Haneen, mantan agen intelijen elit, dikhianati dan tewas di dunia modern. Namun, dia terbangun di tubuh gadis lemah yang namanya sama di dunia kultivasi, murid luar Sekte Pedang Langit dengan merdian rusak yang sering di-bully.
Beruntung, Haneen membawa Sistem Agen Bayangan yang memungkinkannya mengeluarkan senjata modern seperti pistol, drone intai, dan granat di dunia yang mengandalkan pedang dan jurus.
Awalnya hanya ingin bertahan hidup, Haneen justru mengungkap jaringan korupsi besar di dalam sekte. Para tetua yang terlihat suci ternyata saling melindungi sambil mencuri sumber daya. Bersama Yan Ling, murid luar yang juga jadi korban, Haneen mulai membongkar kejahatan satu persatu.
Namun setiap kebenaran yang terungkap, mereka semakin diburu. Dari tambang ilegal hingga ruang bawah tanah rahasia, Haneen dan Yan Ling harus terus berlari sambil mencari cara untuk bertahan.
Mampukah Haneen bertahan di dunia yang mengagungkan kekuatan spiritual sambil membongkar rahasia kelam para tetua?
Akankah teknologi modern dari sistemnya cukup untuk mengalahkan kultivator tingkat tinggi yang terus memburunya? Dan yang terpenting, bisakah dia dan Yan Ling saling percaya di tengah bahaya yang mengintai setiap langkah?
Penuh Aksi, strategi cerdas, dan intrik yang tak terduga.
Ikuti perjalanan Haneen membuktikan bahwa di dunia yang kejam ini, pinter dan siap bisa mengalahkan yang kuat.
Siapkah kamu mengikuti setiap langkah berbahaya mereka?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sands Ir, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 11: Menyusup di Bawah Langit Malam
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Matahari akhirnya terbenam sepenuhnya, menggantikan langit biru dengan kain hitam pekat yang dihiasi bintang-bintang dingin. Haneen berdiri di mulut gua, mengamati pergerakan patroli sekte dari kejauhan. Cahaya obor bergerak teratur di sepanjang tembok pertahanan, menandakan bahwa keamanan sedang diperketat setelah insiden semalam. Nama mereka pasti sudah tersebar di seluruh sekte sebagai buronan kelas satu. Namun, justru karena itulah mereka memiliki peluang.
"Siap?" tanya Haneen sambil menoleh ke arah Yan Ling. Wanita itu sudah berdiri siap dengan pedang di pinggang, wajahnya tertutup kain hitam untuk menyamarkan identitas jika terjadi pertemuan tak terduga.
"Siap," jawab Yan Ling singkat. Tidak ada keraguan dalam suaranya.
Haneen memanggil antarmuka sistem. Dia menukar poin informasi yang dikumpulkan dengan dua item kunci untuk misi malam ini: Topeng Penyamaran Aura dan Jubah Bayangan. Item ini akan menyembunyikan keberadaan spiritual mereka selama satu jam, cukup waktu untuk masuk dan keluar dari ruang arsip logistik.
"Aktifkan item sekarang," perintah Haneen. Cahaya tipis menyelubungi tubuh mereka sesaat, lalu menghilang. Aura spiritual mereka yang biasanya bisa dideteksi oleh penjaga kini tertutup rapat. Mereka seolah-olah menjadi batu biasa yang tidak memiliki kehidupan.
Mereka mulai bergerak turun dari gunung menuju area utama sekte. Haneen memimpin jalan, memilih rute yang melewati area hutan lebat dan menghindari jalur utama yang dipantau menara penjaga. Langkah kaki mereka dibuat seringan mungkin, tidak menimbulkan suara meski menginjak ranting kering. Pelatihan intelijen di dunia sebelumnya membuat Haneen ahli dalam bergerak tanpa jejak.
"Sistem, tunjukkan peta penjaga," bisik Haneen dalam hati. Layar hologram kecil muncul di retina matanya, menampilkan titik-titik merah yang bergerak. Titik tersebut mewakili lokasi penjaga patroli. Haneen mengarahkan Yan Ling untuk melewati celah di antara dua titik merah yang sedang berjauhan.
Mereka berhasil melewati gerbang luar tanpa insiden. Penjaga di gerbang hanya melirik sekilas ke arah mereka, namun karena aura mereka tertutup, penjaga itu tidak mendeteksi adanya penyusup. Bagi mata biasa, mereka hanya terlihat seperti bayangan pohon yang bergerak ditiup angin.
Bangunan logistik terletak di sisi timur kompleks sekte. Bangunan itu terbuat dari batu kokoh dengan pintu ganda yang dijaga oleh formasi pengunci. Tidak ada penjaga manusia di depan pintu, karena formasi itu sendiri sudah cukup untuk mencegah murid biasa masuk. Namun, formasi itu tidak dirancang untuk mendeteksi penyusup yang tidak memiliki aura spiritual.
Haneen mendekati pintu. Dia mengeluarkan alat pembuka kunci elektronik dari sistem. Alat ini dirancang untuk dunia teknologi, namun Haneen memodifikasinya untuk merespons frekuensi energi spiritual formasi. Dia menempelkan alat itu pada permukaan pintu batu.
"Berhasil dalam tiga detik," gumam Haneen. Alat itu bergetar halus, mengirimkan sinyal untuk menetralisir kunci formasi sementara. Terdengar suara klik lembut, dan pintu batu itu terbuka sedikit.
"Masuk cepat," desak Haneen. Mereka menyelinap masuk ke dalam ruangan gelap. Pintu tertutup kembali di belakang mereka secara otomatis. Di dalam, udara terasa dingin dan berbau kertas tua. Rak-rak tinggi memenuhi ruangan, berisi gulungan catatan transaksi sumber daya sekte.
"Kita punya waktu empat puluh menit sebelum efek penyamaran habis," ingat Haneen. "Cari catatan pengiriman tiga bulan terakhir. Fokus pada pengiriman ke luar sekte yang tidak tercatat di laporan publik."
Yan Ling mengangguk dan segera mulai memeriksa rak di sisi kiri, sementara Haneen mengambil sisi kanan. Mereka bekerja dengan cepat, membuka gulungan satu per satu. Sebagian besar adalah catatan biasa tentang pembelian pil dan senjata untuk murid. Tidak ada yang mencurigakan.
Waktu berlalu cepat. Dua puluh menit sudah berlalu. Haneen mulai merasa gelisah. Jika mereka tidak menemukan bukti malam ini, mereka harus mundur dan mencari kesempatan lain. Namun, kesempatan lain mungkin tidak akan datang karena keamanan akan semakin ketat.
Tiba-tiba, Haneen menemukan sebuah gulungan yang terselip di belakang tumpukan catatan biasa. Gulungan itu terbuat dari kulit hitam, berbeda dari gulungan kertas biasa yang digunakan untuk catatan harian. Dia membukanya dengan hati-hati.
Isinya adalah daftar pengiriman batu spiritual dalam jumlah besar ke sebuah lokasi yang tidak dikenal. Nama penerima disamarkan dengan kode, namun tanggal pengiriman bertepatan dengan hilangnya sumber daya dari gudang sekte. Ini buktinya.
"Dapat," bisik Haneen. Dia segera menyimpan gulungan itu ke dalam dimensi penyimpanan sistem. "Kita harus pergi sekarang."
Namun, sebelum mereka sempat bergerak, suara langkah kaki terdengar di luar pintu. Seseorang telah datang.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...Bersambung…...
Jangan lupa like, komen dan share😁