"Cepat tutup pintu dan jendela, jangan sampai terbuka!"
Semua warga yang ada di desa Bondowoso tidak ada yang pernah berani keluar bila sudah Maghrib datang, mereka hanya berdiam diri dalam rumah sampai nanti pagi menyapa.
Dulu desa ini tidak seperti itu, namun sejak beberapa bulan terakhir maka mereka mendapat teror yang begitu mengerikan sekali, semua ini akibat kematian dari seorang gadis bernama Mirasih.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 17. korban lagi
"Tidak ada apa apa, mungkin kucing tadi." batin Fitri ketika dia sudah mengintip keluar rumah.
Sebab memang sama sekali tidak ada bayangan manusia ketika Dia mengintip dari jendela, padahal tadi ada suara seperti benda jatuh namun ketika dilihat keluar sana malah sama sekali tidak ada orang atau bahkan hewan yang sedang melintas.
Fitri ingin kembali duduk di sofa karena ingin melihat kembali sosial media dia, namun sesaat dia melihat seperti ada seseorang yang sedang berdiri di depan pintu dengan rambut terurai panjang, penasaran juga siapa wanita tersebut karena sama sekali tidak terlihat seram sehingga Fitri tidak memiliki rasa takut di dalam hati.
Padahal dia sudah begitu lantang mengatakan kepada semua orang bahwa Mirasih telah menjadi arwah gentayangan dan bisa membunuh, tapi sekarang dia sama sekali tidak kepikiran dengan hal itu Dan malah dengan berani keluar dari rumah untuk melihat apa ada seseorang yang datang ke rumah ini untuk bertamu atau hanya ingin mencari masalah.
Fitri adalah tipe orang yang sangat tidak suka bila rumah dia ini didatangi oleh sosok yang tidak dikenal dan menurut dia sangat mengganggu, walau dia juga memiliki teman dekat namun Fitri tidak pernah menyuruh teman itu datang ke sini karena menurut dia nanti rumah ini bisa kotor dan terganggu.
Jadi ketika melihat ada seseorang yang sedang berdiri di depan pintu maka Fitri segera membuka pintu tersebut untuk mematikan orang itu, setelah pintu terbuka lebar maka Fitri baru menyadari apa yang dia katakan memang benar nyata dan sekarang sosok itu berdiri di depan mata dengan wujud yang begitu mengerikan sekali.
Jangan kan untuk berteriak memanggil sang suami yang sedang melakukan sholat, ini untuk berteriak atau bahkan menutup pintu kembali saja sudah tidak sanggup karena dia terpana melihat sosok berambut panjang dengan wajah begitu seram serta jeroan yang sudah keluar dari dalam tubuh dia, aroma amis beserta dengan aroma bangkai juga tercium di hidung Fitri.
"Heheeeee....
Sosok itu terkekeh panjang ketika dia melihat Fitri yang sudah tidak bisa bergerak sama sekali akibat di landa oleh rasa takut yang begitu besar, mulai dari tangan hingga ujung kepala semua berwarna hitam dan Fitri bisa menyaksikan sendiri kuku yang begitu runcing sehingga bila menembus daging manusia maka akan langsung koyak.
"Si...siapa kau?" Fitri masih sempat bertanya ketika melihat sosok tersebut.
Namun sosok itu sama sekali tidak menjawab dan dia langsung mengibaskan tangan berkuku panjang untuk menarik dari tubuh Fitri, sungguh wanita ini tidak menyangka bahwa hanya dalam sekejap mata saja dia akan kehilangan jantung dari tubuh ini.
Jleeeeep.
"Heheeeeee....
"Aakkk...aaah!" Fitri mendelik ketika merasakan sakit luar biasa pada bagian dada.
"Matiiiiiiiioo.....
"Matiiiiiooooo....
Hembusan angin malam membawa aroma amis darah dari tubuh Fitri Karena wanita itu sudah tidak bisa berteriak sama sekali, bersamaan dengan itu juga sosok bertubuh hitam itu menghilang dari pandangan mata bersama dengan hembusan angin yang membawa setiap jengkal tubuh dia.
Tubuh Fitri jatuh begitu saja karena dia memang sudah tidak bernyawa setelah jantung itu lepas dari dalam dada, mulut yang terbiasa mengatai orang sesuka hati kini hanya bisa ternganga karena dia meninggal dengan rasa sakit begitu besar.
...****************...
"Eh aku belum sempat cerita sama kamu kalau di desa Bondowoso telah terjadi hal yang sangat tidak biasa." Kinan menatap Mbak Nanda yang sedang minum es jeruk.
"Apa?" Mbak Nanda jadi ikut penasaran juga.
"Anak teman ku meninggal dunia dengan cara yang begitu tragis, aku penasaran apakah dia akan bangkit dan membuat masalah." Kinan berkata pelan.
"Meninggal karena di bunuh dan di perkosa?" Mbak Nanda penuh semangat mendengar cerita dari Kinan.
"Iya, dia malam itu pergi seorang diri dan katanya pergi sama pacar tapi setelah pagi di temukan sudah dalam keadaan menjadi mayat." jelas Kinan.
"Ih itulah takut kalau punya anak gadis yang sering keluar malam, tapi mau dilarang juga tidak bisa karena sekarang mereka juga butuh hiburan." Mbak Nanda berkata pelan.
"Setidak nya anak itu tahu batasan dan tidak melawan saat diberitahu, kalau Mirasih ini emang agak bandel anak nya." Kinan berkata apa ada nya.
"Nah ya itu kalau sudah bandel dan tidak pernah percaya dengan omongan orang tua." sahut Nanda.
Kinan mengangguk pelan karena dia juga tahu bagaimana selama ini tabiat Mirasih bila telah di nasehati oleh orang tua dia sendiri, emang gadis itu agak keras kepala dan bila di beri tahu oleh hal yang baik maka dia akan melawan dan mengatakan itu semua hanya dusta belaka.
"Kalau sudah kecelakaan begini maka orang tua juga yang menanggung rasa sedih di dalam hati." ujar Kinan sambil menarik nafas panjang.
"Yang nama nya orang tua walau anak melawan dan bandel tapi tetap saja lah dia sayang dan berusaha untuk membersihkan nama." jawab Mbak Nanda.
"Lah terus sekarang gimana kelanjutan kisah dia, Nan?" Bu Ita juga penasaran dengan cerita Kinan.
"Konon Mirasih ini mulai balas dendam dan mencari siapa yang sudah membunuh dia." bisik Kinan hati-hati karena dia tidak mau nanti terjadi fitnah.
Bu Ita mengangguk paham karena dia tahu mulut warga yang ada di sini sama sekali tidak bisa dijaga, setiap desa pasti memiliki mulut ember dan tidak pernah bisa menutup mulut mereka sendiri sehingga ketika mereka sedang ngobrol seperti ini harus menjaga dan tidak boleh berbicara sembarangan agar tidak terjadi fitnah yang begitu kejam.
"Gadis sangat rentan sekali untuk di perkosa dan tidak mungkin bisa melawan, malah kadang parahnya lagi yang memperkosa ini pacar dia sendiri." ujar Kinan.
"Janda juga, Kau lebih baik segera menikah dari pada sibuk menjadi janda dalam waktu yang begitu lama." gurau Mbak Nanda.
"Neh bener apa yang di bilang oleh Nanda itu, janda juga bisa nanti di perkosa dan mengalami nasib tragis." seru Bu Ita.
"Apa lah, ini lagi ngomongin siapa malah lari juga jadi ke aku." rutuk Kinan karena dia memang seorang janda.
"Udah kau tinggal pilih saja karena banyak duda di desa kita ini, atau Amir yang memang sudah sering dekat dan kenal dengan dia." ujar Mbak Nanda.
Kinan membuang muka karena malu, sebab bisa dibilang memang dia sudah mengenal Amir cukup lama dan mereka juga bisa di katakan dekat, namun sejauh ini sama sekali tidak ada hubungan lebih dari seorang teman karena Amir juga tidak pernah mengungkapkan perasaan ia kepada Kinan.
Selamat siang besti, jangan lupa like dan komentar nya ya.
curiga SM si Jarwo dan bapaknya🤔👻
anak nya slah masih ja di bela