaya,, papa Bella adalah seorang pengusaha kaya raya dan Bella adalah anak semata wayang pasangan Satria dan Hani. Bella tentu tidak ingin calon suaminya, bersedia menikah dengannya hanya karena harta dan ia pun ingin memastikan jika pria yang akan menjadi pendamping hidupnya adalah pria setia.

Namun, kesalahpahaman terjadi. Gilang justru menganggap Bella adalah wanita simpanan Satria karena Satria lah yang meminta Gilang untuk mempekerjakan Bella sebagai sekretaris Gilang tanpa melalui proses pengrekrutan karyawan pada umumnya.

Lantas, bagaimana perjalanan kisah mereka selanjutnya? Ikuti saja kisah Bella dan Gilang dalam novel Sekretaris Palsu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon REZ Zha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jangan-Jangan Dia Cemburu Sama Kamu

Kriiinnnnggg

Alarm di atas nakas yang ada di sebelah tempat tidur Bella berbunyi. Biasanya selepas melaksanakan ibadah sholat shubuh, dia akan memasang alarm jam 06.30 menit dan melanjutkan tidurnya sebelum berangkat ke kantor. Tak ada yang ia kerjakan sepagi itu, membuatnya memilih beristirahat sebelum beraktivitas.

Bella menggeliat, tidak bangkit dari tempat tidur. Hanya tangannya yang bergerak mencari jam beker yang mengganggu tidurnya pagi ini.

Setelah berhasil meraih jam beker, Bella menonaktifkan alarm hingga suara bising yang membuatnya terjaga itu berhenti, lalu menarik selimut kembali hingga menutupi seluruh tubuh dan kepalanya yang saat ini tidur dengan posisi telungkup.

Pagi ini Bella memang tak berniat beraktivitas di kantor Gilang. Dia masih kesal dan kecewa dengan tudingan Gilang terhadapnya juga orang tuanya.Tak perduli Gilang akan marah dan memecatnya karena mangkir kerja tanpa memberi kabar terlebih dahulu.

Bella juga menonaktifkan ponselnya. Dia tak mau ponselnya disibukkan dengan panggilan masuk dari kantor Mahesa Persada ataupun dari Gilang sendiri.

***

Sejak Gilang datang lebih awal, Jimmy pun akhirnya mengikuti jadwal kedatangan bosnya itu. Meskipun mereka bersahabat, ia tak enak datang lebih telat dari Gilang.

Saat menatap ke arah meja kerja Bella, keningnya langsung berkerut. Meja itu tampak kosong dan rapih. Tak tampak sepertinya sudah dipakai penghuni meja itu. Dia pun menggerakkan matanya menuju ruang kerja Gilang. Lampu di ruangan Gilang masih padam, artinya Bella memang belum tiba di kantor.

"Tumben banget dia belum datang." Jimmy melirik jam dinding. Saat ini jam sudah menunjukkan pukul 08.15 menit. "Apa dia merajuk setelah ditegur Gilang?" Jimmy merogoh ponsel di saku bagian dalam blazer-nya, seraya melangkah ke arah ruang kerjanya.

"Nomer dia nggak aktif? Apa dia sengaja menonaktifkan ponselnya? Alamak, jadi panjang ceritanya." Jimmy menepuk keningnya, menganggap ini akan jadi masalah bagi stabilitas perusahaan jika sampai terdengar di telinga Pak Satria.

Tak berhasil menghubungi Bella, Jimmy segera menghubungi nomer Gilang, dia ingin memberitahu soal ketidakhadiran Bella di kantor pagi ini, agar bosnya itu segera mengambil tindakan.

"Bos, kau masih di apartemen atau sudah di jalan? Bella sepertinya nggak berangkat pagi ini." Saat panggilan teleponnya terangkat, Jimmy langsung menginfokan pada Gilang.

"Nggak berangkat? Kenapa?" Gilang bertanya seolah tak terjadi masalah sebelumnya.

"Mungkin dia ngambek karena masalah kemarin. Kau tahu apartemennya, kan? Mungkin kau bisa temui Bella langsung." Karena tinggal di apartemen yang sama dengan Bella, Jimmy menyarankan Gilang menemui Bella ke apartemen milik Bella.

"Aku nggak tahu dia tinggal di unit berapa, Jim!?" jawab Gilang jujur.

"Astaga, jadi semalam kau nggak membuntuti dia?" Jimmy menggelengkan kepala, karena Gilang kurang bergerak cepat mencari info, tempat tinggal Bella padahal tinggal di tower apartemen yang sama.

"Aku nggak kepikiran ke sana, Jim! Keburu syok melihat Pak Satria sama Bella." Jujur Gilang mengakuinya.

"Kau ini nggak bisa diandalkan kalau urusan wanita, Bos!" Jimmy mengumpat Gilang, menilai Gilang kurang agresif. Jika dia menjadi Gilang, sudah pasti dia cari tahu dulu tempat tinggal Bella sebelum bertindak.

***

Karena Bella tidak hadir di kantor, terpaksa Jimmy menghandle tugas Bella. Gilang tak menugaskan karyawan lain, demi meredam gosip lain tentang Bella, Bella karyawan baru, tapi berani absen tanpa keterangan, itu dipastikan akan menimbulkan pergunjingan lagi di antara karyawan kantor.

Gilang mengepal tangannya. Baru kali ini dia merasa ditantang oleh karyawannya sendiri. Apalagi karyawannya itu masih baru dan seorang wanita.

"Apa aku harus mengambil tindakan tegas pada Bella. Tapi, bagaimana tanggapan Pak Satria?" Rasa gundah menyelimuti hati Gilang saat ini.

"Sampai saat ini Pak Satria belum menghubungiku. Apa beliau belum tahu? Apa Bella belum menceritakan hal ini pada Pak Satria?" Hingga siang ini, memang belum ada respon dari Pak Satria tentang tudingannya kemarin terhadap Bella. Jika Pak Satria sudah mendengar hal tersebut, ia yakin Pak Satria pasti akan menegurnya.

Gilang melipat tangan di belakang kepala dan menyandarkan punggung di kursi kerjanya. Merenungkan tentang kejadian dua malam lalu dan tuduhannya pada Bella.

"Apa aku terlalu keras pada Bella? Bagaimana kalau ternyata aku yang salah? Tapi, bagaimana mungkin? Jelas-jelas mereka sangat mesra! Lalu, apa artinya semua itu?" Gilang mendengus kasar. Fakta yang ia ketahui tentang kedekatan Bella dan Pak Satria benar-benar mengganggu pikiran dan konsentrasinya. Dia sendiri tak mengerti, mengapa begitu perduli pada Bella.

Dia menyadari, tak seharusnya melampiaskan emosinya pada Bella. Dia tak punya hubungan khusus dengan Bella, Seharusnya dia bisa bersikap profesional dan menegur Bella secara baik-baik, tanpa menyudutkan Bella dengan tudingan. Kemarahannya seolah ia dibakar api cemburu, padahal itu tidak pantas ia lakukan.

***

Bella berjalan ke luar lift dan menyapa sekretaris papanya. Siang ini, dia datang ke kantor Star Gemilang dengan membawa makanan yang ia beli untuk papanya.

Bosan terus di apartemen, Bella menyempatkan diri mengunjungi papanya sebelum kembali ke rumah orang tuanya.

"Siang, Pih!" Bella membuka pintu ruang kerja Pak Satria.

"Bella?" Pak Satria terkejut melihat sang putri muncul di ruangannya. Dia pun langsung bangkit dan menghampiri Bella. "Kamu kok kemari?" tanyanya merangkul Bella dan mengajak putrinya itu duduk di sofa.

"Bella mau mengakhiri penyamaran Bella, Pih!" jawab Bella dengan menyilangkan kaki setelah mendaratkan tubuhnya di sofa empuk.

"Apa Gilang sudah tahu kalau kamu sebenarnya anak Papih?" tebak Pak Satria.

Bella menggelengkan kepala. "Bella kesel sama Gilang, Pih! Masa seenaknya saja dia nuduh kalau Bella itu selingkuhannya Papih!?" jawab Bella sambil melipat tangan di dadanya dan wajah memberengut.

"Lho, kok bisa begitu?" Pak Satria terkejut mendengar cerita Bella.

"Waktu malam Papih ke apartemen Bella, ternyata Gilang lihat dan dia berpikir kalau Papih itu punya hubungan gelap sama Bella dan dia marah-marah. Keterlaluan banget kan itu namanya!?" Bella memutar bola matanya, menganggap tuduhan Gilang terlalu berlebihan.

Di luar dugaan Bella, papanya justru tertawa dituduh menjalin hubungan asmara dengan putrinya sendiri.

"Kalau Gilang berpikiran seperti itu, Papih rasa itu hal yang wajar karena dia nggak tahu kalau kamu itu anak Papih." Pak Satria menjawab dengan tenang, tak memperlihatkan emosi karena difitnah. Pak Satria justru memaklumi asumsi Gilang, karena Bella menyembunyikan status yang sesungguhnya.

Bella menoleh ke arah papanya, sebab Pak Satria kelihatan santai tak terpengaruh oleh gosip soal hubungan mereka.

"Dia itu kurang ajar, lho, Pih! Kok, Papih anggap itu wajar?" tanyanya heran, "Seharusnya Papih cancel kasih bantuan Papih ke perusahaan dia, biar dia tahu rasa!" Bella mengumpat kesal.

"Kamu tahu Bella? Kalau Papih menarik kembali dana yang Papih berikan ke perusahaan Mahesa Persada, sama saja Papih mematikan mata pencaharian karyawan di sana. Banyak orang yang akan terdampak dengan keputusan sembrono itu. Kamu mau melihat orang kehilangan pekerjaan secara massal, padahal mereka adalah tulang punggung keluarga mereka masing-masing?" Tak heran Pak Satria mempunyai reputasi yang baik dan disegani, karena punya sikap yang bijaksana dalam melakukan tindakan.

Bella terdiam, merenungkan apa yang diucapkan papanya tadi. Meskipun karyawan di sana ada juga yang menggosipkan buruk padanya, tapi, dia juga tak tega jika mereka harus kehilangan pekerjaan karena perusahaan kehilangan modal.

"Lagi pula, kamu nggak mengaku kalau kamu anak Papih ke Gilang. Lalu dia melihat Papih sama kamu berduaan, manja-manjaan. Setiap orang yang melihat pasti akan beranggapan seperti Gilang, kan?" Pak Satria menyebut alasan kenapa ia memaklumi Gilang. "Tapi, ngomong-ngomong, kenapa Gilang marah? Jangan-jangan sebenarnya Gilang itu cemburu sama kamu, Bella." Pak Satria menebak alasan sikap Gilang karena Gilang mulai dipengaruhi cemburu, artinya Gilang sudah mulai menanam perasaan pada Bella.

"Hahh? Ngapain dia cemburu?" Bella tertawa mendengar dugaan papanya tentang sikap Gilang, meskipun ia juga sering melihat reaksi aneh Gilang jika ia dekat dengan Jimmy.

❤️❤️❤️

Bersambung ...

1
ρυтяσ kang'typo✨
lagi kencan mala bahas boss🤣🤣🤣tapi q suka ko secara tidak langsung Jimmy memberi gambaran tentang Gilang pada Bella
ρυтяσ kang'typo✨
Jimmy gercep itu Lang... 🤣🤣🤣u mah fokus cemburu doang g ada misi apa pun 🤭🤭
𝓡⃟⎼ᴠɪᴘᵇᵃˢᵉ fjR ՇɧeeՐՏ🍻
ada untungnya juga Bella pergi dinner sama Jimmy.rahasia tentang Gilang di umbar sama Jimmy tanpa perlu repot2 Bella mencari tau sendiri😄
bakal makin gencar gak nih Bella menggoda Gilang setelah dengar cerita Jimmy😁
Dest Cookies
secara tidak langsung jimmy sudah memberi gambaran tentang kepribadian gilang.. bella mulai kagum.. lama2 jatuh cinta...
Juwitae
Terbuka sedikit² supaya Bella tidak salah sangka terus sama Gilang
Esther
Jimmy gak sadar kalau Bela lagi cari informasi tentang Gilang😄
Juwitae
Dasar asisten ga ada akhlak🤣🤣
Dest Cookies
beneran cemburu nih gilang.. rasa yg belum disadari oleh gilang...
Esther
Tambah panas nih Gilang, asistennya selangkah lebih maju sudah berani mengajak Bella kencan🤭🤣
𝓡⃟⎼ᴠɪᴘᵇᵃˢᵉ fjR ՇɧeeՐՏ🍻
panas pasti Gilang di ledek begitu sama asistennya sendiri. jangan2 Gilang ikut pergi memata-matai Jimmy sama Bella nih..
𝓡⃟⎼ᴠɪᴘᵇᵃˢᵉ fjR ՇɧeeՐՏ🍻
sekarang ikuti dulu permainan Jimmy.setelah itu kasih dia shock terapi biar jantungnya kuat😂
Dest Cookies
waduh..gawat dong.. .. bella di dekitin sama jimy.. tp aku yakin bella bisa jaga diri.. jd tambah greget nih ..
.
𝓡⃟⎼ᴠɪᴘᵇᵃˢᵉ fjR ՇɧeeՐՏ🍻
Bella yang gak mau kali Jim di goda sama kamu.dia bukan wanita yang mudah tergoda.tujuan dia di kantor Mahesa Persada kan untuk lebih tau Gilang seperti apa.kalau nanti pas tau Bella anak pak Satria,malu kamu seumur-umur Jim udah berani godain Bella😄
ρυтяσ kang'typo✨
eee ada yang g rela tuh kalo Jimmy mendekati Bella beneran, mana dia rela batal tunangan demi Bella 🤭🤭🤭
Juwitae
langsung di tembak kan. Ayo ngaku cemburu gak Gilang?🤭😄
ρυтяσ kang'typo✨
ciyeeeee cemburu... pasti mengelak tuh Gilang🤣🤣masa iya mau bilang cemburu g mungkin la ya
ρυтяσ kang'typo✨
waaaah.... makin seru ka, hayo loh u skakmat kan Lang🤣🤣🤣
𝓡⃟⎼ᴠɪᴘᵇᵃˢᵉ fjR ՇɧeeՐՏ🍻
mati kutu deh Gilang.mau jawab apa coba Gilang. pengen tau gebrakannya kayak apa😄..Bella sih makin asik aja ngerjain ataupun godain Gilang
Dest Cookies
hayoo gilang ... kamu pasti kaget.. bella bisa seberani itu mengungkapkan kekesalannya..
Ernalita Sitompul
mskin seru😄😄😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!