NovelToon NovelToon
DUDA PEMILIK MALAMKU

DUDA PEMILIK MALAMKU

Status: sedang berlangsung
Genre:Beda Usia / CEO / One Night Stand / Ibu Pengganti
Popularitas:5.3k
Nilai: 5
Nama Author: Ditaa

"Saya menikahimu karena saya bertanggung jawab telah menidurimu, kamu jangan berharap apapun dalam pernikahan ini." ~Reno Mahesa.
-
-
Deana benci saat Reno memaksanya untuk menikah dengannya. Bukan karena cinta, tapi karena Reno takut Deana mengandung benihnya dan meruntuhkan karirnya saat anaknya lahir nanti.
-
-
Bagaimana kelanjutan kisah mereka? ayo klik tanda baca dan ikuti alur ceritanya✨️‼️

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ditaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 13: Ancaman Daddy

Sejak tadi malam Deana demam, Ibu Hesti dan Tio begitu mengkhawatirkan keadaannya. Ditambah tubuhnya lemas dan tak mau dibawa ke Dokter, membuat Ibu Hesti semakin cemas.

Tubuh Deana masih panas, dahinya masih dikompres dengan air hangat.

"Apa Kakak diancam sama Kak Arya sampai Kakak sakit seperti ini, ha?" geram Tio. Ia merasa tidak terima jika Kakaknya diperlakukan seperti hayalannya.

Deana menggeleng, "Tidak, sana pergi sekolah Tio, sudah siang." usir Deana pada Adiknya.

"Kakak yakin baik-baik saja sendirian di rumah? Ibu mau ke desa loh." ucap Tio bersantai sambil memakan sarapannya di samping Deana yang terbaring lemas di ranjang.

Deana terkekeh, "Itu sih maumu saja biar bolos sekolah. Sudah selesaikan sarapanmu terus berangkat." tegasnya.

Tio mengangguk, "Siap bos."

"Dea sayang, kamu sakit karena terlalu memikirkan Nak Arya. Untungnya Tuhan masih baik sama kamu karena Tuhan lebih dulu memperlihatkan keburukan Nak Arya sebelum kamu menikah dengannya." Ibu Hesti mengambil lap basah yang menempel di dahi Deana itu lalu mencelupkannya ulang ke dalam ember kecil berisi air hangat.

Deana mengangguk.

Menikah...

Tiba-tiba Deana teringat dengan laki-laki jahat itu. Sh*it! Batinnya kesal.

"Kenapa melamun?" tanya Ibu Hesti menyenggol bahu Deana.

Deana langsung sadar dari lamunannya, "Tidak Bu, Deana tidak apa-apa." balas Deana menunduk lesu.

Tio berdiri dari duduknya dan bersalaman dengan kedua perempuan yang ia sayangi itu bergantian.

"Dek, kalau ada orang yang kamu nggak kenal menawarkan sesuatu, jangan mudah tergiur. Ingat itu." peringat Deana pada Adiknya. Ia takut saat laki-laki itu mengancamnya dengan mencelakai keluarganya.

Hampir setiap hari, Deana memperingati Adiknya dan mengatakan jika ada sesuatu hal yang mencurigakan, maka Tio harus segera mengatakannya pada Deana. Sekarang, Deana seprotektif itu pada keluarganya.

"Iya Kak." balas Tio mengerti.

Untung saja Deana masih mendapat jatah libur, jadi ia bebas beristirahat berjam-jam di rumah untuk menurunkan suhu tubuhnya dan kepalanya yang terasa seperti diayun itu.

***

Pagi ini, Reno sedikit lebih bersantai karena ia mencoba akan menemui Deana.

"Gadis itu memang tidak ada takut-takutnya padaku. Apa harus diancam dulu agar dia takut." ucap Reno pelan sambil menyemprotkan parfumnya ke tubuhnya. Bau maskulin langsung tercium sempurna di tubuhnya.

Reno melangkahkan kakinya keluar kamar, sudah ada Daddy Samuel yang mengomel pelan.

"Reno, kemari." ucap Daddy Samuel.

Reno menghampirinya, "Ada apa, Dad?"

"Sepertinya kamu harus menikahi Fiona, batalkan pernikahanmu dengan Deana." ucapnya pelan.

Reno membola, ia menelan salivanya kasar, "Tidak." balasnya cuek. Ia sudah mengerti akan ada drama seperti ini dari keluarga Bertram, apalagi Fiona yang sudah sangat begitu obsesi ingin memilikinya.

Daddy Samuel menatap Mommy Ellen.

"Ren, apa kamu tahu... Tuan Juna mengancam perusahaan kita, dia akan mencabut kembali saham kerja samanya, perusahan kita pasti akan mengalami kerugiaan yang besar dan pembenahan besar-besaran." ucap Mommy Ellen.

Reno diam, "Reno dan Jordi akan memikirkannya." balasnya santai seolah tidak akan terjadi apa-apa. Di sisi lain, hatinya juga kalut memikirkannya.

Tangan Reno mengepal, semakin benci saja ia pada Fiona, "Percintaan dan pekerjaan seharusnya dalam hal yang berbeda. Jelas salah jika harus disamaratakan." desisnya menatap Daddy dan Mommynya.

Daddy Samuel menatap Reno, "Daddy yakin kamu tidak akan bisa memajukan kembali perusahaan dengan usahamu sendiri setelah Tuan Juna mencabut sahamnya, dia penaruh saham terbesar, hampir 65% di perusahaan kita. Apa kau tidak memikirkan itu Ren. Fiona juga cantik dan seksi, mengapa kau tidak tertarik dengannya." ujar Daddy Samuel sedikit memukul mejanya.

"Reno tidak akan menikahi Fiona, apapun alasannya."

Daddy Samuel berdiri untuk menyamakan tubuh Reno yang masih berdiri itu, "Jangan buat Daddy jahat terhadapmu, mengerti." ancamnya.

Reno mendesah pelan, "Aku tidak takut pada Daddy."

"Reno!" Daddy Samuel menuding Reno dengan jari telunjuknya, "Umurmu sudah dewasa, masih saja keras kepala." sambungnya.

"Daddy yang tidak bisa berpikir. Reno sudah mengatakan akan menikahi Deana." balas Reno tak mau kalah.

"Mau tidak mau, suka tidak suka, Reno tetap akan menikah dengan Deana." lanjut Reno dengan suara yang tegas.

Plak!

Plak!

Pertahanan Daddy Samuel akhirnya runtuh juga. Tangannya sudah geram karena dari tadi putranya selalu menyepelekan ucapannya.

Reno menatap tajam Daddynya, "Mengapa Daddy tidak menyuruh Bram saja untuk menikahi Fiona. Bram masih muda, dia juga tak kalah pintar dan ganteng dari Reno."

Reno memegang pipinya yang terasa panas. Bahkan Mommynya sudah tegang sendiri, ingin membantunya, tapi Reno tahu jika Mommy sendiri takut dengan Daddynya.

"Bod*oh! Yang diinginkan Fiona adalah dirimu." ucap Daddy Samuel.

"Setelah ini Daddy tidak akan diam." ucap Daddy Samuel.

"Daddy ingin apa?" tanya Reno.

Daddy Samuel tidak membalasnya, dan ia pergi begitu saja dari sana.

Mommy Ellen menghampiri putranya, "Maafkan Mommy, Mommy tidak bisa membelamu."

Reno tersenyum, "Reno tidak apa-apa Mom, Mommy jangan khawatir." Reno mengelus pipi Mommynya.

"Tapi benar kata Daddymu, kamu harus menikahi Fiona, Ren. Apa nanti kata dunia jika perusahaan kita bangkrut. Fiona baik, cantik dan serasi denganmu, Mommy setuju jika kau menikahinya. Lena juga sudah mengenalinya." ucap Mommy Ellen.

Reno menggeleng, "Tidak semudah itu Mom, kasihan Deana jika harus Reno batalkan sepihak." balasnya lalu memeluk tubuh Mommynya.

"Reno berangkat dulu Mom, titip Lena yang masih tidur." pamit Reno lalu bergegas pergi dari rumahnya.

Mommy Ellen mengangguk. Ia tidak bisa menengahi keduanya karena keduanya sama-sama keras.

Di dalam kamar, Daddy Samuel sedang menelpon beberapa anak buahnya yang tersambung dalam satu panggilan yang sama itu.

"Berikan padaku bukti yang kuat tentang Deana dan putraku. Jangan sampai keliru dan salah sasaran." tegas Daddy Samuel.

"Baik Tuan." ucapnya menurut menjawabnya di seberang.

1
Herlina Susanty
lanjut thor smgt 😍💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!