"Kak, hari ini jadikan pulang bareng?"
"Nggak bisa, Viona lagi sakit Gue harus segera bawah dia pulang."
"Kak, boleh nggak kerumah, Aku takut Kak."
"Imlie bisa nggak, nggak usah manja Gue lagi jagain Viona di rumah sakit. Lo sendiri dulu aja ya. Kan ada pembantu Sayang. Ingat! Jangan begadang ya."
"Hiks.. Aku juga sakit Kak. Tapi mengapa dia yang selalu menjadi prioritasmu."
Anak pembawa sial, Saya nyesal udah lahirin Kamu. Kenapa bukan Kamu saja yang mati hah?"
"Ck, anak sialan. Saya muak lihat Kamu."
"Mati aja sana Li, nggak guna juga. Papa sama Mama aja udah nggak anggap Lo anak."
"Mimpi apa Gue. Punya Adik berhati busuk kayak Lo."
"Aku memang gadis pembawa sial. Aku tidak pantas hidup. Tapi, tidak pantaskah Aku mendapatkan pelukan kasih sayang itu? Hahaha siapa juga yang akan memeluk gadis pembawa sial seperti Aku."
kisah ini tentang seorang gadis yang dengan ikhlas menerima segalah kebencian yang di berikan kepadanya. ingin tahu kelanjutannya yang penasaran bisa langsung baca🤭
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aliya sofya Putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 28
Happy reading<<<<<<<
Hap
"Ar, jangan lagi kasihan Imlie. Aku nggak Papa Kok." ujar Viona mendrama.
"LO LIHAT, GADIS YANG LO HINA. MALAH MEMBELA LO." marah Aryan tak terima Viona di hina.
"OOOH JADI SALAH, SALAH, JIKA GUE NGEHINA DIA? KARENA DIA SUDAH JADI ORANG KETIGA DALAM HUBUNGAN KITA KAK." marah Imlie padahal tadi berniat untuk menenangkan dirinya malah pagi pagi udah ribut aja.
"SALAH.. KARENA YANG LO HINA GADIS YANG GUE SAYANG SIALAN DAN DIA BUKAN ORANG KETIGA. LO JADI CEWEK NGGAK USAH TERLALU POSESS....
"KITA PUTUS BRENGSEK" teriak Imlie.
"WOW." kaget semua orang. Viona langsung tersenyum dalam hati. Jangan di tanyakan ekpresi wajah dari teman temannya Aryan.
"Woy!! Tutp mulut Lo. Air liur Lo rembes ke mana mana tuh." ujar Bobop pada Mio yang memang benar. Saking kagetnya Mio.
"Yaaa.. Coupel Gue."
"Iya ya padahal mereka cocok banget."
"Heh, cocokan Viona sama Aryan sih. Lihat aja bahkan Aryan bela belain Imlie sampai mampus berarti siapa yang dia saayang dan cinta. Yang jelas Viona lah." ujar temannya Viona yang bernama Kuntimara.
"Eh, mbak kunti.. Bisa nggak Lo diam. Mulut bau jengkol malah di ajak ngomong." ujar Emina. Ya, sahabatnya Imlie baru saja datang setelah di beritahu.
"Lo benar benar ya...."
"Sudah, stop! Jangan ribut." ujar seseorang menghentikan mereka yang hendak adu mulut.
Kini balik lagi ke Imlie.
"Li, jangan kaya gitu. Aryan Cinta sama Lo. Lo nggak boleh gitu Gue minta maa...
"SIALAN, DIAM LO LO SENANG KAN.. JANGAN MUNAFIK LO GUE TAU LO SENANG, NGGAK USAH NUNJUKIN MUKA SAMPAH LO DI DEPAN GUE. KALAU LO MAU NGAMBIL INI COWOK BRENGSEK AMBIL AJA SIALAN. GUE NGGAK BUTUH." teriak Imlie.
"JANGAN HARAP LO BISA LEPAS DARI GUE SIALAN." teriak Aryan yang sejak tadi mengontrol emosinya.
"GUE BISA." teriak Imlie lagi.
"LO MILIK GUE. DAN CUMAN MILIK GUE." Tekan Aryan.
"GUE BUKAN BARANG ARYANSYAH XABIRU ALVERIC." teriak Imlie semakin menjadi.
Aryan yang gelap mata langsung menggendong Imlie dengan cepat.
"AKKKKHHHH." kaget Imlie karena di gendong kaya karung beras.
Bygh
Bugh
"LEPASIN, LEPASIN GUE ARYAAAN." teriak Imlie memukul bahunya Aryan.
"DAFFA TOLONGIN GUE." teriak Imlie pada Daffa sehingga membuat Aryan semakin marah dan berjalan dengan cepat.
"Jangan minta bantuan ke cowok lain kalau nggak mau hidupnya akan berakhir." ujar Aryan dan Imlie hanya meronta ronta minta di turunin karena Aryan malah membawanya menuju rooftoop., tapi...
"Aryan lepasin Sahabat Kita." marah ketiga sahabatnya Imlie yang menghalangi jalannya Aryan.
"Minggri atau Gue bakal buat sesuatu yang kalian bakal sesali." ujar Aryan.
"Bajingan, lepasin sahabat kita.. Lo udah sakitin dia dan Lo mau apa lagi, hah?" marah Wardah kali ini.
"Sayang!! Suruh teman teman Lo ini minggir atau Lo tau apa yang akan terjadi sama mereka." ujar Aryan dan Imlie menatap teman mereka kemudian menggeleng kecil.
"Nggak Li, kita nggak bakal biarin Lo kenapa napa." ujar Yoyo dan kemudian mereka berhenti melihat tatapan memohon milik Imlie.
"AR, AKU IKUT." teriak Viona tak tau malu.
"JANGAN IKUT CAMPUR." marah Aryan kali ini tak menyandari sudah membentak Viona.
Semua orang menahan tawa melihat Viona tapi merasa iba juga dengan Imlie.
"LEPASIN ARYAAAAN.. BUGH BUGH." imlie masih saja memukul bahunya Aryan.
"DIAM, ATAU GUE LEPASIN LO DARI TANGGA INI." ancam Aryan tapi Imlie tak peduli..
Ceklek
Bugh
Aryan membuka pintu rooftoop dengan keras kemudian membantinya dengan keras juga.
"ARYAN LO MAU NGAPAIN." teriak Imlie karena Aryan malah menurunnkannya di pembatas Roftoop. Dan tiba tiba......
"ARYAAAN." kaget Imlie karena Aryan mendorongnya. Imlie langsung menutup mata pasrah jika dia akan jatuh. Tapi....
Hap
Sekarang Imlie dalam posisi berdiri tapi tidak seimbang karena tubuhnya hampir terhuyung ke belakang dan Aryan memegang tangannya saat tangan itu di lepaskan saja maka Imlie akan langsung jatuh.
"Gue kasih pilihan buat Lo, jangan keras kepala atau mati?" tanya Aryan.
"LO GILA, HAH." bentak Imlie.
"Lo cuman punya dua pilihan." ujar Aryan.
"Gue lebih baik milih mati, dari pada sama Lo sialan." teriak Imlie muak. Lagian Gue bakal berterimakasih kalau hari ini Lo berhasil bunuh Gue. Biar Gue terbebas dari orang orang yang membenci Gue." marah Imlie Aryan sedikit tersadar karena mengingat Imlie yang di benci keluarganya.
"Lepasiin tangan Lo sialan. Bahkan Lo memang benar benar nggak cinta kan sama Gue. Jadi, untuk apa Gue pertahanin hubungan yang nggak sehat ini,
karena sejatinya cuman Viona yang Lo Sayang dan mungkin Cinta." teriak Imlie dan kali ini sudah tidak bisa menahan air matanya lagi.
Dan saat itu juga Aryan tersadar dan membawa Imlie ke dalam pelukannya.
"Nggak, Gue nggak Cinta sama dia. Gue cinta sama Lo Sayang." ujar Aryan memeluk Imlie kuat.
"NGGAK, LEPASIN GUE.. LO BOHONG." teriak Imlie.
"Nggak Sayang!! Gue benar benar Cinta sama Lo. Gue cuman Sayang aja sama Viona karena dia sahabat Gue. Orang tuanya sering pergi dan dia sendiri jadi Gue hanya ingin melindunginya." ujar Aryan.
"TERUS GUE? LO TAU KAN GUE PUNYA KELUARGA TAPI KAYA NGGAK PUNYA. MEREKA NGGAK SAYANG SAMA GUE. DAN GUE BERHARAP LO TEMPAT GUE PULANG. TAPI NYATANYA SEMUANYA SAMA SAJA. LO SAMA KAYA MEREKA." teriak Imlie meraung mencoba melepaskan diri dari pelukannya Aryan.
"Sorry, Gue minta maaf." ujar Aryan.
"LO NGGAK PERNAH SAYANG SAMA GUE." lirih Imlie memukul dadanya Aryan.
"Gue Sayang sama Lo. Gue Sayang banget Li." bisik Aryan.
"Gue janji mulai sekarang, Gue nggak bakal abaikan Lo lagi." ujar Aryan membujuk Imlie.
"Viona?" tanya Imlie.
"Gue juga bakal batasi diri sama dia." ujar Aryan dan kenapa Imlie langsung melunak. Ya, dia gadis yang sangat kekurangan kasih sayang sehingga jika di sakiti berulang kali dan kemudian di berikan janji akan menyanyanginya maka Imlie akan langsung terima.
Entah sampai kapan Imlie akan benar benar menyerah.
"Janji?" tanya Imlie menatap Aryan.
"Janji Sayang.. Cup." jawab Aryan mengecup kedua kolapak mata Imlie yang mengeluarkan air mata.
"Gue harap Janji ini Lo pegang Ar." batin Imlie.
"Karena walau Lo udah nyakitin Gue berulang kali. Entah kenapa Gue masih Cinta banget sama Lo." lanjut Imlie dalam hatinya.
"Sepertinya Gue harus jauhin Viona." batin Aryan.
"Gue Sayang sama Lo." ujar Aryan. Tak ada yang tau rasa Sayang Aryan pada Imlie apa na sekedar kasihan.
Seperti janjinya kini Aryan sedikit memberi jarak dengan Viona.
"Ar, masalah kalian udah selesai?" tanya Viona pada Aryan yang baru masuk setelah mengantar Imlie ke kelasnya.
"Ya." jawab Aryan.
"Baguslah." jawab Viona padahal berbeda dengan hatinya yang berkecamuk serta tangannya mengepal.
"Ar..." ujar Viona dan ingin meletakkan kepalanya di bahu Aryan.
"Mulai sekarang Kamu jangan terlalu dekat sama Aku Viona." ujar Aryan.
"Loh kenapa Ar?" tanya Viona geram tapi berpura pura bingung.
"Aku nggak mau buat Cewek Aku cemburu." ujar Aryan santai.
"Tapi, kan kita cuman sahabat Ar. Kenapa sih." protes Viona.
"Pokoknya sekarang jangan terlalu dekat sama Aku Vi. Aku ingetin sekalih lagi." ujar Aryan kemudian Viona terdiam dengan tangan mengepal.
"Sialan, Imlie.. Lo lihat aja kali ini Lo menang, tapi Gue bakal buat Aryan kembali lagi sama Gue." batin Viona. "Milik Gue harus tetap jadi milik Gue." lanjut dia dalam hati.
"Kagak jadi putus ya Bos, kan biar Gue sama Sam punya kesempatan buat PDKT." ujar Ravel dan mendapat tatapan tajam dari Aryan.
"Jangan macam macam." ujar Aryan.
"Ck, padahal tadi Saya sudah bersemangat buat jadi calon pacarnya Nona manis."
#Bersambung
maaf ya baru up soalnya lagi sibuk.dan terimakasih juga atas dukungannya dan jangan lupa like 🤗🤗