NovelToon NovelToon
Jeff Posesif Mafia

Jeff Posesif Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Balas Dendam
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: DeviPuspitaSari

WARNING ⚠️⚠️⚠️⚠️


BIJAKLAH DALAM MEMBACA!!

"Jika kau membuat kesalahan maka aku akan menghukum mu dengan membuatmu berteriak memanggil namaku saat berada di bawahku. Mengerti, Sayang?"

"Tidak ada yang boleh menyakiti Sabrina-ku, bahkan hanya seujung kuku!"

"Aku akan menembak tanganmu hingga hancur jika kau berani menyentuh gadisku!"

"Aku bisa mengukir namaku sendiri di tubuhmu agar kau tahu jika kau adalah milikku."

Jeff Maverick, di kenal sebagai mafia dingin dan kejam yang di takuti oleh musuhnya. Hidupnya selalu tentang bagaimana dia bisa hidup tanpa kata 'kekalahan.' Namun tanpa sengaja dia jatuh cinta pada seorang gadis yang pernah menolongnya. Berbagai cara Jeff lakukan agar bisa mendekati gadis itu yang sudah membuatnya tergila-gila.

Bahkan obsesinya di luar dugaannya sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DeviPuspitaSari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dua

...Jeff menyipitkan matanya. "Jika aku di tendang ke sungai Amazon, maka kau juga akan ikut. Karena kau adalah teman setiaku, iya' kan?"...

...Damian mengabaikan Jeff. Mereka memang sudah berteman sejak kecil dan selalu bersama....

...Beruntungnya Damian berhasil menjadi seorang Dokter, jika tidak maka ia akan bernasib sama dengan Jeff yang malah terjun ke dunia gelap. Tentu saja yang hidupnya hanya untuk kejar-kejaran dengan musuhnya....

...Bahkan umur Jeff sudah dua puluh lima tahun dan Jeff masih melajang. Jangankan menikah, berpacaran saja Jeff tidak ada waktu....

..."Sudahlah. Aku tidak punya banyak waktu di sini. Istriku pasti sudah menungguku karena tidak ada yang menemaninya tidur."...

..."Cih, dasar suami takut istri." Jeff mencibir dan akhirnya membiarkan Damian pergi....

...Kini, Jeff malah kembali teringat tentang Sabrina. Gadis yang membantunya walaupun sebenarnya itu tidak berguna....

...Jeff tersenyum tanpa sadar saat mengingat bagaimana cerewetnya Sabrina dan wajah gadis itu saat bingung....

..."Siapa gadis itu? Mengapa dia sangat membuatku tertarik?"...

...***...

...Pagi itu Sabrina di kejutkan dengan dobrakan pintu di kamarnya. Siapa lagi pelakunya jika bukan Adiknya-Sherly....

..."Bangunlah jalang! Cepat masakkan makanan untuk kami!" Teriak Sherly dengan kembali menendang pintu kamar Sabrina....

..."Ya!" Balas Sabrina dari dalam. Sabrina akhirnya turun dari ranjangnya dan melangkah menuju kamar mandi untuk mencuci muka. Ia akan mandi nanti setelah selesai menyiapkan makanan, lalu Sabrina akan pergi ke kampus....

...Hal ini sudah biasa Sabrina lakukan. Sabrina hidup dengan Ibu dan Adiknya yang selalu memperlakukan dirinya seperti pembantu. Pekerjaan rumah, mencari nafkah, semuanya Sabrina yang melakukannya. Jika terlambat saja atau membuat mereka marah, Sabrina akan di hukum dengan tidak ada belas kasian....

...Ia biasanya di pukul dengan rotan hingga meninggalkan jejak memar di seluruh tubuhnya. Bahkan pernah suatu hari ia lupa mematikan kompor karena saat itu sedang sakit. Sabrina pingsan di kamar mandi, namun Ibu nya tidak memperdulikan itu dan tetap menghukum Sabrina dalam keadaan sakit....

...Sabrina di kurung di kamar mandi setelah di pukuli....

...Mereka tidak akan membiarkan Sabrina hidup tenang, namun walaupun begitu Sabrina hanya bisa diam. Menangis pun percuma. Jika mengakhiri hidup adalah bukan dosa besar, Sabrina sudah melakukannya sejak dulu....

...Sabrina membawa beberapa makanan yang sudah ia masak tadi ke meja makan. Di sana sudah ada Ibu dan Adiknya yang menunggunya....

..."Lama sekali aku sudah kelaparan!" sentak Sherly yang selalu kurang ajar padanya. Padahal selisih mereka dua tahun tetapi Sherly tidak pernah menganggap Sabrina adalah kakaknya....

..."Sudah aku katakan seharusnya kau tidak perlu berkuliah. Kau hanya perlu bekerja dan mencari uang untuk kami." Gita- Ibu Sabrina itu memang selalu menyuruh Sabrina untuk berhenti berkuliah....

...Sabrina hanya tersenyum kecut. Tidak ada gunanya meladeni ke dua wanita itu. Setelah Sabrina selesai menyiapkan makanan untuk mereka, Sabrina pun kembali ke atas untuk bersiap-siap ke kampus....

...Sabrina menatap pantulan dirinya di cermin. Ia masih tersenyum walaupun matanya memerah dan air mata yang sudah siap jatuh. Sabrina menggelengkan kepalanya agar ia tidak sampai menangis. Dengan cepat Sabrina mengusap pelupuk matanya agar air mata itu tidak sampai jatuh....

..."Ini sudah biasa tetapi mengapa rasanya masih sangat sakit?" Sabrina menghela napasnya. Tidak ingin berlarut dalam kesedihannya, akhirnya Sabrina pun masuk ke dalam kamar mandi....

...***...

...Di sisi lain, Jeff sedang duduk di sebuah kursi tunggal yang berada di ruangan pribadinya. Mata Jeff tertuju pada sebuah laptop yang menampilkan seorang gadis yang sedang tertawa bersama gadis lainnya. Sudut bibir Jeff semakin terangkat kala melihat gadis itu tertawa begitu lepas....

..."Apa yang mereka bicarakan hingga dia sebahagia itu?" Jeff mengetukkan jarinya di meja itu. Pandangannya tidak lepas sedikit pun dari layar laptopnya....

...Namun raut wajah Jeff berubah saat seorang pria bergabung dengan mereka. Pria itu bahkan merangkul gadis yang sedang Jeff perhatikan. Dia adalah Sabrina, Jeff mengirimkan orang-orangnya di sekitar rumah Sabrina untuk mengetahui aktivitas gadis itu. Entah apa yang ada di pikiran Jeff hingga ia bisa melakukan itu. Jeff tidak mengerti tetapi dia ingin melakukannya....

..."Siapa dia? Beraninya dia merangkul gadis itu tanpa persetujuannya." Jeff mengernyit tak suka. "Mengapa dia juga membiarkan pria itu merangkulnya? Harusnya dia memukulnya karena sudah lancang!"...

...Jeff kembali fokus pada layar itu yang saat ini sudah ada tiga orang di dalam video itu. Mereka tampak mengobrol dengan asyik dan Jeff begitu penasaran tentang apa yang mereka bicarakan....

...Sabrina sedang mengobrol dengan dua temannya, seorang gadis yang bernama Thea dan seorang pria yang bernama Maxwell. Mereka adalah teman Sabrina sejak dari bangku SMA dan sekarang mereka sudah satu kampus....

..."Kalian tau tidak, pria kemarin yang aku ceritakan itu mengajakku berkencan tadi malam."...

..."Oh ya? Lalu bagaimana hubungan kalian sekarang?" tanya Sabrina dan Maxwell penasaran....

...Thea mengibaskan tangannya. "Aku langsung memblokir nomornya saat pulang. Dia bukan tipeku, dia terlalu polos dan lugu. Wajahnya memang sedikit tampan tetapi aku tidak suka padanya."...

...Sabrina dan Maxwell serempak tertawa bersama....

..."Astaga, kamu jahat sekali!"...

..."Mana ada aku jahat. Justru aku membantunya agar"Mana ada aku jahat. Justru aku membantunya agar tidak jatuh lebih dalam lagi."...

...Max menatap Sabrina di sebelahnya....

..."Bagaimana denganmu? Apa kamu sudah memiliki teman kencan?"...

...Sabrina menoleh. "Aku?" ujarnya menunjuk dirinya....

...Max dan Thea mengangguk bersamaan....

..."Tidak. Aku tidak memikirkan itu karena untuk saat ini aku ingin fokus dengan pendidikanku." Sabrina tersenyum. Hal itu membuat Jeff di sebrang sana juga ikut tersenyum....

...Jeff mendesak pada anak buahnya agar mereka bisa mendapatkan suara dari apa yang mereka bicarakan. Dan akhirnya berhasil, Jeff sekarang bisa mendengar apa yang mereka bicarakan....

...Thea melirik Max dan memberikan isyarat pada pria itu dengan matanya. Jeff yang melihat itu menjadi sangat penasaran apa maksud Thea melakukan itu. Terlihat juga Max yang mengangguk seperti dia paham apa maksud dari Thea....

..."Ah, iya. Kalau begitu aku ke kelas duluan ya. Aku lupa jika tadi memiliki janji dengan seseorang." Thea segera mengambil tasnya dan bergegas dari sana....

...Sabrina hanya bisa terkekeh melihat tingkah Thea....

..."Dia tidak pernah berubah."...

..."Ya, kamu juga tidak pernah berubah."...

..."Aku? Memangnya aku harus berubah seperti apa?"...

...Max tertawa dan membenarkan anak rambut Sabrina .Max tertawa dan membenarkan anak rambut Sabrina yang menghalangi sedikit matanya. "Kamu tidak pernah berubah dan selalu menganggap ku teman."...

...Sabrina terdiam sebentar karena mengerti arah pembicaraan Max. "Kita sudah membicarakan ini waktu itu. Aku tidak ingin merasa canggung jika bertemu denganmu lagi, Max. Bahkan kita sudah sepakat tentang itu'kan?"...

...Max tersenyum. "Aku tahu itu. Tapi biarkan aku tetap memiliki perasaan padamu, aku tidak akan memaksamu untuk memiliki perasaan yang sama. Kita tetap akan berteman sampai nanti kamu sendiri yang ingin merubahnya."...

...Sabrina hanya tersenyum formalitas. Hubungan pertemanan mereka bertiga awalnya baik-baik saja. Hingga pada suatu hari, Max malah menyatakan perasaannya pada Sabrina yang membuat hubungan ke duanya sempat canggung. Namun masalah itu sudah di selesaikan baik-baik dan mereka sepakat untuk kembali berteman tanpa mengungkit hal itu lagi....

...Jeff di sebrang sana mengepalkan tangannya mendengar itu. Entah apa yang membuatnya menjadi kesal, yang pasti Jeff tidak suka saat mengetahui jika Maxwell memiliki perasaan pada Sabrina....

..."Pria ini mengambil kesempatan untuk tetap dekat dengan gadis itu." Jeff menutup laptopnya karena ke dua orang di sana sudah beranjak dan kembali ke kampus....

...Jeff mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang. "Carikan aku data pria yang bersama gadis tadi. Aku ingin lengkapnya dalam satu jam." Setelah itu Jeff memutuskan panggilannya....

1
Alex
lnjut Thor
aku suka
aku suka🥰
vii: iya maksih jangn lupa mampir karyaku yang lain 😍
total 1 replies
vii
hai gaiss jangn lupa like Ama komentar yaa😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!