NovelToon NovelToon
Aku Kaya Berkat Sistem Penagih Utang Akhirat

Aku Kaya Berkat Sistem Penagih Utang Akhirat

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / Fantasi
Popularitas:3.9k
Nilai: 5
Nama Author: Dana Brekker

​Darren hanyalah sampah di mata dunia. Sebagai penagih pinjol ilegal, hidupnya habis untuk dihina debitur sombong, disiksa bos yang brengsek, hingga akhirnya dicampakkan anak-istri di titik terendah.
​Beruntung maut di sebuah gudang tua itu justru menjadi awal dari segalanya. Saat nyaris mati dikeroyok, sebuah notifikasi muncul di hadapannya:
​[Sistem Penagih Utang Akhirat Diaktifkan]
Kemudian dunia berubah menjadi deretan angka. Darren kini mampu melihat Utang Keberuntungan dan Utang Umur setiap orang. Dari pengusaha korup hingga pejabat sombong, semua memiliki utang rahasia yang tak bisa lunas dengan uang. Sedangkan Darren adalah algojo yang berhak menarik paksa semuanya.
​Dari pecundang yang dipandang sebelah mata, menjadi penguasa finansial dunia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dana Brekker, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28: Rollercoaster

Mobil mereka melaju menyusuri Jakarta yang mulai lengang menuju kediaman keluarga Han di bawah sinar rembulan dan ribuan bintang. Akan tetapi, suasana di dalam kabin justru terasa sangat berat, setidaknya bagi Darren. Pria itu masih terus memikirkan aktingnya yang berantakan beberapa saat lalu ketika dia secara nekat menyentuh dagu Seo yeon demi mengalihkan pandangannya dari kantor polisi. Darren merasa cemas, menduga bahwa majikannya itu mungkin sudah menyadari segala sesuatu yang sedang dia sembunyikan terkait William, aparat, hingga keterlibatan Wonyoung.

Sejak tadi Darren menggenggam lingkar setir lebih erat untuk mengusir kegelisahan yang singgah di benaknya. Namun berisiknya suara dari kursi belakang, lama kelamaan sukses menghamburkan ketegangan pria itu. Wonyoung bernyanyi dengan penuh semangat mengikuti irama lagu favoritnya yang sedang populer. Gadis itu mengeksekusi nada-nada tinggi dengan cengkok yang rumit, lengkap dengan gerakan tangan khas penyanyi profesional. Seluruh kabin mobil tentu, berubah atmosfernya menjadi ruang karaoke pribadi.

“Huah, di rumah sudah latihan terus, di mobil juga masih jadi penyanyi,” keluh Wonyoung di sela lirik lagunya.

Seo yeon yang sedari tadi fokus pada layar tablet di pangkuannya, akhirnya bersuara tanpa sedikit pun menoleh. “Kalau kamu memang ingin bernyanyi, lebih baik pergi ke tempat karaoke. Aku benar-benar tidak bisa konsentrasi bekerja kalau begini.”

Wonyoung bukannya merasa tersinggung, sebaliknya, matanya malah tampak berapi-api.

“Oppa!” serunya memanggil Darren.

Darren langs melek karena panggilan itu. Seumur hidup, baru kali ini dia dipanggil dengan sebutan Korea untuk kakak laki-laki oleh seorang idol K-pop yang asli.

“Ayo kita ke tempat karaoke sekarang! Aku benar-benar ingin mencoba suasana karaoke di Jakarta. Sebelum minggu depan aku harus kembali ke Korea, aku harus mencoba semuanya!” paksa gadis pirang itu.

Seo yeon yang sebelumnya sibuk dengan pekerjaannya mendadak berhenti mengetik dan menoleh ke arah sang adik dengan dahi berkerut-kerut. “Sejak kapan kau mulai memanggil asisten pribadiku dengan sebutan oppa?”

Wonyoung hanya menutup mulutnya sembari tertawa kecil. “Sejak tadi. Kedengarannya jauh lebih manis di telinga. Ibu juga pasti akan setuju kalau mendengarnya.”

Seo yeon hanya bisa menghela napas panjang dan tidak melanjutkan protesnya lebih jauh. Kendati demikian, mobil tetap berbelok menuju sebuah tempat karaoke elit. Hingga tak lama kemudian, mereka sudah berada di dalam ruangan berukuran sedang dengan sofa melingkar dan meja panjang yang dipenuhi hidangan ringan dan botol-botol minuman dingin.

Tanpa disuruh pun, Wonyoung sudah lebih dulu menyambar mikrofon tanpa membuang waktu. Suaranya memang begitu merdu dengan vibrato yang sempurna, membuat Darren terpana menyadari kualitas suara idol sungguhan. Sementara itu, Seo yeon duduk di sudut sofa dengan tablet yang masih terbuka, sesekali mengetik sembari melirik ke arah layar televisi besar.

“Sekarang giliran Oppa yang bernyanyi!” kata Wonyoung sembari menyodorkan mikrofon secara paksa ke arah Darren.

Darren sempat menolak, namun Wonyoung terus mendesaknya sementara Seo yeon memilih untuk tidak ikut campur. Akhirnya, Darren menyerah dan memilih sebuah lagu rock lawas yang populer jauh sebelum Wonyoung lahir, bahkan sebelum pria itu lahir pula.

Karena sebab itulah Wonyoung tertawa terpingkal-pingkal saat melihat judul lagunya. “Ini lagu dari zaman nenek-nenek. Oppa, bagaimana sebenarnya rasanya hidup di zaman Romawi kuno dulu?”

Darren memasang wajah kesal yang dibuat-buat. “Enak saja. Zaman dulu itu banyak gladiator. Kalau kamu yang jadi musuhnya, pasti sudah habis dalam sekejap.”

Wonyoung justru semakin bersemangat mendengar balasan itu. Darren kemudian mulai bernyanyi. Suaranya yang berat dan dalam mengalir penuh penghayatan, membuat Wonyoung yang tadinya sibuk tertawa perlahan terdiam takjub. Bahkan Seo yeon yang awalnya tidak peduli, mendadak mengangkat wajahnya dan mengamati Darren.

Wonyoung kemudian bersandar di bahu kakaknya sembari memegang selembar tisu untuk mengusap sudut matanya yang lembap. “Kakak, suara Oppa ternyata sangat bagus. Aku sampai merasa ingin menangis mendengarnya.”

Seo yeon tidak menjawab, meski matanya tertuju pada Darren. Namun, ketenangan itu mendadak buyar ketika Darren tiba-tiba salah lirik secara total. Akibat kesalahan itu, irama lagu rock yang gahar berubah menjadi nada dangdut yang konyol.

Wonyoung seketika terpingkal-pingkal hingga terjatuh ke atas sofa. Seo yeon pun tampak berusaha keras menahan tawa hingga bibirnya mengerucut.

“Sudah cukup. Sekarang kita pergi makan. Adikku ini pasti lapar,” kata Seo yeon guna mengalihkan suasana.

Selesai makan, mereka kembali memasuki mobil. Wonyoung duduk di kursi belakang berdampingan dengan Seo yeon. Tak butuh waktu lama bagi Wonyoung untuk tertidur dengan kepala yang bersandar di bahu sang kakak. Seo yeon sendiri sudah tampak mulai kelelahan setelah matanya terpejam dan hembusan napasnya mulai teratur.

Karena itu, Darren secara tidak sengaja menyunggingkan senyum tipis saat melihat pantulan mereka di kaca spion. Hubungan kakak adik itu ternyata memiliki sisi kehangatan yang manis, meskipun Seo yeon jarang menunjukkannya secara terbuka. Namun, senyuman itu perlahan memudar saat pikirannya kembali kepada William. Darren menyadari bahwa jika rahasia adiknya bersama William terbongkar, hal itu akan menjadi bencana besar yang menghancurkan keluarga Han serta membuat Seo yeon semakin terpuruk.

“Aku harus segera mengurus rumah untuk Ibu dan menyelesaikan urusan dengan William sebelum semuanya terlambat,” pikir Darren sembari menatap jalanan di depan.

Mobil terus melaju di jalan tol yang sepi. Hanya terlihat beberapa kendaraan lain yang melintas di kejauhan. Tiba-tiba, dari kaca spion, Darren menyadari adanya dua set lampu yang mendekat dengan kecepatan tinggi. Siapapun tahu jika itu adalah mobil hitam yang mendekat dari sisi kanan, sementara satu lagi mengimbangi dari sisi kiri. Mereka seolah sedang melakukan pengepungan.

Dalam kondisi panik, Darren mencoba mempercepat laju kendaraannya, namun mobil-mobil hitam itu tetap mengimbangi dengan stabil. Saat dia menoleh ke arah kanan, seorang pria berjaket hitam tampak membuka kaca jendela dan mengarahkan moncong pistol ke arah jendela penumpang, tepat di posisi Seo yeon sedang tertidur.

Jantung Darren seolah berhenti berdetak saat itu juga dan segera menginjak rem sekuat tenaga hingga ban mobil mencicit keras di atas aspal. Guncangan tersebut membuat Wonyoung dan Seo yeon terbangun seketika.

“Apa yang terjadi, Darren?!” tanya Seo yeon.

Darren tidak menjawab, dia justru menginjak gas sedalam mungkin. Mobil melesat maju melewati kedua kendaraan hitam itu, yang kemudian segera melakukan pengejaran dari belakang.

“Darren? Ada apa sebenarnya?” Seo yeon bertanya lagi dengan lebih tegang.

“Ada yang sedang mengejar kita. Kalian duduk yang baik di sana, jangan banyak bergerak dan tundukkan kepala!” perintah Darren sembari fokus pada kemudi.

1
Bg Gofar
mantap gan
DanaBrekker: terima kasih 👍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!