"Legend of kultivator" Bangkitnya tujuh penguasa langit.
"Satu dendam menyatukan mereka.Tujuh kekuatan akan mengguncang semesta".
Dunia kultivator sedang diambang perubahan besar.Pejabat korup yang dulu menghancurkan keluarga Lin mungkin merasa aman diatas singgasananya,namun mereka tidak menyadari bahwa badai sedang datang ke arah mereka.Bukan cuma satu,melainkan tujuh sosok legendaris yang dipersatukan takdir dan persahabatan.
Dipimpin oleh dua saudara sepupu yang berwajah identik,faksi baru ini muncul untuk menghakimi ketidakadilan :
• Jian Feng : Sang reinkarnasi seorang Kaisar dengan Darah Naga Dan Tinju Naga yang mampu menghancurkan langit.
•Ling Chen : Pemilik tubuh surgawi sang maestro pedang yang membelah kegelapan dengan cahaya suci.
Dibelakang mereka berdiri Lima sekutu yang tak kalah mengerikan :
• Zi Yan (Sang penawar maut)
• Xue Li & Mei'er (Duo Kegelapan)
• Shen Long & Qing Long (Naga hitam & Naga Air)
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Diah Nation29, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sumpah di Bawah Cahaya Bunga Harapan
Setelah Yue Niang (Dewi Kehancuran) benar-benar sadar, suasana di dalam gua yang tadinya hancur lebur kini terasa sangat tenang. Yue Niang melangkah mendekati Ling Chen dan teman-temannya. Ia tidak lagi memancarkan hawa membunuh, melainkan aura keibuan yang teduh.
"Aku ingin memberikan sesuatu sebagai tanda terima kasih," ucap Yue Niang lembut. Ia mengeluarkan sebuah kotak kayu cendana kecil. Saat dibuka, sebuah batu kristal seukuran ibu jari bersinar dengan cahaya putih yang menyejukkan. "Ini adalah Batu Perlindungan. Ia akan menyerap serangan kegelapan dan memberikan kalian energi tambahan saat raga kalian mulai lelah."
Jian Feng langsung menyambar batu itu dengan mata berbinar. "Wahhh! Hadiah! Gue kira cuma dapet ucapan terima kasih doang. Lumayan nih, kalau kepepet bisa buat bayar makan nggak ya?"
Zi Yan menyikut perut Jian Feng. "Jian Feng! Jangan memalukan di depan Dewi!"
Anya, gadis kecil dengan mata unik itu, ikut melangkah maju. Ia membawa sebuah bunga kecil yang kelopaknya memancarkan cahaya pelangi. "Dan ini untuk kalian... Bunga Harapan. Selama bunga ini bersinar, kalian tidak akan pernah merasa putus asa, sesulit apa pun jalannya."
Ling Chen menerima bunga itu dengan penuh hormat. "Terima kasih, Anya. Kami akan menjaganya sebaik kami menjaga nyawa kami."
Namun, suasana hangat itu segera mendingin saat Yue Niang mulai menceritakan ancaman yang sesungguhnya. "Kalian tidak boleh lengah. Kekuatan yang merasukiku hanyalah sebagian kecil dari energi Chen Xiong, sang Raja Kegelapan."
Nama itu membuat Qing Long bergidik. "Chen Xiong? Legenda mengatakan dia mampu memanipulasi bayangan manusia menjadi monster."
"Lebih buruk dari itu," lanjut Yue Niang dengan wajah serius. "Dia telah menculik Putri Yue Yao, putri dari Raja Kaisar yang memimpin benua ini. Chen Xiong menjadikannya sandera untuk memaksa sang Raja menyerahkan segel kekuasaan benua. Jika segel itu jatuh ke tangannya, kiamat bukan lagi sekadar ancaman, tapi kenyataan."
Mendengar hal itu, Ling Chen menggenggam erat gagang pedangnya. Urat-urat di tangannya menonjol, memancarkan aura emas Tubuh Surgawinya. "Kita tidak bisa membiarkan itu terjadi. Menyelamatkan Putri Yue Yao berarti menyelamatkan seluruh benua."
"Betul!" sahut Jian Feng sambil menggulung lengan bajunya, sok gagah padahal di tangan kirinya masih ada sisa kerupuk. "Gue sudah siap hajar si Chen-Chen itu! Berani-beraninya dia nyulik anak orang. Pasti dia belum pernah ngerasain tendangan 'Naga Lapar' gue!"
Zi Yan berpikir sejenak. "Tapi kita tidak tahu di mana Putri Yue Yao disembunyikan. Istana kegelapan Chen Xiong sangat luas dan penuh jebakan."
Anya tersenyum misterius. "Aku bisa membantu. Aku punya beberapa kontak rahasia di ibu kota kerajaan. Kita akan tahu di mana sang Putri berada sebelum matahari terbenam besok."
Qing Long menatap teman-temannya satu per satu. "Berarti rencana kita sudah jelas. Kita akan menuju ibu kota, menyusup ke wilayah Chen Xiong, dan membawa pulang Putri Yue Yao."
"Tunggu, tunggu!" potong Jian Feng. "Sebelum kita berangkat ke misi bunuh diri ini, boleh nggak kita mampir ke kedai sate di bawah gunung dulu? Hadiah dari Dewi kan bikin kita kuat, tapi perut gue tetep butuh asupan sate kambing biar 'Batu Perlindungan'-nya makin manjur!"
Ling Chen menghela napas panjang, menatap langit yang mulai cerah. "Baiklah, Jian Feng. Kita makan dulu. Setelah itu... tidak ada lagi waktu untuk bersantai. Perjalanan sesungguhnya dimulai sekarang."
Dengan tekad yang membara dan hadiah dari sang Dewi di tangan, kelompok Legendary of Kultivator itu melangkah keluar dari gua. Mereka tidak tahu bahwa di kegelapan terdalam, Chen Xiong sudah mengawasi setiap langkah mereka melalui bayangan yang memanjang di tanah.
BERSAMBUNG...
Lanjjjjooootttt