NovelToon NovelToon
NAMA LAIN DIBIBIRNYA

NAMA LAIN DIBIBIRNYA

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Single Mom / Mengubah Takdir
Popularitas:16.7k
Nilai: 5
Nama Author: Mamany Ali

Raya tidak menyangka kalau Suami yang sudah sepuluh tahun menikah dengannya , jatuh cinta lagi dengan wanita lain. Andini adalah nama wanita itu. Saat Bagas suami Raya mengaku mencintai Andini. Dunia Raya terasa runtuh.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mamany Ali, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bertemu

" Selamat datang, Mbak Raya," Sinta HRD, menyambut Raya dengan senyuman.

Hari ini, Raya benar benar kembali bekerja. Tadi pagi Raya sempat khawatir dengan pekerjaan barunya. pasalnya sudah sepuluh tahun Dia tidak bekerja.

"Ini meja Mbak. Disebelahnya meja Mas Agus dia senior disini. Dia nanti yang akan membimbing Mbak Raya." Jelas Sinta.

" Baik terimakasih buk.."

Raya melihat lihat sekeliling, suasananya sudah banyak berubah setelah sepuluh tahun, orang orangnya juga sudah banyak yang berganti.

Mas Agus. Bapak bapak empat puluh tahunan, dengan kacamata tebal, mengulurkan tangan untuk berkenalan." Selamat bergabung Mbak Raya. Saya dengar Mbak dulu juga bekerja disini?"

Raya menyambut uluran tangan itu." Terimakasih Mas, Iya saya dulu bekerja disini. Tepatnya sepuluh tahun yang lalu."

" Bagus kalau begitu, semoga kita bisa jadi tim yang hebat." Senyum Agus.

Jam sepuluh pak Darto lewat dan menyuruh Raya dan tim nya untuk meeting dengan perusahaan lain.

Perusahaan tersebut merupakan perusahaan tempat Bagas bekerja.

Raya yang merupakan anak baru. Hanya bisa mengikuti apa yang dikatakan atasanya. Dia dan Agus segera pergi ke perusahaan Bagas.

Raya mengangguk mengiyakan. Orang orang disini Baik baik. Pikir Raya.

Lobi perusahaan tempat Bagas bekerja.

Raya turun dari mobil kantor, bersama dengan Agus. AC lobi langsung menyergap. Dingin. Dulu gedung ini sering dilewatkan oleh Raya. Saat Bagas sering mengajaknya jalan jalan bersama dengan anak anaknya. Tapi sekarang dia masuk bawa map. Pakai name tag Darto Wijaya group .

" Grogi ,Mbak?" Agus bertanya sambil memencet tombol lift.

Raya mengeleng, senyum tipis." Tidak, Mas. Cuman sedikit kaget, karena baru hari pertama kerja. Saya sudah disuruh ke perusahaan lain untuk meeting." Alasan Raya.

Padahal sebenarnya Raya takut bertemu dengan Bagas. Bukan karena takut yang lain. Tapi karena malas saja melihat Bagas dan Andini. Mereka masih ada urusan dipengadilan. Perceraian mereka masih dalam proses.

Pintu litf terbuka. lantai lima. divisi marketing dan finance. Tempat Bagas.

Tim dari pihak Bagas sudah menunggu. Tiga orang. Satria diujung meja. langsung berdiri saat melihat Raya. Matanya kaget tapi cepat disembunyikan. Disebelahnya ada juga seorang wanita dan Raya tidak mengenalnya.

Dan dikursi lain.. Bagas dengan kemeja putih, dasi sedikit longgar. Wajahnya terlihat sedikit lebih tirus dari terakhir kali Raya melihatnya di ruang sidang.

Raya sama sekali tidak mau menyapa, mencari tempat duduk dan langsung duduk.

Hal itu tentu membuat Bagas kaget. Dia tidak percaya Raya sekarang ada didepannya, rambutnya terurai. wajahnya putih mulus dan lebih tampak cantik.

Bagas ingin sekali bicara dengan Raya. Tapi dia sadar dimana dia berada sekarang .

" Selamat siang semuanya.." Agus menyapa semua yang ada didalam.

" Selamat siang juga pak Agus." Satria salaman dengan Agus.

Bagas akhirnya berdiri. " Raya.." Panggilnya canggung.

Agus melihat kearah Bagas. " Pak Bagas sudah kenal dengan Mbak Raya , ya? Wah mantap sekali ini. Jadi gampang kita nanti ini untuk kerjasama." Canda Agus tanpa tahu kalau Bagas dan Raya masih sah suami istri.

Raya membuang muka. Tapi mau bagaimana lagi. Dia tetap harus profesional ." Pak Bagas, kita sekarang ditempat kerja. Mohon kerjasamanya."

Bagas terdiam. Satria memberikan kode kepada Bagas untuk duduk. Bagas harus bisa menyampingkan urusan pribadi sekarang.

Mereka duduk berhadapan. Meja sepanjang dua meter terasa sejengkal.

Meeting dimulai. Membahas pekerjaan dan laporan vendor. Agus yang banyak bicara. Raya mencatat, Sesekali memberikan pendapat. Meskipun dia baru. Tapi pengalamannya cukup mampu untuk mengimbangi. Itulah mengapa Pak Darto dengan cepat menerima Raya kembali dan mempercayainya untuk mewakili perusahaannya bersama dengan Agus.

Meskipun pak Darto tahu kalau, tempat mereka bekerja sama sekarang adalah perusahaan tempat Bagas bekerja.

Bagas tidak banyak bicara. Matanya bolak balik ke wajah Raya. Ke cincin kawin yang kini sudah tidak ada dijari manis Raya.

Raya sama sekali tidak peduli dengan apa yang dilakukan oleh Bagas sekarang, Dia tetap konsentrasi dengan pekerjaannya.

Setelah satu jam lebih. Meeting akhirnya selesai juga. Mereka akan mulai bekerja sama sekarang. Satria mengajak Agus untuk keluar sebentar bersama dengan manajer finance nya.

Diruang tinggal Bagas dan Raya. Satria sengaja membiarkan mereka berdua untuk bicara. Raya merapikan kertas kertas di hadapannya.

Hening.

Bagas buka suara duluan. Pelan." Kamu Kerja lagi?"

Raya memasukan pulpen ke map." Iya." Hanya itu.

" Anak anak bagaimana?"

Raya akhirnya menatap Bagas. Mata yang dulu selalu dicari setiap Bagas ada dirumah. Mata yang selalu merindukannya. Sekarang teras asing. " Mereka sehat."

" Kapan aku bisa bertemu dengan mereka. Aku rindu." Bagas mengiba.

Ingin rasanya dia memeluk Raya yang kini sudah ada didepannya sekarang. Mengulang kembali masa masa indah dulu sebelum dia hancurkan.

" Maaf, kita sekarang di kantor. Disini kita hanya membahas tentang pekerjaan. Bukan ranah pribadi. Permisi."

Raya keluar. Meninggalkan Bagas. Raya sekarang sudah wangi dan tidak bau bawang seperti biasanya.

" Raya.." Tangan Bagas menggantung diudara. Ingin mengejar namun dia cukup sadar diri. Ini kantor tempat mereka bekerja. Bukan rumah pribadi yang bisa berdebat seenaknya.

Raya berjalan keluar mencari toilet. setelah tahu dimana letak toilet Raya segera masuk. Dipantulan kaca Raya menangis. Untung tidak ada orang.

Entah kenapa dia tiba tiba cengeng. Apa karena dia sudah kembali bekerja atau karena tadi melihat Bagas. Raya juga tidak mengerti.

Raya sedang mencuci tangan.Air dingin membuat getaran didadanya pelan pelan mereda. Dia kembali menatap kaca membenarkan sedikit rambutnya yang kusut.

Pintu toilet terbuka. Ctek.

Wangi parfum mahal menyerbu duluan . Menyengat.

Andini. dengan Dress pink pendek selutut. Mereka bertemu didepan wastafel. Raya tidak kaget. Daritadi dia juga sudah merasa bakal ada kejutan lainnya hari ini.

Raya mematikan keran air. Menarik tisu. Melap tangannya pelan pelan. Tidak terburu buru.

Andini senyum. Senyum mengejek. " Sedang apa kamu disini? Apa kamu sedang mencari Bagas? atau kamu sedang melamar pekerjaan?" tebak Andini.

Andini belum tahu kalau Raya merupakan wakil dari perusahaan yang akan bekerja sama dengan perusahaan tempat nya bekerja.

Raya menatap Andini. Tidak ada lagi rasa benci yang meledak ledak. Hanya ada rasa muak." Terserah kamu mau bicara apa? Melayani kamu bicara sama saja bicara dengan tong sampah." Raya membuang tisu ditangannya ke tong sampah yang ada disana.

Wajah Andini memerah mendengar ucapan Raya." Kamu pikir, kamu itu siapa? kamu itu yang sampah. Sampah yang akan dibuang Bagas." teriaknya.

Raya maju selangkah. Jarak mereka cuman sejengkal." Cara berpakaianmu saja sudah mencerminkan siapa dirimu, Murahan."

" Kurang ajar." Andini mengangkat tangan, reflek mau menampar Raya.

Grab!

Raya memegang pergelangan tangan Andini duluan. Genggaman Ibu dua anak yang hampir setiap hari mengangkat galon. Bukan cuman tangan yang manikuran. " Coba saja kalau kamu berani menyentuhku, Akan aku pastikan wajah mulusmu lecet terlebih dahulu." Raya melepaskan tangan Andini. Kasar.

Andini kaget. tangannya bergetar. Dia sadar. Raya yang kini ada didepannya. Bukan lagu Raya bau bawang

" Dengar ya, Aku tidak pernah mau cari masalah dengan siapapun, Kalau kamu menginginkan Bagas. Ambil. Jadi, tolong jangan bawa bau busuk kalian ke hidup aku."

Raya buka pintu toilet. Sebelum keluar dia melihat sekilas." Disini kantor, Bukan tempat dugem. Benarkan cara berpakaianmu."

Pintu tertutup. Raya keluar. Tinggallah Andini didepan kaca, nafasnya ngos ngosan. Tangannya mengepal di wastafel. Kuku kuku indahnya patah menahan Amarah.

1
Anonim
BUNUH ANDINI.. SIKSA DIA DENGAN SIKSAAN YANG PEDIH..
MATA DI BALAS MATA.. HIDUNG DIBALAS HIDUNG .. KEJAHATAN DIBALAS KEJAHATAN
sunaryati jarum
Perempuan sakit jiwa seperti itu Bagas , yang kau masukkan dalam rumah tangga kamu yang akhirnya menghancurkan hati Raya.Seharusnya kamu yang harus dapat karma,tapi ini tindakan kamu yang tanpa memikirkan perasaan istri dan anak- anakmu, bahkan sudah cerai masih membayang Raya dan anak- anakmu.Kamu harus tanggung jawab pada keselamatan mereka.Walau konsekuensinya kamu akan kehilangan Kedua putramu, karena pastinya Andini tidak akan membiarkan kamu bertemu.Dan kau sama Andini tidak akan diberikan keturunan.
sunaryati jarum
Syukurin itulah yang kau inginkan dan ibumu? Bahkan kau pernah menghina Raya baju bawang dan kau bandingkan dengan selingkuhan kamu Andinini.Nikmati hidupmu jadi suami boneka yang tak punya kuasa apapun setelah menikahi Andini.Anak - anakmu makin lupa padamu.
sunaryati jarum
Raya mendapatkan masalah karena kamu menerima pelakor yang terobsesi menjadi Ny Bagas.Karena kamu mengabaikan Andini ,maka mantan istri sasarannya,puas kamu Bagas Ibu dari anak- anakmu dirundung masalah karena pelakor itu.
Vivi Zenidar
udah ga guna... sakit hati nya
Anonim
KEADILAN KIRA HARUS DITEGAKKAN...
sunaryati jarum
Kau tahu ya sekarang rasanya bagaimana melihat orang yang kita cintai.bersama orang lain, itulah dulu yang dirasakan oleh Raya, padahal kamu masih berstatus suami,nah sekarang kamu tidak berhak karena Raya telah bercerai denganmu.Satria minta detektif untuk menyelidiki Wijaya, bergerak lebih dulu tanpa mereka sadari
sunaryati jarum
Nah , ceritakan semuanya secara detail.,Raya.Pasti Satria punya solusinya.Tunggu Pak Wijaya, bukan perusahaan Satria yang hancur,bukan Raya yang dipermalukan tapi perusahaan anda yang hancur dan putrimu Andini yang dipermalukan
sunaryati jarum
Emak lega , akhirnya Raya menolak , emak berharap perusahaan orang tua Andini.yang hancur.
sunaryati jarum
Perselingkuhannya kamu dengan Andini membawa kerugian besar.Terutama mental Galang.Karenan pergi meninggalkan istrimu di depan mata putramu Galang
sunaryati jarum
Benar kasih sayang ibu tidak akan putus kita sudah berumah tangga.Semoga harapan ibumu dan kakakmu tentang Satria terkabul.Dan untuk ayah Andini yang ingin membuat usaha hancur dan Raya menderita , gagal dan berbalik pada mereka.
Datu Zahra
Raya 👎
Vivi Zenidar
kejam amat Andini dan papa nya
Datu Zahra
enggak Elegant ah, bego Raya. Harusnya di depan Andini jangan terpancing, panasin, mesra sama Bagas. giliran pelakor pergi baru hajar bagas. Enggak seru,
Datu Zahra
suami keparat kalo udah berani jelekin istri ke perempuan lain.
sunaryati jarum
Yang akan malah perusahaan papamu,Andini.Kalian main- main dengan Satriya , kalian.sendiri.Didikan orang tua Andini sudah salah.Mencintai tidak harus mengabulkan semua permintaannya, apalagi permintaan yang salah sampai menghancurkan rumah tangga orang,maka kehancuran hidupmu yang kau dapat
sunaryati jarum
Jelas- jelas yang gatal itu kamu.Lebih terhormat Raya yang janda bebas menjalin hubungan dengan pria lajang.Sedangkan kamu statusmu gadis tapi berhubungan dengan lelaki beristri hingga berakhir bercerai.Yang akan hancur kamu dan Bagas,Raya makin bersinar
sunaryati jarum
Segera tumbuh subur benih cinta kalian dan merambat saling mengikat kuat.Tak ada lagi pelakor yang berani masuk, karena mereka berdua sama - sama setia tetap kokoh walau banyak godaan
sunaryati jarum
Semua karena akal busukmu ,Andini . Jangan bangga berhasil jadi pelakor dan merusak rumah tangga orang , sebentar lagi karmamu akan datang menghampiri kamu, Ny Sari Dewi dan Bagas.Sedangkan Raya otw bahagia
sunaryati jarum
Laporkan saja mantan mertuamu itu cara membungkam mulutnya dan menikung jarinya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!