NovelToon NovelToon
Dia Yang Ku Pilih

Dia Yang Ku Pilih

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Diam-Diam Cinta / Mengubah Takdir
Popularitas:851
Nilai: 5
Nama Author: Yolanda Fitri

Novel ini menceritakan seorang gadis bernama BIANCA yang masih kebingungan antara BARRA cinta lamanya yang berakhir karena kesalapahaman yang di buat oleh AZA teman kecil dari BARRA , atau LEO orang baru yang membuat DIA bangkit kembali menjalani hari hari dengan ceria. namun bukan kisah cinta mereka saja yang rumit , Bianca juga menjalani hidup yang tidak mudah di mana dia seorang anak yatim piatu .

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yolanda Fitri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#Upaya penyelamatan

Ella masih terus berusaha menghubungi tantenya yang berada di luar negeri. Berulang kali ia mencoba, hingga akhirnya panggilan itu tersambung dan suara tantenya terdengar dari seberang sana.

"Tante, tolong aku! Tolong bantu aku melacak gelang yang dulu Tante pinjamkan padaku. Keadaan darurat, Tan! Temanku sedang dalam bahaya besar," ucap Ella dengan nada tergesa-gesa dan panik.

Mendengar nada suara keponakannya yang tidak biasa itu, tantenya pun segera menyanggupi permintaan itu dan menyuruh Ella bersabar serta menunggu sebentar. Tidak lama kemudian, pesan masuk ke ponsel Ella. Di sana tertera titik lokasi yang akurat beserta pesan singkat yang berbunyi: "Titik ini akan terus bergerak mengikuti pergerakan gelang itu, sama persis seperti peta pemantauan."

Sementara itu, Barra akhirnya tiba di tempat berkumpulnya Ella dan Dinda. Ella tidak menceritakan semuanya secara rinci kepada Barra. Ia hanya menjelaskan bahwa Bianca pergi untuk wawancara pekerjaan, namun tiba-tiba saja sulit dihubungi dan tidak bisa ditemukan. Ella sengaja menyembunyikan sebagian kebenaran, mengingat Dinda belum siap jika terlalu banyak orang mengetahui masalah besar yang sebenarnya sedang mereka hadapi.

Ella segera mengajak Barra untuk ikut mencari keberadaan Bianca. Awalnya, Ella menyuruh Barra untuk mengikuti mobil mereka dari belakang. Namun Barra menolak usulan itu. Ia berpendapat lebih baik jika dialah yang memegang kendali atas titik koordinat itu agar lebih mudah dan cepat dalam menentukan arah. Ella dan Dinda pun mengangguk setuju dan mengerti maksud Barra. Akhirnya, mereka bertiga berangkat menuju lokasi tersebut dengan kecepatan tinggi.

Di tempat lain, Leo melihat ponselnya mati,lalu Leo menyalakan ponselnya kembali. Leo Melihat nama Dinda terpampang di layar, Leo segera menelepon balik. "Ada apa, Din? Maaf tadi gue engak bisa angkat karena sedang di kamar mandi," ucap Leo membuka percakapan.

Dinda menjawab dengan suara terbata-bata karena gugup dan cemas. Ia menceritakan bahwa Bianca hilang dan tidak bisa ditemukan keberadaannya. Mendengar kabar itu, Leo sangat terkejut dan langsung merasa cemas. Belum selesai Dinda bicara, Ella mengambil alih ponsel dan berkata tegas kepada Leo, "Sekarang gue kirimkan lokasi ke ponsel Lo. Kalau Lo memang mau membantu, segera susul kami ke sana!"

Tanpa membuang waktu sedetik pun, Leo langsung berlari keluar rumah dan pergi begitu saja tanpa sempat berpamitan kepada Aza. Melihat tingkah Leo yang tiba-tiba pergi dengan wajah panik, hati Aza mulai dipenuhi rasa curiga.

Begitu Leo pergi menjauh dan tidak terlihat lagi, Aza segera menghubungi Bayu, orang suruhannya. Ia memerintahkan Bayu untuk segera memindahkan Bianca dari tempat pengurungan semula dan membawanya ke lokasi lain. Aza juga memberikan perintah yang sangat kejam dan rendah kepada Bayu: "Bawa dan serahkan Bianca ke tempat pelacuran, biarkan dia menjadi pelayan bagi laki-laki hidung belang di sana." Tanpa banyak bertanya, Bayu segera melaksanakan perintah kejam itu secepat mungkin.

Saat itu, Bianca yang sedari tadi berusaha sekuat tenaga untuk melepaskan diri dan kabur, hampir saja berhasil meloloskan diri. Namun, Bayu datang tepat waktu dan menggagalkan usaha pelarian itu. Agar Bianca tidak berteriak atau melawan lagi, Bayu menyuntikkan obat bius ke tubuh Bianca hingga gadis itu kembali terkulai lemas dan tidak sadarkan diri. Setelah yakin Bianca sudah tidak berdaya, Bayu menggendongnya masuk ke dalam mobil dan melesat pergi menuju tempat yang diperintahkan oleh Aza.

Di dalam mobil, Barra terus memantau pergerakan titik di ponselnya. Ia melihat titik itu bergerak sangat cepat dan menjauh. Rasa khawatir Barra semakin menjadi-jadi, ia pun semakin menginjak gas dalam-dalam dan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi demi mengejar titik itu.

Bayu akhirnya tiba di tempat tujuan, sebuah tempat gelap dan kotor yang dikunjungi oleh banyak orang bejat. Ia menyerahkan Bianca kepada pemilik tempat itu. Pemilik tempat itu tampak sangat senang dan gembira mendapatkan barang dagangan baru yang wajahnya sangat cantik dan tubuhnya begitu menawan. Bianca yang masih dalam keadaan pingsan dibaringkan di sebuah kamar di tempat itu. Pemilik tempat itu juga mengganti pakaian Bianca dengan pakaian yang sangat terbuka dan seksi, karena sebentar lagi ada seorang pelanggan yang datang dan meminta wanita baru.

Tak lama kemudian, Bianca mulai tersadar dari pingsannya. Saat ia membuka mata dan melihat keadaannya, ia sangat terkejut dan syok luar biasa. Ia mendapati dirinya mengenakan pakaian yang sangat terbuka dan tidak pantas. Belum sempat ia berpikir apa yang sebenarnya terjadi, tiba-tiba masuk seorang laki-laki yang tampak mabuk berat dan wajahnya menyeramkan. Laki-laki itu berjalan mendekatinya dengan tatapan bernafsu.

"Tolong... Tolong aku! Jangan mendekat! Jangan sentuh aku! Kumohon lepaskan aku!" teriak Bianca histeris seraya berusaha menjauh dan melepaskan diri dari laki-laki itu.

Namun, laki-laki itu sama sekali tidak menghiraukan jeritan dan permohonan Bianca. Ia terus memaksa dan menarik-narik tubuh Bianca dengan kasar hingga pakaian yang dikenakan Bianca robek dan terbuka di beberapa bagian. Bianca menangis ketakutan sejadi-jadinya, berharap ada keajaiban yang terjadi dan menyelamatkannya saat itu juga.

Di saat yang sama, Barra akhirnya tiba di lokasi itu lebih dulu dibandingkan yang lain. Namun, ia tidak bisa langsung masuk ke dalam bangunan itu karena dihadang oleh tiga orang berbadan kekar yang bertugas sebagai penjaga tempat itu.

Awalnya Barra meminta dengan cara yang baik-baik agar mereka mengizinkannya masuk, namun para penjaga itu menolak dengan tegas. Mereka berkata tidak ada seorang pun yang boleh masuk ke sana, apalagi membawa perempuan keluar dari tempat itu.

Barra terus mendesak dan memaksa untuk masuk karena ia tahu nyawa orang yang dicintainya sedang dalam bahaya. Akhirnya, terjadilah perkelahian sengit antara Barra dan ketiga penjaga itu. Berkat kemampuan bela diri yang dimiliki Barra, ketiga orang kekar itu berhasil dikalahkan dan terkapar tak berdaya di tanah.

Setelah jalan masuk terbuka, Barra segera berlari masuk ke dalam bangunan itu. Ia menendang pintu kamar satu per satu dengan kasar sambil terus memanggil nama Bianca dengan suara keras dan panik.

Akankah Barra menemukan Bianca tepat pada waktunya? Apakah ia bisa menyelamatkan Bianca sebelum hal buruk terjadi padanya?

1
Yolanda Fitri
oke kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!