NovelToon NovelToon
Bocah Cadel Itu Suami Ku

Bocah Cadel Itu Suami Ku

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / CEO / Perjodohan
Popularitas:3.7k
Nilai: 5
Nama Author: Alia Chans

Brielle Ardelia Noor selalu hidup bak putri kerajaan—dikelilingi keluarga hangat, kakak-kakak jahil, dan Daddy yang selalu memanjakannya.

Sampai suatu malam… hidupnya berubah.

Demi menyelamatkan perusahaan keluarga, Brielle harus menerima perjodohan dengan putra keluarga rival.

Masalahnya?
Calon suaminya adalah cowok dingin, menyebalkan… dan seorang bocah cadel yang paling ingin ia hindari.

Namun, siapa sangka—di balik tutur katanya yang tak sempurna, tersembunyi cinta paling tulus yang belum pernah sebelumnya Brielle temui

•“Katanya dia cadel dan aneh…
Tapi kenapa cuma dia yang mampu bikin Princess Noor jatuh paling dalam?” ✨


•“Dijodohkan demi bisnis? Brielle siap memberontak.
Tapi semuanya berubah saat si bocah cadel itu mulai memanggilnya… ‘istri’.” 💍

" kenapa harus bocah kek lu sih, yang jadi Suami gw~

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alia Chans, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Benturan

Sepanjang sisa pelajaran hari itu, pikiran Brielle terus dipenuhi oleh kejadian di lorong tadi. Cara Nevran menatap Elvaro, nada suaranya yang dingin, dan terutama bagaimana dia dengan santai menarik tangannya tanpa peduli siapa yang melihat.

Brielle tahu kalau pernikahan mereka masih menjadi rahasia—hanya mereka berdua dan kedua keluarga yang tahu. Tapi kalau Nevran terus-terusan bersikap seperti itu, bukan tidak mungkin rahasia ini bakal terbongkar lebih cepat dari yang seharusnya.

“Lo kenapa sih, dari tadi diem aja?” Keisha berbisik saat guru yang mengajar sedang menulis di papan tulis.

Brielle menghela napas pelan. “Nggak apa-apa.”

Celine yang duduk di sebelah Keisha melirik Brielle dengan tatapan curiga. “Jangan bohong. Dari tadi lo kelihatan kepikiran sesuatu.”

Brielle menggigit bibirnya, ragu apakah ia harus menceritakan kejadian tadi atau tidak. Namun, melihat tatapan Keisha dan Celine yang penuh rasa ingin tahu, akhirnya Brielle menyerah.

“Lo liat Elvaro nggak?” tanyanya pelan.

Keisha mengerjap. “Elvaro? Kenapa emangnya?”

“Dia... dia berantem di belakang gedung sekolah sama anak kelas sebelah!”

Mata Brielle membesar. Tanpa berpikir panjang, ia langsung bangkit dari kursinya dan bergegas menuju tempat kejadian, diikuti oleh Keisha dan Celine.

Saat mereka sampai di belakang gedung sekolah, Brielle mendapati Elvaro tengah berhadapan dengan seorang cowok bertubuh tinggi dan berwajah garang. Beberapa siswa lain sudah berkumpul, membentuk lingkaran untuk menonton pertarungan itu.

Dan di antara kerumunan, Brielle melihat sosok yang sangat familiar.

Nevran.

Cowok itu berdiri dengan tangan terlipat di dada, ekspresinya tetap dingin, seolah tidak peduli dengan kekacauan yang terjadi di depannya. Namun, Brielle bisa melihat bahwa tatapan Nevran tertuju lurus pada Elvaro.

Seolah dia sudah menebak bahwa kejadian ini akan terjadi.

“Udah cukup!” Brielle menerobos kerumunan dan berjalan mendekat. “Kenapa sih harus ribut kayak gini?”

Elvaro menyeka sudut bibirnya yang sedikit berdarah, lalu menoleh ke Brielle dengan senyum miring. “Nggak ada yang perlu lo khawatirin, Sayang.”

Cowok yang jadi lawan Elvaro mendengus. “Lo terlalu banyak omong, Elvaro.”

Suasana kembali tegang, seolah pertarungan akan berlanjut. Namun sebelum hal itu terjadi, Nevran akhirnya bergerak.

Cowok itu melangkah maju, berdiri di antara Elvaro dan lawannya, lalu menatap keduanya dengan tajam.

“Udah cukup.” Suara Nevran terdengar datar, tapi penuh tekanan. “Gue nggak suka ada keributan di sekolah gue.”

Cowok lawan Elvaro menatap Nevran ragu-ragu, lalu mendecak kesal sebelum akhirnya melangkah pergi.

Sementara itu, Elvaro masih berdiri di tempatnya, menatap Nevran dengan pandangan tajam.

“Lo ikut campur lagi?” suara Elvaro terdengar sarkastik.

Nevran hanya tersenyum miring. “Bukan urusan lo.”

Brielle bisa merasakan ketegangan di antara mereka. Ada sesuatu yang aneh di sini. Sesuatu yang lebih dari sekadar perkelahian biasa.

Dan saat Elvaro akhirnya melangkah pergi dengan ekspresi tak terbaca, Brielle tidak bisa menahan diri untuk bertanya pada Nevran.

“Lo ada hubungannya sama ini?”

Nevran menoleh ke arahnya, lalu mengangkat satu alis. “Maksud lo?”

Brielle melipat tangan di dada. “Lo sengaja bikin dia berantem, ya?”

Nevran terkekeh pelan.

---

Brielle melangkah kembali ke dalam kelas dengan pikiran yang masih bercampur aduk. Perasaan tidak nyaman terus menghantuinya. Nevran, dengan sikap dinginnya yang tak bisa ditebak, selalu membuatnya merasa ragu. Seolah-olah ada banyak hal yang belum terungkap tentang cowok itu.

Setiap kali mereka berinteraksi, ada sisi lain dari dirinya yang mulai muncul—terutama sisi protektif dan posesif yang tak bisa diabaikan begitu saja.

Keisha dan Celine masih tampak terkejut dengan kejadian tadi, tapi mereka tidak bertanya lagi setelah melihat ekspresi Brielle yang kebingungan. Mereka tahu kalau Brielle pasti butuh waktu untuk memikirkan semuanya, terutama soal Nevran. Keisha kembali duduk dengan santai, sementara Celine menatap layar ponselnya, tetapi sesekali melemparkan pandangan ke arah Brielle yang tampak melamun.

Setelah beberapa menit berlalu, guru memasuki kelas dan membawanya kembali ke dalam suasana pelajaran yang penuh ketegangan. Namun, meski fisiknya duduk di kelas, pikirannya tetap berada di kejadian yang baru saja terjadi. Semua yang dilakukan Nevran seolah memberinya lebih banyak pertanyaan ketimbang jawaban. Kenapa dia begitu protektif? Apa maksud sebenarnya dia menarik tangannya di depan Elvaro?

Bel terakhir pun berbunyi, tanda pelajaran sudah selesai. Brielle mengemas barang-barangnya dengan cepat, berusaha menenangkan pikirannya. Namun, sebelum ia sempat melangkah keluar, Keisha menarik lengannya. “Lo nggak mau cerita lebih lanjut tentang tadi?”

Brielle menatap sahabatnya, mencoba memberi senyum tipis. “Nggak ada yang perlu diceritain. Itu cuma masalah kecil.”

Celine yang mendengarnya langsung mengangkat alis. “Kecil? Kamu serius? Coba deh pikirin lagi. Lo harus hati-hati, Bri. Nevran itu nggak main-main. Jangan sampai lo kejebak dalam permainannya.”

“Lo mikir gue nggak sadar?” Brielle menatapnya dengan tatapan serius, namun ada keraguan yang tersirat di dalamnya. “Gue nggak tahu apa yang ada di kepala Nevran, tapi gue bisa ngerasain dia nggak biasa. Rasanya kayak ada sesuatu yang lebih besar dari yang gue tahu.”

Keisha dan Celine hanya saling bertukar pandang. Keisha yang biasa dengan sifat santai Brielle, kali ini tampak lebih serius. “Kalau lo merasa nggak nyaman, ngomong aja sama dia. Jangan diam-diam kayak gini, Bri.”

Brielle mengangguk, walau masih sedikit ragu. “Gue akan coba, tapi lo tahu sendiri, Nevran itu nggak gampang diajak ngobrol soal perasaan.”

Sebelum mereka berpisah untuk pulang, Celine memberikan saran terakhir. “Coba deh tanya langsung sama Nevran. Jangan dibiarkan terus-terusan bingung. Siapa tahu lo bisa lebih paham tentang dia.”

“Gue akan coba,” jawab Brielle, meskipun hatinya tetap merasa bimbang. “Tapi kalau dia makin aneh, gue bakalan mikir dua kali.”

Keisha tersenyum, mengerti betul bagaimana Brielle bisa merasa ragu dalam situasi seperti ini. “Lo tahu di mana kita, Bri. Kalau butuh bantuan, kasih tahu aja.”

Setelah itu, mereka berpisah dan menuju ke arah parkir untuk pulang. Brielle masuk ke dalam mobil Nevran yang sudah menunggu di luar. Begitu dia duduk di kursi penumpang, mobil itu melaju dengan kecepatan biasa, namun ada keheningan di antara mereka. Tidak ada pembicaraan, hanya suara mesin mobil yang mengisi ruang kosong.

Nevran mengemudi dengan wajah datar, sementara Brielle hanya menatap jalanan di luar jendela. Setiap gerakan Nevran terasa memancarkan kekuatan dan kontrol, tetapi di sisi lain, Brielle merasa seperti ada tembok tak terlihat yang menghalangi mereka untuk berbicara lebih dalam.

Tiba-tiba, suara Nevran memecah keheningan, suaranya tetap tenang namun tegas. “Lo masih mikirin tadi?”

Brielle menoleh, terkejut mendengar dia yang akhirnya membuka percakapan. “Lo tahu, ya?”

Nevran tidak langsung menjawab. Dia terus fokus pada jalanan, tetapi Brielle bisa merasakan ketegangan di udara. “Gue nggak suka ada orang lain yang terlalu dekat sama lo.”

Brielle terdiam sejenak, mencoba mencerna kata-katanya. “Cadel, lo nggak bisa begitu. Lo nggak bisa ngatur semua orang yang ada di sekitar gue. Gue juga punya hak buat ngobrol sama orang lain.”

Nevran menoleh sekilas ke arah Brielle. “Tapi gue nggak suka kalau orang lain itu ngedeketin lo. Apalagi dia.”

“Elvaro?”

“Hm.”

Brielle mendengus, merasakan ketegangan yang mulai menyelimuti hatinya. “Kita udah bahas ini, kan? Gue nggak peduli kalau orang lain bicara tentang kita. Tapi gue juga nggak mau lo kontrol hidup gue.”

Nevran terdiam, seolah merenung sejenak sebelum akhirnya menjawab dengan suara pelan namun penuh ketegasan. “Gue nggak mau lo terluka, Cici.”

Tangan Brielle mencengkram pelan tas di pangkuannya. Kata-kata Nevran itu menghantamnya dengan keras. Mungkinkah ada sisi lain dari Nevran yang tidak dia kenal? Mungkin ada alasan kenapa dia begitu protektif. Namun, di sisi lain, apakah Nevran benar-benar peduli atau hanya merasa terpaksa karena status pernikahan mereka?

Keheningan kembali meliputi mobil mereka, dan Brielle merasa perasaan bingung semakin menggelayuti pikirannya.

Bersambung

1
Lucky Ferdinand Sihombing
lanjutttgt
Lucky Ferdinand Sihombing
Gak brisik gak Briellle 🤣🤣
Lucky Ferdinand Sihombing
lucu bet mereka berantam 🤣🤣
Lucky Ferdinand Sihombing
hadir 💪
jeeny sihombing
lanjut pokoknya💪
jeeny sihombing
keren
cila_aa
Haii salam kenal kak🖐


bantu support juga yaa😇
Alia Chans: Salken juga kk☺
total 1 replies
Wulandari Ayuningtyas
et si cadel bisa ae maen nyosor aja 😩
Wulandari Ayuningtyas: wkwk🤣🤣
total 2 replies
Wulandari Ayuningtyas
itu om om suruh share lok buruan thor,mau aku gampar dengan kata kata 🤣
Wulandari Ayuningtyas: iya biar sadar dia 🤣
total 2 replies
Adinda
buat peran cewek Manis dan imut anak pindahan sekolah lain Dan buat brielle panas karena nevran dekat sama cewek itu Thor pasti seru
Alia Chans: Saran diterima kk🙏🏻😊
total 1 replies
jeeny sihombing
good💪
jeeny sihombing
suka pokoknya, cerita nya gk klise gitu, bintang lima deh
Nelson Sihombing
mampir
SANG
Asik ya
SANG
Seru ya
SANG
Like iklan plus komen👍💪
SANG
Bunga untukmu dek/Rose//Rose//Rose//Rose//Rose/
SANG: Masama dek/Rose/
total 2 replies
SANG
Lanjut dek👍💪
SANG
Semangat dek👍💪
SANG
Aku hadir dek👍💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!