NovelToon NovelToon
Kau Harus Rela Melepasnya

Kau Harus Rela Melepasnya

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Idola sekolah / Dunia Masa Depan
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: Anto Sabar

Ryan adalah seorang mekanik yang sangat mencintai Arini namun karena status yang sangat jauh sehingga arina tak mau membuat Ryan kecewa karena Arini sudah di jodohkan dengan pemuda lain pilihan orangtuanya.Bagaimana kisah lengkapnya,ayo kita simak bersama perjuangan Ryan !

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anto Sabar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hari yang Mengubah Segalanya

Pagi itu—

langit cerah.

Namun suasana di depan bengkel Ryan…

jauh lebih hidup dari biasanya.

Beberapa mobil mulai terparkir rapi di pinggir jalan.

Orang-orang berdatangan.

Dan papan baru yang terpasang di depan bengkel itu—

menjadi pusat perhatian.

Nama bengkel itu kini terlihat jelas.

Lebih tegas.

Lebih berkelas.

Dan berbeda dari sebelumnya.

Ryan berdiri di depan pintu masuk.

Memakai pakaian yang lebih rapi dari biasanya.

Namun tetap sederhana.

Tatapannya tenang.

Namun dalam hatinya—

ia tahu.

Hari ini penting.

Bukan hanya karena pembukaan.

Tapi karena…

ini adalah awal dari sesuatu yang lebih besar.

“Bang, orang sudah mulai banyak,” kata salah satu pekerjanya.

Ryan mengangguk.

“Iya.”

“Siap dibuka?”

Ryan menarik napas dalam.

Lalu berkata pelan,

“Buka.”

Pintu bengkel itu resmi dibuka.

Dan untuk pertama kalinya—

orang-orang masuk.

Melihat.

Mengamati.

Beberapa langsung terkejut.

“Ini… bengkel?”

“Kayak tempat mobil balap…”

“Serius ini di sini?”

Bisikan kagum mulai terdengar.

Karena mereka tidak menyangka—

di tempat itu…

ada sesuatu seperti ini.

Di dalam—

peralatan modern tersusun rapi.

Lampu terang membuat setiap detail terlihat jelas.

Dan suasana terasa profesional.

Beberapa orang mulai mengambil foto.

Yang lain hanya berdiri.

Masih tidak percaya.

Tak lama—

sebuah mobil mewah berhenti di depan.

Semua mata langsung tertuju.

Pintu terbuka.

Pria itu turun.

Langkahnya tenang.

Namun aura yang ia bawa…

langsung mengubah suasana.

Beberapa orang langsung memberi jalan.

Karena mereka tahu—

ini bukan orang biasa.

Ryan menoleh.

Lalu berjalan mendekat.

“Kamu datang,” katanya.

Pria itu tersenyum.

“Saya tidak mungkin melewatkan ini.”

Kehadiran pria itu membuat suasana berubah.

Beberapa orang mulai berbisik.

“Siapa dia?”

“Orang penting itu…”

Dan tanpa disadari—

nama Ryan mulai dikaitkan dengan dunia yang lebih besar.

Namun di sudut lain—

Dimas berdiri.

Melihat semua itu.

Wajahnya datar.

Namun matanya tajam.

“Lumayan juga…” gumamnya.

Namun dalam hatinya—

ia tidak senang.

Karena hari itu…

Ryan bersinar.

Acara berjalan.

Beberapa orang mulai bertanya.

Beberapa langsung tertarik untuk servis.

Dan beberapa…

datang hanya untuk melihat.

Namun semuanya sama—

mereka memperhatikan Ryan.

Di tengah keramaian—

sebuah mobil lain berhenti.

Kali ini—

lebih sederhana.

Namun yang turun dari dalamnya—

membuat suasana sedikit berubah.

Seorang wanita.

Langkahnya pelan.

Tatapannya menyapu sekitar.

Dan saat matanya bertemu dengan Ryan—

ia terdiam.

Ryan juga sama.

Untuk beberapa detik—

waktu terasa berhenti.

“Arini…” gumam Ryan pelan.

Wanita itu tidak menjawab.

Namun matanya…

tidak bisa menyembunyikan keterkejutan.

Ia tidak menyangka—

Ryan yang dulu ia kenal…

sekarang berdiri di tempat seperti ini.

Bukan lagi di bengkel kecil.

Bukan lagi pria yang diremehkan.

Tapi seseorang yang…

diperhatikan.

Arini melangkah mendekat.

Perlahan.

Seolah masih mencoba memastikan.

“Ini… punyamu?” tanyanya pelan.

Ryan mengangguk.

“Iya.”

Jawaban singkat.

Namun cukup.

Beberapa detik—

tidak ada yang bicara.

Karena di antara mereka—

ada banyak hal yang belum selesai.

“Selamat,” kata Arini akhirnya.

Nada suaranya lembut.

Namun ada sesuatu di dalamnya.

Mungkin penyesalan.

Mungkin kagum.

Atau…

keduanya.

Ryan hanya tersenyum tipis.

“Terima kasih.”

Namun tidak ada percakapan panjang.

Tidak ada drama berlebihan.

Karena suasana di sekitar mereka…

tidak memberi ruang untuk itu.

Di kejauhan—

Dimas memperhatikan.

Matanya menyipit.

“Jadi ini… yang dulu…”

Ia tersenyum tipis.

“Menarik.”

Seolah menemukan celah baru.

Acara terus berjalan.

Namun bagi Ryan—

hari itu bukan sekadar pembukaan.

Melainkan…

titik balik.

Karena sekarang—

bukan hanya dunia bisnis yang mulai mengenalnya.

Tapi juga—

masa lalunya mulai kembali.

Malam hari—

setelah semua selesai—

Ryan berdiri sendirian di dalam bengkel.

Lampu masih menyala.

Namun suasana sudah sepi.

Ia menatap ke depan.

Mengingat semua yang terjadi hari ini.

Tentang keberhasilan.

Tentang pengakuan.

Dan…

tentang Arini.

Ia menghela napas pelan.

Lalu berkata,

“Perjalanan ini… belum selesai.”

Dan di luar—

di tempat lain—

seseorang sedang tersenyum.

Menyiapkan langkah berikutnya.

Langkah yang tidak lagi kecil.

Tapi cukup untuk…

mengguncang.

1
istri sahnya minho❤️"naylee"❤️
baru juga mau mulai belum apa² udah ada yang gak suka 🤦
Nur Wahyuni
seru
Nur Wahyuni
lanjut
istri sahnya minho❤️"naylee"❤️
O,oh .., tidak!!! jangan bikin aku nangis bawang kak .
istri sahnya minho❤️"naylee"❤️
ih ko sedih ya bayangin nya, jangan terlalu rumit lah kasian yang baca, next lanjut... semoga bagus ceritanya
Anto Sabar: insyaallah,makasih bnyk atas dukungannya senior.
total 1 replies
Nur Wahyuni
keren
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!